[API SEJARAH] Pengaruh Kebangkitan Islam di Indonesia (I)

Pasar Sebagai Gerbang Islamisasi Indonesia DUNIA di kejutkan dengan turunnya wahyu Allah yang disampaikan Malaikat Jibril as kepada seorang yang berprofesi wirausahawan, Muhammad. Beliau pun berubah statusnya menjadi Rasulullah – Utusan Allah. Sebuah wahyu yang memberikan ajaran bagaimana caranya untuk mencapai Islam yang berarti selamat dan menjadikan diri sebagai Muslim yang berarti menyerahkan kehendak diriLanjutkan membaca “[API SEJARAH] Pengaruh Kebangkitan Islam di Indonesia (I)”

Membaca Manhaj Haraki : Mendirikan Negara

Semenjak da’wah terang-terangan, tiga tahun setelah kenabian, Rasulullah saw. senantiasa mendatangi orang-orang di berbagai acara musiman dan pasar Arab guna mengajak mereka beriman kepada Allah, “Ucapkanlah laa ilaaha illallah, niscaya kalian beroleh kemenangan.” Selanjutnya, Rasulullah saw. mengajak mereka untuk meninggalkan berhala-berhala dan sesembahan selain Allah. Sedangkan, dalam musim (haji) ini—yakni pada tahun kesepuluh dan kesebelasLanjutkan membaca “Membaca Manhaj Haraki : Mendirikan Negara”

Membaca Manhaj Haraki ; Manhaj Juang Nabi SAW (Bagian-3)

Hijrah Pertama Ke Habasyah Ibnu Hisyam meriwayatkan dari Ibnu Ishaq dalam Sirah-nya bahwa Rasulullah saw. bersabda kepada kaum muslimin, “Sebaiknya kalian pergi ke Habasyah karena di sana ada seorang raja yang adil sekali. Di dalam kekuasaannya tidak seorang pun boleh dianiaya, di sana adalah bumi kejujuran. Sampai Allah memberikan jalan keluar kepada kalian.” Sejak itu,Lanjutkan membaca “Membaca Manhaj Haraki ; Manhaj Juang Nabi SAW (Bagian-3)”

Membaca Manhaj Haraki ; Manhaj Juang Nabi SAW (Bagian-2)

Periode kedua: Jahriyatu ad-Dawah dan Sirriyatu at-Tanzhim. Periode kedua ini diawali sejak turunnya firman Allah : “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik” (al-Hijr [15]: 94). Dan firman Allah : “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat” (asy-Syu’ara [26]: 214). “Dan katakanlah, ‘Sesungguhnya aku adalah pemberiLanjutkan membaca “Membaca Manhaj Haraki ; Manhaj Juang Nabi SAW (Bagian-2)”