Dekrit Presiden, Revolusi, dan Kepribadian Nasional

Oleh : Taufik Abdullah* KALAU sejarah hanyalah one damned thing after another, sudah pasti hasil usaha rekonstruksi peristiwa masa lalu itu tidak bisa merangsang terjadinya perdebatan akademis dan politis, bahkan filosofis. Kalau memang demikian, kita dengan enteng bisa menghapal tanggal 5 Juli 1959 sebagai saat ketika Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang menyatakan bahwa UUD Sementara... Continue Reading →

Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa (5)

*Sebuah tulisan dari Akira Nagazumi dari Majalah Tempo yang terbit 4 Juni 1988 dengan judul "Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa". Lanjutan dari bagian keempat : Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa (4) *************** Sebuah karangan berjudul "Budi Utomo dan Sarekat Islam", terbit dalam Boedi Oetomo 1 Maret 1913, karya pengarang... Continue Reading →

Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa (4)

*Sebuah tulisan dari Akira Nagazumi dari Majalah Tempo yang terbit 4 Juni 1988 dengan judul "Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa". Lanjutan dari bagian ketiga : Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa (3) ********** Setelah Penbaru Islam Bergabung dengan Budi Utomo Hubungan yang sangat berbeda, yang terjadi selama tahun-tahun pertama, adalah... Continue Reading →

Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa (3)

*Sebuah tulisan dari Akira Nagazumi dari Majalah Tempo yang terbit 4 Juni 1988 dengan judul "Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa". Lanjutan dari bagian kedua : Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa (2) ******* Budi Utomo dalam Persaingan dan Imbauan DALAM suratnya tanggal 30 Desember 1909 Penasihat Urusan Dalam Negeri Hazeu... Continue Reading →

Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa (1)

Bagi setiap orang yang sekarang berminat mempelajari Boedi Oetomo, ia sulit meninggalkan karya Akira Nagazumi, "The Dawn of Indonesian Nationalism". Karya ini dapat disebut "karya klasik" mengenai Boedi Oetomo. Profesor Akira Nagazumi dari Universitas Tokyo menjelaskan panjang lebar soal pertumbuhan dan pengaruh Budi Utomo sejak didirikan pada tahun 1908, sebagai organisasi nasionalis pertama di Indonesia.... Continue Reading →

Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa (2)

*Sebuah tulisan dari Akira Nagazumi dari Majalah Tempo yang terbit 4 Juni 1988 dengan judul "Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa". Lanjutan dari bagian pertama : Ketika Nasib Bangsa Diperbincangkan di Sekolah Dokter Jawa (1) ****** Selama tahun 1905- 1906 jumlah siswa terdaftar di STOVIA sebanyak 177 orang - 48 dalam kelas persiapan... Continue Reading →

Memahami Revolusi Indonesia : Mitos dan Realitas

Bulan agustus adalah bulan revolusi. Tulisan kali ini mencoba memahami kembali arti dari Revolusi Indonesia yang terjadi di sejak bulan Agustus 1945 sampai tahun 1950. Beberapa penulis sejarah tentang perjuangan rakyat Indonesia untuk kemerdekaan nasional masih menyoalkan apakah bentuk perjuangan yang langsung menyusuli Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu suatu revolusi atau suatu perang kemerdekaan? Sartono Kartodirdjo... Continue Reading →

Cerita Dibalik Supersemar

11 Maret 1966, sejarah Indonesia mengalami titik balik. Sebuah rezim mulai runtuh. Dan sebuah babak baru lahir. Instrumen yang mengubah sejarah itu cuma secarik kertas, yang ditandatangani Presiden Soekarno hari itu: Surat Perintah Sebelas Maret, biasa disingkat Supersemar. Lewat surat itu Presiden Soekarno memberikan wewenang kepada Letjen Soeharto, waktu itu Menteri Panglima Angkatan Darat, untuk... Continue Reading →

Zaman Re-Ra

Konflik antara diplomasi dan perjuangan merupakan corak dominan yang mewarnai sejarah Indonesia di masa revolusi. Konflik antara diplomasi dan perjuangan ini tampil pertama kali dalam masalah apakah Indonesia, yang baru merdeka, perlu segera memiliki tentara atau tidak. Pimpinan negara, Soekarno-Hatta, berpendapat dengan segera membentuk tentara, Indonesia hanya akan memprovokasi Jepang, yang masih bersenjata lengkap, meski telah... Continue Reading →

Abdoel Moeis ~Penggagas ITB~

Pada tahun 1913 di Hindia Belanda muncul suatu gagasan tentang pembentukan “Indie Weerbaar” (Pertahanan Hindia) yaitu milisi paruh waktu yang terdiri atas orang-orang bumi putera, karena milisi merupakan kekuatan pertahanan yang lebih murah daripada memperbesar pasukan professional. Namun demikian ide tentang pembentukkan “Indie Weerbaar” ditolak oleh pemerintah Belanda. Ketika perang dunia I pecah pada tahun... Continue Reading →

Pokok-pokok Gerilja

Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah (Jenderal Soedirman) Pengalaman perang terutama perang kemerdekaan Indonesia berhasil disarikan dalam sedikit tulisan yang diantaranya oleh Jenderal A.H. Nasution dalam bukunya "Sekitar Perang Kemerdekaan Indonesia" yang terdiri dari 11 jilid. Sebelumnya beliau menerbitkan buku "Pokok-pokok Gerilja Dan Pertahanan Republik Indonesia Dimasa Jang Lalu dan Jang Akan... Continue Reading →

Distorsi

Napoleon Bonaparte memandang sejarah sebagai kebohongan-kebohongan yang disepakati. Anggapan ini yang berdampak pada kemalasan berpikir dan memikirkan tentang realitas obyektif masa lalu  yang  sangat berguna bagi kehidupan kekinian dan masa depan. Anggapan kebenaran atas suatu keyakinan (termasuk sejarah) terjadi karena berbagai faktor, antara lain politisasi teks sejarah. Berbicara kebenaran sejarah menurut Taufik Abdullah dilihat dari... Continue Reading →

Tan Malaka : Revolusioner Kesepian

Dr Alfian menyebut Tan Malaka sebagai revolusioner kesepian. Mungkin tidak berlebihan. Tan Malaka memang pejuang kesepian dalam arti sesungguhnya. Sekitar 20 tahun (1922-1942) Tan Malaka hidup dalam pembuangan, tanpa didampingi teman seperjuangan. Beberapa kali dia harus meringkuk di penjara negara imperialis saat berada di Filipina dan Hong Kong, serta selama dua setengah tahun dipenjarakan tanpa... Continue Reading →

Soekarno Saat Baca Teks Proklamasi Tidak Sedang Puasa

Membuka-buka kembali buku API SEJARAH jilid 2 Karya Prof. Ahmad Mansur Suryanegara (AMS), sedikit kaget dengan tulisan beliau di halaman 162 yang menyatakan bahwa "Proklamator" menjalankan ibadah shaum. Dalam buku API SEJARAH ini tertulis : " Kemudian, sebagai fakta sejarah yang tidak dapat dipungkiri, Teks Proklamasi dituliskan oleh Proklamator dan diketik oleh Sajoeti Melik, serta... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: