Masa bersiap

„Masa bersiap“ (Bersiap-tijd) merupakan suatu masa yang relatif pendek dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, yaitu sekitar empat bulan terhitung sejak Jepang menyerah tanpa syarat kepada pihak Sekutu. Masa ini merupakan periode yang sangat kritis dan menentukan, yang digambarkan sebagai periode yang kacau, sarat dengan berbagai tindakan kekerasan, penjarahan, bahkan pembunuhan massal. Hal itu terjadi karena... Continue Reading →

Marhaen dan Proletar

Oleh : Ir. Soekarno Di dalam konferensi di kota Mataram baru-baru ini, Partindo telah mengambil putusan tentang Marhaen dan Marhaenisme, yang poin-poinnya antara lain sebagai berikut: Marhaenisme, yaitu Sosio Nasionalisme dan Sosio Demokrasi. Marhaen yaitu kaum Proletar Indonesia, kaum Tani Indonesia yang melarat dan kaum melarat Indonesia yang lain-lain. Partindo memakai perkataan Marhaen, dan tidak... Continue Reading →

Distorsi

Napoleon Bonaparte memandang sejarah sebagai kebohongan-kebohongan yang disepakati. Anggapan ini yang berdampak pada kemalasan berpikir dan memikirkan tentang realitas obyektif masa lalu  yang  sangat berguna bagi kehidupan kekinian dan masa depan. Anggapan kebenaran atas suatu keyakinan (termasuk sejarah) terjadi karena berbagai faktor, antara lain politisasi teks sejarah. Berbicara kebenaran sejarah menurut Taufik Abdullah dilihat dari... Continue Reading →

Alternatif Nama bagi Hindia Belanda

oleh Jacques Leclerc 27 Oktober 1920, Komisi Negara yang didirikan di Hague pada 20 Desember 1918, mengubah draft tentang konstitusi Hindia Belanda, dan memuat laporan artikel 1 yang berbunyi: "Kerajaan Belanda meliputi wilayah di Eropa sebagaimana negeri jajahan dan kepemilikan dari bagian dunia." Setelah disetujui pemerintah, laporan itu kemudian menjadi: "Kerajaan Belanda meliputi Belanda, Hindia-Belanda,... Continue Reading →

Politik Kebijaksanaan Dewata

Bermula dari penelusuran pemikiran Hatta tentang Demokrasi yang pada tulisan "Hatta dan Demokrasi Kita " tertulis : hampir semua tokoh nasionalis radikal seperti Radjiman Widjodiningrat, Cipto Mangunkusumo, Soewardi Soerjaningrat, Douwes Dekker, Armijn Pane, Sanusi Pane, dan Mohammad Yamin adalah anggota Theosophy. Tergelitik untuk menelusuri jejak perkumpulan teosofi di Indonesia karena bagaimanapun perkumpulan ini banyak mempengaruhi... Continue Reading →

Konspirasi: Van der Plas connection (CIA- MI 6) di Indonesia

Ada satu artikel menarik yang bersumber dari apakabar@clark.net berkaitan dengan berbagai konspirasi menjelang meletusnya Gerakan 30 September 1965. Artikel ini memberi sudut pandang baru mengenai siapa yang bermain sekaligus yang punya hajat di balik gerakan yang bermuara pada kejatuhan Presiden Sukarno pada 1966 tersebut. Sudut pandang baru yang dimaksud adalah keterlibatan jaringan intelijen binaan Van... Continue Reading →

Sepenggal Cerita di Makam Bosscha

Bosscha, terutama bagi generasi sekarang, terlanjur identik dengan tempat peneropongan bintang di Lembang, lima belas kilometer di utara Bandung. Di mesin pencari (search engine) di internet, sama saja. Mengetik kata "Bosscha", yang tersaji pertama pada kita adalah artikel-artikel yang berhubungan dengan observatorium tertua di Indonesia tersebut, selain tulisan yang menampilkan biografi tokoh kelahiran Den Haag,... Continue Reading →

Marhaenisme, Setelah Pagi Itu

DI suatu pagi yang indah aku bangun dengan keinginan untuk tidak mengikuti kuliah," cerita Bung Karno dalam otobiografinya Sementara mendayung sepeda tanpa tujuan-sambil berpikir, ia sampai di bagian selatan Bandung, suatu daerah pertanian yang padat. Bung Karno, yang waktu itu menjadi mahasiswa THS Bandung (sekarang ITB) kemudian terlibat dalam suatu percakapan dengan seorang petani berpakaian... Continue Reading →

PUTERA FAJAR

Pengantar Penyunting: Rangkaian cerita di bawah ini diterjemahkan dan disadur oleh Dini S. Setyowati, dari sebuah buku berbahasa Jerman berjudul "Indonesien '65 - Anatomie eines Putchs", oleh dua pengarang Jerman (Republik Demokrasi Jerman ketika itu) yang lebih suka anonim, yang diterbitkan oleh Militaerverlag der Deutchen Demokratischen Republik (1975; 295 hal.). Terjemahan ini dipersembahkan bagi kaum... Continue Reading →

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Zulkifli Lubis Komandan Intelijen Pertama …

Dilahirkan pada tahun 1923, Kolonel Zulkifli Lubis adalah peletak batu dan komandan pertama badan intelijen Indonesia. Dia bergerilya di Sumatera dalam perang kemerdekaan. Pemimpin Gerakan Anti 17 Oktober 1952 Deputi Kepala Staf dan Penjabat Kepala Staf Angkatan Darat selama beberapa tahun dengan pangkat kolonel hingga meletakkan jabatan pada tahun 1956 salah satu gembong dalam pemberontakan... Continue Reading →

Laman: 1 2 3 4

Pater Beek: Spindoctor Orba

Setelah kudeta PKI berhasil digagalkan di tahun 1965, Jenderal Soeharto memerintahkan untuk menangkap setengah hingga satu juta penganut paham komunis di Indonesia. Ada indikasi, Orde Baru dibawah pimpinan Soeharto tidak lepas dari peran seorang pater asal Belanda, Josephus Beek. Josephus Beek lahir 12 Maret 1917 di Amsterdam. Tahun 1935, ia bergabung dengan Ordo Yesuit Belanda... Continue Reading →

Tamasya Sejarah Bersama Bung Hatta

Bung Hatta : Iwan Fals Tuhan terlalu cepat semua Kau panggil satu-satunya yang tersisa Proklamator tercinta... Jujur lugu dan bijaksana Mengerti apa yang terlintas dalam jiwa Rakyat Indonesia... Hujan air mata dari pelosok negeri Saat melepas engkau pergi... Berjuta kepala tertunduk haru Terlintas nama seorang sahabat Yang tak lepas dari namamu... Terbayang baktimu, terbayang jasamu... Continue Reading →

Supersemar Yang Supersamar

Sepanjang Indonesia merdeka dapat dikatakan belum pernah sekalipun suksesi kepemimpinan nasional berlangsung dengan mulus. Empat tokoh yang pernah menjadi orang nomor satu di negeri ini, Soekarno, Soeharto, Habibie, dan Abdurrahman Wahid, semuanya terpaksa harus menyerahkan kekuasaannya dengan cara yang tidak menyenangkan. Dalam kacamata sejarah, berulangnya suksesi kepemimpinan nasional yang tidak mulus hingga tiga kali berturut-turut... Continue Reading →

Negara Pasundan Ciptaan Belanda

Oleh H. ROSIHAN ANWAR, Ph.D (Hon.) SETELAH Belanda melancarkan aksi militer pertama terhadap Republik Indonesia tanggal 21 Juli 1947, wilayah yang dikuasai oleh republik semakin menciut. Jawa Barat untuk sebagian besar telah diduduki oleh tentara Belanda. Komisi Jasa-Jasa Baik dari PBB berusaha supaya perundingan dapat terus diadakan di kapal perang Amerika Renville yang berlabuh di... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: