Inlanderpolitiek

Adalah Prof. Dr. C. Snouck Hurgronje, yang telah memberikan dasar penentukan sikap Pemerintah Belanda terhadap rakyatnya yang 85% ber-Agama Islam itu. Setelah beberapa lama menyelidiki keadaan di Turki, dan setelah beberapa tahun pula tinggal di Mekah dengan nama ‘Abdul Ghafar, tinggal pula di Indonesia ini bertahun-tahun sebagai Penasihat Pemerintah, dapatlah Prof. Snouck tersebut memberi tuntunanLanjutkan membaca “Inlanderpolitiek”

Politik Versi Nabi

~ Orang Barat lebih melihat ke bumi, orang Timur lebih melihat ke langit ~ Ungkapan diatas, dikutip dari Sayid Muhammad Baqr Ash-Shadr, ini merupakan justifikasi yang memang terjadi pada realita kehidupan saat ini. Orang barat yang tergila-gila dengan konsep imperialisnya, yang menghendaki pemenuhan kepuasan kepada materi sementara orang Islam berpolitik di muka bumi sebagai KhalifahLanjutkan membaca “Politik Versi Nabi”

Surat Kabar Fadjar Asia

Tesis bahwa bangunan kebangsaan kita dididirkan dari tradisi pers bisa dilihat dari fakta sejarah bahwa nyaris seluruh tokoh kunci pergerakan kebangsaan dan nasionalisme adalah tokoh pers. Dan posisi mereka dalam struktur pers umumnya pemimpin redaksi (hoofdredakteur) atau paling rendah adalah redaktur. HOS Tjokroaminoto yang kita kenal sebagai salah satu “guru pergerakan” adalah pemimpin redaksi OetoesanLanjutkan membaca “Surat Kabar Fadjar Asia”

Buya Hamka ~ketika ulama tak bisa dibeli~

Surat itu pendek. Ditulis oleh Hamka dan ditujukan pada Menteri Agama RI Letjen. H. Alamsyah Ratuperwiranegara. Tertanggal 21 Mei 1981, isinya pemberitahuan bahwa sesuai dengan ucapan yang disampaikannya pada pertemuan Menteri Agama dengan pimpinan MUI pada 23 April, Hamka telah meletakkan jabatan sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Buat banyak orang pengunduran diri HamkaLanjutkan membaca “Buya Hamka ~ketika ulama tak bisa dibeli~”