Aliran Komunis: Sejarah Dan Penjara

III

Pada tahun 1908, dalam waktu yang hampir bersamaan, berdirilah sindikat buruh kereta api Vereeniging Van Spoor en Tramweg Personeel (VSTP), organisasi pertama jenis tersebut yang dibentuk bagi buruh-buruh non Eropa, dan perkumpulan Budi Utomo (BU), yang dinyatakan oleh para sejarawan Indonesia sebagai perkumpulan pertama yang “berkesadaran nasional” dan yang hari lahirnya, 20 Mei, diperingati sebagai “hari Kebangkitan Nasional.” Kemunculan serempak dua jenis organisasi tersebut, bukanlah karena kebetulan, ia mencerminkan adanya kebutuhan baru bagi berbagai lapisan masyarakt Hindia Belanda, yang berada di bawah suatu tekanan yang sama; PKI bisa dianggap sebagai hasil radikalisasi progresif gerakan ganda tersebut, sebagai jawaban atas pergeseran dan agresi yang diderita rakyat jajahan, dan itensifikasi serta generalisasi perembesan dan dominasi kolonial pada awal abad XX.

Gerakan kaum buruh dalam sindikat buruh kereta api, selain merupakan sindikat (sektor pilot) dalam membangun ekonomi massa, juga merupakan sindikat pilot yang, di Eropa dan Asia, menyumbangkan sejumlah kader bagi pusat-pusat gerakan buruh secara umum dan kemudian pada gerakan komunis yang lahir di depannya. Sneevliet yang datang di Indonesia pada tahun 1913, adalah bekas ketua sindikat buruh kereta api Belanda di tahun 1911, pada saat ia berangkat dari sana. Selain itu, ia juga seorang penggerak sayap kiri Partai Sosial Demokrat, partai politik yang menyatakan dirinya mewakili kepentingan murni gerakan buruh, klas buruh, klas yang paling baru dan paling terhisap dalam masyarakat modern, klas yang sambil menghentikan eksploitasi terhadap dirinya, sekaligus membebaskan masyarakat modern seluruhnya.

Suatu partai yang didasarkan pada prinsip-prinsip sayap kiri itulah yang kemudian didirikannya di Semarang pada tahun 1914 di kantor VSTP, bersama kelompok militan terdidik dari kalangan sindikat, yang kemudian merancang seluruh kerangka partai yang dinamakan ISDV. Di antara militan tersebut, terdapat Semaun, karyawan muda di bagian administrasi jawatan kereta api Surabaya, yang pada tahun 1914 menjadi anggota komite pimpinan VSTP.

Di dalam sejarah sindikalisme di Indonesia, sindikalisme yang revolusioner yang anti kolonial dan anti kapitalis—sebagaimana sejarah komunisme di Indonesia—selalu terdapat formatur yang berasal dari kalangan buruh kereta api. Misalnya Winanta, yang terpilih menjadi ketua PKI pada konggres bulan Juni 1924. Ia adalah karjawan jawatan kereta api Bandung. Pada masa-masa sulit ditahun 1930-an, di mana gerakan sindikat revolusioner ditindas dan dikejar-kejar, berkat sindikat buruh kereta apilah maka untuk sementara waktu pimpinan berhasil dipertahankan dengan dipilihnya Djokosudjono dalam tahun 1933 di Surabaya, atau ketika beberapa tahun kemudian pengacara Hindromartono, pendiri Barisan Kaum Buruh, pada tahun 1938, terpilih menjadi pimpinan. Dua pemimpin terkemuka SOBSI (sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia, yang berdiri pada tahun 1947), yang merupakan federasi buruh terbesar sebelum tahun 1966, Njono, sang Ketua, dan Nardjoko, sang wakil, adalah anak-anak buruh kereta api. D.S Atma, Sekjen SOBSI adalah bekas karyawan di jawatan yang sama.

Melalui gerakan buruh, nilai-nilai yang di Eropa disebut kiri (nilai-nilai yang prinsip utamanya adalah demokrasi—yang pada saat yang sama berarti demokrasi politik dan demokrasi sosial) kemudian merasuk ke dalam masyarakat Indonesia. Dan pada tahun l923 suatu penerbitasn PKI menggunakan nama “kiri.” Di samping VSTP, terdapat persekutuan yang saling berkait dalam gerakan kebangkitan di segala penjuru dunia dengan model, pengalaman organisasi dan aksi yang saling mempengaruhi dari suatu negeri ke negeri lain. BU lebih dari sekedar bentuk pertama partai nasional, ia merupakan bentuk pertama dari suatu persatuan mahasiswa yang menaruh perhatian terhadap masalah-masalah sosial. Pada tahun yang sama (1908) terbentuk pula persatuan mahasiswa Hindia Belanda yang pertama di Belanda. Dari persatuan inilah kemudian lahir Perhimpunan Indonesia. Tapi dalam tahun-tahun pertama, persatuan mahasiswa yang ada di Belanda tersebut cukup puas hanya dengan mencontoh para mahasiswa Belanda dalam “studentcorps”-nya, dengan kegiatan sosial yang berkisar pada penyelenggaraan pesta, dansa dan membuat berbagai acara remaja lain yang berkaitan dengan masalah disekitar mereka.

Jadi bisa dilihat betapa jauhnya langkah para mahasiswa kedokteran seperti Sutomo, Gunawan Bersaudara dan Tjipto Mangunkusumodibanding kawan-kawannya yang belajar di Belanda, ketika mereka mendirikan BU di Jakarta. Padahal mereka berasal dari lingkungan sosial yang sama: keluarga besar yang bekerja di dalam aparatur administrasi yang melayani kepentingan Kolonial. Pada masa itu, kebutuhan baru akan administrasi dan pengawasan (dalam jumlah dan kualitas), yang erat berkaitan dengan peningkatan kekuasaan kolonial, telah menyebabkan pemerintah Belanda menerapkan suatu “Belandanisasi” lebih luas bagi lapisan sosial tersebut, dengan membuka formasi pendidikan model Belanda yang lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan administrasi, seperti partisipasi (tentu saja minoritas) dalam Dewan Nasional yang dibentuk saat itu, guna membantu pemerintah pusat yang kewalahan.

Lapisan sosial tersebut kemudian dihadapkan pada dua kemungkinan: Menerima “Belandanisasi” dan mencari jalan untuk lebih terintegrasi dalam masyarakat kolonial, atau menganggap “Belandanisasi” tersebut bukan sebagai suatu keistimewaan bagi mereka, tapi sebagai suatu kebutuhan bagi pembangunan Indonesia yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia, agar ia bisa, dan akhirnya mempunyai pemerintahan sendiri. Sikap kedua-lah yang dianut oleh para pendiri BU, sikap anti-elitisme, yang merupakan salah satu pendirian tipikal golongan “kiri” dalam konsepsi Eropa.

BU, yang oleh para mahasiswanya kemudian diserahkan pimpinannya kepada generasi orang tua mereka, untuk dijadikan sebuah persatuan sosio-kultural yang lebih luas, dinamis dan terbuka bagi seluruh generasi di Jawa, ternyata berkembang secara bertolak belakang, dan hanya dapat bertahan di Yogyakarta, dengan hanya satu tuntutan di kalangan priyayi.8) Persatuan rakyat yang lebih luas, yang telah gagal dikembangkan oleh BU tersebut, kemudian dapat dicapai dengan berdirinya Serekat Islam.

Dari pertemuan antara Sarekat Islam dengan sindikat buruh VSTP dan Partai sosialis kecil ISDV ditambah dari dorongan ke “kiri” Sarekat Islam di bawah pengaruh VSTP dan ISDV (dorongan ke kiri itu bisa dibuktikan dalam evolusi berbagai pernyataan SI pada kongres tahun 1916 dan 1920) yang dinamis dengan semboyan egalitarian “Sama rata Sama Rasa”, kemudian lahirlah PKI, yang dari ISDV memperoleh basis kelasnya dan dalam Sarekat Islam mendapat basis massanya.

Kelemahan ekstrim yang beruntun dari kelas buruh dalam hubungannya dengan rakyat yang lain di Indonesia, seperti di negeri jajahan lainya, serta negara-negara yang belum berkembang, telah menimbulkan kesulitan bagi Partai Komunis—yang pada dasarnya hendak menjadi “Partai Klas Buruh”, guna menjadi sebuah Partai massa. Sebab dengan menjadi sebuah Partai Massa, yakni yang tidak hanya berpengaruh di dalam massa rakyat, tapi suatu partai yang terbentuk oleh massa itu sendiri, di mana setiap anggotanya mendaftarkan diri dengan dengan sukarela sambil menyatakan bahwa politik (yang menentukan masa depan negara dan rakyat) adalah juga urusan mereka, maka Partai Komunis dapat menunjukan rasa demokrasinya, penghormatan dari rakyatnya dan kemampuannya memerintah negeri.

Ini berarti, dalam kondisi negara yang belum berkembang, ia, Partai Buruh, harus membangun diri mulai dari lapisan sosial non-buruh, yang mungkin bisa menerima teori bahwa klas buruh adalah pionir dalam pembangunan sosial (teori yang menjadi dasar keberadaan Partai-Partai Komunis), tapi tidak melihat dengan nyata apa maksudnya dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kegiatan praktis Partai mereka, yakni, kapan harus mengambil suatu keputusan.

Artikulasi PKI-Sarekat Islam menjadi rumit, mengingat keanekaragaman gerakan itu dan keanekaragaman pimpinannya; hasil dari konflik orientasi ini yang kemudian menyebabkan SI merubah dirinya menjadi Partai, untuk menempatkan diri di dalam tingkat yang sama sebagai organisasi, seperti PKI.

Dalam dualisme klas/massa meningkat pula dualisme antara kader/massa atau elite/massa. Ketika konflik dalam SI telah memecahkan organisasi tersebut, dan sayap kirinya menjadi suatu grup otonom dengan nama Sarekat Islam Merah (sejak 1924, menjadi Sarekat Rakyat), corak hubungan yang dualistik terjadi antara PKI (organisasi buruh yang mencapai tingkat “partai”) dengan Sarekat Rakyat, organisasi petani yang dengan partai sebagai organisasi komunis, para anggotanya tak dapat lagi secara keseluruhan dianggap berpribadi komunis.

PKI memanfaatkan kerangka struktur Sarekat Rakyat, tapi Sarekat Rakyat sebaliknya dapat juga menggerogoti partai, membuatnya lumpuh. Hubungan buruh/petani (klas/ massa) menuntut pula agar budaya politik kaum buruh, yang lahir bersama bentuk-bentuk modern kekuasaan politik, dapat mengendalikan dan menguasai secara efektif budaya petani, kerangka petani dalam perwakilan pemerintahan, peranannya dalam perjuangan melawan pemerintahan, dalam penentuan tuntutan, dalam perlawanan, dalam revolusi dan akhirnya peranan petani dalam pengambilan kekuasaan. Bila bentuk-bentuk representasi tersebut masuk dalam strategi model archaique yang tidak lagi dipakai dalam masyarakat baru, ia dapat memberikan kesempatan, dalam suatu provokasi, guna menjadi alasan bagi pemerintah yang berkuasa menyerang Partai Buruh secara keseluruhan. Di sini, disiplin tetap merupakan sebuah masalah yang besar.

Apa yang terjadi pada akhir tahun 1926-awal 1927, merupakan suatu perlawanan umum pertama terhadap diktaktor Belanda, perjuangan bersenjata pertama yang bertujuan bukan lagi untuk mencegah kekuasaan kolonial bercokol, tapi untuk menggulingkan dan menggantikannya dengan suatu kekuasaan baru yang berasal dari rakyat, dari “kaum tak berpunya,” dari “kaum terhisap.” Kendati pemberontakan telah dipersiapkan selama beberapa bulan oleh PKI, pemberontakan itu sendiri gagal hampir secara menyeluruh, atau tepatnya, ia merupakan kegagalan total pimpinan partai dan tekanan besar yang memecahkan mereka pada saat pengambilan keputusan. Gerakan ini hancur dengan cepat. Diawali dengan pemogokan besar pegawai transpor dan administrasi, khususnya pemogokan buruh kereta api di tahun 1923, yang hampir mendekati gaya pemogokan besar-besaran di Eropa9) pemogokan tersebut segera dapat digagalkan. Gerakan tahun l926, berkembang mulai dari kegagalan pemogokan tersebut, yakni dalam situasi lemahnya PKI dan seluruh gerakan buruh; serta model revolusi petani dalam sejarah Jawa Barat, pusat utama dari gerakan tahun 1926, 10) menjadi model yang dominan; ia tetap menjadi model bagi berbagai gerakan sosial besar yang melanda Indonesia sejak proklamasi, “Peristiwa Tiga daerah l945-l946,” atau “peristiwa Madium l948.” Ini bukanlah berarti bahwa model petani hanya diciptakan oleh petani, tapi tradisi perjuangan petani masih mengilhami secara menentukan atas para pemberontak. Siapakah pemberontak-pemberontak tersebut? Sebagai misal adalah mereka yang dideportasikan ke Irian Jaya:

“Pada penghabisan Maret 1928 (jadi tidak termasuk orang-orang yang masih dalam penjara) banyaknya orang yang diinternir di sana ada 823, diantaranya l5 orang perempuan dan l0 orang Tionghoa, diantaranya 629 dari Jawa, 77 dari Sumatera dan 33 dari Maluku; diantaranya 9 berumur kurang dari 20 tahun, 422 berumur 20-29 tahun, 8l berumur 40-49 tahun, diantaranya 383 pegawai rendah, 79 petani, 361 guru, supir dan pedagang kecil”11)

Jadi pemberontakan tersebut merupakan suatu gerakan orang-orang bergaji kecil, pegawai rendah dan guru, tanpa kehadiran petani yang signifakatif, juga tidak ada kaum buruh; tapi masih harus dilakukan suatu analisa sosiologis terhadap 13.000 orang yang ditangkap untuk mengambil suatu kesimpulan yang serius. Mereka itu adalah lapisan sosial yang menjadi tujuan prioritas PKI dengan kaum buruh di sektor produksi dan yang barangkali, menjadi basisnya. Masalahnya kemudian adalah bagaimana bisa sampai terbentuk suatu corps politik yang berideologi homogen dan mampu berinisiatif dalam jangka waktu lama.

Laman: 1 2 3 4

19 respons untuk ‘Aliran Komunis: Sejarah Dan Penjara

Add yours

  1. Saya suka dalam penyampaian gaya bahasanya Sob ! Sedikit agak berasa sambal. He…x9 Maaf baru hadir kembali.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

  2. Bravo…
    Meresume tulisan yang panjang dan mensajikannya di meja hidangan blog SS (serbasejarah) merupakan “seni” tersendiri yang dimiliki Sang Kopral. Salut…
    Sepertinya sudah ‘perlu’ mengkaji Sejarah Partai, yang selama ini tidak dikategorikan sebagai partai. Padahal jelas ia merupakan bentuk partai juga. Yang dimaksudkan tentunya “partai militer”.
    Partai inilah yang sebenarnya mencorak dan mewarnai serta bertanggung jawab dalam perjalanan Indonesia. Dan pastinya orang-orang militer akan membantah disebut “orang partai”. Mereka biasa melabelkan diri “alat negara”. Partai yang baik pun tentunya alat-negara juga.
    Salam
    (hanya uneg-uneg yang lain dari judul tulisan: “Militer; Partai yang menentukan (berkuasa) di Indonesia”)

  3. dari paragraf : 1 (satu) , 2 (dua) , 3 (tiga) , 4 (empat) dan 5 (lima) saya
    teringat dengan ucapan alm dr Soebandrio SpB ( salah satu saksi – pelaku G 30 S PKI 1965 dan fungsionaris CC PKI – pejabat negara era orde lama ) sebelum terjadi peristiwa itu pernah mengatakan ” Bahwasanya Sang Jabang Bayi Akan lahir ” relevansinya dengan artikel ini by : jacques leclerc ada semacam benang merah yang saya perhatikan seakan suatu signal mungkin isyarat atau tanda-tanda dari doktrin yang berupa wujud ” komunisme secara konkret ” . betapa tidak suatu teory tanpa praktek berakibat fatal akan bertambah korban sia-sia dalam pengetrapanya (kasus-kasus emergency pertolongan pada kecelaka’an ) .tepatnya G30 S PKI merupakan pengetrapan teory itu tadi. kiranya ucapan almarhum tidak berkaitan sama sekali dengan artikel ini . SEMOGA (doktertoeloes malang).

  4. paradigma pemikiran yang masih tum[ang tindih dan inkonsistensi politik nyatanya sudah menjadi gambaran yang konkrret sejak negeri dirintis.Namun pembelajaran sejarah yang tidak pernah digunakan secra optimal telah mengarahkan peta geopolitik kit terjerumus dan tidak ada kata sepkat dalam memperjuangkan hak politik bangsa.Yang terjadi justru pengorbanan hak politik massa dangan mengedepankan kepentinghan politik penguasa yang tak kenal ambang batas salama bisa menguasai mengapa tidak ini sungguh mengferikan jika demikian berlanjut tunggu saja detik-detik kehancuran bangs yang runyam dengan sejuta masalah yang terus tumbuh bejibun saban hari.Peristiwa ini penting untuk pembelajaran para kelompok politik dalam melawan ketidak adilan ada musuh besar yng menanti di depan tapi justru elit politik di negeri ini sibuk dengan pertengkaran antar kalangan,jika demikian kapan negeri akan dibangun.Musuh di luar sudah menanti-nanti ambruknya negeri ini untuk segera disantap rame-rameJangan heran jika muncyul sparatisme karena memang menurut mereka negei ini tak ada untungnya untuk diperjuangkan hanya akan menyenangkan penguas yang korup

  5. aliran komunis ( komunisme ) era berkisar antara akhir tahun 1940 – an atau awal tahun 1950 – an , aliran – faham komunis ini mengisi celah – celah dan masuk ke berbagai belahan dunia . dan hampir seluruh tempat menerimanya malah ada yang tumbuh subur menjadi dasar – fondasi dari berdirinya suatu negara . misalnya : negara china yang sebelumnya nasionalis ( dr.Sun Yat Sen dan Chiang Kai Shek ) , sampai kawasan asia tenggara Laos , Kamboja dan terakhir Vietnam . paskah perang dunia II menjadi suatu aliran – faham yang solid menjadi lawan tangguh kapitalisme dilain sisi . tapi dibalik dari semua itu , ada kawasan dibelahan EROPAH TENGAH yang benar – benar menolak – antipati terhadap aliran – faham komunis , dimana masyarakatnya hidup makmur berkecukupan , tidak ada jurang – jurang kemiskinan tidak mengenal istilah ” kecemburuan sosial ” . ini adalah SEJARAH fakta konkret yang berbicara . ada orang mesir datang sebagai tamu ke Indonesia ini, beliau berkata ” negara ini ( Indonesia ) diibaratkan syorga / nirwana yang diturunkan ke buminya ALLAH ” . semua serba ada ( inipun juga fakta konkret ).tahun 1985 policy pemerintah seluruh Indonesia desa kota menikmati air bersih dan kesehatan secara merata ( ilmu kesehatan dan kedokteran oleh : dr.Admiral . jilid : 5/6 halaman : 6 ). tetapi kita sekarang hidup th.2012 masih juga mendengar ketimpangan itu ( ini juga fakta konkret ). PKI sebagai partai yang pernah menduduki tiga besar pemilu 1955 , menunjukan aliran – faham komunisme pernah tumbuh subur di negeri ini. dalam suatu kesempatan Bung Karno pernah mengatakan ” tidak ingin punya anak kalau tidak kekirian ( komunis ) ” akankah aliran komunis sebagai semangat an sich , terus ada apa dengan kita ini yang banyak manusia – manusia pinter -pinter keluar negeri sedang disini S.D.A nya menjanjikan , terus ada hikmah apa yang bisa dipetik dari eropah tengah sana. akankah kita tercenung dengan ungkapan HM Soeharto ( dalam suatu kesempatan ) aliran -faham komunis boleh dipelajari . pertanya’anya adalah sekedar dipelajarikah aliran komunis atau aliran komunis AN SICH . inilah yang menjadi pekerja’an rumah kita , hendaknya pemberian GUSTI ALLAH ini jangan sampai salah urus karena amanah , dari ENAM YANG PALING menurut Imam Ghazali salah satunya paling berat adalah melaksanakan AMANAH !!! ( mantan wartawan kampus : doktertoeloes malang ).

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, Kang KC…

    membaca entri di atas, jujurnya amat memenatkan kerana sejarah panjang yang cukup lelah utnuk difahami…hehehe. maaf kang, selama ini bagi saya bacaannya tidak seberat ini. Sukar juga untuk difahami tentang ideologi komunis ini pada peringkat awalnya.

    Sungguh sejarah memberi peran besar kepada kemajuan manusia masa kini. walaupun begitu kewujudan PKI di dunia nusantara telah banyak mengubah nasib hidup manusia dan negara yang pernah ditaklukinya dan meninggalkan banyak kenangan pahit yang sukar dilupakan.

    Terima kasih kang, membuka mata tentang kisah silam walau hanya melalui perkongsian sebagai sumber sekunder. manusia selalu bersikap zalim jika hanya menurut nafsu dalam perjuangan hidupnya sehingga mengorbankan jiwa tanpa belas kasihan. Islam adalah ajaran yang mengharmonikan kehidupan manusia sejagat. Tapi kini ajarannya semakin berat dilaksanakan oleh ummahnya. Masya Allah.

    Senang dapat kembali bersilaturahmi kemari, lantaran sibuk yang menyita waktu untuk ke sana sini di dunia maya. hanya main di blog sendiri aja, kang. 😀

    Salam hormat dan ceria selalu di penghujung awal pekan dari Sarikei, Sarawak.

  7. PKI termasuk salah satu partai – organisasi tertua, bahkan lebih tua bila dibanding beberapa ormas islam indonesia lainnya semisal NU. Orang-orang yg menggerakannya juga adalah orang-orang hebat. Dalam sejarah kepartaian, PKI juga pernah menjadi partai besar dengan masa akar rumput yg jelas, petani. Dari sisi ideologi, partai ini punya haluan sangat kuat. Namun, kenapa kebesaran dan kejayaan ini bisa pupus ya?

  8. mao tse tung pernah mempunyai gagasan yang akan menghijaukan daratan siberia yang luas sekali , daratan ini berbatasan dengan negara rusia ( sekarang ) atau uni soviet ( tempo dulu ) sebelah utara dari negara china , pada dekade antara tahun 1960 s/d 1970 ( lima puluh tahun yang lalu ). tanaman berupa kacang – kacangan atau biji – bijian lebih dahulu direndam dalam larutan air sebelum disebarkan keseluruh daratan siberia yang sangat luas , tentu secara ilmu pengetahuan lebih mengacu theory evolusi-nya dari charles robert darwin yang salah satu theory evolusinya adalah manusia berasal dari kera itu ( sangat terkenal ungkapan ini ). hasilnya ialah daratan siberia tetap alias tidak membawa perubahan atau mao tse tung tidak menghasilkan apa -apa dalam pekerja’an ini. uang – tenaga dan waktu terbuang sia -sia dan semua tahu theory charles robert darwin terpatahkan oleh theory system phenotype maupun genotype-nya mendell ( ilmiah dan proporsionil keakuratanya ) . kenyata’an sekarang para ilmuwan menggunakan theory mendell ini dimana GUSTI ALLAH menciptakan dalam suatu cipta’anya bagian kecil dalam kehidupan ( yang tetap hidup ) bernama cell atau sel . system XY dan XX dari mendell phenomena yang tak terbantahkan ( lain dengan evolusinya charles robert darwin ). jelasnya sama rata sama rasa-nya aliran ini (aliran komunis ) membenarkan mutlak theory dari charles robert darwin . berkomentar tidak berarti men-judge mencari kekeliruan bahkan kambing – hitam . aliran komunis sudah menjadikan masa lalu ( hanya beberapa negara didunia yang berfaham ini ).materialistik , kebenda’an bertolak belakang dengan faham kapitalis liberalis disisi lainya ( sebebas – bebasnya ). intinya mencapai merebut mencaplok kedudukan , oleh karena itulah kebesaran dan kejaya’anya selalu pupus, manusia diciptakan dengan kekomplekanya jasmani maupun rohaninya. agama dikatakan racun ( perkata’an mao tse tung kepada dalai lama pertengahan tahun 1960-an ). pada kenyata’anya ( sa’at ini ) china , vietnam ( beraliran komunis ) mengetrapkan hukum qishos ( koruptor dieksekusi mati ) , pertanya’an yang muncul sekarang dalam benak kita ini adalah ” negara indonesia yang mayoritas ( 85 % ) muslim ini mengetrapkan hukum qishos kok masih tarik – ulur yaa , ada apa dengan kita – kita ini yaa ” mari kita kembali kepada 17 ( tujuh belas ) kalimat , sunnah rasululloh yang disampaikan kepada ali bin abi tholib . negara kita ini pasti akan mencapai kejaya’anya melebihi kejaya’an majapahit dan hayam wuruk – patih gajah madanya itu .
    ( mantan wartawan kampus : doktertoeloes malang ).

  9. HIDUP PKI!! HIDUP PKI!! PKI ADALAH PARTAI YANG SANGAT BERSIH DAN MEMIHAK RAKYAT!! MANA ADA PARTAI POLITIK YANG ADA DI INDONESIA YANG MATI DEMI RAKYAT KECUALI PKI?! PKI RELA MENJADI DEBU KARENA BERKORBAN UNTUK RAKYAT YANG DIZOLIMI MILITER KAPITALIS!! PKI AKAN BANGKIT KEMBALI DAN MENEGAKAN KEDAULATAN RAKYAT!! PKI INDONESIA BERBEDA DENGAN PKI SOVIET DIMANA DIKTATOR DITANGAN REZIM.. PKI INDONESIA ITU BERNAFASKAN SOEKARNOISME YAITU KOMUNIS MARHAENISME!! HIDUP PKI!! HIDUP BUNG KARNO!! HIDUP AIDIT!! MERDEKA!

  10. berapa banyak darah kyai.pemuda pesantren..rakyat bangsa indonesia yg d habisi dgn kejam oleh pki. cukuplah sejarah PKI madiun juga G30 SPKI.menjadi pelajaran buat kita bersama. BAHAYA LATEN KOMUNIS. Semoga film penumpasan G30SPKI bisa di putar kembali.dan terus diputar jadi tontonan wajib bagi rakyat indonesia.agar generasi penerus tahu bahayany laten komunis….

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: