The Deception Game

Bom psikologi.

Jenderal Agayant tidak begitu menghiraukan impian orang-orang Komunis Indonesia tentang kepentingan arti revolusi Indonesia untuk seluruh dunia. Ia sangat realistis. Sebagai seorang ahli intrik, ia lebih gelisah melihat pengaruh Cina yang terdapat di mana-mana. Ia pun tidak dapat menduga, bahwa operasi anti-Amerika di Indonesia yang dilancarkan oleh agen-agen rahasia Eropa-Timur, akan mengalami kegagalan beberapa bulan kemudian.

Sukses dari Operasi anti-Amerika-nya itu sudah nyata, memberi kemungkinan yang menarik sekali pada waktu itu. Tidak lama sesudah kunjungan jenderal Agayant ke Indonesia, Departemen D di Praha merencanakan sebuah komplotan lain untuk lebih meningkatkan hasil-hasil Operasi Palmer itu. Pada tanggal 28 Pebruari 1965 pemerintah Malaysia menuduh bahwa Indonesia dan sejumlah kaum ekstremis di Malaysia mengadakan komplotan untuk mengadakan kudeta. Beberapa orang pemuka politik Malaysia ditangkap. Keterangan-keterangan resmi menghubungkan kegiatan mereka itu dengan seorang pejabat intelijen Indonesia, yang dikenal sebagai R.M. Soeinita(?), bekas anggota staf kedutaan-besar Indonesia di Kuala Lumpur.

Kami memutuskan untuk menimpakan kegagalan Indonesia ini pada Palmer. Melalui saluran-saluran informasi palsu kami, Menteri Luar Negeri Dr Subandrio, dan dengan perantaraannya juga Presiden Sukarno, menerima laporan-laporan bahwa Palmer telah mengungkapkan informasi yang ada padanya, mengenai kegiatan-kegiatan gerakan di bawah tanah Indonesia di Malaysia, kepada pembesar-pembesar Malaysia Palmer juga kami tuduh terlibat dalam kegiatan-kegiatan subversif anti-Sukarno di Jawa dan Sumatera di samping itu dengan bantuan penasihat-penasihat Rusia, kami menciptakan bukti-bukti bahwa CIA dan Palmer sendiri terlibat dalam suatu usaha untuk membunuh Sukarno, Subandrio dan panglima angkatan darat Letnan Jenderal Achmad Yani.

Sebuah bom psikolois yang baru dan provokatif, meledak pada tanggal 28 Mei 1965, Pada pertemuan tahunan panglima-panglima angkatan bersenjata se-Indonesia, Presiden Sukarno menuduh bahwa kaum imperialis hendak membunuhnya. Ia menekankan, bahwa rencana kaum imperialis ialah untuk menghancurkan revolusi Indonesia, karena dianggap sebagai musuh utama kaum imperialis. “Kita tahu, bahwa mereka juga bermaksud hendak membunuh Sukarno, Yani dan Subandrio — jika mungkin sebelum diadakannya konperensi Afro Asia yang kedua”, berkata Presiden Sukarno.

Pada tanggal 29 Mei 1965 UPI juga memberitakan bahwa Presiden Sukarno mengatakan: “Jika percobaan pembunuhan itu gagal, pasukan-pasukan kaum imperialis akan melancarkan serangan terbatas terhadap Indonesia”. Sukarllo menambahkan, bahwa Bill Palmer adalah agen rahasia CIA. Buktinya telah ditemukan di tempat kedianlan Palmer di Gunung Mas, ketika rumahnya diserbu oleh para demonstran anti Amerika. Radio Moskow.

Pada tanggal 2 Juni 1965 kantor berita Reuter mengabarkan bahwa Federasi Mahasiswa Indonesia menuntut hukuman mati atas diri William Palmer. Tidak lama sesudah itu, Kejaksaan Tinggi di Jakarta memutuskan untuk menyiapkan suatu mahkamah yang akan mengadili Palmer in absentia, berhubung dengan kegiatan-kegiatan subversifnya yang anti-Indonesia. Praha menyambut berita pers dunia tentang komplotan rahasia yang akan membunuh Presiden Soekarno itu dengan rasa heran bercampur gembira Keterangan Presiden Sukarno memperlihatkan berhasilnya satu bagian dari Operasi Palmer di samping itu, keterangan resmi mengenai ditemukannya dokumen-dokumen rahasia di tempat kediaman Palmer yang membuktikan kegiatan-kegiatan spionasenya menambahkan suatu segi yang tidak disangka-sangka dan memberikan perspektif baru kepada Operasi itu.

Dinas intelijen Cekoslowakia mengambil kesimpulan, bahwa Subandrio dan Presiden Sukarno telah memilih peristiwa itu untuk menutupi sumber informasi anti-Palmer yang sesungguhnya. Tanpa takut kemungkinan akan diketahui bahwa sumber kampanye anti Amerika itu didapat dari dinas berita palsu Blok-Soviet, Jenderal Agayant memerintahkan siaran-siaran luar negeri Radio Moskow yang ditujukan ke Indonesia, meningkatkan usahanya dengan komentar-komentar yang sebelumnya terbukti sangat berhasil.

Komentar berikut ini, yang disiarkan pada tanggal 8 Juni 1965, merupakan contoh yang baik:

Pendengar-pendengar yang terhormat: Anda tentu banyak mengetahui tentang kegiatan-kegiatan subversif yang dilakukan oleh United States Intelligence Agency (Dinas intelijen A.S.). Sejumlah besar agen-agen rahasianya ditempatkan di seluruh dunia. Dalam mempekerjakan agen-agen yang dapat dilukiskan sebagai “pembunuh-pembunuh tersembunyi” (“the knights of the cloak and dagger“), ahli-ahli subversi Amerika Serikat mengarahkan perhatian khusus mereka ke negara-negara Asia dan Afrika. Mereka sedang berusaha keras untuk mengubah suasana politik di negara-negara tersebut dengan subversi. Sebagai biasa, agen-agen rahasia CIA mendapat dukungan pasukan-pasukan A.S. di seluruh dunia. Hal ini dapat dibuktikan dengan kejahatan-kejahatan A.S. di Vietnam, Laos dan Kongo. Telah diketahui, bahwa sejak lama CIA merencanakan kejahatan- kejahatan yang sama di Indonesia.

Belum lama berselang seorang agen rahasia CIA yang terkemuka, Bill Palmer, telah tertangkap basah. Ia mengatur sebuah jaringan komplotan baru. Palmer adalah seorang agen rahasia kawakan. Ia menyamar sebagai wakil dari AMPAI. Selama sembilan belas tahun ia melakukan kegiatan-kegiatan subversif di Indonesia, yang menimbulkan kerugian pada bangsa Indonesia.

Menurut berita-berita pers, Palmer memelihara hubungan-hubungan yang luas di Indonesia. Ia menggunakan dana yang disediakan oleh CIA dan iuran yang dikumpulkan dari pemutaran film-film Amerika di Indonesia, yaitu film-film yang mempropagandakan imperialisme dan aspek-aspek penghidupan Amerika, untuk menyogok agen-agen rahasia Indonesia dan Amerika dan untuk membiayai unsu)-unsur anti-revolusioner yang merencanakan komplotan-komplotan.

Tugas Palmer yang paling penting ialah merencanakan pemberontakan-pemberontakan di Indonesia antara tahun 1957 dan 1959, yang mengakibatkan hilangnya banyak harta-benda dan ribuan jiwa orang Indonesia. Palmer telah mengadakan kontak dengan pemimpin-pemimpin pemberontakan, seperti Simbolon, Kawilarang dan lain-lain, di bungalownya di Puncak. Palmer telah menyerahkan uang kepada mereka dan memberi nasehat. Palmer di bungalownya juga telah mengatur sebuah pertemuan antara pemimpin CIA Allen Dulles dan pemimpin-pemimpin jaringan spionase, di mana mereka merencanakan komplotan untuk membunuh Presiden Sukarno dalam tahun 1957.

Dalam beberapa tahun belakangan ini Palmer giat sekali mengumpulkan orang-orang kontra-revolusioner di Indonesia untuk merencanakan petualangan-petualangan baru. Di samping itu ia merongrong perkembangan ekonomi Indonesia dengan gerakan subversi dan sabotase. Memang tepat, jika Indonesia menuduh CIA dan Palmer sebagai otak subversi pada kedudukan-kedudukan militer di Jawa dan Sumatera akhir bulan maret dan awal bulan April yang baru lalu, yang mengakibatkan banyak korban jiwa.

Kegiatan-kegiatan subversif di Jawa dan Sumatera dilaksanakan pada saat urusan Gedung Putih, Michael Forrestal, berada di Indonesia. Kantor berita Perancis AFP (Agence France Press) menghubung-hubunghan subversi di Jawa dan Sumatera itu dengan kunjungan Forrestal. Sangat besar kemungkinannya, Forrestal mengharapkan akan dapat menggunakan subversi itu sebagai alasan untuk melakukan tekanan-tekanan pada pemerintah Indonesia dan memaksa Presiden Sukarno supaya membatalkan maksudnya untuk menasionalisir (mengambil alih) perusahaan-perusahaan asing termasuk perusahaan-perusahaan A.S. di Indonesia.

Pembukaan kedok Palmer mengungkapkan pula kegiatan-kegiatan yang tidak, pantas yang dilakukan oleh Duta besar Howard Jones di Indonesia Seperti diketahui, Howard Jones telah dipanggil pulang beberapa waktu yang lalu untuk menghapus kegiatan-kegiatann ya yang ilegal. Jones telah mentrapkan kolonialisme A.S. di Indonesia selama kira-kira sepuluh tahun. Ia sendiri telah Ikut serta untuk mengorganisi pemberontakan-pemberontakan terhadap pemerintah Indonesia dan memelihara kontak dengan agen-agen CIA serta memimpin kegiatan-kegiatan subversif mereka.

Seperti dicantumkan oleh wartawan-wartawan Ross dan Wise dalam buku mereka “The Invisible Government” (Pemerintahan yang tidak dapat dilihat), Jones mengambil bagian dalam komplotan-komplotan CIA di Indonesia. Ia mengetahui perincian siasat CIA untuk memberikan senjata kepada kaum pemberontak di Sumatera dan di Jawa. Ia sendiri juga terlibat dalam pemberian senjata itu. Sejumlah besar kegiatan-kegiatan subversif yang dilakukan agen-agen CIA di bawah pimpinan Palmer yang berlangsung di Indonesia dalam beberapa tahun belakangan ini, telah mendapat persetujuan Jones. Pers internasional telah memuat artikel-artikel mengenai keterlibatan Jones dalam komplotan untuk membunuh Presiden Sukanzo di Teluk Sulawesi. Dutabesar Amerika Howard Jones menyerahkan jabatannya kepada Marshal Green. Jones akan mengepalai apa yang dinamakan “East-West Center” di Hawaii.

Palmer telah meninggalkan Indonesia karena takut akan pembalasan. Jones juga akan meninggalkan Indonesia, tetapi jaringan CIA tetap tinggal di Indonesia. Rakyat Indonesia selalu menuntut, agar pengaruh modal A.S. dan kegiatan-kegiatan CIA di Indonesia dihentikan. Jenderal Agayant mengirim telegram persetujuannya ke Praha atas pelaksanaan tahap berikutnya, yang dinamakan Rencana Bersama Amerika-Inggeris untuk menyerbu ke Indonesia (British, American Joint Plan to Invade Indonesia) Palmer tidak memainkan peranan pada tahap ini. Rencana ini dikemukakan oleh Mayor Louda dengan tujuan: “Presiden Sukarno telah matang untuk menerima setiap bukti baru mengenai komplotan Amenka Mari kita berikan itu kepadanya supaya senang”. Disiarkan di Kairo. Britanika Raya dimasukkan ke dalam komplotan ini sebagai partner A.S. untuk menimbulkan kepercayaan orang terhadap kampanye berita-berita palsu itu.

Di Malaysia, dari mana penyerbuan yang dituduhkan itu akan dilancarkan, terdapat pangkalan-pangkalan militer Inggeris oleh sebab itu, akan sangat tidak masuk akal bagi Amerika Serikat untuk melakukan suatu operasi militer secara besar-besaran dari wilayah Malaysia tanpa dukungan atau setidak-tidaknya pengetahuan Britanika Raya. Sebuah dokumen palsu — berupa sebuah laporan dari dutabesar Inggeris di Jakarta kepada Kementerian Luar Negeri Inggeris akan digunakan sebagai bukti. Dokumen palsu ini diteruskan kepada Dr Subandrio. Kemungkinan besar sekali Dr Subandrio dan Presiden Sukarno sepakat untuk tidak mengumumkan persoalan ini di wilayah Indonesia, melainkan dalam pertemuan tingkat tinggi antar pemimpin Afrika dan Asia yang akan diadakan di Aljazair dalam waktu dekat, untuk memberikan arti dan publisitas yang lebih besar kepada pendapatan dokumen itu. Ketika konperensi Afrika-Asia itu diundurkan, Sukarno dan Subandrio memutuskan untuk mengumumkan dokumen itu pada akhir kunjungan mereka ke Kairo. Subandrio memberikan kesempatan kepada seorang wartawan Al Ahram untuk mewawancarainya pada tanggal 5 Juli 1965 kisah yang menggemparkan itu dimuat dalam surat kabar Kairo itu disertai fotocopy dari surat rahasia dutabesar Inggris itu.

Dalam wawancaranya itu Subandrio mengatakan, bahwa dengan diundurkannya konperensi Asia Afrika, ia memutuskan untuk mengungkapkan dokumen rahasia itu di Kairo, sehingga seluruh dunia akan dapat mengetahui, bahwa sikap Indonesia terhadap Malaysia adalah semata-mata untuk mempertahankan diri. Maksud yang lain ialah untuk memberitahukan kepada dunia apa sebenarnya maksud Inggeris untuk mempunyai pangkalan-pangkalan militer di Singapura dan Malaysia. Dr Subandrio menambahkan, bahwa beberapa dokumen lain mengenai rencana-rencana operasionil yang akan dilancarkan Inggeris dengan bantuan Amerika, juga telah dapat dirampas.

Menurut Dr Subandrio, orang-orang Inggris merencanakan akan melancarkan serangan-serangan itu ke Indonesia, setelah konperensi Asia-Afrika kedua di Aljazair selesai. Serangan itu akan dilancarkan dari Malaysia, yang berdekatan dengan Sumatera dari Singapura, pangkalan militer Inggeris yang terbesar di Asia dan dari daerah-daerah Kalimantan-Utara yang berada di bawah kontrol Inggris.

Surat palsu yang diumumkan itu, yang dikatakan telah ditulis oleh duta-besar Inggris di Jakarta, dialamatkan kepada Sir Harold Cassia, Sekretaris Muda Kementerian Luar Negeri Inggeris di London. Surat itu bertanggal 24 Maret 1965. Di dalamnya terdapat antara lain pernyataan-pernyataan sebagai berikut:

Saya telah mengadakan pembicaraan-pembicaraan dengan duta-besar Amerika Serikat Jones mengenai masalah yang tersebut dalam surat No. 67785-65. Dutabesar Jones pada pokoknya sepakat dengan pendirian kita akan tetapi ia meminta lebih banyak waktu untuk mempelajari persoalan itu dari berbagai segi. Menjawab sebuah pertanyaan, penguruh apa yang mungkin timbul dari kunjungan Bunker, utusan istimewa Presiden Johnson, ke Jakarta untuk membicarakan masalah perbaikan hubungan-hubungan Amerika-Indonesia, dutabesar Jones mengatakan, bahwa ia tidak melihat suatu kemungkinan untuk memperbaiki keadaan itu, dan bahwa hal itu tidak akan mengubah rencana semula sebaliknva, hal itu akan memberikan waktu kepada kita untuk membuat persiapan-persiapan yang lebih mantap. Dutabesar Jones juga mengingatkan perlunya mengambil langkah-langkah baru untuk menciptakan koordinasi yang lebih baik, dan ia mengatakan, bahwa tidak perlu untuk menekankan keharusan untuk membuat rencana itu menjadi sukses.

Saya telah berjanji akan membuat persiapan-persiapan yang diperlukan dan saya akan melaporkan pendapat saya mengenai masalah ini dalam waktu yang tidak begitu lama. Penguasa-penguasa Inggris dan Amerika Serikat menyangkal keras kebenaran dokumen itu. John Grandy, pemimpin angkatan perang Inggris di Timur Jauh, menamakan tuduhan Indonesia itu “omong kosong” belaka. Tetapi sanggahan-sanggahan Inggeris dan Amerika Itu hanya menambah panasnya situasi saja. Sanggahan-sanggahan itu dianggap sebagai tipu-muslihat untuk menyelimuti maksud-maksud mereka yang agresif.

Surat kabar Indonesia Harian Rakyat tanggal 9 Juli 1965, menulis: “Akan tetapi kami yakin, bahwa kaum imperialis, dengan segala kelicikan dan tipu-muslihatnya, akan menyangkal maksud agresinya sendiri”. M. Dahlan, Ketua Pengurus Besar Partai Nahdatul Ulama, mengatakan bahwa “jika dokumen-dokumen mengenai rencana-rencana Inggris untuk menyerang Indonesia yang telah disetujui oleh Amerika Serikat itu, memang benar, maka seluruh bangsa Indonesia, khususnya Umat Islam, harus mempersiapkan diri untuk menghadapi bahaya itu dengan cara-cara apapun yang ada pada mereka. Maka wajiblah bagi seluruh umat Islam untuk menghadapi ancaman seperti itu sebagai perang syahid”.

Pada tanggal 9 Juli itu juga, Radio Jakarta menyiarkan pidato Ido Garnida, seorang anggota Komisi Luar Negeri Parlemen Gotong Royong, yang menamakan rencana agresi Inggris-Amerika itu sebagai lanjutan dari usaha-usaha untuk menghancurkan Revolusi Indonesia, yang merupakan “mercu suar” bagi perjuangan negara-negara Asia-Afrika terhadap imperialisme, kolonialisme dan neo-kolonialisme.

Pasang sedang naik.

Dapat difahami, jika beberapa orang pemuka politik Indonesia menggunakan kesempatan itu untuk membongkar kembali kejahatan-kejahatan Amerika di masa silam. Maka Jenderal Sudibjo, menteri dan sekretaris Front Nasional, menyatakan melalui corong R.R.I. Jakarta pada tanggal 10 Juli 1965, bahwa maksud-maksud jahat imperialis Inggeris/Amerika telah meningkat sedemikian rupa, sehingga dalam rangka apa yang dinamakan “serangan terbatas” itu, mereka juga merencanakan untuk melakukan perbuatan-perbuatan teror dan pembunuhan terhadap Pemimpin Besar Revolusi Presiden Sukarno serta pemimpin-pemimpin rakyat Indonesia lainnya yang revolusioner progresif.

Harian Rakyat tanggal 13 Juli 1965 membuat pernyataan dari wakil-wakil Front Pemuda Indonesia, organisasi-organisasi Buruh dan organisasi-organisasi Wanita, Panitia Perdamaian Indonesia dan Panitia Pusat Aksi Pemboikotan film-film Amerika. Pernyataan bersama itu mengatakan, bahwa rakyat Indonesia benar-benar menyadari peranan jahat yang dimainkan kedutaan besar A.S. di Jakarta.

Di bawah pimpinan Presiden Sukarno, mereka telah mengungkapkan praktek-praktek subversi, intervensi dan agresi kaum imperialis Amerika di bidang politik, ekonomi dan kebudayaan, termasuk kegiatan-kegiatan kriminil dari William Palmer.

Banjir kata-kata, slogan-slogan dan serangan-serangan terhadap orang-orang Amerika kembali melanda masyarakat Indonesia. Majalah the New York Times tanggal 1 Agustus 1965 melaporkan pengamatan seorang diplomat Barat di Jakarta:. “Orang-orang Amerika tidak dapat berbuat apa-apa. Peristiwa ini laksana pasang yang sedang naik”. Pernyataan ini menggambarkan hanya sebagian saja dari keadaan yang sesungguhnya. Memang keadaannya laksana pasang yang sedang naik dan sangatlah sulit bagi orang-orang Amerika untuk mempertahankan diri secara efektif sungguhpun begitu aksi ini kemudian ternyata suatu kegagalan besar.

Hampir selama satu tahun, dengan alat-alat yang paling sederhana dan dengan bantuan beberapa orang agen rahasia saja, dinas intelijcn Cekoslowakia dan Uni Soviet telah dapat mempengaruhi pendapat umum dan pemerintah Indonesia, termasuh Presiden Sukarno sendiri. Sebab-sebabnya terdapat paska keadaan-keadaan yang sangat menguntungkan bagi kami. Operasi Palmer dicetuskan pada waktu yang tepat sekali. Operasi itu berhasil untuk menunggangi gelombang rasa anti-Amerika. Operasi itu telah berhasil untuk memperkuat pendapat-pendapat Presiden Sukarno dan Dr Subandrio, dua orang tokoh politik yang paling utama.

Informasi palsu mengenai komplotan yang hendak membunuhnya dan rencana-rencana penyerbuan Inggris-Amerika yang bohong itu, diterima oleh Presiden Sukarno seolah-olah dengan kegembiraan. Ia merasa tersanjung karena percaya, bahwa dengan menentang rencana-rencana Amerika dan melancarkan perjuangan gilang-gemilang melawan imperialisme, ia akan dapat meningkatkan prestisenya di mata Dunia Ketiga.

Si doyan wanita lenyap.

Presiden Sukarno bukanlah satu-satunya orang yang telah terjerumus ke dalam operasi semacam itu. Menumpuknya hasil-hasil yang tercapai, menyebabkan para pelakunya meningkatkan usaha-usahanya. Dilihat dari segi maksud-maksud semula, dinas intelejen (Cekoslowakia dan Uni Soviet) dapat menilai operasi mereka itu sebagai suatu sukses yang gilang-gemilang.

Pada akhir bulan Agustus 1965, hubungan Indonesia-Amerika mencapai titik yang terendah dalam sejarah. Serangan-serangan masyarakat terhadap CIA melebihi yang diharapkan oleh Soviet Rusia. Akan tetapi sukses itu sangat relatif dan bersifat temporer (sementara) saja. Departemen pemalsuan Cekoslowakia dan Soviet Rusia, yang mabuk karena kemenangan-kemenangannya dalam melawan musuh utama mereka, dengan sadar menutup mata mereka terhadap bahaya, bahwa akibatnya juga dapat meningkatkan ketegangan di dalam negeri dan menambah pengaruh Cina di Indonesia.

Partai Komunis Indonesia dan Peking menganggap bahwa kemenangan politis provokasi anti Amerika itu adalah kemenangan mereka. Pada tanggal 30 September 1965 Partai Komunis Indonesia menyerang dan gagal sama sekali. Sebagai hasilnya setengah juta orang-orang Komunis dan simpatisan-simpatisannya telah mati. Dalam bulan Agustus dan awal bulan September 1965.

Operasi Palmer masih dipuji sebagai tour de force (pertunjukan adu kekuatan) bagi intelijen Cekoslowakia dan Rusia, dan Mayor Louda pencetus operasi itu disanjung-sanjung. Dalam bulan Oktober tak seorang pun yang mau menyebut-nyebutnya lagi, dan di dalam kekacauan sebagai akibat dari tindakan-tindakan anti-Komunis yang dilakukan oleh Pemerintah Orde Baru secara tidak kepalang tanggung, semua bekas dutabesar “Polan” telah lenyap, bekas seorang yang doyan wanita-wanita muda dan cantik.

*************

Baca juga :

Laman: 1 2

19 respons untuk ‘The Deception Game

Add yours

  1. 1. Bagaimana cara menilai informasi sejarah? tentunya keterkaitan dengan daerah geografis lainnya, karena segala sesuatu itu berkaitan?
    2. tes nuklir pertama rrc adalah tahun 1994, informasi yg saya dengar, kepemilikan nuklir oleh rrc justru terbantu oleh ilmuwan keturunan china yg pernah bekerja di amerika. tentunya ada persaingan antara poros peking dan moskow, bagi barat secara geografis, uni soviet lebih menjadi ancaman nyata daripada rrc itu sendiri, terlebih bagi eropa. setahuku teknologi uni soviet lebih mapan daripada rrc, apalagi dahulu. kapal induk rrc skrg adalah bekas uni soviet/ukraina. juga semua persenjataan teknologi militer seperti peralatan udara, laut, darat adalah bantuan uni soviet. batan, krakatau steel, dll industri2 berat indonesia dibantu uni soviet, rrc mungkin dulu kaloupun membantu sebatas senapan2 ringan.
    3. tentunya anda juga perlu tahu alasan utama penguasaan teknologi senjata nuklir oleh india dan pakistan? apakah ketakutan barat setelah melepas teknologinya u rrc?

  2. sekarang pertanyaannya, bgm jika kemudian iran memiliki senjata nuklir? apakah negara arab sunni akan memiliki nuklir juga seperti israel dan iran?

  3. apakah ada pilihan2 lain u bung karno, pemimipin lain pro dan kontra, juga indonesia pada waktu itu? masihkah ada toh waktu telah lewat, kurun waktu mengikat keberadaan mereka, bagi indonesia saat ini? lagipula barat masih sangat rasis, krn itu jargon nekolim sangat kencang, kapan malcolm x tewas. masih adakah peraturan2 diskriminatif u kulit berwarna di negara2 bagian USA hingga saat ini terutama selatan? kalopun ada kapan tahun terakhir dihapuskan? anda tahu kapan ‘tembok’ apartheid afsel runtuh?lebih dahulu manakah dibandingkan dgn tembok berlin? pernah lihat film machete ttg imigran meksiko? apa kebijakan negara bagian texas thd imigran2 itu? apa kata pelaku norwegia itu ttg imigran2? kenapa bahasa tionghoa pernah dilarang? atas usul siapa? sejak kapan?

  4. saya sering kali membaca opini2 pa Khudori, tulisan2 beliau membuka ruang lebih bagi proses berpikirku. saya juga pernah mendapat informasi dari seorang anak TNI, ini adalah salah satu faktor juga, ttg TANAH(kepemilikan nya di era2 pasca kolonial hingga 1965), INDONESIA adalah negeri yg SUBUR, itulah kenapa bangsa EROPA datang. keberadaan/wujud fisik manusia tak pernah lepas dari tanah(ya mungkin sampai film2 barat jadi riil, otak manusia dicolok seperti ‘matrix’?), tentunya sejarah konflik manusia salah satunya berkaitan dgn itu. kepemilikan tanah berkaitan dgn hak2 paling mendasar bagi keberlanjutan hidupnya secara individu, kelompok/kolektif sebagai suku, bangsa, ataupun negara. tentunya proses kegiatan ekonomi/memenuhi kebutuhan dasarnya sandang, pangan, dan papan berkorelasi juga dengan tanah dan variasi2nya dalam melakukan transaksi2 pemenuhan kebutuhan hidup. tentunya sangat perlu bagi anda untuk sesekali menulis ttg sejarah dgn kaitan tanah, tentunya sejarah indonesia, siapakah yg menguasai kepemilikan tanah2 di indonesia pada masa hindu, budha, islam, voc, pasca voc? apa keterkaitannya dgn ideologi2 para pemberontak, terutama massa ‘mengambang’? apakah mereka memiliki pengetahuan ideologi2 tsb secara mendalam dan komprehensif? bgm cara2 apa sajakah yg bisa ditempuh rakyat kebanyakan untuk merubah nasibnya ataupun aturan2 apa yg membatasi atau mengekang rakyat pemberontak itu jika berharap untuk mendapatkan penghidupan yg lebih baik? anda pernah meneliti kenapa korban terbanyak tahun 1965 kebanyakan di bali, jatim dan jateng? apakah jabar waktu itu ‘aman’ krn nii? apakah anda akan lebih menyadari sekarang kenapa banyak pedagang2 kaki lima, kemacetan, tawuran, masalah2 sosial lain, TKI, TKW, dll? apakah mereka itu kaum urban yg dahulunya para petani? apa pilihan2 bagi mereka untuk menyadari adanya keberadaan lembaga bernama NEGARA dan INI ADALAH INDONESIA, KEBERANIAN BUKANLAH TANPA TETESAN AIR MATA DAN HATI YG MENGERAS TANPA EMPATI, KEBERANIAN BUKAN HANYA SEKEDAR MATA MELOTOT DAN OTOT YG SELALU SIAGA TERKEPAL MENGHANTAM SIAPA SAJA, KEBERANIAN BUKANLAH MENGOBRALNYA DENGAN KEPALA SELALU MENDONGAK KE ATAS DAN BERSIKAP SEPERTI KERAN BOCOR, BAGIKU KEBERANIAN ADALAH YG SELALU BERUSAHA MENUNDUKKAN KEPALA, BERTAHAN HIDUP DENGAN MENABUNG ‘KETAKUTAN’ DALAM SUNYI DAN HARAPAN DATANGNYA SANG PEMIMPI(N) SEJATI TANPA TOPENG KEMEWAHAN SERTA MILIKI JIWA TULUS IKHLAS, UNTUK BERGERAK BERSAMA TANPA TAKUT APAPAUN WALAUPUN SATU2NYA NYAWA(WADAH KEBERANIAN) TERLEPAS. HAHAHA…..kayaknya udah pada serius ya? saya bercanda doank kok, ga perlu dihiraukan saja celotehanku, maklum hanya pikiran org gila yg terdistorsi realitas, hahaha…..

  5. saya yg kaget, heran, kagum itu dengan sistem hak waris dalam islam, sifatnya seperti distribusi ekonomi, terobosan luar biasa tapi sayang…….

  6. terlalu banyak fakta/informasi dalam otakku, seteles2x, bener sampah2 ga guna ga bisa di daur ulang u dikilo dgn rupiah?

  7. kenapa kepalaku berpikir tentang beginian, yuk yuk otak kerjo sing tenanan golek duit halal, yukk gawe alternatif pilihan dhewe, yuk otakku, awakmu iku merdeko berkata:

    setiap negara(kolektif) ibarat individu yg mencapai puncak potensi fisiknya, seperti jerman, jepang, bahkan usa(hingga saat ini?) secara ga sadar pernah mengalami periode fasis(fisik/non fisik?) nya? ultraz berlebihan? apakah rrc akan melalui proses itu secara sadar atau tdk sadar? atau justru dengan pancingan dari luar? ataukah akan menahan diri menyadari RESIKO di kawasan asia?

  8. Subhanallah, sejarah harus jadi bahan pertimbangan dalam melangkah, seperti mengendarai mobil kita bisa memantau apa yang telah kita lalui dan tetap pada tujuan agar selamat di perjalanan. Deception Game ini kira-kira artinya permainan supaya orang percaya pada informasi palsu sehingga terprovokasi untuk bersikap dan bertindak sesuai keinginan yang punya permainan, betul begitu KC? Bangsa Indonesia hendaknya berpikir 3 atau 5 kali ketika menerima informasi apalagi menyangkut nasib seseorang, bukankah fitnah dan mempercayai fitnah itu juga DOSA. Buka mata dan telinga jangan sampe kita TERHASUT. Apalagi sampe tetangga, saudara, kerabat kita yang jadi korban hasutan. Salam kenal KC.

    ———————-
    Kopral Cepot : Setujuh bu … hatur tararengkyu n salam kenal juga 😉

  9. Assalamu’alaikum,,,, Kang Kopral Cepot
    Salam kenal….
    Mohon ijin ngelink
    Mohon ijin nimba ‘ilmu

    Marhaban Ya Romadhon 1432 H….

    Salam Paseduluran dari Semarang
    Haris Samaranji

    ——————
    Kopral Cepot : Wa’alaikum salam wr.wb .. kayak ke temen baru ajah 😛 .. wokeh mas.. maaf lahir n bathin

  10. gilaaaa…

    penasaran abis… ma buku ini. Bang, apakah ada copy-an-nya? jika bisa kirimin saya satu…. sangat menarik dan membuat saya penasaran, karena, banyak fakta sejarah “aneh” negeri ini yang memang sudha terbentuk atau dibentuk sejak doeloe…

    —————
    Kopral Cepot : Sama … sy juga penasaran … ini termasuk buku langka, sy masih coba nyari. Di toko buku Onlen ada tawarannya tp ragu. ntar share kalo ketemu 😉

  11. kalau saya baca novel-novel karya pengarang Indonesia para era orde baru yang berlatarkan PKI, maka ada dua bentuk PKI, si buruk rupa dan si agitator. PKI di desa lebih ekstrim ketimbang PKI di kota. Hm… PKI, betapa hiruk sejarahmu…

  12. Pelajaran yang bisa diambil:

    Bangsa kita mudah sekali digiring dengan metode disinformasi maka dengan gampang para pengambil keuntungan mengobok-obok opini masyarakat, apalagi orang-orang di desa sangat gampang dihasut dan dibodoh-bodohi yang penting dikasih uang makan, maka secara sadar pun mereka mau melakukan perbuatan keji atas kemauan si tukang hasut.

    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA. Menikmati saum ramadhan ditengah suasana desa tanpa rasa prasangka, dengan niat suci menjalankan rukun islam sungguh nikmat luar biasa. Walau angin kencang dan dingin, tidaklah jadi penghalang untuk menjalankan kewajiban dari Allah swt juga tidak lupa ikuti sunah2 rasul…

  13. Aneh Bangetz dari jaman dahulu Sampai tahun sekarang ini

    Tidak ada perubahan sama sekali Masih saja ada Orang yang merebut tentang Hal Politik lach ..
    apalah itu & tidak memikirkan Nasib Orang Lain di luar sana yang Sengsara karena itu…

    Saya benar-benar sedih:(

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: