Jawa – Islam : Keasingan dan Pertemuan

Di Pulau Jawa, 1918, didirikanlah Tentara Kangjeng Nabi Muhammad. Tak ada perang yang terjadi. Yang diserang hanyalah sebuah koran berbahasa Jawa terbitan Surakarta, Djawi Hisworo. Koran ini memuat tulisan yang dianggap menghina Nabi Muhammad. Protes mengalir dalam bentuk surat. Bahkan di Surabaya diadakan rapat akbar. Orang Islam menghimbau pemerintah Hindia Belanda untuk menghukum mereka yangLanjutkan membaca “Jawa – Islam : Keasingan dan Pertemuan”

Bang Imad : Pekerjaan yang belum selesai ..

“…tegas terhadap kaum penyangkal Tuhan tapi saling kasih-mengasihi di antara sesamanya. Kamu lihat mereka membungkuk dan bersujud demi mendapatkan ridha Allah. … (Orang-orang seperti ini) bagaikan benih, yang menumbuhsuburkan cecabang dan rerantingnya, lalu menjadikannya kukuh, membesar, berdiri tegak atas batangnya, sehingga menggembirakan penanamnya….“- al-fath : 29 – Di zamannya, bentuk masjid itu tak lazim. AtapnyaLanjutkan membaca “Bang Imad : Pekerjaan yang belum selesai ..”