Inside Indonesia’s War on Terror

Sebelum ada Densus 88, ada orang terkenal di sini. Namanya Sydney Jones. Kini ada orang yang menggantikan posisi “agen asing” Sydney Jones itu di Indonesia. Tugasnya kurang lebih seolah menjustifikasi semua detil-detil “perang” dan tindakan-tindakan repressif itu.  Nasir Abbas dan Al-Chaidar.

Tulisan diatas adalah catatan atau notes dari nBasis Jaringan di jejaring FB yang selengkapnya bisa dibaca disini. Komentar iseng pertamax dari KC : “Nasir Abbas dan Al-Chaidar … knp tak tanya aq saja? ha ha ha ha … terrorism story not history.. (sambil menunggu season Om den den lainnya ^_^)” dijawab (tentu tidak serius juga ;) ) oleh nBasis Jaringan : “And now, the whole world asking you the answer” . (komentar yang lainnya silaken baca kalo sempet …Maaf’s .. he he he)

Terakhir posting tentang isu teroris adalah repost tentang “Dagelan Penggerebegan Teroris” , sebelumnya beberapa tulisan tentang isu-isu teroris sekedar mengingatkan diantaranya : “Jaringan Noordin M Top : Laporan ICG“, “Deradikalisasi Terorisme“, “Ternyata Imam Samudera Cs Masih ngeBlog” dan bila kita ingin memahami apa itu teroris? coba baca bacaan wajibnya “Memahami Terorisme“. Yang lainnya cari sendiri. :P

Kali ini saya ngak akan nulis tentang isu teroris … tapi mau nonton film tentang Inside Indonesia’s War on Terror”  Bagi yang mau gabung nonton silaken sabar menanti …. loadiiiing  :D

Sambil menunggu loading boleh kirim-kirim salam ….

Pertamax : Selamat kepada Om Densus 88 Anti Teror yang telah “dibubarkan” a.k.a “dilikuidasi” menjadi CRISIS RESPONSE TEAM (CRT). Rencananya CRT ini akan dilatih langsung Oleh AS dan ternyata Insiden Medan adalah kado perpisahan :P kalau tidak ingin disebut Ilegal.

Keduax : Medio September sampai Oktober sepertinya kepolisian akan memberikan berbagai kado perpisahan yang indah buat Kapolri BHD … Selamat.

Ketiga : terrorism is story not history :lol:

Keempat : Silaken nonton ….


sumber : www.offstream.tv

About these ads

33 pemikiran pada “Inside Indonesia’s War on Terror

  1. :lol:

    berasa di radio dah pake kirim-kirim salam segala nih, kang.

    anyways, videonya buanyak amat ya. di sini lagi loadingnya lama. jadi kapan-kapan dah ditonton. :mrgreen:

    hah, densus densus, :lol:

    ———————-
    Kopral Cepot : :mrgreen:

  2. Hatur nuhun kang infonya. Seguhan 7 babak alhamdulillah koneksi lancar mah bisa tamat.
    getir saya menontonnya.
    Pandangan kritis kang kopral membuka pandangan saya sisi lain dari ragam bentuk politik.
    Hatur tangkiyu :)
    Salam hangat selalu untuk kang Kopral dan keluarga.

  3. kang yg ngomong bahasa ingglis artinya apa ya?

    —————
    Kopral Cepot : Alaaaah sy juga ngak ngerti :lol: … pokoknya tararenkyu katanyah ;)

      1. barangkali sebelum masuk densus 88 mereka itu pelawak, kang. :lol:
        kabinet lawak, dewan lawak, semuanya lawak, :lol: mereka pikir lucu, duh…

  4. Assalaamu’alaikum Kang KC

    maaf kang, koneksi kurang bersahabat, maka saya tidak dapat menonton apa yang dipaparkan. Namun saya membaca tulisan dan semua komentar di atas bagi meneka apa yang ingin Kang KC kongsikan. maka, komen tentng itu tidak dapat disertai, mas.

    Mudahan apa yang disaji, bisa memberi minda kita berfikir untuk mencari kebaikan dari apa yang berlaku. Apa-apapun yang terjadi dalam bentuk dan peristiwanya, bakal menjadi sejarah yang diingat sehingga berzaman.

    Salam mesra dari saya di Bangi, Selangor. :D

  5. hebat akang
    menyajikan sesuatu yang sebenarnya banyak orang bertanya-tanya
    Sok ah!

    Cuma sayang koneksi internet saya dodol bgt nih, jd gak bisa nonton deh :D

  6. He he he he
    Bahasanya kayanya udah sering ngisi kolom koran, kunjungan pertama (kenal ini juga dari Mas Usup)

    —————-
    Kopral Cepot : Hatur tararengkyu n salam kenal … “Pendar Bintang” (seperti sebuah novel ;) )

  7. Wah Kang baru bisa datang lagi, banyak sajian yang menarik. tapi loading videonya lelet pisan.

    Kang , rasanya saya kesulitan untuk mempercayai sorang pun omongan-omongan soal “teroris” di negeri ini. Bagaimana Kang ada yang bisa dipercaya? Rasanya ini tak lebih dari soal politik, kekuasaan, dan uang.

    Hatur nuhun pisan Kang.

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s