“Kita ini hanyalah pelaksana rencana Tuhan YME, Allah SWT, Sang Maha Pemilik Rencana Besar dan Rencana Maha Mulia. Tugas kita setiap hari, bahkan setiap tarikan nafas kita adalah menyusun rencana pribadi kita, rencana keluarga kita, masyarakat se-desa, se-kabupaten/kota, se-provinsi, se-negara bahkan tugas se-generasi kita untuk kemudian mensinergi-positifkan pelaksanaan rencana tersebut agar selalu sejalan dengan rencana BesarNya. Yakinlah, Tuhan punya rencana besar dan mulia untuk negeri ini. Untuk itu kita harus bertekad dan berusaha agar 100 tahun Indonesia merdeka, pada tahun 2045, Nusantara telah berjaya pemimpin peradaban, bukan hanya di Asia tapi di Dunia. “(Marwah Daud Ibrahim)

Dua tahun yang lalu, tanggal 5 November 2008, Marwah Daud Ibrahim ketua Umum DPP PMDN (Perhimpunan Masyarakat Desa Nusantara) dan Pendiri MHMMD (Mengelola Hidup & Merencanakan Masa Depan) meluncuran Program NUSANTARA JAYA 2045. Gagasan-gagasan Marwah Daud Ibrahim dituangkan di website nya Marwahdaud(dot)com …. (sayang sekarang tak bisa diakses), dan satu lagi websitenya di mhmmd(dot)net dan sepertinya inipun tidak diupdate lagi. Entahlah apakah ini menandakan gagasan Nusantara Jaya 2045 telah “menguap” seiring dengan gagalnya beliau dalam pencalonan sebagai capres 2009 lampau. 😦

Sebagai sebuah gagasan terlepas dari eksis atau tidak gagasan ini sekarang, optimisme Ibu Marwah patut untuk digali kembali. Dalam master plan Nusantara Jaya 2045, Marwah Daud Ibrahim menawarkan empat langkah untuk mencapai mimpi tersebut. Pertama, define. Menurutnya kita harus mengetahui apa yang kita inginkan ke depan. Kedua adalah discover. Setelah kita mengetahui apa yang kita mau, maka kita harus menemukan potensi apa yang dimiliki bangsa ini.Yang ketiga adalah design, yaitu menetapkan rencana-rencana pencapaian dari langkah define untuk selanjutnya dilaksanakan. Terakhir adalah destiny, yaitu kita serahkan semuanya kepada takdir Tuhan.

Sebelum Marwah Daud Ibrahim, gagasan ekstrim pernah disampaikan oleh Romo Mangunwijaya tentang Indonesia 2045.  “Bila kita ingin kesatuan dan persatuan dalam arti yang benar dan damai sejati tanpa represi besi, maka Republik Indonesia Serikat untuk abad ke-21 sudah menjadi keharusan situasional kondisional.” Ia membuat ancer-ancer simbolis. Bentuk Negara serikat itu akan tercapai tahun 2045. Atau 100 tahun setelah kemerdekaan kita. Seperti membuat nubuat untuk dirinya sendiri, Romo Mangun berkata: generasinya mungkin tak akan melihat negara serikat itu. ( Romo Mangun: “Menuju Republik Indonesia Serikat”, 1998) (beliau meninggal jauh sebelum negara serikat itu terwujud).

Dalam salah satu refleksi kritisnya tentang masa depan bangsa Romo Mangun menuliskan ihwal tahun-tahun simbolis yang musti diperhatikan generasi muda Indonesia dewasa ini, yaitu 2008, 2028, dan 2045 (Y.B. Mangunwijaya, 1999: 7). Ia merepresentasikan simbol tahun-tahun di atas bukan sebuah omong kosong. Karena bagi yang sadar sejarah, simbol angka di atas, khususnya 2028 dan 2045, adalah titik pijakan—atau embrio gerakan kebangkitan nasional—bagi bangsa Indonesia sehingga bisa terbebas dari “ketakutan-ketakutan” akibat penjajahan. Setidaknya, dua tahun itu (1928 dan 1945) telah melahirkan spirit Indonesia baru yang gemilang. (ref)

Adalah Komunitas Pembelajar(dot)com yang dibidani oleh Andrias Harefa, salah satu komunitas yang memberikan contoh dalam melakukan langkah nyata untuk visi Indonesia 2045 : memperbesar kemungkinan Indonesia menjadi 1 dari 5 negara paling maju di dunia saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaannya. Untuk mencapai visi tersebut, dibuatlah sejumlah komunitas pembelajaran di luar sekolah. Adapun komunitas yang sudah berjalan adalah Writer Schoolen, Proaktif Schoolen, dan Trainer Schoolen. Bagaimanapun … selangkah apapun yang kita lakukan hari ini adalah investasi masa depan. Tentu bukan aksi dari komunitas pembelajaran di luar sekolah saja yang dibutuhkan hari ini tetapi peran guru di dalam sekolah sangat menentukan dalam mencetak pemimpin masa depan.

Indonesia 2045 : Bangkrut — Bubar — Bangkit ???

Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan hanya saja masa depan adalah buah dari apa yang dilakukan masa kini. Indonesia di tahun 2045 memang bakal merayakan satu abad kemerdekaan, sebuah perayaan yang entah dilakukan dalam situasi “bangkrut” atau “bubar” atau “bangkit” sangat bergantung keadaan-keadaan sebelumnya. Saya tidak hendak “meramal” kejadian di masa yang akan datang tetapi lewat tulisan ini hendak berbagi mengenai sebuah cerita legenda tentang Candi Sapto Argo yang dimuat di tabloid posmo, berikut petikan singkatnya :

Dalam dunia kultur budaya nenek moyang negeri ini, yang sekarang telah banyak ditinggalkan oleh generasi penerus, terutama pembesar atau punggawa nusantara. Semua terjadi karena lantaran. Bila orang linuwih mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi, maka mereka selalu berkaca pada babad Pandawa yang lagi membangun Candi Sapto Argo. Konon dalam pembangunannya, bila candi tersebut pagi dibangun, maka malam harinya runtuhlah candi yang telah jadi itu. Demikian juga kalau dibangun pada malam hari, maka pada pagi harinya bangunan tersebut kembali roboh, dan begitu seterusnya dalam membangun sebuah candi Sapto Argo. Sehingga kaum Pandawa disibukkan hanya oleh pembangunan yang selalu jatuh bangun. Namun apa yang menjadi penyebabnya? Setelah menelisik ke segala penjuru, maka para linuwih tersebut membuat suatu kesimpulan sebab-sebab jatuhnya pembangunan candi tersebut. Akhirnya dituangkanlah dalam kesepakatan para penasihat-penasihat Raja tersebut, bahwa sang Raja atau Kerajaan Negeri itu telah kehilangan suatu pusaka andalan negeri yang seharusnya dipegang di tangan Sang Raja. Pusaka tersebut adalah Jamus Kalimasada telah lenyap dan hilang dari tangan Sang Raja yang ternyata dicuri oleh Ratu Jin, yang bernama Mustokoweni. (cerita ini diambil dari posmo. Cerita lanjutannya bisa ditanyaken pada ahlinya Mas Sedjatee disini atau pada sahabat kami yang setia berjumpa disini Mas sikapsamin.)

Indonesia 2045 : Bangkrut atau Bubar atau Bangkit ??? Semua terjadi karena lantaran. Hari ini percikan api mulai terjadi dimana-mana hanya memang sekarang masih musim hujan, mungkin percikan api itu masih mudah dipadamkan. Maka dari itu buat para sedulur kabeh saat bumi masih basah hati-hatilah saat melangkah jangan sampai tergelincir dalam roda sejarah.

Indonesia 2045 : Bangkrut atau  Bubar atau Bangkit ???

Ingatlah bahwa siang dan malam senantiasa dipergilirkan !!!!

Mari ber-G.I.A.T untuk Indonesia Alternatif