Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Catatan Sejarah Syarekat Islam (Bag-1)

Pengantar :

Akar kesadaran politik umat Islam pada masa modern di Indonesia adalah dengan bangkitnya SI (Syarekat Islam) sebelum Perang Dunia I yang merupakan transformasi dari Sarekat Dagang Islam (SDI).  Lahirnya SDI bukanlah satu kebetulan dalam sejarah (an historical accident) yang tidak dilatar belakangi oleh kesadaran yang dalam dan panjang. Kelahiran SDI dapat dikatakan sebagai suatu keharusan sejarah (an historical necessity) bagi perjalanan politik umat Islam Indonesia.

Guna melengkapi wawasan sejarah umat Islam khususnya pergerakan Syarekat Islam yang oleh serba sejarah telah dimuat beberapa tulisan diantaranya : (1) Sang raja tanpa mahkota : hidup dan perjuangan HOS Tjokroaminoto (2) The Grand Old Man : Jalan Perjuangan H. Agus Salim (3) Cita Dasar Pergerakan Syarekat Islam dan (4) Pergerakan Sjarikat Islam sebagai Levend Organisme. Di bulan september ini dimana bulan bersejarah bagi Sjarikat Islam, Serba sejarah mencoba menulis kembali beberapa catatan perjalanan pergerakan Sjarikat Islam sebagai bahan bagi memahami dan menumbuhkan kesadaran akan arti penting pendalaman sejarah bagi generasi kini dalam menatap masa depan. Semoga berkenan …

******************

Pada bulan Mei 1912 seorang tokoh yang kelak akan menjadi ‘ruh’ pergerakan yaitu Oemar Said Tjokroaminoto[1] bergabung atas undangan H.Samanhudi.  Oemar Said pada saat itu dikenal sebagai seorang yang radikal, anti feodalisme dan anti penjajah. Beliau dikenal sebagai seorang yang menentang kebiasaan-kebiasaan yang ada, menganggap sama dan sederajat dengan bangsa manapun, beliau tidak mau menghormat-hormat terhadap pejabat, bangsawan apalagi terhadap kaum penjajah. Di samping memiliki sikap yang demikian, Tjokroaminoto mempunyai keinginan kawan sebangsanya memiliki sikap yang demikian.[2]

Anggaran Dasar baru Syarekat Islam bagi seluruh Indonesia disusun Tjokroaminoto, kemudian pada bulan september 1912 diajukan surat permohonan agar Sarekat Islam diakui kedudukannya sebagai badan hukum.[3] Anggaran dasar baru menyebutkan bahwa tujuan Sarekat Islam adalah memajukan semangat dagang bangsa, memajukan kecerdasan rakyat dan hidup menurut perintah agama dan menghilangkan faham-faham keliru mengenai agama Islam.[4]

Kehadiran Tjokroaminoto di SI merupakan dimulainya babak baru dalam organisasi pergerakan Indonesia. Orientasi gerakan berubah, dari orientasi sosial ekonomi menjadi organisasi yang berorientasi sosial politik[5]. Perubahan nama dari SDI menjadi Sarekat Islam[6], merupakan indikasi transformasi organisasi dari yang berlatar belakang ekonomi kepada politik.[7]. SI sebagai gerakan politik pada sejak tahun 1912 juga dikemukakan oleh John Ingleson dalam ‘Jalan Kepengasingan’ yang menyatakan bahwa pada tahun 1912, ia merupakan partai poltik Islam yang terkemuka dan selama beberapa tahun menjadi partai modern satu-satunya pada masa kolonial[8].

Pada tanggal 26 Januari 1913, diadakan Kongres I Sarekat Islam di Surabaya. Ribuan orang datang berbondong-bondong, jalan-jalan menuju Taman Kota di mana kongres diselenggarakan penuh sesak oleh orang. Ketua H. Samanhudi disambut besar-besaran, di stasiun beliau disambut dengan korps musik dan dibopong beramai-ramai menuju mobil jemputan. Menurut laporan Asisten Residen Kepolisian pada tanggal 12 Pebruari, menyebutkan bahwa massa yang hadir pada saat itu ditaksir antara delapan sampai sepuluh ribu orang.[9]

Kongres tersebut dipimpin oleh Tjokroaminoto dan pada kongres itu beliau menyatakan bahwa Sarekat Islam bertujuan: “…Membangun kebangsaan, mencari hak-hak kemanusiaan yang memang sudah tercetak oleh Allah, menjunjung derajat yang masih rendah, memperbaiki nasib yang masih jelek dengan jalan mencari tambahan kekayaan”.[10]

Kemudian pada tanggal 23 Maret tahun yang sama, kongres ke II dilaksanakan di Solo. Pada kongres itu H. Samanhudi terpilih sebagai ketua dan Tjokroaminoto sebagai wakil. Kongres tersebut dipimpin oleh Tjokroamonoto.

Sarekat Islam bagai aliran setrum tegangan tinggi yang menghentakkan seluruh syaraf kesadaran kaum muslimin bangsa Indonesia untuk segera mendobrak penjara-penjara yang telah mengurung seluruh eksistensi mereka berabad-abad.  Semangat perlawanan yanag muncul di mana-mana dipandang oleh Korver sebagai gerakan emansipasi kalangan Sarekat Islam, suatu cita-cita yang dihayati oleh para pemimpinya. Gerakan emansipasi tersebut meliputi:

a. Penolakan akan berbagai prasangka negative dan diskriminasi terhadap golongan pribumi.

Pada kongres di Bandung, Tjokroaminoto menyatakan: “…merupakan tugas Sarekat Islam untuk memprotes kata-kata dan perbuatan yang bermaksud merendahkan ‘de Inlandsche onderdanen’ …rakyat yang berdiam di desa-desa atau kampung-kampung terus menerus di sebut de kleine man (wong cilik), apakah sebutan ini sesungguhnya tepat?” “Tidak!, ucapan seperti itu atau pandangan –pandangan yang demikian sudah tidak pantas lagi didengar oleh suatu bangsa yang sedang mulai berevolusi dan yang sedang mulai meningkatkan dirinya!”.[11]

b.   Penilaian yang positif terhadap identitas diri sebagai bangsa

Identitas diri meliputi masalah keagamaan, seperti ungkapan yang melarang atau mengingkari agama sendiri, yaitu agama Islam. Harian Kaoem Muda pada tahun 1915 mengecam suatu perkawinan antara putri seorang Bupati dengan seorang Perwira Eropa yang tidak menganut agama Islam.[12]

Kemudian identitas kebangsaan, seperti kecaman dan kritikan pedas yang dilancarkan terhadap orang Indonesia yang meminta persamaan status hukum dengan orang Eropa. Hal demikian dianggap sebagai pengkhiahat dan merendahkan bangsanya sendiri. Selama masih ada orang demikian yang merasa sok berlagak, apakah sesungguhnya yang dapat kita harapkan dari orang Eropa. Demikian tulis harian Kaoem Moeda.[13] Identitas diri yang juga didengungkan adalah sebagai bagian dari bangsa Asia dengan suatu anggapan akan hancurnya peradaban Barat disusul dengan bangkitnya Asia sebagai kekuatan yang pernah memimpin dunia.

c.   Cita-cita menentukan nasib sendiri dan politik.

Masalah tuntutan persamaan hak-hak politik secara gamblang dan terang-terangan diucapkan, dimulai ketika pemerintah Belanda bermaksud membentuk milisi pada tahun 1914. Tjokroaminoto dalam bulan september 1914, menolak rencana pembentukan milisi apabila tidak disertai perbaikan dengan perluasan hak-hak politik rakyat. Beliau juga berjanji (yang menurut Korver ‘janji samar-samar’) apabila Jawa diserang, SI tidak akan memberikan bantuan kepada agresor.[14] Kemudian R. Ahmad mengemukakan bahwa SI menolak dengan keras terhadap rencana pembentukan milisi rakyat, sebelum Indonesia merdeka dan tidak mempunyai hak bicara menentukan perang dan damai, pada saat ini Indonesia masih dianggap sebagai ‘barang’ dan tidak mungkin ‘barang’ dapat mempertahankan diri, para pemiliknyalah yang harus mempertahankan barang. Sinar Jawa menulis bahwa mempertahankan tanah air adalah baik, tetapi pemerintah hendaklah memerintah rakyatnya dengan baik dan mengakhiri penindasan yang dilakukannya;bangsa Indonesia harus lebih dulu disamakan derajatnya dengan bangsa-bangsa lain.[15]

G.J. Hazeu (Penasihat untuk Urusan Bumiputra) menyatakan bahwa kesadaran politik dan cita-cita otonomi bagi pemimpin-pemimpin SI semakin tumbuh dan bahwa sikap ini dengan cepat meluas pada anggata-anggotanya.[16]

Fakta-fakta tersebut menunjukkan kesadaran politik seluruh lapisan masyarakat bahwa bangsa Indonesia tidak boleh pasif menerima nasib dijajah oleh kolonial Belanda tetapi harus bangkit menetukan nasibnya sendiri berhasil dilakukan SI.

Pada tahun 1915, Sarekat Islam telah memiliki 500 000 anggota,[17] dan enam tahun kemudian yaitu tahun 1921 anggotanya telah mencapai dua juta[18] orang serta telah terbentuk cabang-cabang SI di seluruh provinsi di Indonesia kecuali Irian Barat.[19]

Kongres Nasional Pertama di Bandung, dihadiri oleh seluruh cabang Sarekat Islam yang meliputi  Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali dan Sulawesi. Kongres yang bersifat nasional ini bukan hanya pertama bagi Sarekat Islam, tetapi juga merupakan kejadian pertama kali dalam sejarah pergerakan politik di Indonesia. Hal ini tidak sekedar mencerminkan bahwa Sarekat Islam telah tersebar ke seluruh penjuru tanah air (yang kelak menjadi batas-batas kekuasaan wilayah Indonesia), tetapi juga mencerminkan suatu usaha yang sadar dari para pemimpin SI untuk menyebarkan dan menegakkan cita-cita nasionalisme dengan Islam sebagai ajaran yang dianggap dasar dalam pemikiran tersebut.[20]

Kata ‘nasional’ diperdengarkan kepada khalayak ramai untuk pertama kalinya. Menjelaskan kata ‘nasional’ Tjokroaminoto berkata bahwa ia merupakan suatu usaha untuk meningkatkan seseorang pada tingkat  natie …usaha pertama kali untuk berjuang menuntut pemerintahan sendiri atau sekurang-kurangnya agar orang-orang Indonesia diberikan hak untuk mengemukakan suaranya dalam masalah-masalah politk.[21] Kemudian dalam pidatonya Beliau mengemukakan lebih spesifik mengenai bagaimana seharusnya hubungan antara Indonesia dengan Belanda, sebagai berikut:

“Tidaklah layak Hindia –Belanda diperintah oleh Holand, Zoals een landheer zijn percelen beheert (sebagai tuan tanah yang menguasai tanah-tanahnya). Tidaklah wajar untuk melihat Indonesia sebagai sapi perahan yang diberikan makanan hanya disebabkan oleh susunya. Tidaklah pada tempatnya untuk menganggap negeri ini sebagai suatu tempat di mana orang-orang datang dengan maksud mengambil hasilnya.  Keadaan yang sekarang yaitu negri kita diperintah oleh suatu Staten-General yang begitu jauh tempatnya nun di sana…dan pada saat ini tidaklah lagi dapat dipertanggung jawabkan bahwa penduduknya terutama penduduk pribumi, tidak mempunyai hak untuk berpartisipasi di dalam masalah-masalah politik, yang menyangkut nasibnya sendiri….Tidak bisa lagi terjadi bahwa seseorang mengeluarkan undang-undang dan peraturan untuk kita tanpa partisipasi kita, mengatur hidup kita tanpa kita”.[22]

Korver menyatakan bahwa Kongres SI merupakan kesempatan pertama dalam sejarah Indonesia yang memungkinkan manusia Indonesia dari berbagai bagian kepulauan Indonesia bersama-sama melaksanakan politik dan bertukar fikiran mengenai bermacam-macam permasalahan.[23]

Berdasarkan kenyataan di atas, maka di Indonesia pada awal abad ke XX tahun 1915 M Sarekat Islam satu-satunya organisasi gerakan politik yang telah berhasil dan mampu menggerakan kesadaran politis dan menyelenggarakan kongres tingkat nasional I (pertama) di Bandung/Jawa Barat .Setelah melaksanakan Kongres Nasional pertama di Bandung, kemudian disusul Kongres Nasional II (1917).[24]

Kongres Nasional ke II diselenggarakan di Jakarta melahirkan Program asas dan program Tandzim. Keterangan Asas (Pokok) mengemukakan kepercayaan Centraal Sarekat Islam bahwa: “Agama Islam itu membuka rasa pikiran perihal persamaan derajat manusia…dan bahwasannya itulah sebaik-baiknya agama buat mendidik budi pekertinya rakyat…Partai juga memandang agama sebagai sebaik-baiknya daya upaya yang boleh dipergunakan agar jalannya budi akal masing-masing orang itu ada bersama-sama budi pekerti….dan memperjuangkan agar tambah pengaruhnya segala rakyat dan golongan rakyat…di atas jalannya pemerintahan dan kuasanya pemerintah yang perlu akhirnya akan boleh mendapat kasa pemerintah sendiri (Zelf bestuur).[25]

Sesungguhnya mulai menampak betul-betul sifat, maksud dan tujuan “Syarikat Islam” ialah ketika sudah ditetapkan Program-Asas[26] (Beginsel-program) dan Program-Pekerjaannya (Program van Actie) di dalam Kongresnya pada tahun 1917 di Batavia (DJakarta). Maksud Pergerakan S.I : akan menjalankan Islam dengan seluas-luas dan sepenuh-penuhnya, supaya kita mendapat suatu Dunia Islam yang sejati dan bias menurut kehidupan Muslim yang sesungguh-sungguhnya[27].

Program kerja dibagi atas delapan bagian yaitu: Mengenai politik Sarekat Islam menuntut didirikannya dewan-dewan daerah, perluasan hak-hak Volksraad dengan tujuan untuk mentransformasikan menjadi suatu lembaga perwakilan yang sesungguhnya untuk legelatif. Sarekat Islam juga menuntut penghapusan kerja paksa dan sistim izin untuk bepergian. Dalam bidang pendidikan, SI menuntut penghapusan peraturan diskriminatif dalam penerimaan murid di sekolah-sekolah. Dalam bidang agama, SI menuntut dihapuskannya segala peraturan dan undang-undang yang menghambat tersiarnya agama Islam. Sarekat Islam juga menuntut pemisahan lembaga kekuasaan yudikatif dan eksekutif dan menganggap perlu dibangun suatu hukum yang sama bagi menegakkan hak-hak yang sama di antara penduduk negeri. Partai juga menuntut perbaikan di bidang agraria dan pertanian dengan menghapuskan particuliere landerijen (milik tuan tanah) serta menasonalisasi industri-industri monopolistik yang menyangkut pelayanan dan barang-barang pokok kebutuhan rakyat banyak. Dalam bidang keuangan SI menuntut adanya pajak-pajak berdasar proporsional serta pajak-pajak yang dipungut terhadap laba perkebunan. Kemudian SI menuntut pemerintah untuk memerangi minuman keras dan candu, perjudian, prostitusi dan melarang penggunaan tenaga anak-anak serta membuat peraturan perburuhan yang menjaga kepentingan para pekerja dan menambah poliklinik dengan gratis.[28]

Dalam Kongres Nasional Ke II ini terlihat bahwa dalam tubuh SI ada kubu baru yang menyusup (infiltrasi) sehingga menjadi konflik antara kubu Islam versus kubu Komunis . (SI Cabang Semarang) dan dalam Kongres Nasional tahun 1919 terjadi puncak konflik . Komunisme pertama kali diperkenalkan oleh Hendricus Josephus Fransiscus Marei Sneevliet. Dia memulai karirnya sebagai seorang penganut mistik Katholik tetapi kemudian dia beralih ke ide-ide sosial demokratis revolusioner. Sneevliet datang ke Hindia pada ahun 1913 setelah mengalami masa ramai dan penuh angin topan di SDAP (Sociaal Democratische Arbeiders Partij) dan gerakan-gerakan buruh yang mempunyai hubungan dengan SDAP, kemudian dia menjadi simpatisan SDP (Sociaal Demokratische Partij), perintis Partai Komunis, pecahan SDAP. Dia kemudian bertindak sebagai agen Komunis Internasional (Komintern) di China dengan nama samaran G. Maring. Kemudian dia menetap di Surabaya selama dua bulan dan menjadi pemimpin redaksi Handelsblad, kemudian menjadi sekretaris Kamar Dagang di Semarang. [29] Di Semarang Sneevliet mendirikan VSTP (Vereeniging Spoor en Tramwegpersoneel) Serikat Buruh dan Trem sebuah gerakan radikal dimana ia kelak bertemu dengan Semaun, sebelum ia memprakarsai berdrinya ISDV (Indsche Sociaal Democratische Vereniging) bersama Ir. Adolf Baars.[30] Partai kecil beraliran kiri ini dengan cepat akan menjadi partai komunis pertama di Asia yang berada di luar Uni Soviet.[31] Sejak datang ke Hindia dia sanga tertarik dengan gerakan-gerakan buruh, untuk menjalin hubungan dengan gerakan politik Indonesia, ia mulai menerbitkan Het Vrije Woord (Kata yang bebas). Anggota ISDV pada mulanya hampir seluruhnya orang Belanda, kemudian sekitar tahun 1914-15 partai ini menjalin persekutuan dengan Insulinde (Kepulauan Indonesia), sebuah partai yang didirikan tahun 1907 dan setelah tahun 1913 menerima sebahagian besar anggota Indische Partij yang berkebangsaan Indo-Eropa yang radikal.[32] Tetapi organisasi ini bukanlah merupakan media ideal bagi ISDV untuk meraih rakyat sebagai basis utamanya, oleh sebab itu ISDV mulai berpaling ke SI.[33] Pemimpin-pemimpin muda SI yang radikal di tarik oleh Sneevliet dan Baars ke ISDV dan dimatangkan dalam arti sosialis-revoluioner. Orang terpenting dari kelompok ini adalah Semaoen yang sangat berjasa bagi organisasi SI cabang semarang melalui garis sosialis.[34], juga Alimin di Batavia (Jakarta)[35].

Sebelum diselenggarakan Kongres Nasional SI Pertama di Bandung, sejumlah aktivis ISDV bangsa pribumi sudah bergerak secara aktif di SI dan Semaun hadir pada saat itu.[36] Deliar Noer menyatakan bahwa tujuan ISDV ialah memancing rakyat banyak untuk memperoleh dukungan-dukungan kepemimpinan mereka dalam rangka pergerakan rakyat pada umunya. Mereka merasa cukup apabila kepercayaan rakyat terhadap Sarekat Islam goncang. Sebagaimana yang dikatakan Adolf Baars,“…Kami tahu…perdebatan ini telah menyebabkan kebingungan yang besar di kalangan orang-orang Indonesia…dan bahwa masalah ini banyak diperkatakan. Dengan itu saja, tujuan kita pun telah berhasil”.[37] Kegiatan ISDV di dalam lingkungan Sarekat Islam mengoncangkan partai seperti dalam masalah-masalah Indie Weerbaar, Volksraad dan perburuhan.[38] Para pemimpin SI yang anti komunis menaruh curiga bahwa kegiatan-kegiatan ISDV mendapat sokongan dari pihak pemerintah Belanda dalam rangka usaha untuk mencegah pengikut partai yang tumbuh cepat dan hal ini telah menyebabka timbulnya ketakutan di kalangan orang Belanda. Abdul Moeis menulis bahwa Sneevliet seolah-olah dikirim dengan sengaja oleh pemerintah Belanda untuk memecah gerakan rakyat yang merupakan bahaya besar bagi tanah air Belanda.[39]

Pengaruh kiri ke dalam Sarekat Islam semakin bertambah besar, jumlah anggota SI Semarang berkembang pesat mencapai 20.000 orang pada tahun 1917 dan di bawah pengaruh Semaoen mengambil garis keras anti kapitalis yang kuat. Cabang ini semakin hari semakin lantang menyerang SI terutama masalah Indie Weerbaar dan Volksrad sebagaimana telah dijelaskan, dan dengan sengit menyerang kepemimpinan Central Sarekat Islam, terutama terhadap Salim dan Moeis.[40]Pada bulan November 1918 Sneevliet dibuang, sementara Adolf Baars pulang pada bulan Maret 1919. Kepergian pemimpin-pemimpin Belanda menjadikan Semaoen dan Dharsono yang terkenal mahir dalam teori, tampil sebagai pemimpin. Fokus policy-nya adalah hubungan dengan Sarekat Islam, dalam hal ini masalah infiltrasi untuk menancapkan pengaruh dalam SI.[41] Pada tahun 1918, Semaoen terpilih sebagai pengurus pusat CSI. Pada masa itu SI cenderung terwarnai oleh pentolan-pentolan ISDV,[42] kegiatan pun bergeser kemasalah-masalah perburuhan. Pada kongres SI tahun 1918 disetujui mengenai pemogokan-pemogokan buruh yang teratur untuk memperbaiki nasib, mencari keadilan dan melawan pebuatan sewenang-wenang (dan) akan memajukan ikhtiar kaum buruh buat memperbaiki nasib, mencari keadilan dan melawan perbuatan sewenang-wenang itu untuk menegakkan keadilan dan untuk menghapuskan tindakan-tindakan sesuka hati.  Partai  juga akan  membantu pemogokan–pemogokan. Pada kongres tahun 1919 partai memberikan pengarahan tentang cara-cara mogok, dimana pemogokan hanya dilakuakan apabila cara-cara damai tidak berhasil dan apabila menurut perhitungan kemenangan dapat diraih oleh pihak buruh. Pemogokan pada mulanya harus dibatasi pada suatu tempat, kemudian diperluas ketempat lain dan pada akhirnya seluruh Tanah Air, bergantung kepada perlu tidaknya tekanan ditingkatkan sebagai sokongan terhadap tuntuan pekerja.[43]

Pada Kongres Nasional SI ke VII Oktober 1921 di Surabaya tersebut SI Merah (Komunis) secara organisatoris dikeluarkan dari tubuh SI. Kubu Komunis Yang dikeluarkan dari kubu SI (SI Putih) tahun 1921 menjadi PKHT dan pada tahun 1924 M menjadi PKI. Berontak tahun 1926 dan 1927 di Sumatra, 1948 di Jawa/Madiun, 1965 G30S di Jakarta.

Komunisme bagi Sarekat Islam seperti duri dalam daging, semenjak awal datangnya faham ini membidik SI sebagai sasaran untuk mensosialisasikan ide-idenya. Sarekat Islam yang berbasis rakyat kecil, adalah lahan subur bagi komunisme. Ketika Sun Yat Sen memimpin revolusi cina, Lenin sangat terkesan dan menaruh harapan besar bagi perkembangan komunisme di Asia.  Oleh sebab itu Lenin memerintahkan kontak yang lebih dekat dengan gerakan emansipasi di Timur khususnya negeri-negeri yang dipengaruhi Hinduisme. Perkembangan yang ‘menggembirakan’ komunisme di Asia digambarkan lewat ungkapan Lenin yang dicatat oleh G. Sinovjet dalam Die Weltpartei des Leninismus: “Apa yang terjadi di Barat memang sangat penting, tetapi apa yang terjadi di Timur lebih penting, karena membuka jalan untuk berreovolusi”.[44] Revolusi Rusia (revolusi Bolsjewik),  pada tahun 1917, memberikan dorongan kaum komunis diseluruh dunia untuk menyusun langkah-langkah menuju revolusi dunia.  Pada tahun 1918 SDAP  mentransformasikan dirinya menjadi Parati Komunis Belanda.

Upaya-upaya untuk mengeluarkan orang-orang Komunis diprakarsai oleh Agus Salim dan Moeis yang memandang bahwa perbedaan antara yang terjadi adalah perbedaan prinsip. Oleh sebab itu Komunisme merupakan tantangan utama bagi Sarekat Islam dalam bidang ideologi.  Neratja edisi 18 Oktober 1921 memuat tulisan Agus Salim yang menyatakan bahwa tindakan disiplin haruslah juga diambil terhadap PKI (Partai Komunis India; maksudnya Hindia) karena hal ini sangat perlu untuk menegakkan dasar partai, yaitu Islam. Panetrasi dassar-dasar bukan Islam mengakibatkan partai melemah. Kemudian Salim berkeyakinan bahwa tidak perlu mencari isme-isme lain yang akan mengobati pergerakan, obatnya ada dalam asasnya sendiri, asas yang lama dan kekal yang tidak dapat dimubahkan orang sunggupun sedunia memusuhi dengan permusuhan lain atau tazim, asas itu adalah Islam.  Segala kebajikan yang terdapat dalam suatu isme, ada dalam Islam dan sesuatu kecelaan atau kenistaan dalam suatu isme tidak terdapat dalam Islam.[45]

Kongres Nasional VII digelar di Surabaya dihadiri oleh 36 cabang SI.[46] Tjokroaminoto tidak hadir pada kongres tersebut, sehubungan dengan penahanan yang dilakukan pemerintah Belanda dengan tuduhan bahwa Tjokroaminoto telah memberikan keterangan palsu dalam kasus afdeiling B.

Seamoen dan Tan malaka berusaha mempengaruhi keputusan sidang agar tidak menyetujui kebijakan disiplin partai, melalui pidatonya yang masing masing diberi waktu lima menit. Pada pidatonya Tan malaka menyatakan sebagai berikut :

“Saya telah mengemukakan berbagai hal yang sama-sama ada pada PKI dan CSI. Saya menunjuk persatuan antara kalangan Muslimin di Kaukasus, Persia, Bukhara dan daerah-daerah lainnya dengan kaum Bolsycwik. Persatuan dengan kaum buruh Islam itu dianggap oleh kaum kapitalis Inggris sebagai suatu bahaya bagi penindasannya. Itulah sebabnya  Pemerintah Inggris sampai minta dua kali dengan sangat kepada pemerintah Soviet  menghentikan propagandanya di negara-negara Islam. Ini menggambarkan betapa sadarnya   kaum Islam di luar  Hindia dan benar-benar memahami siapa kawan dan siapa lawan mereka di dunia ini. Dikongres saya minta pemimpin-pemimpin CSI membujuk anggotanya supaya tidak mau menerima disiplin partai.”[47]

Pada tahun 1921 M  HOS Cokroaminoto ditangkap dan ditahan oleh Belanda. Penahanan terhadap Tjokroamnoto terjadi dilatarbelakangi peristiwa-peristiwa kerusuhan di Toli-toli, Sulawesi yang mengakibatkan ditangkapnya  Moeis dengan tuduhan telah Mengadakan provokasi terhadap masyarakat Sulawesi. Kemudian kejadian berdarah di Cimareme pada tanggal 7 Juli 1919.[48]

Pada pemeriksaan mengenai kasus tersebut terungkap suatu organisasi rahasiah bernama Sarekat Islam Afdeling-B. Beberapa pengurus SI, seperti Sosrokardono dituduh terlibat dalam perkara tersebut.[49] Kemudian Tjokroaminoto ditangkap pada bulan September 1921 dengan tuduhan memberikan keterangan palsu pada pengadilan Sosrokardono. Tjokroaminoto dibebaskan pada bulan April 1922.[50]

Penangkapan serta penahanan terhadap Tjokro ini mendapat reaksi keras bahkan dari kalangan pers Belanda dan Dewan Rakyat yang menyatakan bahwa tuduhan itu adalah rekayasa dengan tujuan memfitnah.

Bersambung bagian 2….


[1] R.M.H Oemar Said Tjokroaminoto lahir di Desa Bakur (Ponorogo/Madiun) pada tanggal 16 Agustus 1882 anak kedua dari keluarga R.M. Tjokroamiseno (Bupati Kletjo (Madiun), Kakeknya R.M. Adipati Tjokronegoro pernah menduduki jabatan-jabatan penting diantaranya sebagai bupati di Ponorogo. Oleh karena jasanya pada negeri, ia dianugrahi bintang jasa Ridder der Nederlansche Leeuw. R.M. Adipati Tjokronegoro adalah putera seorang Ulama yang bernama Kiai Bagoes Kasan Besari yang memiliki pondok pesantren di Desa Tegal Sari, Kabupaten Ponorogo, Karesidenan Madiun, Jawa Timur yang kemudian memperistri seorang putri dari Susuhunan II. Dengan perkawinannya itu, dia menjadi keluarga Keraton Surakarta. Tjokroaminoto menjalani pendidikan terakhirnya adalah O.S.V.I.A di Magelang pada usia 19 Th sebuah pendidikan untuk anak-anak priyai. (Sumber Amelz, HOS Tjokroaminoto Hidup dan Perjuangannya Jilid I, Jakarta: Bulan bintang, 1952 dan Anhar Gonggong, H.O.S Tjokroaminoto, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985)

[2] Pada tanggal 13 mei 1912 tiga orang delegasi Sarekat Islam Solo mengunjungi Surabaya untuk keprluan organisasi dan  menemui Tjokroaminoto agar beliau bergabung dengan organisasi untuk memperkuat jajaran pengurus SI. Pada saat itu Tjokroaminoto sedang bekerja pada sebuah perusahaan Gula di luar kota Surabaya. Menurut keterangan yang diperolrh Deliar Noer, para pemimpin SI di Solo membayar ganti rugi perusahaan dimana Tjokroaninoto bekerja agar kontrak kerjanya diputus dan kemudian menjamin sepenuhnya nafkah hidup apabila beliau mau bergabung dengan SI

[3] Beberapa alasan yang menyebabkan SI mengajukan pengakuan badan hukum, antara lain: Pertama agar SI mempunyai wewenang untuk melakukan tindakan hukum perdata. Kedua, pengakuan badan hukum dianggap sebagai persetujuan resmi pemerintah terhadap perkumpulan yang bersangkutan (banyak pegawai renda pemerintah yang bersimpati tidak berani masuk SI karena takut ditindak oleh para atasan mereka). Ketiga, sulit bagi suatu perkumpulan yang tidak diakui untuk mengadakan rapat (Peraturan Kepolisian Umum Untuk Hindia Belanda menetapkan bahwa perkumpulan yang tidak diakui sebagai badan hukum memerlukan izin tertulis dari Penguasa setempat untuk mengadakan rapat atau berarti tidak boleh mengadakan rapat). Korver, 1985 hal 29-30.

[4] Pringgodigdo, Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia, Dian Rakyat, Jakarta:1994.  hal.6

[5] Lihat Mansur:1995, hal 142; Dalam penerbitan Kementrian penerangan Republik Indonesia PEPORA No. 8 dengan judul Kepartaian di Indonesia, mengenai PSII dikemukakan sebagai berikut: “Sekalipun pada saat itu banyak perhimpunan lainnya di lapangan sosial ekonomi, tetapi SDI  adalah pertama-tama yang menginjak lapangan politik. Nama SDI diganti dengan SI (Sarekat Islam) saja. Ringkasnya pada tahun 1911 SDI bergerak di lapangan sosial ekonomi. Satu tahun kemudian,  tahun 1912 namanya berobah menjadi SI dan geraknyapun trang-terangan di lapangan politik.” Dalam A. Ghani, hal 7.

[6] Perubahan nama dari SDI ke SI, menurut Abdul Azis Thaba, MA. Dalam Islam dan Negara terjadi pada tanggal 11 November 1911 dalam suatu pertemuan di Solo, hal.142.

[7] Abdul Azis MA.1996, hal 141.

[8] Dalam Abdul Azis Thaba MA, 1996 hal 141.

[9] Korver, hal.22

[10] Utusan Hindia , 7 Maret 1912; Dalam Deliar Noer, hal 126

[11] Korver,op.cit. hal 50

[12] POKT (Persoverzicht in het Koloniaal Tidjschrift) 5 (1916) hal 86, dalam Korver, op.cit. hal 54.

[13] Korver, op.cit, hal 54

[14] Korver, op.cit. hal 57

[15] Korver, op.cit. hal 58

[16] Korver,op.cit. hal 60

[17] Menurut Korver jumlah anggota SI seluruhnya pada periode 1912-16 ditaksir sekitar 700.000 anggota   dengan 180 cabang. Korver, op.cit. hal 195. Lihat juga Priggodigdo, op.cit. hal 7, menyatakan jumlah anggota SI sampai tahun 1916 mencapai 800.000 anggota.

[18] Pringgodigdo,   op.cit. hal 6 menyatakan bahwa jumlah SI  pada tahun 1919 mencapai 2 juta orang.

[19]Cabang-cabang SI sampai tahun 1916 telah dibuka di: Banten (1914) yaitu: Serang, Labuan dan Rangkasbitung. Jakarta (1913), meliputi: Jakarta, Tangerang, Jatinegara dan Bogor. Priangan, meliputi: Bandung, Cimahi, Cianjur, Sukabumi, Tasik Malaya, Cikalong Kulon, Majalaya dan Manonjaya. Cirebon: Cirebon, Indramayu, Ciamis, Majalengka, Kuningan, Jatibarang,Karangampel dan Losarang. Tegal (1913): Tegal, Pemalang, Brebes dan Patarukan. Banyumas (1913): Banjarnegara, Purbolinggo, Cilacap, Sukaraja dan Purwokerto. Pekalongan (1913) : Pekalanongan dan Batang. Bagelan (1913): Wonosobo, Kutoarjo, Purworejo, Gombong dan Kebumen. Kedu (1913): Parakan, Muntilan, Tumanggung dan Magelang. Semarang (1912): Kdus, Demak, Purwodadi, Semarang, Sukaraja, Salatia, Kendal, Ambarawa, Pati, Jepara, Godong dan Kaliwungu. YogyakartaSurakarta(1912): Surakarta, Sragen, Boyolali, Klaten, Batureno, Karanganyar, Delanggu dan Selo. RembangMadiun (1912): Madiun, Ngawi, Ponorogo, Magetan dan Pacitan. Kediri (1913): Kediri, Tulungagung, Gurah, Blitar, Pare, Nganjuk, Kertosono, Padangan dan Wlingi. Surabaya (1912): Surabaya, Sidoarjo, Jombang Mojokerto, Gresik, Sidayu dan Babad. MaduraPasuruan (1913): Malang, Bangil, Kapanjen dan Pasuruan. Probolinggo (1914): Probolinggo, Kraksaan, Paiton, Lumajang dan Gading. Besuki (1913): Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Besuki dan Kalisat. Bali (1915): Jembrana. Distrik Lampung (1914): Telukbetung, Sukadan, Kota Bumi, Mangala, Aji Kagungan dan Negara Tulung Bawang. Bengkulu (1914): Bengkulu dan Kroe. Palembang (1915): Palembang, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, Pagar Alam, Muara Bliti, Pulau Panggung, Menanga, Burai dan Batu Raja. Jambi (1916): Jambi, Muara Tembesi, Muara Tebo, Bangko dan Sarulangun Jambi. Riau (1914) : Indragiri. Sumatra Barat (1916) : Padang. Tapanuli (1916): Sibolga Padang Sidempuan, Barus dan Gunung Sitoli.  Sumatra Timur (1914): Medan, Labuan Bilik, Serdang, Langkat, Tanjung Balai dan Tebing Tinggi. Aceh (1915): Kota Raja, Singkel dan Sinabang. Kalimantan (1913): Samarinda dan Banjarmasin. Kalimantan Tenggara (1914): Negara, (1913): Yogyakarta dan Kretek. (1913): Rembang, Bojonegoro, Tuban, Cepu, Sidorejo, Blora, Randublatung, Jatirogo, Lasem dan Singgahan. (1913): Sepanjang, Sampang, Sapudi, Bangkalan, Sumenep, Pamekasan dan Prenduan. Kendangan, Barabai, Pasir, Kota Baru, Pleihari, Martapura, Muara Tewe, Alibiyu, Amuntai, Rantau, Sampit, BakumpaiParingin, Klua, Balikpapan, Tenggarong, Kota Waringin dan Tabalong. Kalimantan Barat (1915): Pontianak dan Sulawesi (1914): Ujung Pandang (Makasar) dan Donggala. Korver, Op. Cit. Hal 227-230.

[20] Lihat Deliar Noer, op. Cit. Hal 126

[21] Idem

[22] Deliar Noer, op, cit hal 126-127. Lihat juga Korver op.cit hal 58-59. Mansur, op.cit hal 200.

[23] Korver op.cit hal 270

[24] Dari berbagai literatur, penulis menemukan bahwa kongres yang I (pertama) diselenggarakan di Bandung pada tahun 1916. Pendapat tersebut dikemukakan sebagai berikut: Mansur, dalam buku ‘Menemukan Sejarah, 1996, hal 192 dan198. Deliar Noer, dalam Gerakan Modern Islam di Indonesia, edisi terjemah,1982, hal 126,142, kongres ke II tahun 1917. Ape Korver, op. Cit hal 59, 63. Pringgodigdo, dalam Sejarah Pergerakan Rakyat Indonesia, hal 7, sedangkan Kongres Nasional ke II diselenggarakan di    Jakarta 20-27 Oktober 1917 dan ke III di Surabaya 29 September-6 Oktober 1918.

[25] Deliar Noer, op. cit, hal 127.

[26] Program Asas ini konon didikte oleh Rosululloh dalam mimpi.

[27] Tafsir Program-Asas P.S.I.I , hal 3 dan 4.

[28] Deliar Noer, op.cit, hal 128-129

[29] Harry A. Poeze, Tan Malaka-Pergulatan menuju Republik, Jakarta, 1988, hal 165. Lihat juga, Korver, op,  cit, hal 6. Deliar Noer, hal 136. Ricklefs, hal 260

[30] Harry A. Poeze, op, cit, hal 165.

[31] Ricklefs, op.cit, hal260.

[32] Riklefs, op. cit hal 261. Deliar Noer menyebutka bahwa ISDV awalnya dihuni oleh orang-orang Indo-Eropa yang tidak bersifat Komunis, tetapi kemudian organisasi ini mempopagandakan ide Sosialis dan mengubah dirinya menjadi perkumpulan Komunis setelah brhasilnya Revolusi Rusia.op. cit hal 136. Lihat juga A.Poeze, op, cit hal 166.

[33] Pringgodidgo menyatakan bahwa usaha-usaha yang dilakukan ISDV dalam rangka merekrut anggota memakai organisasi lain sebagai perantara. Karena dia sendiri tidak bisa bersandar pada rakyat umum. Anggota-anggota orang Belanda mendekati serdadu-serdadu Belanda (Sneevliet), serdadu-serdadu Angkatan Laut (Bansteder) dan Pegawai Negri sipil didekati oleh A.Baars, sementara anggota-anggota bangsa Hindia disusupkan ke SI untuk mendekati rakyat (Semaun). Op. cit. Hal 28.

[34] Poeze, op, cit hal 166.

[35] Alimin, lahir 1889 adalah generasi permulaan dari kaum komuis Indonesia selain Muso, Ngadiman dan Sardjono. Alimin memasuki Budi Utomo dan Saerkat Islam. Tahun 1910 muncul Insulinde yang merupakan organ sayap kiri Budi Utomo. Aliminlah penanggung jawab majalah kepunyaan Insulinde di Batavia dan merupakan anggota Komite Pimpinan Sarekat Islam. Ia kemudian menjadi pimpinan Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda yang terbentuk tahun 1914 dan menjadi Sekjennya di Batavia. Setelah Persatuan Demokrat berubah menjadi Partai Komunis Indonesia tahun 1923, Bulan Desember 1924 ia diangkat menjadi anggota pimpinan PKI. Setelah gagal dalam pemberontakan akhir tahun 1926- awal 1927, Alimin beserta Muso tak bisa kembali ke Indonesia setelah sebelum pemberontakan ia ditugaskan untuk meminta nasehat Intenationale. Setelah mengalami berbagai peristiwa ia balik ke Moskow. Partai Komunis dilarang. (Prisma No.8 Tahun 1979, Hal 50)

[36] A.Poeze, op, cit hal 166.

[37] Deliar Noer, op. cit hal 134.

[38] Infiltrasi yang dilakukan oleh ISDV mengakibatkan gerakan SI berubah, yang tadinya berpusat pada usaha menanamkan kesadaran politik dan ekonomi nasional terhadap rakyat, setelah ada serangan dari pihak Semaoen dkk. Maka para pemimpin SI berkonsentrasi menghadapi serangan ini agar cita-cita pergerkan tetap dalam jalur yang benar. Mansur, op. cit. Hal 251. Lihat juga Pringgodigdo yag ,enyatakan pengaruh ISDV membuat SI cenderungnke kiri, di samping pengaruh sifat penjajahan yang ber arti oleh bangsa untuk bangsa asing. Op.cit. hal. 8-9.

[39] Deliar Noer, op. cit. Hal 136.

[40] Ricklefs, op. cit. Hal 263.

Serangan balasan dilakukan Agus Salim dalam Neratja edisi 1 Oktober 1917, menulis:

“Adalah suatu kaum yang harus kita jauhkan dari pada pergerakan kita, suatu kaum yang hendak menerbitkan perceraian antara bangsa kita yaitu kaum yang hendak membagi bangsa kita atas‘kaum pekerja’ dengan ‘kaum bermodal’. Kaum itu alah kaumnya membatalkan hak milik, yang memakai nama ‘socialist’yang dibangunkan dan dikembangkan dalam ngri ini oleh tuan-tuan Seneevliet, Baars dan lain-lain….kaum socialist itu membuta tuli saja hendak memindhkan sengketa dan perselidihan di rumah tangganya (Eropa) ke Tanah Air kita,padahal suatu pun tidak ada sebabnya bagi kita akan bersebgketa atau berselisih dalam rumah tangga kita”. Deliar Noer, hal. 133

[41] Sejak Revolusi Rusia pada tahun 1917, ISDV menjadi badan Komunis yang nyata. Pada akhir tahun 1917, ISDV telah menghimpun 3.000 orang sedadu dan kelasi ke dalam sovie-soviet, terutama di pelabuhan Surabaya. Lhat Ricklefs, op..cit. hal 265.

[42] Meminjam istilah Pringgodigdo yang menyatakan bahwa SI pada masa itu ‘bergeser ke kiri’. Pengaruh pentolan ISDV, juga tercermin dalam Anggaran dasar CSI sebagai sala h satu dasarnya yaiu perjuangan menentang kapitalisme berdosa. Pringgodigdo, op. cit. Hal. 8, 28. Lihat juga Ricklefs, hal 262-263, A. Poeze, op.cit. hal 167.

[43] Deliar Noer, op. cit. Hal. 135.

[44] Dalam Mansue, op. cit. Hal 215.

[45] Dalam Deliar Noer, op. cit hal 138-139

[46]Berkurangnya jumlah peserta yang hadir pada kongres ini dibanding kongres-kongres sebelumnya,    sebahagian disebabkan kesukaran keuangan (seringnya kongres diadakan dengan sendirinya merupakan beban yang berat bagi para anggota dalam hal keuangan). Disamping itu reaksi represip Pemerintah Belanda dalam menghadapi kecenderungan kekerasan politik yang terjadi pada saat itu, menyebabkan para pendukung partai merasa tertekan dan takut. Faktor  lain yang sangat berpengaruh adalah konflik elit partai yang menjurus pada hal-hal yang bersifat pribadi, telah turut pula merenggangkan ikatan kepemimpianan terhadap pengikut massa pengikut yang mulai mempertanyakan hubungan mereka terhadap partai. Hal ini juga suatu bukti bahwa, penetrasi golongan Komunis yang beroperasi sejak tahun 1914 telah berhasil memecah kekuatan SI. Lihat Deliar Noer, op cit  hal 141

[47] Total waktu brbicara bagi golongan komunis pada kongres ini adalah 15 menit, lima menit untuk Semaoen, lima mnit untul Tan Malaka dan lima menit untuk wakil komunis cabang selain Semarang.Hal ini berbeda dengan masa-masa sebelumnya dimana golongan Komunis bebas berbicara tanpa dibatasi waktu dan materinya. Sebelum naik ke mimbar ketua panitia mengingatkan kepada pihak Komunis untuk tidak melakukan propaganda Komunis. A.Poeze,op.cit.hal 205.

[48] Peristiwa Cimareme terjadi ditengah-tengah ancaman kelaparan yang mengancam pulau Jawa, untuk mengatasi bahaya kelaparan tersebut Pemerintah Belanda mengambil kebijakan untuk mengambil beras dari para petani dengan jumlah tertentu. Tetapi dalam tehnis pengambilan beras tersebut tidaklah sesuai dengan ketentuan, melainkan sesuai dengan para pejabat setempat yang berbua sewenag-wenang. Bahkan pengambilan beras seringkali tidak memakai tanda terima, sehingga penyerahan beras dilakukan beberapa kali.

Haji Hasan seorang penduduk berusia 86 tahun, menolak meyerahkan jatah beras dengan alasan jatah beras tersebut untuk menghidupi sejumlah orang yang harus diberi makan. Pada bulan April dia memohon kepada pemerinah untuk mengurangi jumlah padi yang harus diserahkan, tetapi Bupati menolak dan mengutus Wedananya untuk tetap mengambil berdasarkan jumlah yang telah ditentukan.

Pada tanggal 7 Juli 1919, datanglah Wedana dan para pamongnya. Haji Hasan bersama keluarga dan warga setempat berbaris dengan pakaian putih dan menolak menyerahkan padi, kemudian Wedana melaporkan hal ini kepada Residen dan Bupati bahwa masyarakat di kampung Cimareme mau menyerang para Pejabat Pemerintah. Tidak lama kemudian datanglah Residen dengan 30 orang polisi, kemudian Bupati yang juga datang menyita keris dan baju Haji Hasan dan warganya. Karena Haji Hasan dan Warganya tidak mau beranjak dan membubarkan barisannya, Residen menyuruh polisi untuk menembak barisan tersebut. Maka empat orang tewas seketika, 20 orang luka berat, 30 petani ditangkap serta sebahagian lain berhasil melarikan diri. Lihat Deliar Noer, op.cit.hal 215-216. Ricklefs, op.cit. hal 263.

[49] Sosrokardono, Sekretaris CSI pada masa itu dituduh berpartisipasi dalam suatu organisasi yang mempunyai tujuan untuk melakukan kejahatan (maksudnya Afdeling-B, pen.). Diadili di Cianjur pada bulan November 1920, kemudian dijatuhi hukuman 4 tahun penjara. M.C. Ricklefs, berpendapat bahwa  Sosrokardono lah yang mendirikan Afdeling B atau Seksi B atau Sarekat Islam B suatu cabang revolusioner, pada tahun 1917. Ricklefs juga menyatakan bahwa penangkapan terhadap kasus Afdeling B, selain Sosrokardono ditangkap juga Alimin dan Muso dimana pada saat mereka adalah orang ISDV yang disusupkan ke SI. Pada tahun 1923, Sosrokardono dibebaskan, kemudian bersama Alimin dan Muso bergabung dengan PKI. Pada harian Kemajuan Hindia edisi 30 Agustus 1924 memuat berita bahwa Sosrokardono menaruh dendam kepada Tjokroaminoto dan bersama PKI menuduh beliau sebagai orang Pengecut. Ricklegs, op.cit. hal. 264,271. Noer, op.cit.hal. 218.

[50] Robert Van Niel, ‘Development of the Indonesian Elite in the Early Twentieth Century’, Desertasi Ph.D, Cornel Unversity,1954. Menyatakan fihak Belanda bertahan pada pendapat bahwa Afdeling-B adalah sebuah organisasi  rahasiah yang mempunyai tujuan untuk menggulingkan pemerintahan atau mau membunuh semua orang Eropa dan Cina. Sementara itu Neratja, edisi 24 Februari 1919 melaporkan mengenai sebuah pengumuman yang dikeluarkan oleh Central Sarekat Islam bahwa orang yang bernama Haji Ismail, Pemimpin Afdeling-B, pernah menjadi Ketua SI Manonjaya pada tahun1914. Afdeling B didirikan pada tahun 1917 oleh Haji Ismail dengan menempatkan para anggotanya pada disiplin keras. Kemudian pada tanggal 24 Februari 1919 Haji Ismail Mendatangi Tjokroaminoto dan menyatakan kesediannya dia dan para pengikutnya untuk menerima intruksi dari CSI. Tjokroaminoto, selakku Presiden CSI menolak tawaran tersebut disebabkan tidak mengetahui bentuk dari Afdeling B tersebut. Kemudian Neratja, edisi 29 November 1919 memuat laporan G.A.J. Hazeau, Penasihat Masalah-masalah Bumiputra, yang menyatakan bahwa Haji Hasan adalah musuh SI. Dalam Deliar Noer, op. cit. hal. 217.

17 comments on “Catatan Sejarah Syarekat Islam (Bag-1)

  1. alamendah
    September 18, 2010

    (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    referensinya komplit banget, Kang…

  2. blandhong
    September 19, 2010

    luar biasa tulisannya, layak masuk buku sejarah u smp/smu/generasi muda agar tak hancur lebur kepribadian dan hatinya seperti aku

    —————
    Kopral Cepot : Hatur tararengkyu apresiasinya … disekolah kita dipaksa “belajar” dan buku2nya dipaksakan untuk ‘diajarkan” sehingga yang tumbuh bukanlah kesadaran. Tulisan ini sekedar berbagi bagi yang “sadar” arti penting “belajar” terkhusus sejarah kita.

  3. Ping-balik: Catatan Sejarah Syarekat Islam (Bag-2) « Biar sejarah yang bicara ……..

  4. atmokanjeng
    September 21, 2010

    ijin shared di fb atmo kanjeng kopral

    ————-
    Kopral Cepot : Monggo silaken mas ;)

  5. blandong
    September 21, 2010

    maaf bung, sepertinya ada perbedaan asal usul hos cokroaminoto dgn tulisan yg sebelumnya ttg beliau, sblumnya dikatakan cucu dari adipati di jawa timur dan anak dari seorang wedana, sedangkan di sini cucu kiai hasan besari dan anak seorang adipati, mungkinkah krn dari perbedaan narasumber/pustaka bung kc? bung, sebaiknya perlu dituliskan juga tentang sejarah tionghoa di indonesia, karena yg berbahaya justru adalah para voc sang sumber planning, kalo tionghoa indonesia setahu saya cenderung beradaptasi dgn siapa yg memiliki kecenderungan memiliki kekuasaan riil di indonesia, artinya mereka lebih mudah condong beradaptasi dgn lingkungan sekitar, kalo seandainya saat ini terjadi ‘gesekan’2 dengan mereka lebih karena lihainya permainan para ‘VOC’ sehingga sebagian dari mereka cenderung ikut trend dunia dengan jadi maniak ‘VOC’, juga umat islam sama ada yg terbawa permainan para VOC sehingga salah satu akibatnya adalah terjadi pembenturan umat islam dengan institusi negara, justru yg harus selalu dikritisi adalah para oknum, bukan institusi vital negara karena bisa merusak kepentingan umat yg lebih besar, oknum2 yg memanfaatkan institusi2 negara lah yg harus di tangkal agar tak semakin menghancurkan umat dan kehidupan rakyat indonesia pada umumnya, ingat indonesia menjadi banyak incaran negara. setahu saya ada juga peranan tionghoa dalam penyebaran islam karena dunia perdagangan yg bebas dan relatif lebih damai secara aturan, artinya dimana bumi dipijak di sana pula langit dijunjung lain lubuk lain ikannya lain padang lain ilalangnya, lalu pemberontakan di jawa tengah ada kesatuan u melawan voc, kalo ga salah ttg sunan kuning, artinya strategi2 voc benar2 lihai dan benar2 melalui penelitian dan ga tanggung2. oke bung maaf kalo ada kata2 yg kurang berkenan, silakan perkataan dari saya dikoreksi dengan artikel2 kerennya! dan seperti biasa bung, aku harus kabur dan balik ke kandang yg dibuatin clanku sebelum ‘menggigit orang2 lain’ sembarangan, biasalah ada pembatasan akses internet ke sumber2 info islami dari ‘kamu tahu siapa’ thd orang2 kayak aku bekicot ato kura2 yg tertatih2 mengikuti jejak Rasulullah, agar ga jadi radikal dalam pendefinisian ‘mereka kamu tahu siapa’,hahahaha

    • kopral cepot
      September 21, 2010

      saya coba cek lagi silsilahnyah Tjokro dan menemukan data .. “Born in Madiun as the son of RM. Tjokro Amiseno (district chief of Kleco), grandson of RMA. Tjokronegoro (regent of Ponorogo), and grand-grandson of Kyai Bagus Kasan Besari of Tegalsari pesantren. According to his genealogy, his education was directed towards civil service eventually not his hope”
      Jadi Pak Tjokro adalah cicitnya Kyai Bagus Kasan Besari … tararengkyu koreksinya.

      btw … sejarah thionghoa di Indonesia menarik buat di sajikan… ada buku baru tentang Cheng Ho karya Tan Ta Sen Sejarawan Malaysia .. lagie di baca, moga bisa disajikan dilain kesempatan.

  6. blandong
    September 21, 2010

    wasalamualikum wr. wb.

  7. Ping-balik: G.I.A.T « Biar sejarah yang bicara ……..

  8. Ping-balik: Catatan Sejarah Syarekat Islam (Bag-1) « kubah idiologis…!!!

  9. Ping-balik: Catatan Sejarah Syarekat Islam (Bag-2) « kubah idiologis…!!!

  10. widodogb
    April 6, 2011

    trims. kang cepot. Ds Bakur adalah Kab Madiun. kemudian di tulis memperistri Putri Susuhunan II. tolong di cek kembali, karena Susuhunan Paku Buwono II raja Surakarta th 1750 an.

    ———–
    Kopral Cepot : “Kiai Bagoes Kasan Besari yang memiliki pondok pesantren di Desa Tegal Sari, Kabupaten Ponorogo, Karesidenan Madiun, Jawa Timur yang kemudian memperistri seorang putri dari Susuhunan II.” adakah yg salah ? mohon koreksinya … Hatur tararengkyu :)

  11. Ping-balik: Ngaji Tjokro di Tempo « Biar sejarah yang bicara …….

  12. Ping-balik: Catatan Sejarah Syarekat Islam (Bag-1) « MANCIB_SEJARAH

  13. Ping-balik: Catatan Sejarah Syarekat Islam (Bag-1) « MANCIB_SEJARAH

  14. Ping-balik: Catatan Sejarah Syarekat Islam (Bag-2) « MANCIB_SEJARAH

  15. Iman Kamal Udin
    Agustus 3, 2012

    punten kang cepot . . .
    salam kenal abdi iman kamaludin orang bandung. . .
    hoyong belajar k kang cepot tiasa? ? ?

    ————–
    Kopral Cepot : Mangga tiasa… urang sami-sami diajar ;)

  16. Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
    Juli 15, 2015

    Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain mempercepat kebangkitan KAUM MUSLIM, memulihkan kejayaan KAUM MUSLIM, melindungi KAUM MUSLIM dari kesesatan dan memberi KAUM MUSLIM tempat yang mulia di akhirat. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada KAUM MUSLIM : yang hidup maupun yang mati, di dunia maupun di akhirat. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.
    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah
    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim
    Bismillahirrahmaanirrahiim
    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin
    Aamiin
    Bismillaahirrahmaanirrahiim
    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.
    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya semuanya.
    Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin. Shalaatan tunjinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaat. Wa tuthahhiruna bihaa min jamii’is-sayyi-aat. Wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaat. Wa tuballighuna bihaa aqshal-ghaayaati min jamii’ilkhairaati fil hayaati wa ba’dal mamaat.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya dan umatnya, shalawat yang dengannya kami selamat dari semua ketakutan dan bencana, dan Engkau sucikan kami dari semua kejahatan, Engkau angkat kami ke derajat yang tinggi di sisiMu, dan Engkau sampaikan semua cita-cita kami berupa kebaikan-kebaikan dalam hidup maupun sesudah mati.
    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa nuuril anwaar. Wa sirril asraar. Wa tiryaqil-aghyaar. Wa miftaahil baabil yasaar. Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadanil-mukhtaari wa aalihil-ath-haari wa ash-haabihil akhyaar. ‘Adada ni’amillaahi wa afdhaalih.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkah atas cahaya di antara segala cahaya, rahasia di antara segala rahasia, penetral duka, dan pembuka pintu kemudahan, junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, manusia pilihan, juga kepada keluarganya yang suci dan sahabatnya yang baik, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan karuniaNya.
    Allaahumma shalli shalatan kaamilah. Wa sallim salaaman taamman ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadanil-ladzii tanhallu bihil-‘uqad. Wa tanfariju bihil-kuruub. Wa tuqdhaa bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir-raghaa-ibu wa husnul-khawaatim. Wa yustasqal-ghamaamu biwajhihil-kariim. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi’adadi kulli ma’luumin laka.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan salaam yang sempurna pula, kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, yang dengan beliau itu Engkau lenyapkan kesusahan, Engkau tunaikan segala kebutuhan, dan diperoleh segala keinginan dan akhir hidup yang baik, serta diberi minum dari awan berkat wajahMu yang mulia. Juga kepada keluarganya, sahabatnya dan umatnya dalam setiap kejapan mata dan tarikan nafas, sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki.
    Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadinil-habiibil-mahbuub. Syaafil ‘ilali wa mufarrijil-kuruub. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi wa baarik wa sallim.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, kekasih dan yang dikasihi, (dengan izin Allah) penyembuh penyakit dan pelepas kesusahan, serta kepada keluarga, sahabat dan umatnya.
    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-awwaliin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-aakhirin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fin-nabiyyiin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-mursaliin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil mala-il a’laa ilaa yaumid-diin. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad di kalangan orang-orang terdahulu. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan orang-orang kemudian. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para nabi. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para rasul. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para arwah hingga hari kemudian, serta kepada keluarga, sahabat dan umatnya.
    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa ruuhi Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad fil arwaahi, wa ‘alaa jasadihil fil ajsaadi, wa ‘alaa qabrihi fil qubuuri. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada ruh junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di alam ruh, dan kepada jasadnya di alam jasad, dan kepada kuburnya di alam kubur. Dan kepada keluarga, sahabat dan umatnya semua.
    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ‘adada in’aamillaahi wa ifdhaalih.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya sebanyak jumlah nikmat Allah dan karuniaNya.
    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.
    Ya Allaah, berilah shalawat serta keselamatan dan keberkahan, untuk junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad SAW dan saudara-saudaranya dari para Nabi dan Rasul, dan istri-istri mereka semua, keluarga mereka, turunan-turunan mereka, dan sahabat-sahabat dari semua Nabi dan Rasul, termasuk Sahabat-Sahabatnya Nabi Muhammad semua dan semua yang terkait dengan Nabi Muhammad SAW.
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil jabbaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar ra-uufirrahiim
    Laa ilaaha illallah, subhaanal ghafuurirrahim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kariimil hakiim
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci raja yang maha suci
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha bijaksana
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mulia lagi maha bijaksana
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qawiyyil wafiyy
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal lathiifil khabiir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shamadil ma’buud
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghafuuril waduud
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal wakiilil kafiil
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kuat lagi maha memenuhi
    Tiada tuhan selain Allaah, yang maha halus lagi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang bergantung padanya segala hal lagi yang disembah
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha pencinta
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penolong lagi maha pelindung
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar raqiibil hafiizh
    Laa ilaaha illallaah, subhaanad daa-imil qaa-im
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal muhyil mumiit
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hayyil qayyuum
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal khaaliqil baari’
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengawasi lagi maha memelihara
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang hidup kekal lagi mengurus ciptaannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menghidupkan lagi mematikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus ciptaannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menciptakan lagi menjadikan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliyyil ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal waahidil ahad
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal mu’minil muhaimin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal habiibisy syahiid
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal haliimil kariim
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha tinggi lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha esa lagi tunggal
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memberi keamanan lagi maha memelihara
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhanyang maha mencintai lagi maha menyaksikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penyantun lagi maha mulia
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal awwalil qadiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal awwalil aakhir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanazh zhaahiril baathin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kabiiril muta-‘aal
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qaadhil haajat
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang pertama lagi terdahulu
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang awal dan yang akhir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang nyata lagi yang rahasia
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha tinggi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memenuhi semua keperluan
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ‘arsyil ‘azhim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahmaanir rahiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbiyal a’laa
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal burhaanis sulthaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas samii-‘il bashiir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menguasai singgasana yang besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pemurah lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha tinggi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki bukti kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mendengar lagi maha melihat
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal waahidil qahhaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliimil hakiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ghaffaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar ramaanid dayaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kabiiril akbar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha esa lagi maha mengalahkan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha bijaksana
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha pengampun
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha agung lagi maha besar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliimil ‘allaam
    Laa ilaaha illallaah, subhaanasy syaafil kaafi
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘azhiimil baaqii
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shamadil ahad
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ardhi was samaawaati
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha memeriksa
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menyembuhkan lagi mencukupi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha kekal
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang bergantung padanya segala hal lagi esa
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghafuurisy syakuur
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘azhiimil ‘aliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil mulki wal alakuut
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ‘izzati wal ‘azhamah
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil haibati wal qudrah
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha membalas
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki kerajaan bumi dan langit
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mempunyai pengaruh dan kekuasaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil kibriyaa-i wal jabaruut
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aalimil ghaiib
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hamidil majiid
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hakiimil qadiim
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki kebesaran dan kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menegtahui hal ghaib
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha terpuji lagi maha mulia
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan ang maha bijaksana lagi maha terdahulu
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qaadiris sattaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas samii-‘il ‘aliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘allaamis salaam
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikin nashiir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kuasa lagi maha mnutupi kesalahan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mendengar lgi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha damai
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha raja lagi maha penolong
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyir rahmaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qariibil hasanaat
    Laa ilaaha illallaah, subhaana waliyyil hasanaat
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shabuuris sattaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaana khaaliqin nuur
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha pengasih
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha dekat kebaikannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan maha menguasai kebaikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan maha penyabar lagi menutupi kesalahan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yan menciptakan cahaya
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil mu’jiz
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal faadhilisy syakuur
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil qadim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil jalaalil mubiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal khaalishil mukhlish
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha mengalahkan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha utama lagi maha berterima kasih
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha terdahulu
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang punya keluhuran lagi maha menjelaskan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha murni lagi memurnikan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shaadiqil wa’di
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal haqqil mubiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil quwwatil matiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qawiyyil ‘aziiz
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hayyil ladzii laa yamuut
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang benar janjinya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha benar lagi maha menjelaskan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang punya kekuatan lagi maha kokoh.
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha hidup lagi tidak mati
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘allaamil ghuyuub
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ‘uuyuub
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ‘aalamiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahmaanis sattaar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui yang ghaib
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yan maha menutupi semua cacat
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki ampunan lagi dimintai pertolongan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan semesta alam
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih lagi maha menutupi
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahiimil ghaffaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil wahhaab
    Laa ilaaha illallaah, subhaana qaadiril muqtadir
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ghufraanil haliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana malikil mulk
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penyayang lagi maha pengampun
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha agung lagi maha pemurah
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yangmaha kuasa lagi maha memberi kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki semua kerajaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal baari-il mushawwir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil jabbaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanallaahi ‘amma yashifun
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal jabbaaril mutakabbir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qudduusis shubbuuh
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menciptakan lagi memberi bentuk
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mulia lagi maha perkasa
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha membangga
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan dari apa yang dianggap oleh orang kafir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan dalam sosok dan sifat
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil malaa-ikati war ruuh
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil aalaa-I wanna’maa-i
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikil maqshuud
    Laa ilaaha illallaah, subhaana hannaanil mannaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan para malaikat dan ruh
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan pemilik tanda-tanda tinggi dan nikmat
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan raja yang menjadi tujuan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih dan pemberi
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina aadamu ‘alaihis salaam shafiyyullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina nuuhun ‘alaihis salaam najiyyulaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ibraahiimu ‘alaihis salaam khaliilullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ismaa-‘iilu ‘alaihis salaam dzabiihullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina muusaa ‘alaihis salaam kaliimullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina daawuudu ‘alaihis salaam khaliifatullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ‘iisaa ‘alaihis salaam ruuhullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina wa nabiyyina wa maulaana
    muhammadur rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Aadam AS pilihan Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Nuuh AS diselamatkan Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Ibraahiim AS teman dekat Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Ismaa-‘iil AS yang disembelih Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Muusaa AS yang diajak bicara oleh Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Daawuudu AS khalifah Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina ‘Iisaa AS ruh Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina wa nabiyyina wa maulaana Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam utusan Allaah
    Allaahummarhamnaa bibarakati tauraati sayyidina muusaa ‘alaihis salaam wa injiili sayyidina ‘iisaa ‘alaihis salaam wa zabuuri sayyidina daawuudu ‘alaihis salaam wa furqaani sayyidina wa nabiyyina wa maulaana muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam, birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.
    Ya Allaah, kasihilah kami dengan berkah Taurat Sayyidina Muusaa AS, Injil Sayyidina ‘Iisaa AS, Zabuur Sayyidina Daawuud AS dan al-Furqaan / al-Qur-an sayyidina wa nabiyyina wa maulaana Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam utusan Allaah, dengan kasihmu, yang maha penyayang. Dan segala puji bagi Allaah, tuhan semesta.
    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.
    Ya Allaah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang
    RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.
    Ya Rabb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.
    RABBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHAIRUL WAARITSIN.
    Ya Allaah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik-baik dzat yang mewarisi. (QS. Al-Anbiya-i’: 89).
    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.
    Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
    اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
    “Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.
    “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.
    “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaaf: 15).
    Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.
    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.
    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan KAUM MUSLIM. Pulihkanlah kejayaan KAUM MUSLIM, Lindungilah KAUM MUSLIM dari kesesatan dan berilah KAUM MUSLIM tempat mulia di akhirat.
    Ya Allaah, jadikanlah INDONESIA DAN DUNIA MUSLIM tetap dimiliki KAUM MUSLIM, Jadikanlah INDONESIA DAN DUNIA MUSLIM baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. Jadikanlah DUNIA NON MUSLIM dimiliki KAUM MUSLIM. Jadkanlah musuh Islam ditaklukan KAUM MUSLIM.
    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.
    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisab.
    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.
    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu akhir yang baik dan berlindung dari akhir yang buruk.
    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.
    Ya Allaah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan sorga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.
    Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.
    Ya Allaah, jauhkanlah bencana, wabah, kekejian, kekerasan dan cobaan – yang terlihat maupun tersamar – dari negeri kami khususnya dan dari dunia Muslim umumnya.
    Allaahumma ahlikil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.
    Ya Allaah, hancurkalah musuhmu, musuh agamamu, yaitu orang kafir, bid’ah dan musyrik.
    Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.
    Ya Allaah, cerai beraikanlah persatuan mereka, goyahkanlah keyakinan mereka.
    Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.
    Ya Allaah, masukkanlah kami melalui jalan yang benar, keluarkanlah kami melalui jalan yang benar, dan berilah aku kekuasaan yang menolong.

    YA ALLAAH, IZINKANLAH SEGALA NAMA DAN GELAR SAYYIDINA WA NABIYYINA WA MAULAANAA MUHAMMAD SHALLALLAAHU’ALAIHI WA AALIHI WA SHABIHI WA UMMATIHI WA BARAKA WAS SALLAM MEWUJUDKAN BARAKAH KE SEANTERO SEMESTA – KHUSUSNYA BAGI KAMI, KELUARGA KAMI DAN KAUM MUSLIM.

    YA ALLAAH, BERILAH KAMI DAN PEMILIK / ADMIN SITUS INI – SERBASEJARAH.WORDPRESS.COM – BARAKAH-MU MELALUI PERANTARAAN BERBAGAI TULISAN DALAM SITUS ” SERBASEJARAH.WORDPRESS.COM”.

    —— doa khusus untuk HOS TJOKROAMINOTO. Semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada BELIAU.

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHU WARHAMHU WA’AAFIHI WA’FU ‘ANHU
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHU WA LAA TAFTINNAA BA’DAHU WAGHFIRLANAA WALAHU
    ———————

    Ya Allaah, dengan hak yang kau berikan pada kalimah syahadat, Surah al-Fatihah, Doa Kanzul ‘Arsy dan shalawat, salam dan berkah semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam, kami mohon segala hal yang terbaik, segala hal yang terindah bagi semesta – khususnya kami, keluarga kami dan seluruh kaum Muslim.
    Ya Allaah, dengan segala hak yang kau berikan pada kalimah syahadat, Surah al-Fatihah, Doa Kanzul ‘Arsy dan shalawat, salam, berkah semoga selalu tercurah kepada Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam, kabulkanlah yaa Allaah segala doaku.
    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.
    Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka serta masukanlah kami ke surga bersama orang-orang baik.
    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.
    Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. Shalawat, salam dan berkah semoga dilimpahkan kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad s.a.w, atas keluarganya, sahabatnya dan umatnya semuanya.
    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.
    Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: