PKS Dis-Orientasikah ? ? ?

Kini, alhamdulillah, saya mulai bisa melepaskan PKS dari hati saya, dari pikiran saya, dan saya malah merasa plong. Selamat tinggal PKS. Pembicaraan dan pikiran mengenai PKS sudah sama sekali tidak menarik minat saya lagi, sudah sama seperti ketika membicarakan partai-partai politik yang lain. Dengan hati yang yakin, mantap dan ringan, dengan menyebut asma Allah Ta’ala, saya menyatakan menutup blog ini. (PKS Watch)

Di tahun 2006 saya pernah “dibisiki” seorang teman tentang blog yang bikin geger anak-anak PKS setidaknya ditingkat “akar rumput”, blog yang kemudian saya coba buka-buka karena penasaran ada apa di blog ini ?. “DOS” admin dari PKS Watch banyak menyajikan tulisan-tulisan yang saya yakin bisa “memerahkan telinga” para petinggi elit partai yang menjunjung tinggi “kepedulian”, “kebersihan” dan “profesional” dan juga tentunya pro dan kontra atas setiap tulisan dan komentar mewarnai blog dengan rating yang tinggi yang membuat iri para blogger di jamannya 😉 , saya juga sempet kepikiran untuk memiliki blog semacam ini hanya saat itu belum punya nyali 😛 .

Tanggal 21 Juni 2010 akhirnya “DOS” mengakhiri blognya dan tak ada tulisan-tulisan kritis yang menghiasi blog ini yang ada hanya satu tulisan untuk mengucapkan “Selamat Tinggal PKS dan PKS Wacth“. “Saya akan menghentikan blog ini kalau PKS kembali lurus atau sudah rusak parah, maka point kedua sudah terjadi. Inilah sebabnya saya buat tulisan ini, ini sebabnya saya kemudian memutuskan untuk menutup blog ini secara permanen, bukan dalam rangka pembekuan sementara”. Inilah yang menjadi alasan “DOS” untuk menutup blognya secara permanen.

“Kita harus masuk ke dalam parlemen agar orang-orang kafir jangan sampai menang dan membuat kebijakan yang merugikan umat Islam” . sebuah statement yang pernah saya denger di awal-awal reformasi ketika gerakan dakwah tertentu memilih jalur parlemen untuk melakukan sebuah perubahan.

Kini saya jumpai keluhan-keluhan diantara temen-temen PKS yang sudah “lelah” melihat kondisi partainya sekarang “Dulu saya aktif di PK. Sekarang, saya sudah muak. PKS tidak sama dengan PK. Militansinya jauh beda. Kualitas kader menurun jauh. Buat apa saya habiskan waktu dengan jamaah yang seperti ini?”

“DOS” dan tentunya yang lainnya pantas kecewa, karena hanya dalam waktu sepuluh tahun, PKS yang awal berdirinya menggunakan prinsip “al-hizbu huwal jama’ah, wal jama’ah hiyal hizb” (partai adalah jama’ah, dan jama’ah adalah partai), di mana PKS yang hakikatnya representasi Jamaah Ikhwan itu, kini telah mengambil jalan baru, yang ingin dicitrakan lebih inklusif, dan tidak eksklusif, kemudian memilih sebagai partai : terbuka.

Ketua Majelis Syuro Hilmi Aminuddin, menegaskan, inklusifitas yang dibangun PKS saat ini sebagai bagian dari konsekuensi pelaksanaan ajaran Islam. Ajaran Islam, kata Hilmi, harus menerima pluralitas sebagai kesadaran positif mendorong dinamika kehidupan.

“Inklusif ini bukan taktik atau strategi, tapi pelaksanaan ajaran Islam yang hakiki”, tegasnya. Hilmi Aminuddin, menambahkan, bahwa cita-cita untuk menjadikan PKS sebagai partai terbuka, sejatinya sudah sejak Munas di Bali tahun 2008.

Pernyataan yang lebih ambisius, secara ekplisit disampaikan oleh Sekjen PKS Anis Matta, yang menyatakan, “Kami harus mengadakan lompatan besar untuk masuk menjadi tiga besar pada pemilu 2014”, ujar Anis Matta.

“Parpol Islam harus tidak lagi menampilkan citra yang kaku, eksklusif dan ideologis, melainkan justru tampil segar, ringan, pluralis”, tegasnya.

“Isu ‘Negara Islam’ dan ‘Piagam Jakarta’ tak mampu menguatkan identifikasi pemilih muslim kepada parpol Islam. Perubahan substansial harus dilakukan parpol Islam”, tambah Fahri Hamzah, Wakil Sekjen PKS.

PKS memang bertekad melakukan perubahan mendasar dalam gerakan politiknya ke depan, dengan mulai membuka diri sebagai partai politik yang lebih terbuka dari berbagai kalangan. Hal itu terlihat dari sikap PKS yang ingin merangkul non-muslim, bukan saja sebagai anggota partai atau anggota legislatif, tetapi juga pengurus partai dari DPC hingga DPP. Ini terkait dengan langkah kebijakan yang menginginkan PKS menjadi partai tiga besar.

“Apapun agamanya (Yahudi, Nashara, Hindu, Budha) sepanjang memiliki garis perjuangan yang sama, adalah warga PKS”, kata Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq menjelang pembukaan Munas. (sumber)

Apa yang disampaikan oleh para petinggi partai diatas mendapat banyak kritikan oleh berbagai kalangan akan konsistensi partai yang mengusung  3 paradigma kepartaian yaitu sebagai “partai dakwah”, “partai kader” dan “partai nasional”.

Sekjen PKS Anis Matta mengatakan bahwa mereka ingin keluar dari tema-tema sempit, dalam rangka mengubah citra Islamis, dengan jargon “PKS Untuk Semua”. Ini bukan pertama kalinya diungkap oleh Anis Matta, PKSOnline tanggal 23 Januari 2009 juga mencatat pernyataan semacam ini dari Anis Matta, bahwa era politik aliran sudah berakhir. Lalu diperkuat lagi dengan pernyataan wakil Sekjen Zulkiflimansyah pada tanggal 30 Januari 2009, bahwa syariat Islam itu sudah agenda masa lalu.

Jadi misi-misi dakwah seperti pemurnian akidah tauhid, penegakan nilai syari’ah, adalah hal-hal yang sudah tidak relevan lagi buat PKS dan dianggap sebagai tema yang sempit. Nastaghfirullah, padahal tidaklah Allah Ta’ala mengutus para nabi dan rasul kecuali untuk tugas-tugas ini, tapi ternyata itu ditegaskan sebagai hal yang tidak relevan lagi oleh PKS.

Lalu dalam munas 2010 hal ini lebih ditegaskan lagi, sampai kepada masalah teknis seperti pengurus dari daerah hingga pusat yang tidak perlu berikrar syahadat lagi sehingga bisa diduduki oleh kalangan non muslim. Jelas ini sudah menyimpang sangat jauh.

Tujuannya sudah jelas, ingin mengubah diri menjadi partai “aliran tengah”, terbuka dan nasionalis. Hal ini dalam koridor hukum di Indonesia sah-sah saja. Tapi saya jadi merasa tertipu, karena dulu saya mendukung dan mencintai PKS karena adanya tujuan penegakan nilai-nilai Islam di Indonesia melalui koridor konstitusional, meskipun dengan cara yang lambat karena harus dibarengi dengan dakwah kepada masyarakat, bahwa masyarakat yang memilih PKS memang karena mereka menyadari pentingnya sebuah wasilah dakwah di ranah politik. (sumber)

Keterbukaan dan Keinklusifan PKS adalah pukulan telak dan tawa lebar penganut liberalisme. PKS memang telah terjajah wacananya. Kekeliruan PKS adalah kesalahannya merespon tantang kaum liberal yang menyatakan Islam itu sempit dan tidak maju. Syariat Islam adalah Fundamentalis dan moderat adalah humanis. Demokrasi adalah Hak Asasi Manusia, sedangkan Tauhid adalah anomali.

Kaum liberal dan musuh-musuh Allah, tahu betul bagaimana menundukkan Jamaah-jamaah Islam. Kegigihan mereka membaca buku dan diskusi, tinimbang kader PKS sendiri mungkin membuat mereka memiliki wawasan dalam mengaburkan definisi-definisi. Ini selaras seperti apa yang diungkap oleh Ahmad Thompson dalam bukunya Sistem Dajjal. Bahwa karakteritik sistem kafir ini ialah mengaburkan definisi Normal dan Abnormal. Legal dan illegal. Kaum muslim sebisa mungkin hanya menerima definisi dari Sistem Dajjal yang sesuai kepetingin sistem kafir tersebut.

Akhirnya, kita tanpa sadar tergiring mereduksi identitas muslim kita. Umat muslim seperti mengalami internal defeat dalam membuka lebar-lebar status keislamannya. Naudzubillah. Selanjutnya, berhubungan dengan terjajahnya PKS oleh Hegemoni Posmomodernime. Bisa terlihat dari ucapan Sekjen PKS dalam wawancara dengan Rahma Sarita dari Tv One. ”Bahwa diskusi Islam dan Nasionalis sudah selesai, kami tidak mau dibatasi pada hal itu, kami ingin melangkah maju menuju internasionalisme partai.” (Sumber)

Ketua Bidang Politik dan Legislatif Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Priyo Budi Santoso memperkirakan langkah Partai Keadilan Sejahtera memosisikan sebagai partai terbuka akan menuai risiko keluarnya sebagian pemilih konservatif.

Kalau hal itu sampai terjadi saya memperkirakan pemilih konservatif yang kecewa terhadap perpindahan posisi PKS akan mengalihkan suaranya ke partai Islam lainnya seperti PPP dan PKB.
— Priyo Budi Santoso

“Kalau hal itu sampai terjadi saya memperkirakan pemilih konservatif yang kecewa terhadap perpindahan posisi PKS akan mengalihkan suaranya ke partai Islam lainnya seperti PPP dan PKB,” kata Priyo Budi Santoso menjawab pertanyaan pers di Gedung DPR, Jakarta, Senin. Menurut dia, larinya sebagian pemilih PKS yang berpandangan konservatif karena menilai partai tersebut sudah tidak aspiratif lagi.

Selama ini, katanya, PKS dikenal sebagai partai Islam dan sangat kental dengan idiom-idiom Islam. Kalau sekarang PKS memosisikan sebagai partai terbuka dan moderat, maka dia memasuki wilayah nasionalis.

“Keinginan pimpinan PKS memosisikan diri sebagai partai terbuka guna mendapat dukungan lebih luas sah-sah saja, tapi dikhawatirkan justru akan membuat sebagian pemilihnya pindah ke partai Islam lainnya,” kata Wakil Ketua DPR ini. (sumber)

Terakhir saya mengambil catatan Mata Najwa dalam edisi Metamorfosa PKS, Mata Najwa memberikan catatannya :

“Sejarah kepartaian kita yang masih dilandasi  politik aliran membagi ideologi partai hanya menjadi dua saja kelompok nasionalis dan kelompok keagamaan. Pembagian kelompok itupun tak lagi hitam putih karena semua partai praktis menyebut diri sebagai PARTAI NASIONALIS-RELIGIUS untuk lebih menampakan wajah Indonesia. Ideologi atau azas apapun namanya Pancasila atau Islam, Sosialis atau Demokrat sudah tidak relevan lagi, karena para pemilih sudah semakin kurang  percaya kepada partai dan politisi.

Kini menjadi tanda tanya apakah yang dilakukan PKS hanyalah strategi politik semata yang sifatnya cuma sementara, yang dimotivasi kepentingan sesaat ataukah PKS sedang bermetamorfosa dari partai tertutup dengan agenda tertentu menjadi partai inklusif yang terbuka untuk semua kalangan ?. Yang jelas dalam kehidupan metamorfosa seharusnya menciptakan kepompong menjadi kupu-kupu, kecebong menjadi katak, atau serangga kecil menjadi serangga dewasa.

Namun metamorfosa politik terkadang tak ubahnya wajah seorang wanita yang dipoles pupur, gincu dan maskara untuk mengunjungi pesta, namun harus segera di cuci bersih saat tiba di rumah.

PKS yang mana? waktu yang akan menjawabnya…”

Catatan dari Kopral Cepot : Emang kalo mantan tukang dakwah jago berkilah … hanya patut diingat kita sedang membuat sejarah..  kata, hati dan langkah musti searah kalo enggak penonton bakal tertawa hua ha ha ha hah 😆

*sumber gambar voa islam.

71 Komentar

  1. chansky berkata:

    ketauan jg belangnya..kasian yg dah ketipu..
    lagian malu2 amat sih bilang pluralis,yg tegas donk.. pake bawa nama2 islam pula..

  2. nbasis berkata:

    mudah-mudahan tidak seperti digambarkan oleh tetangga “air di ember sendiri ditumpahkan karena yakin hujan lebat segera turun mengingat di langit ada mendung”.
    memang seh, bagi banyak orang lebih nyaman menjadi sahabat Obama ketimbang Osama.
    mudah-mudahan “ijtihad” PKS ini baik.

  3. majorprad berkata:

    PKS memang benar. Sebuah partai yang benar-benar menjunjung tinggi demokrasi. Sebuah partai demokrat sejati. Saya setuju dengan haluan PKS yang demokratis sebab Islam itu sangat berbeda dengan demokrasi. Bagai langit dengan bumi. Tidak mungkin bercampur.

    Islam mempunyai jati diri yang unggul dan demokrasi memiliki corak yang memang seperti ini, multi partai dan plural seperti poster kampanye PKS yang ingin menjadi tiga besar itu.

    Bravo PKS… Bravo demokrasi!

  4. itempoeti berkata:

    hahahaha… ada juga ulasannya di ‘rumah’ saya…

  5. Adhi berkata:

    hahahahahaha, ketrbukaan pks jelas bisa jadi bukan secara nasionalis tapi tarbiyahis

  6. winant berkata:

    PKS telah menemukan jalan untuk eksistensinya
    masuk dalam ranah kekuasaan dan bertahan di dalamnya
    dan kembali meraih kekuasaan

  7. anita berkata:

    duh pusing mikirin politik

  8. Muhibin berkata:

    yang terpenting sebenarnya adalah bukan ia partai islam atau bukan, tp bagaimana sebuah partai dibangun dari landasan agama, namun bukan pargai agama, karena agama yang dijadikan partai hasilnya justru akan merusak nama agama itu sendiri…

    1. faruq86 berkata:

      sebuah gerakan, partai atau komunitas bisa ditilik kebenaran asasnya, kalo nilai2 Islam juga diterapkan selama perjalanannya.. makanya ada istilah muhasabh qobla amal (asas), muhasabh inda amal (perjalanan gerakan), dan ba’da amal (tujuan gerakan). analogi ini saya rasa tepat.. :

  9. deri berkata:

    Akhirnya terbuka juga topengnya…
    Mungkin nanti akhir2 ceritanya mirip2 Ariel, terperosok karena langkah yg diambil sendiri, karena terus melangkah melupakanMu…
    Entah itu cepat atau lambat, sekarang dan mungkin bila nantiiiii….

  10. Republican Wasp berkata:

    Sebenarnya perlu dilihat juga apa tujuan PKS melakukan hal ini. Kalau saya sih ngeliatnya prioritas PKS adalah mengumpulkan dukungan sebanyak-banyaknya dari masyarakat berbagai lapisan, sementara kebijakan perekrutan mereka yg mengutamakan muslim bakal jadi batu sandungan sendiri karena orang-orang bakal menganggap PKS sebagai partai eksklusif

    Yg terpenting sebenarnya adalah apapun latar belakang peserta partainya, selama orang tersebut sejalan & punya komitemen dengan PKS, mestinya ga ada masalah. Malah saya pernah dengar kantor perwakilan PKS di daerah yg muslimnya minoritas kayak di Papua itu juga santai-santai aja merekrut non-muslim sebagai salah satu anggota perwakilan daerahnya

  11. theknight berkata:

    🙂

  12. perjuangan untuk apapun siapapun kapanpun itupun tidak harus melewati melalui ( permisi ) saluran yang namanya partai politik ( parpol ). sejarah tidak harus tidak wajib tidak mutlak terjadi tertulis dengan namanya politik. politik adalah salah satu elemen kehidupan yang dibutuhkan oleh seorang manusia. politik adalah panglima pada era orde lamanya bung karno ( sudah kadaluwarsa ), politik phobia mengedepankan ekonomi yang dipolitisir eranya hm soeharto juga sudah habis masa berlakunya. manusia terbagi menjadi 6 ( enam ) katagori menurut pembagian secara psychologi ( ilmu jiwa – pelajaran dasar-dasar pembagian karater manusia ) dan salah satunya adalah manusiapolitik disamping manusia ekonomi, manusia agamis dan seterusnya. politik ( definisi dibawah bendera revolusi-cyndi adams ) adalah suatu cara untuk mencapai tujuan tertentu , sedangkan partai adalah merupakan wadah untuk mencapainya. ada bermacam-macam teknis-cara-kiprah untuk menciptakan menorehkan membuat sejarah bisa lewat science (ilmu pengetahuan ) olahraga dan segudang contoh .( bisa baca guiness book of record ). jepang berganti-ganti peminpin ( politik ) karena ekonominya mapan dan ada pembagian yang jelas antara politik dan ekonomi ( tidak lazimnya dinegara kita ini ). satu-satunya azas adalah merupakan konsekwensi dari warga negara terjun dalam partai politik dan hendaknya tidak mencari kambing hitam karena memang beginilah keadaanya disamping panutan menjadi kiblat yaitu top figure pimpinan partai politik menentukan pemenangan suatu partai politik untuk mencapai kekuasaan ( saat ini masih didominasi yang siap berpolitik ). MARI KITA BERPOLITIK UNTUK MENCAPAI KEEMASAN SEJARAH BANGSA ini – dan politik hukumnya tidak haram atau syah – syah saja………..subhanalloh. ( dari dhan gulla tretan dhibiq : doktertoeloes malang).

  13. dra berkata:

    cukup tahu saja, karena sudah sangat tahu.. kita tunggu sejarah macam apa yang akan ditorehkan oleh mereka..

  14. gie berkata:

    bintang bulan | bulan bintang
    bintang bulan titik
    bulan bintang koma siapa memanfaatkan siapa koma “wasilah dakwah di ranah politik” koma “metamorfosa” koma koma koma bintang bulan titik

  15. rindu ajaran islam berkata:

    Sejarah hari ini membuktikan…PKS pecah jadi 2 kubu yaitu keadilan dan kesejahteraan.
    Faksi Keadilan menghendaki PKS tetap pada jati dirinya semula sbg partai Islam, partai dakwah dan partai kader.
    Faksi Kesejahteraan menganggap partai islam, partai kader atau partai dakwah sudah tak sesuai tuntutan zaman dan tak laku di Indonesia hingga harus dirubah jadi Partai Nasionalis.
    Pemenangnya adalah Faksi kesejahteraan yg melalui Mukernas II di Bali menetapkan perubahan PKS menjadi Partai Nasionalis.
    Faksi Keadilan yg menghendaki PKS tetap sbg Partai Islam, Partai dakwah dan Partai Kader pun diusir ( bahasa halusnya dipersilahkan ) keluar dari PKS untuk membentuk Partai dari pada tetap di PKS dan selalu mengkritisi kebijakan-kebijakan Faksi Kesejahteraan ( kaum Nasinalis ) yg dianggap sbg rongrongan oleh mereka !.
    Akibatnya…tak kurang dari 50 orang deklarator PK ( skrg jadi PKS ) dikuti oleh ribuan jamaahnyapun berbondong-bondong menyatakan mengundurkan diri dari PKS dan kembali kejati dirinya semula sbg juru dakwah dari satu tempat ketempat lain spt dahulu .
    Sayangnya kader PKS level bawah yg tak mengerti duduk persoalan sebenarnya melalui jejaring sosial maupun blog-blog di internet dengan keji memfitnah mereka yg hendak kembali jadi juru dakwah sejati itu sebagai ” Penghianat ” yg wajib dihujat.
    Mereka berhianat thd siapa ? thd Allaah ? thd misi dakwah ? thd misi pengkaderan ? thd Islam ? atau thd PKS yg menurut mereka skrg sudah nyeleweng dari cita-cita awal ketika mereka mendeklarasikannya ????????????????
    Salahkah jika mereka menegur elite PKS skrg yg tlh mengambil keputusan tidak lagi berdasar Amar Ma’ruf Nahi Munkar yakni berdasar benar tidaknya permasalahan itu dipandang berdasar dari Qur’an dan hadist, namun berdasarkan atas untung ruginya jika keputusan itu diambil bagi para elite Kaum Nasionalis sejati shg melalui deal-deal politik sikap PKS pun dpt dirubah 180 derajat. Contoh sederhana adalah berangnyanya Fahri Hamzah di media televisi manakala SBY lebih memilh Boediyono ketimbang kader PKS sbg calon wakilnya. kemarahan atau keberangan itu bukan karena SBY salah menurut Qur’an dan Hadist melainkan karena dianggap merugikan PKS yg sudah kelewat percaya diri utk mendapatkan jabatan tersebut!!!!, karena niatnya adalah jabatan ( bukan karean Allaah ) semata, maka melalui deal-deal politik dgn penggantian jatah 4 menteri, maka merekapun dgn teganya menukar suara kadernya dgn ambisi nafsu duniawinya tsb.
    Kasihan kader level bawah, mereka orang alim yg lugu yg belum mengerti akan kelicikan para politikus sejati yg menyamar sbg juru dakwah dan menyusup ke PKS dan berniat menghancurkan PKS dari dalam melalui….. virus ubud dunia !!!
    Usaha Faksi kesejahteraan skrg sudah menampakan hasil nyata…., coba lihat … mana ada kader PKS yg tak mau memperjuangkan elitenya yg kemaruk jabatan itu untuk mencapainya ?, bahkan kebanggan nampak nyata diwajah mereka jika ada kader PKS menduduki jabatan tertentu di pemerintahan meski jabatan itu hanyalah pemberian atau balas jasa SBY kepada para elite Nasionalis PKS yg haus jabatan yg telah mau menjual suara kadernya pada pilpres yg lalu itu (utk memilh SBY) !!!!!!!!!
    Sekarang PKS sudah ditinggalkan oleh banyak simpatisannya yg kecewa atas perubahan PKS dari partai Islam, Partai dakwah atau partai kader menjadi Paratai Nasionalis. Meraka meninggalkan PKS karena muak atas tingkah laku elitenya yg sudah secara terang-terangan tanpa punya rasa malu sedikitpun selalu menekan SBY (dgn mengungkit-ungkit pahala amal ma’ruf mereka dlm pemenangan SBY pada pilpres yg lalu) agar tidak mengambil jabatan menteri yg sudah dikat dgn akad jual suara beli jabatan menteri atau yg bagi SBY adalah sebaliknya beli suara jual bangku menteri !!!!!
    Jika virus ubud dunia ini dibiarkan terus berkembang pesat dlm PKS dan tak ada upaya utk menyembuhkannya maka bukan tidak mungkin kelak PKS bukan hanya akan ditinggalkan oleh simpatisannya saja tapi juga oleh kadernya yg cepat atau lambat akan menyadari bahwa perjuangan suci mereka telah disalah gunakan oleh para politikus sejati yg menyamar sbg juru dakwah dan menyusup ke PKS dgn maksud menghancurkannya dari dalam dgn langkah pertama…..mengajak kadernya menganggap partai beridentitas islam sudah harus dihilangkan dari indonesia dan kader PKS wajib taklid buta utk menyetujui PKS menjadi Partai Nasionalis yang tujuan perjuangannya adalah.. JABATAN BAGI PARA ELITENYA !!!!!
    Makin banyak suara PKS maka makin banyak dan tinggi jabatan yg akan mereka rauk !
    Dan bagi kader yg tetap menginginkan PKS tetap sbg Partai Islam, partai dakwah atau partai kader, maka…Melalui lisan Mahfudz siddik dan anis matta… ” dipersilahkan meninggalkan PKS ” !!!!!
    Yang masih berjiwa idealis, berani mengkritisi kebijakan PKS….., bersiaplah utk dikucilkan dan di cap sbg penghianat !!!!!

    1. MSF berkata:

      Takbir empat kali untuk kematiannya.
      Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.

    2. Aan Setyawan berkata:

      Mantapks, lanjutkan karyamu PKS. saatnya bekerja untuk Indonesia 🙂
      *simpatisan yang meninggalkan banyak tetapi yang bergabung jauh lebih banyak, Allahu Akbar 🙂

      1. rino berkata:

        salah satu akar rumput yg g baca artikel, kasihan…

        1. faruq86 berkata:

          hehehe

        2. winzalucky berkata:

          jangan gitu dunk aa,, kasian kan dia, dia itu cuma korba, coba saja luruskan dia, pasti mencla mencle langsung, kami benar situ salah!!! testing aja.. wkwkkwk

      2. batara berkata:

        Subhanallah, semoga Allah mengampuni kalian yang berebut seperti ini. Siapa Indonesia, Siapa Kita, Allah yang Maha Tahu…Tawadhu hai orang-orang

        1. faruq86 berkata:

          Allahu akbar.. komentar antm nyungsepks akh..

  16. atex berkata:

    Islam Rahmat Semesta Alam, utk gerakan politik/siyasah, tirulah Kepemimpinan Nabi Saw. utk saat ini byk belajarl pula dari gerakan ikhwanul muslimin,,utk PKS maju trus..Islam harus masuk ke segala lini kehidupan di tiap negara (sosial,politik,budaya,ekonomi dll) dan tak apa jika disukai oleh semua kalangan (agama lain sekalipun) yg ingin kemajuan negara,tak terkecuali agama lain yg percaya bhw nilai2 Islam bs diaspirasikan melalui media dakwah politik (partai Dakwah). partai hanyalah media kendaraan politik, yg terpenting yg menjalankan partainya adlh org2 yg amanah, Alhamdulillah PKS msh bs mempertahankan “kebersihan” nya, insyaAllah Amanah. dan jika kita membenci partai2 Islam, maka partai apa yg bs kita harapkan yg bs membawa aspirasi ummat islam?selain partai Islam itu sendiri. realita mendirikan Khilafah di negeri ini penuh tantangannya dan butuh waktu, namun tak mematahkan semangat kita. PKS memilih jalan yg logis masuk akal adlh melalui dakwah politik/dakwah parlemen. tidak ekstrem tapi dgn cara2 cerdas. yg penting politikus2 nya mempunyai nilai2 keIslaman yg baik. jgn benci partai Islam tp ummat harus mendukung, menguatkan, dan mengarahkan. insyaAllah Dakwah Parlemen ini (pertarungan dakwah siyasah utk menciptakan kebijakan2/undang2 yg membela kepentingan ummat) ini agar bs membawa negeri ini mnjdi lbh baik. Terus bekerja partai2 Islam dgn sungguh2 dan jgn khianati ummat. AllahuAkbar..!!

    1. rino berkata:

      tiru kepemimpinan nabi? emang nabi pernah mengorbankan umatnya untuk ditukar dgn dunia?

    2. cepsobar berkata:

      Mencontoh Nabi ? atau membuat sejarah baru ? perasaan dalam sejarah manapun Nabi tidak pernah mau untuk bergabung dengan pemerintahannya Abu Jahal CS …. bahkan dengan diiming2 ngi Tahta dan Wanita sekalipun nabi tetap tidak mau tuh untuk bergabung di DPR nya Abu Jahal CS (di Darun Nadwah), Nabi tetap eksis dengan Dakwahnya secara Individual walaupun para sahabat selalu mendapatkan SIKSAAN, HINAAN CACIAN, DIPENJARAKAN BAHKAN DIBUNUH sekalipun Nabi dan para sahabat tetap konsisten dengan programnya (ber-DAKWAH) sampai Allah memerintahkan Hijrah dan Tegaknya Daulah Islamiyyah di Yatsrib (Madinah) …. dan perlu jadi catatan “NABI TIDAK PERNAH MEMBUAT PARTAI UNTUK SIASAT DAKWAHNYA APALAGI UNTUK IKUT DUDUK BARENG MEMBICARAKAN MASALAH PERKEMBANGAN ISLAM ATAU KEMASLAHATAN ISLAM DENGAN ORANG-ORANG YANG MEMBENCI ISLAM (MUSYRIK QURAIS)) …
      ASTAGFIRULLAH … ASTAGFIRULLAH … ASTAGFIRULLAH

  17. ora dumeh berkata:

    ya muga2 ga ikuti jejak2 pkb yg pecah beberapa kali atau p3 yang pecah jadi pbb dan pbr. momen global susah terulang 2x.

  18. Jaka Pingitan berkata:

    dimataku PKS itu . kemaruk dengan kekuasaan. sampai rela menggadaikan partainya. yng kemudian sebagian anggota nya termasuk saya . menganggap PKS telah berkhianat. dengan menjadikan partai dakwah sebagai partai terbuka nasionalis…..

  19. joni berkata:

    allah akan menggantikan yg lebih baik dari mereka yaitu orang2 yg bergugurun dijalan dakwah (yang buat blog : dikit-dikit kecewa….seperti anak kecil)

    1. koto berkata:

      setuju dan yang buat blog bukan anak kecil tapi hanya menyampaikan pendapat, menurut ane para elit pks sekarang lah yang berguguran di jalan dakwah bukan mereka yg keluar dari PKS karena merasa PKS menyimpang dari jalan dakwah. Ane teringat kata2 mentor ane sekitar tahun 2004-2005, partai ini hanyalah salah satu kendaraan dakwah, bila kendaraan ini sudah rusak dan sudah tak bisa diandalkan lagi untuk berdakwah, maka tinggalkanlah dan tetap dalam perjuangan dakwah..

  20. anwar berkata:

    yang paling kasihan dari PKS adalah kader2nya yg dibawah, yg sudah tulus berjuang jiwa dan raga untuk agama dan jama’ah yg di ideologikan. namun sang partai lebih prioritas pd kepentingannya. menangis……..

    1. Wahid Muslim berkata:

      Semoga kader di akar rumput yg masih punya cita2 mulia segera sadar telah dipermainkan elite politik.

      Segera bangkit, dan mereformasi PKS kembali kejalan yg benar. Faksi Keadilan harus menegakan keadilan. Mengatakan setrategi, kenyataanya bkn setrateginya yg berubah namun jalanya.

      Ditengah kalangan Islamis mengajak menegakan syriat Islam. Di kalangan nasionalis, bilang tdk pernah memperjuangkan syariat Islam. Islam dijadikan alat mencapai kekuasaan, bkn kekuasaan unt mencapai tujuan.

      Mengajak menguasai parlemen oleh Islamis, namun sekarang PKS sudah dikuasai faksi kesejahtraan. Yg cuman cari kekuasaan, jatah mentri dan tabatan setrategis dan berlahan melupakan tujuan awal.

      Liat, kalangan Islamis gak percaya. Kalangan Nasionalis curiga cuman taqiyah.

      Didalam PKS tinggal :
      1. Kalangan Faksi Keadilan yg lugu dan tdk bisa membaca keadaan.
      2. Kalangan Faksi Kesejahtraan yg hubud dunia.
      3. Kalangan Sekularis dan Non Muslim yg mau merusak gerakan Islam.

      Semoga ada kalangan ke 4. Faksi Ultrakeadilan, yg sadar ingin mendakwahi 3 klompok diatas. Meroformasi partai kejalan yg benar.

      Ingat saat ini PKS bukan berganti strategi tp berganti arah tujuan. Segera bangun para Singa Islam PKS.

  21. uripwid berkata:

    Alhamdulillah…
    sy malah makin nyaman brsama PKS

    1. mrtop berkata:

      brarti baru gabung donk……. ya smoga bisa makin nyaman

    2. pinul berkata:

      saya langsung keluar dari liqo and PKS sejak PK berubah jd PKS..ketahuan bgt taqlid butanya…masak ketahuan ikut kajian d lain tempat diinterogasi kayak maling..

  22. herman berkata:

    agaknya geliat Partai yg satu ini menarik utk ditinjau. Mengingat pemberitaannya begitu menghebohkan. 🙂

  23. pakde berkata:

    “dulu ku di sayang…sekarang ku di tendang….” gara-gara daging sapi jadi rebutan … partai tergadaikan….Fathanah kelabakan … dikejar perempuan … LHI diamankan …Ustazd Hilmi ditunggu kejujuran… Fahri amuk-amukan…. PKS deg-degan.. orang “PALANG” tepuk tangan.. INI AKIBATNYA KALO LUPA WAHYU TUHAN…(introspeksi…)

  24. Tabloid Kpop berkata:

    saya bingung dengan partai ini

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s