PUTERA FAJAR

Pengantar Penyunting: Rangkaian cerita di bawah ini diterjemahkan dan disadur oleh Dini S. Setyowati, dari sebuah buku berbahasa Jerman berjudul “Indonesien ’65 – Anatomie eines Putchs”, oleh dua pengarang Jerman (Republik Demokrasi Jerman ketika itu) yang lebih suka anonim, yang diterbitkan oleh Militaerverlag der Deutchen Demokratischen Republik (1975; 295 hal.). Terjemahan ini dipersembahkan bagi kaumLanjutkan membaca “PUTERA FAJAR”

Jejak Intel Swadaya

ORANG Kejaksaan Agung mengenal Sjahril Djohan sebagai teman Marzuki Darusman. Belakangan orang tahu, Sjahril adalah tenaga ahli bidang intelijen dan hubungan luar negeri Jaksa Agung era Presiden Abdurrahman Wahid itu. Tak ada pelantikan, apalagi upacara pengenalan seperti lazimnya pejabat baru. Tiba-tiba saja Sjahril sering berada di ruang kerja atau selasar dekat kantor Marzuki. Resminya, SjahrilLanjutkan membaca “Jejak Intel Swadaya”

Jejak Sejarah Indonesia Yang Tersimpan Di Majalah Tempo

Mega Ditinggal Suami. DITAHUN 1961 sebuah kapal Rl Matjan Tutul dalam Operasi Mandala (Trikora) telah tenggelam dilaut Aru. Turut hilang djuga Komandan Skuadron Yos Sudarso. Sedjak saat itu, dan beberapa tahun kemudian, isterinja, Njonja Yos Sudarso selalu berpendapat bahwa suaminja sedang pergi bertugas. Demikian djuga dengan Njonja Megawati Sukarno Surindro, 24 tahun, hingga saat iniLanjutkan membaca “Jejak Sejarah Indonesia Yang Tersimpan Di Majalah Tempo”

Kisah Petualangan Belanda Totok di Hindia Belanda

Menarik melihat bagaimana orang Belanda yang tinggal di Indonesia di abad lampau mengadaptasi kebiasaan pribumi. Kebiasaan memakai bantal guling, kebiasaan tidur siang yang tidak biasa bagi orang Belanda. Juga makan siang dengan menu nasi dan aneka lauk, sementara di Belanda mereka terbiasa makan siang hanya dengan setangkup roti. Semua itu terekam dalam buku catatan JustusLanjutkan membaca “Kisah Petualangan Belanda Totok di Hindia Belanda”