“Andaikata buku ini hadir dalam satu sosok pribadi, aku akan menyongsongnya dengan rangkulan erat dan jabat tangan bangga, dan kemudian bergandeng tangan berjalan bersama ke depan. Berjalan untuk membangun sekaligus menghancurkan jembatan sejarah. Membangun jembatan sejarah antar generasi, sekaligus menghancurkan jembatan sejarah generasi tua yang lapuk.

Dalam hidup yang satu jadi berganda

Pada manusia yang satu jadi berganda

Dalam bahasa manusia tidak ada kata Satu

Dalam bahasa hidup yang satu jadi beribu” (Hersri Setiawan, penulis dan penyair)

Tahun yang tak Pernah Berakhir

Buku ini menjadi semacam dokumentasi ingatan sosial korban yang selama ini tercerai di dalam kegelapan kebohongan. Kebanyakan korban ingin menentang ingatan sosial yang menganggap mereka sebagai setan dan pengkhianat. Mereka ingin mengungkapkan cerita bahwa mereka adalah orang baik, bermartabat, patriotik yang kemudian dikorbankan. Buku ini tidak lantas ingin menampilkan mereka sebagai malaikat, karena merekapun tidak ingin terlihat seperti itu. Mereka ditampilkan sebagai manusia, yang tidak lebih baik atau lebih buruk daripada manusia yang lain, yang tidak pantas diperlakukan seperti apa yang mereka alami. Prinsip para penyusun dan penulis buku ini sederhana saja: tak seorangpun, terlepas dari latar belakang dan masa lalunya, boleh diculik, disiksa, diperkosa, dipaksa bekerja tanpa upah, ditembak mati, dan dikubur dalam kuburan massal atau ditahan tanpa pengadilan atas alasan apapun.

Esai-esai sejarah lisan tentang pengalaman korban 65 yang terangkum dalam buku “Tahun yang Tak Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65, Esai-esai Sejarah Lisan” yang diterbitkan pada 2004 oleh Institut Sejarah Sosial Indonesia bersama Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) dan Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRK) kini dapat diunduh DISINIH !!!!

Tahun yang Tak Pernah Berakhir
Memahami Pengalaman Korban 65
Esai-esai Sejarah Lisan
© John Roosa, Ayu Ratih, Hilmar Farid
(sumber)

NB : Bagi yang kesulitan nge-Donlot …. boleh coba donlot disinih

TAHUN YANG TAK PERNAH BERAKHIR

met tahun baru 2010