anak monyet aja miKIR ..
anak monyet aja miKIR ..


Tak akan PANIK bagi yang terDIDIK … Tak akan WAs-waS bagi yang CERDAS .. tak akan GENTAR bagi yang PINTAR .. Jadilah Manusia berkualitas. Bila kata jadi SENJATA maka Buah piKIR adalah peluru-peluru yang menembus Neokorteks dan belah dada setiap INSAN (Kopral Cepot )

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (Qs. Yusuf (12) : 111)

Menurut Al-Qur’an paling tidak ada empat fungsi sejarah yang terangkum dalam q.s. 11/120, yaitu :

  1. Sejarah berfungsi sebagai peneguh hati
  2. Sejarah berfungsi sebagai pengajaran
  3. Sejarah berfungsi sebagai peringatan
  4. Sejarah sebagai sumber kebenaran

Bagaimana kita bisa menemukan fungsi atawa kegunaan sejarah bagi diri kita? Bagaimana sejarah menjadi sumber kebenaran, meneguhkan hati orang beriman, menjadi peringatan dalam menapaki jalan hidup dan memberikan pengajaran terhadap masa kini dan dalam menatap masa depan. Itu semua hanya bisa kita peroleh manakala kita memikirkan sejarah.

miKIR sejarah

mikir-2Mencari, menggali, menemukan ;  adalah hal yang paling mendasar akan fungsi akal yang merupakan anugrah Ilahi yang diberikan pada setiap insan, dimana setiap insan memiliki hasrat untuk mengetahui sesuatu sehingga tergerak untuk mencari, menggali dan menemukan. Sejarah adalah peristiwa masa lalu yang menjadi misteri manakala tak ada orang-orang yang mencari, menggali, dan menemukan rangkaian peristiwa masa lalu tersebut. Dalam berbagai hal yang lain tanpa hasrat mengetahui tak akan ada upaya kita untuk belajar dan belajar.

Al-Gazali menjelaskan macam-macam arti dan fungsi akal al: Pertama, akal adalah instrumen jiwa yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Kedua, dengan akal manusia dapat menemukan, mengembangkan, dan mengkonstruksi bahkan menciptakan ilmu pengetahuan. Dan ketiga bahwa dengan akalnya manusia mampu mengendalikan dorongan hawa nafsunya.

kemampuan otakInterest ; rasa keingintahuan tidak hanya melahirkan pengetahuan, mempertanyakan ketidak mengertian tidak hanya berbuah pengertian dan kemengertian, menemukan hal yang kurang dipahami bukan hanya mendapatkan pemahaman dan keterpahaman. Tetapi mendorong kita memiliki rasa ”Interest” atawa minat, ketertarikan. ”Tak kenal maka tak sayang” begitulah kira-kira pepatah yang memberikan refresentasi bahwa minat, ketertarikan, rasa sayang dan cinta bakal tumbuh manakala kita mengenal/mengetahui tentang sesuatu secara mendalam. ”Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya” maka Jasmerah ”Jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Sejarah adalah modul pembelajaran supaya kita mencintai bangsa dan negara. Interest/perhatian adalah buah pikir yang tertambat dalam jiwa insan yang menghargai dan mencintai sejarah karena hasil penemuan dan penggalian. Bahkan dalam skala sikap, Interest melahirkan pembelaan terhadap apa yang ditemukan dan diyakininya sebagai suatu kebenaran.

Perhatian (Interest) terhadap sejarah bukan hanya ditampakan dengan “memandang” masa lalu yang termuseumkan, mengagumi keindahan hasil nguKIR generasi terdahulu, ataupun marah ketika sejarah dijarah bahkan diklaim sebagai milik bangsa lain. Tetapi lebih dari itu berupaya agar sang diri mampu mewarisi nilai-nilai philosofi hidup para pendahulu. Karena sang diri bukan milik masa lalu tapi kudu menatap masa depan dengan torehan sejarah yang mampu menjadi ukiran emas masa selanjutnya.

Kebenaran ; pencarian, penggalian dan penemuan akan berbagai hal yang tidak diketahui, tidak dimengerti dan tidak dipahami menjadi tahu, mengerti dan paham maka si Akal akan menemukan apa yang disebut ”KEBENARAN” atawa disebut Kebenaran Aqliyah yaitu kebenaran yang dimengerti dan dipahaminya. Terlepas dari ”sumber kebenaran” yang beragam dijadikan pegangan setiap manusia, terhadap setiap pencarian, penggalian dan penemuan akal yang kemudian dimengerti dan dipahaminya maka si Akal bakal memproklamsikan bahwa itulah kebenaran. Bahkan ”ketidak benaran yang dilakukan secara berulang-ulang pun bakal menjadi sebuah kebenaran”.

Iman ; adalah keyakinan yang tertambat dalam hati sanubari. Apa hubungan sejarah dengan keyakinan atau iman? Bila kita merujuk pada Al-Qur’an bahwa duapertiga isinya Allah memberikan pesan melalui kisah-kisah, maka kisah-kisah yang kita baca dalam Al-Qur’an berisikan perjalanan hidup manusia sejak Nabi Adam yang mengalir sebagai sebuah Sunnatullah pada tiga perjalanan hidup manusia sepanjang masa sesuai Firman Allah dalam Surah Al-Fatihah ayat terakhir:

“(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat” (Qs. Al-Fatihah (1):7)

Maka tengoklah sejarah dan pilihlah perjalanan hidupmu mau seperti apa… dimanapun kita hidup dalam masa bagaimanapun kehidupan itu dilalui maka hukum deterministik sejarah telah mengikat kita untuk menapaki pilihan-pilihan hidup dengan segala resiko yang ditanggungnya. Selamat dan hancurnya sebuah bangsa dan negeri telah Allah kabar beritakan lewat kisah-kisah negeri masa lalu, maka berimanlah dan ambilah pelajaran atas kisah-kisah itu.

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (Qs. Yusuf (12) : 111)

mikirReThink ; Inilah hebatnya kemampuan akal. Atas apa yang telah dimengerti, dipahami bahkan sampai pada tataran sudah menjadi sebuah paradigma, akal manusia bisa mengubahnya dan melakukan pemikiran ulang atas semua atawa sebagian yang sudah melekat dalam pikirannya. Dengan proses pembelajaran tanpa henti, akal pikiran bisa merekonstruksi pemahaman-pemahaman baru ataupun pemahaman yang belum dimiliki. Kejumudan adalah stagnasi akal yang musti dihindari karena tidak bakalan menemukan suatu pencerahan baru dan hanya terpaku kepada apa yang dimilikinya dimasa lalu.

Cara berpikir sejarah telah memberikan proses pembelajaran dalam olah miKIR (Mencari,Menggali,Menemukan – Interest – Kebenaran – Iman – ReTink) tiada henti. Memang benar bahwa sejarah adalah masa lalu maka kita hanya perlu MENOLEH MASA LALU UNTUK MENATAP MASA DEPAN. Kenapa “menoleh” atawa “menengok” bukan “menatap”? karena masa lalu adalah sesuatu yang pasti dan sudah terjadi (ketidak pastian masa lalu bukan terletak pada peristiwanya tetapi pada hal yang ditulisnya atau yang disebut tulisan sejarah (Historiografi), tetapi peristiwanya baik yang terungkap maupun yang tidak adalah kejadian yang sudah terjadi dan pasti). Menoleh untuk mengambil pelajaran, menoleh untuk menemukan jejak langkah para pendahulu sehingga generasi kini bisa mewarisi jejak langkah tersebut untuk menatap masa depan.

(dari jejak miKIR kopral bukan jenderal … semoga bermanfaat)
———————————————————————————————————————-

AKU BUKAN UNTUK MASA LALU … TAPI MASA LALU MEMBAWAKU KE MASA DEPAN

“miKIR – dziKIR – nguKIR”