Jaringan Noordin M Top : Laporan Terbaru ICG

Dalam laporan ICG, tertanggal 27 Agustus 2009 itu menjelaskan secara detail dan gamblang jaringan “teroris” kelompok Noordin M. Top. Laporan yang berjudul Indonesia: Noordin Top’s Support Base ini menyebutkan bahwa setelah ledakan bom jaringan Noordin justru semakin lebih besar, luas, dan rumit dari sebelumnya. ICG menyebut, pola gerakan pengembangan jaringan Nordin lebih mudah dan sederhana.Lanjutkan membaca “Jaringan Noordin M Top : Laporan Terbaru ICG”

Kebijakan Politik Islam Jepang

Balatentara Jepang memahami situasi Indonesia dengan mayoritas adalah umat Islam. Oleh karena itu, diletakan dasar kebijakan dalam membina teritorialnya, dikenal dengan kebijakan menurut H.J.Benda disebutnya Nippon’s Islamic Grass Root Policy – Kebijakan Politik Islamnya Jepang yang ditujukan mengekloitasi potensi Ulama Desa. Jepang menyadari adanya kekuatan partai politik Islam yang masih kongkrit aktif sampai masa pendaratanLanjutkan membaca “Kebijakan Politik Islam Jepang”

PETA, Untuk Siapa?

Pada tanggal 3 Oktober 1943, dibentuklah Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA). Agar tidak kelihatan bahwa rencana pembentukan Peta diatur oleh Jepang, maka dibuatlah cara yang paling halus yakni agar Peta tersebut diminta oleh rakyat Indonesia sendiri. Tanggal 7 September 1943, Gatot Mangunpraja ,mengajukan permohonan kepada Gunseikan yang menurut sumber tertentu ditanda-tangani dengan darahnya sendiri.Lanjutkan membaca “PETA, Untuk Siapa?”

Romusa, Pergi Menjemput Mati

Jika orang Indonesia diminta untuk mengatakan satu faktor yang menjadi pengalaman paling mengerikan selama pendudukan Jepang, mungkin dia akan menjawab ROMUSA. Kata Jepang Romusa yang hebat ini secara harfiah berarti seorang yang melakukan pekerjaan sebagai buruh kasar. Akan tetapi, dalam konteks sejarah Indonesia istilah ini mempunyai pengertian khusus yang mengingatkan rakyat akan pengalaman yang sangatLanjutkan membaca “Romusa, Pergi Menjemput Mati”