Menyelenggarakan Benteng Islam

benteng Islam (judul)
benteng Islam-1
benteng islam-2
benteng islam-3

About these ads

22 pemikiran pada “Menyelenggarakan Benteng Islam

  1. Pertamaaxxx

    Kalau pemimpin kita selalu menggambarkan dirinya sebagai “tukang besi” yang ingin menggembleng rakyat indonesia, agar merupakan “benteng yang gagah perkasa” maka tiadalah salahnya jika kita berdiri disamping “tukang besi” itu sebagai “tukang asin” dan “tukang air kopi” yang memasak hingga matang dan mendidihkan umat Islam hingga menjadi muslim sejati dan hingga terbentuk masyarakat Islam yang sempurna

  2. @Kang Koral Cepot
    Cita-cita luhur akan kedudukan bangsa kita sebenarnya sudah tertanam oleh pendahulu kita dengan semangat :

    Jika ingin ikut membangun dunia baru yang memberikan jaminan akan kemakmuran bersama, bagi tiap-tiap bagian dari Asia Timur Raya

    Yang menarik adalah statement “AGAMA adalah garamnya hidup”

    Subhanallah…

    Wassalam, Haniifa.

  3. subhanallah…

    …agar soepaja di kelak kemoedian hari Indonesia mendjadi Indonesia Merdeka dan agama kita kebangsaan, Agama Islam berlakoe di atas tanah toempah darah kita ini.

    S.M. Kartosoewirjo. Fadjar Asia, 14 Februari 1929.

    MERDEKA!!!

      1. iya kang Cepot… sakit. :D
        Pengen jadi serdadu pemberontak juga nih… tulisan2nya menggugah akal, memicu ruh, dan mamacu jasad…

        salam Jaya! :D

      2. iya kang Cepot… sakit. :D
        Pengen jadi serdadu pemberontak juga nih… tulisan2nya menggugah akal, memicu ruh, dan memacu jasad…

        salam Jaya! :D

  4. ketika puncak dari semangat itu di campuri kepentingan-kepentingan duniawi maka akan berbahaya bagi orang lain yang mungkin sekufu.
    dan semangat inilah yang akhir-akhir ini dimanfaatkan oleh para teroris untuk melakukan doktrinya.

    1. butuh sebersih-bersih dan semurni-murninya tauhid, setinggi-tinggi ilmu dan sepandai-pandainya syiasah .. sehingga langkah tidak salah kaprah .. haluan tidak salah jalan …

  5. analogi air dan kopi pada konteks kekinian yang terjadi ternyata sungguh hanya sebatas air dan kopi. keislaman hanyalah sebatas simbol tapi tak pernah lebur menyatu dengan umatnya.

    benteng islam tak kan pernah terbentuk ketika keislaman tak lebih dimaknai sekedar atribut dan gebyar tampilan tanpa muatan keislaman yang lebur dalam sanubari umatnya.

  6. Menarik membaca tulisan Sekar Madji Kartosoewirjo dalam ejaan aslinya. Terutama menyangkut ragam penyakit yang dikemukakannya.Semoga kita tidak menderita penyakit semacam itu.
    Oke. Usul Pak Kopral dah saya setujui. Terima kasih.

  7. Cita-cita untuk membentuk benteng islam tak kan pernah terwujud kecuali harus dengan memperoleh bimbingan Allah. Makanya, yang harus dilakukan kaum muslimin jaman sekarang adalah belajar untuk menghadap/sowan kepada Allah dengan benar. Hingga pada akhirnya dengan rahmat Allah yang besar, Beliau berkenan untuk membimbing umat ini ke arah kebenaran hidup. Benteng islampun terwujud dengan sendirinya. Atau tepatnya, diwujudkan oleh Allah.

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s