Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih

Sisingamangaraja merupakan nama besar dalam sejarah Batak. Dia tokoh pemersatu. Dinasti Sisingamangaraja dimulai sejak pertengahan tahun 1500-an, saat Raja Sisingamangaraja I yang lahir tahun 1515 mulai memerintah. Dia memang bukan raja pertama di sana. Pemerintahan masa sebelum itu dikenal dengan nama bius. Satu bius merupakan kumpulan sekitar tujuh horja. Sedangkan satu horja terdiri dari 20Lanjutkan membaca “Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih”

Cut Nyak Dien (1848-1908) Perempuan Aceh Berhati Baja

Nangroe Aceh Darussalam merupakan daerah yang banyak melahirkan pahlawan perempuan yang gigih tidak kenal kompromi melawan kaum imperialis. Cut Nyak Dien merupakan salah satu dari perempuan berhati baja yang di usianya yang lanjut masih mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda sebelum ia akhirnya ditangkap. Pahlawan Kemerdekaan Nasional kelahiran Lampadang, Aceh, tahun 1848, ini sampaiLanjutkan membaca “Cut Nyak Dien (1848-1908) Perempuan Aceh Berhati Baja”

Perlawanan Gerakan Islam Terhadap Penjajahan Belanda

B.C. de Jonge, Gubernur Jenderal Hindia Belanda (1931-1936), mengatakan: “Wij zijn hier al drie honderd jaren en wij zal nog meer dan drie honderd jaren hier blijven,” artinya “Kita sudah berada di sini tiga ratus tahun dan kita akan masih tiga ratus tahun lagi berada di sini.” Jelaslah bahwa penjajahan Belanda sudah berlangsung tiga abadLanjutkan membaca “Perlawanan Gerakan Islam Terhadap Penjajahan Belanda”

Indonesian Traditional States

Beberapa data dan fakta bahwa pemerintahan Belanda menguasai negara-negara Islam di kepulauan Nusantara baru pada akhir abad ke-19. Indonesian Traditional States I Sumatra, Java, Bali Indonesian Traditional States II Lombok,Sumbawa,Borneo,Celebes, Moluccas, dan Timor