Perjuangan Islam dengan Dakwah

(Fakta Empirik Dakwah Para Wali) Suatu gerakan politik merupakan kelompok atau golongan yang ingin mengadakan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga politik atau ingin menciptakan suatu tata masyarakat yang baru sama sekali, dengan memakai cara-cara politik. Satu daripada ciri-ciri Islam ialah bersifat “merubah.” La menolak cara menempel atau memperbaiki. Ia tidak rela dengan penyelesaian separuh-separuh atau sesuku-sesuku, atauLanjutkan membaca “Perjuangan Islam dengan Dakwah”

NEGARA ISLAM DI NUSANTARA

(Fakta Historis Islam Bernegara) Negara Islam Maluku Yang disebut Maluku pada awalnya hanya terdiri dari pulau-pulau Ternate, Tidore, Makian dan Bacan, di wilayah ini berdiri Kesultanan Ternate, Tidore, kesultanan Jailolo dan Bacan. Islam masuk ke Maluku seperti sejarah Islam di Nusantara lainnya, tidak bisa dipastikan secara jelas, hanya dari catatan Portugis yang pertama datang keLanjutkan membaca “NEGARA ISLAM DI NUSANTARA”

Dari Cirebon ke Banten : Langkah Dakwah Sunan Gunung Jati

Putera Sri Baduga Maharaja Raja Padjadjaran (Sunda-Galuh) yaitu Sang Surasowan di angkat menjadi raja di daerah (bupati) Banten pesisir yang berkuasa atas pelabuhan perdagangan yang ramai. Sang Surasowan memiliki 2 anak yaitu Sang Arya Surajaya dan Nyi Kawunganten. Pada masa pemerintahnnya, dakwah Islam berkembang yang mulai dikembangkan oleh seorang ulama muda dari Cirebon; Syekh SyarifLanjutkan membaca “Dari Cirebon ke Banten : Langkah Dakwah Sunan Gunung Jati”

Pendekatan Budaya Dalam Penulisan Sejarah

MENULIS sejarah dengan pendekatan politik (kekuasaan) sudah lazim dipakai di kalangan sejarawan. Rangkaian peristiwa sejarah di masa lampau selalu dilihat berdasarkan perspektif kekuasaan (sejarah kekuasaan). Padahal,sejarah merupakan hasil dialog jiwa dan pikiran manusia dengan realitas kehidupannya secara dinamis dan kreatif. Penulisan sejarah berdasarkan perspektif kekuasaan hanya mempersempit sudut pandang dalam mengungkap fakta-fakta historis dan kerapLanjutkan membaca “Pendekatan Budaya Dalam Penulisan Sejarah”