Proses Pelembagaan Islam : Dari Dakwah ke Negara

Penting di cermati di dalam pelembagaan Islam yaitu proses terbentuknya Institusi Sosio Politik Islam dalam bentuk Negara Islam Demak, Dakwah Walisanga yang menjadi tokoh sentral  perjuangan, menggunakan beberapa tahapan, yaitu : Pertama , Mendirikan Masjid. Masjid di dalam bahasa Arab ialah isim makan dari fi’il sajada yang artinya bersujud. Sebagai isim makan (kata benda tempat)Lanjutkan membaca “Proses Pelembagaan Islam : Dari Dakwah ke Negara”

Proklamasi Berdirinya Negara Islam Demak

Dalam Babad Tanah Jawi dikisahkan, Raja Brawijaya ingat akan puteranya yang tinggal di Bintara. Sabdanya kepada Adipati Terung, “ bagaimana kakakmu sudah sekian lama tidak pernah menghadap. Janjinya setiap tahun akan menghadap, ini sudah tiga tahun tidak datang kesini. Apakah sudah mulia, lalu lupa pada saya. Kalau begitu, pergilah ke Bintara tanyakan pada kakakmu apaLanjutkan membaca “Proklamasi Berdirinya Negara Islam Demak”

Filsafat Sejarah Menurut Murtadha Muthahhari (bagian -2)

Gerak Sejarah Jiwa dari teori-teori sejarah beranggapan bahwa sejarah itu merupakan suatu gerak yang tumbuh dan berkembang secara evolusi atau perubahan secara alami. Menurut Muthahhari, pengertian evolusi secara sederhana dapat diartikan sebagai kemajuan dan transformasi. Secara terminologi oleh sebagian orang diartikan sebagai suatu proses yang di dalamnya terdapat suatu proses pelipatgandaan bagian-bagian yang diikuti olehLanjutkan membaca “Filsafat Sejarah Menurut Murtadha Muthahhari (bagian -2)”

Filsafat Sejarah Menurut Murtadha Muthahhari (bagian -1)

Oleh; Abdul Basit. MA.  (Jurnal Ibda- jurnal studi islam dan budaya) Sejarah berasal dari bahasa Arab “syajaratun” yang berarti pohon. Kata ini memberikan gambaran pendekatan ilmu sejarah yang lebih analogis karena memberikan gambaran pertumbuhan peradaban manusia dengan “pohon” yang tumbuh dari biji yang kecil menjadi pohon yang rindang dan berkesinambungan. Oleh karena itu, untuk dapatLanjutkan membaca “Filsafat Sejarah Menurut Murtadha Muthahhari (bagian -1)”