Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara
Ku ASEP SALAHUDIN* Almarhum Edi S. Ekadjati pernah ngabagi historiografi Sunda kana tilu bagian. Masing-masingna tangtu mibanda watek anu beda. Kahiji, historiografi tradisional. Dina dapuran historiografi ieu antara anu faktual … Lanjut membaca →
Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Walaupun demikian, maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka … Lanjut membaca →
Oleh Uu Rukmana PERISTIWA Bubat menyisakan kenangan memilukan dan dianggap sebagai mimpi buruk orang Sunda. Tentang hal ini agaknya kita semua sepakat bahwa sekitar tujuh abad yang lampau, telah terjadi … Lanjut membaca →
Tulisan Sebelumnya : Biarkan “Perang Bubat” Berlanjut Perlukah Tragedi Bubat Difilmkan Tragedi Bubat Dalam Perspektif Jawa Timur Oleh : Agus Sunyoto, pengajar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya Malang … Lanjut membaca →
Oleh : JAKOB SUMARDJO KEKUASAAN kurang lebih berarti kemampuan, kesanggupan, kekuatan, kewenangan untuk menentukan. Kekuasaan meliputi wilayah keluarga, kampung, negara, lembaga. Dalam pengertian kebudayaan, wilayah-wilayah kekuasaan tadi menampakkan pola-pola yang … Lanjut membaca →
Sunda sebagai nama tempat Istilah Sunda sebagai nama tempat, pertama kali disebut oleh ahli ilmu bumi dari Yunani, Ptolemaeus dalam bukunya tahun 150 Masehi, kata Prof Dr drs Edi Suhardi … Lanjut membaca →
Hana nguni hana mangke – Tan hana nguni tan hana mangke – Aya ma baheula hanteu teu ayeuna – Henteu ma baheula henteu teu ayeuna – Hana tunggak hana watang … Lanjut membaca →
Blog pada WordPress.com. Tema: Suburbia oleh WPSHOWER.
Hatur Tararengkyu