Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara
PENGANTAR KATA Bismillahirrahmanirrahim, Assalamoe ‘alaikoem w.w., Sjahdan, maka karangan jang seringkas ini adalah choelasoh dari pada pidato jang kami oetjapkan dalam salah satoe rapat lengkap di Garoet, pada pertengahan boelan … Lanjut membaca →
Pengantar : Akar kesadaran politik umat Islam pada masa modern di Indonesia adalah dengan bangkitnya SI (Syarekat Islam) sebelum Perang Dunia I yang merupakan transformasi dari Sarekat Dagang Islam (SDI). … Lanjut membaca →
AWAL tahun lalu, Bambang Soerjadi, 74 tahun, kaget kedatangan tiga tamu tak dikenal. Mereka berbicara dengan aksen Sunda. Setelah disilakan duduk di kursi tua di ruang tamu rumahnya, salah seorang … Lanjut membaca →
‘Imaduddin Abdurrahim (alm), pada tahun 1962 bersama enam rekan aktifis Islam, ia menyatakan kekecewaannya kepada Bung Hatta. “Kami, para pemuda Islam, sangat kecewa kepada Bapak, karena kami menganggap Bapak tidak … Lanjut membaca →
Kini, alhamdulillah, saya mulai bisa melepaskan PKS dari hati saya, dari pikiran saya, dan saya malah merasa plong. Selamat tinggal PKS. Pembicaraan dan pikiran mengenai PKS sudah sama sekali tidak … Lanjut membaca →
“Ideologi bukan ibarat baju yang bisa dipakai atau digantungkan menurut musim. Bukan pula untuk disembunyikan di bawah bantal. Ideologi mengandung norma-norma, titik-tolak, motivasi, pendorong dan sumber-sumber tenaga untuk gerak melaksanakan … Lanjut membaca →
Lanjutan Benang Kusut Gerakan Dakwah di Indonesia Politik Islam, Dakwah dan Negara Disharmoni antara politik Islam, Dakwah dan Negara (Institusi politik) adalah realitas yang tak bisa disangkal, tak ada yang … Lanjut membaca →
Blog pada WordPress.com. Tema: Suburbia oleh WPSHOWER.
Hatur Tararengkyu