Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara
“…tegas terhadap kaum penyangkal Tuhan tapi saling kasih-mengasihi di antara sesamanya. Kamu lihat mereka membungkuk dan bersujud demi mendapatkan ridha Allah. … (Orang-orang seperti ini) bagaikan benih, yang menumbuhsuburkan cecabang … Lanjut membaca →
Setelah proklamasi pada tahun 1945, Indonesia memasuki masa paling labil dalam membentuk sebuah negara. Dalam beberapa tulisan Ricklef menegaskan bahwa Indonesia pada tahun-tahun tersebut merupakan masa pencobaan demokrasi. Masa pencobaan … Lanjut membaca →
‘Imaduddin Abdurrahim (alm), pada tahun 1962 bersama enam rekan aktifis Islam, ia menyatakan kekecewaannya kepada Bung Hatta. “Kami, para pemuda Islam, sangat kecewa kepada Bapak, karena kami menganggap Bapak tidak … Lanjut membaca →
“Ideologi bukan ibarat baju yang bisa dipakai atau digantungkan menurut musim. Bukan pula untuk disembunyikan di bawah bantal. Ideologi mengandung norma-norma, titik-tolak, motivasi, pendorong dan sumber-sumber tenaga untuk gerak melaksanakan … Lanjut membaca →
Masih lanjuten dari seri ; Benang Kusut Gerakan Dakwah di Indonesia Gerakan dakwah akomodatif memiliki hubungan simbiosis mutualisma dengan negara, gerakan dakwah yang bukan menjadi “benalu” negara tetapi turut serta … Lanjut membaca →
Masih lanjutan seri dari : Benang Kusut Gerakan Dakwah di Indonesia Wacana Dakwah Karakteristik ajaran Islam yang multidimensional sebagai ajaran hidup Ilahiyah, dalam perjalanan sejarah umat Islam, sampai saat ini … Lanjut membaca →
Lanjutan Benang Kusut Gerakan Dakwah di Indonesia Politik Islam, Dakwah dan Negara Disharmoni antara politik Islam, Dakwah dan Negara (Institusi politik) adalah realitas yang tak bisa disangkal, tak ada yang … Lanjut membaca →
Blog pada WordPress.com. Tema: Suburbia oleh WPSHOWER.
Hatur Tararengkyu