Tulisan yang dikaitkan 'Dunia Intelijen'

Jaringan Noordin M Top : Laporan Terbaru ICG

noordin_m_top_gift (sumber www.kaskus.us)

noordin_m_top_gift (sumber www.kaskus.us)

Dalam laporan ICG, tertanggal 27 Agustus 2009 itu menjelaskan secara detail dan gamblang jaringan “teroris” kelompok Noordin M. Top. Laporan yang berjudul Indonesia: Noordin Top’s Support Base ini menyebutkan bahwa setelah ledakan bom jaringan Noordin justru semakin lebih besar, luas, dan rumit dari sebelumnya. ICG menyebut, pola gerakan pengembangan jaringan Nordin lebih mudah dan sederhana.

Dalam laporan tersebut, ICG banyak menyebut jaringan-jaringan “teroris” mulai dari jaringan Cilacap, Kuningan, Jaringan Laweyan, KOMPAK, Laskar Jundullah, Temanggung, Bogor, dan Banten. Berikut ini Jaringan Noordin M Top versi ICG yang dimuat di web icg krisis grup (Laporan ICG bisa di donloot disini (pdf) atawa disini (doc) Lanjutkan membaca ‘Jaringan Noordin M Top : Laporan Terbaru ICG’

Haruskah Mengkambinghitamkan Intelijen ?

Oleh: Mayor (Inf) Agus Bhakti, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF

“Apa yang sama sekali kamu tahu, sebenarnya kamu tidak mengetahuinya. Apa yang kamu lihat, dengar, tidak ada yang sesuai dengan kenyataannya.”

Beberapa waktu lalu kita begitu dikejutkan dengan terjadinya kembali ledakan bom pada tanggal 17 Juli 2009 secara hampir bersamaan di Hotel Marriott dan Ritz Carlton. Kejadian ini begitu mengejutkan karena selain telah menewaskan 9 orang dan melukai 52 orang lainnya, tercatat bahwa terjadinya teror bom terakhir adalah + 4 tahun yang lalu pada tanggal 31 Desember 2005 di Palu yang menewaskan 8 orang dan melukai sedikitnya 45 orang. Kurun waktu yang cukup lama mengingat 4 tahun dalam kondisi yang relatif aman dibandingkan kurun waktu tahun 2000 s/d 2005 yang marak dengan teror bom. Reaksipun bermunculan, dari mulai yang bersimpati kepada korban, kebencian yang mendalam terhadap teroris, solidaritas nasional untuk memerangi terorisme sampai dengan “pengkambinghitaman” individu maupun institusi. Lanjutkan membaca ‘Haruskah Mengkambinghitamkan Intelijen ?’

Kontra Intelijen : Definisi

Kontra Intelijen adalah usaha nasional untuk mencegah badan intelijen asing dan gerakan politik yang dikendalikan kekuatan serta kelompok asing, yang sering kali didukung oleh badan intelijen lainnya agar tidak melakukan infiltrasi ke dalam lembaga negara, struktur angkatan bersenjata dan departemen Sipil di dalam maupun luar negeri melalui kegiatan sponiase, subversi dan sabotase. Apalagi targetnya bisa mencakup warga negara atau penduduk yang tidak memiliki afiliasi secara formal dengan pemerintah.

Kontra intelijen juga menangani tindakan terorisme apakah itu diawali di dalam maupun luar negeri. Lanjutkan membaca ‘Kontra Intelijen : Definisi’

Kegiatan Seorang Intelijen

apa yang anda lihat dan anda dengar hanya untuk anda –
what you see and you hear only for you

Prajurit perang pikiranPada umumnya badan intelijen memiliki tiga fungsi dasar: pengumpulan, analisis dan, ciri yang melekat pada seluruh proses intelijen adalah kontra intelijen. Fungsi keempat yang agak jarang dilakukan oleh badan intelijen luar negeri adalah tindakan tertutup yang semakin sering diperdebatkan apakah hal tersebut merupakan fungsi intelijen yang pantas dalam negara maju. Lanjutkan membaca ‘Kegiatan Seorang Intelijen’

Memahami Terorisme

Teror adalah fenomena yang cukup tua dalam sejarah. Menakut-nakuti, mengancam, memberi kejutan kekerasan atau membunuh dengan maksud menyebarkan rasa takut adalah taktik-taktik yang sudah melekat dalam perjuangan kekuasaan, jauh sebelum hal-hal itu dinamai ”teror” atau ”terorisme”.

Lembaran sejarah manusia telah diwarnai oleh tindakan-tindakan teror mulai dari perang psikologis yang ditulis oleh Xenophon (431-350 SM), Kaisar Tiberius (14-37 SM) dan Caligula (37-41M) dari Romawi telah mempraktekan terorisme dalam penyingkiran atau pembuangan, perampasan harta benda, dan menghukum lawan-lawan politiknya. Roberspierre (1758-1794) meneror musuhnya dalam masa revolusi Perancis. Setelah perang sipil Amerika Serikat, muncul kelompok teroris rasialis yang dikenal dengan Ku Klux Klan. Demikian juga Hitler dan Josef Stalin. Kata ’assasin’ mengacu pada gerakan dalam Perang Salib abad ke-11 Masehi yang mengantisipasi terorisme internasional di era globalisasi ini. Lanjutkan membaca ‘Memahami Terorisme’

Pengakuan Seorang Ekonom Perusak

buku-confession1

    Judul buku : Confessions of An Economic Hit Man
    Penulis : John Perkins
    Penerbit : Abdi Tandur, Jakarta
    Halaman : 278

Inilah “pengakuan dosa” dan kesaksian seorang ekonom bayaran Amerika Serikat yang ditugasi untuk menciptakan ketergantungan ekonomi negara dunia ketiga dan terbelakang (less-developed countries) melalui politik utang kepada negara adikuasa. Membaca buku karya John Perkins–salah seorang economic hit man–ini seperti membaca novel thriller: memukau, provokatif, dan penuh dengan ketegangan batin sang penulis.

Lanjutkan membaca ‘Pengakuan Seorang Ekonom Perusak’

Penggalangan sebagai fungsi Intelijen : Tinjauan Ilmu

Intelijen adalah informasi mentah atau bahan keterangan (baket) yang telah dinilai atau diolah dan dihubung-hubungkan serta diproses sesuai dengan kebutuhan pemakai (konsumen).

Secara sederhana pengertian Intelijen diibaratkan pada pagi hari kita membuka jendela dan melihat cuaca pagi itu untuk menentukan pakaian apa yang akan kita pakai. Lanjutkan membaca ‘Penggalangan sebagai fungsi Intelijen : Tinjauan Ilmu’

“Ilusi Negara Islam” ; Kenapa Ilusi Dilawan Rekomendasi Strategis ?

Salah satu pertunjukan yang paling memukau dunia ialah pertunjukkan oleh David Copperfield, seorang pesulap yang dijuluki ILUSIONIS TERBESAR didunia. David Copperfield pernah mempertunjukkan lenyapnya pesawat Boeing 747 dihadapan ribuan penonton, ia pernah melenyapkan diri masuk ke DINDING AGUNG di Cina , The Great Wall dilewatinya dari satu sisi dan keluar dari sisi yang lain. Ia pernah melenyapkan patung LIBERTY di New York, patung hadiah dari pemerintah Perancis pada acara Kemerdekaan Amerika Serikat kepada pemerintah Amerika dan sangat terkenal dikalangan turis manca negara. Boleh dikatakan bahwa David Copperfield adalah pesulap terbesar dan ilusionis terbesar.

Apakah yang dinamakan ILUSI ? Dalam istilah ilusi didapatkan arti yang beragam dan arti ilusi ialah : sesuatu yang tidak ada, atau sesuatu yang berbeda dengan kenyataan dan ada pula yang mengartikan sebagai idee yang salah atau kepercayaan yang salah. Jadi orang yang mempercayai sesuatu yang salah disebut juga sebagai ilusi. Suatu pola berpikir yang salah dapat juga dinamakan sebagai ILUSI.

cover-front-145Buku kontroversial kembali hadir di Indonesia, “Ilusi Negara Islam”. Setidaknya bagi sekelompok orang. Karena di beberapa daerah buku ini sudah masuk dalam daftar hitam (black list) dan dirazia di sejumlah toko2 buku yang menjualnya. Buku ini kalau dilihat dari judulnya “Ilusi Negara Islam”, memang dengan tegas dan gamblang membidik kalangan tertentu dalam masyarakat Indonesia ini.

LibForAll Foundation Melawan ILUSI

KH. Abdurrahman Wahid memberikan pengantar “Musuh dalam Selimut” pada buku ini. Di awal tulisannya beliau menuliskan : “Buku yang seDang anDa baca InI (“Ilusi Negara Islam”) Merupakan hasil penelitian yang berlangsung le­bih dari dua tahun dan dilakukan oleh LibForAll Foundation Lanjutkan membaca ‘“Ilusi Negara Islam” ; Kenapa Ilusi Dilawan Rekomendasi Strategis ?’

Intelijen Dalam Kilasan Sejarah ; Antara Intelijen Negara dan Intelkam Polri

Oleh : Muradi

”Intelejen ada seumur dengan keberadaan manusia”. Idiom ini menjadi satu pembenaran bagi banyak lembaga intelijen untuk menegaskan keberadaannya. Intelijen tidak hanya dibutuhkan oleh negara-negara yang secara definitif sudah merdeka, tapi juga badan-badan perjuangan kemerdekaan seperti Ireland Republic Army (IRA) di Irlandia Utara, Pathani Union Liberation Organisastion (PULO) di Thailand Selatan, Macan Tamil di Srilangka, lain sebagainya. Badan-badan perjuangan kemerdekaan tersebut memiliki juga fungsi-fungsi keintelijenan untuk menopang keberhasilan perjuangannya.

Dalam konteks Indonesia, misalnya masa kerajaan nusantara ada dikenal dengan Telik Sandi, yang menjadi mata-mata kerajaan untuk mengawasi kerajaan lainnya. Pada masa penjajahan Belanda, Pemerintah Kolonial melihat bahwa potensi ancaman dari gerakan politik makin besar pasca pendirian Budi Utomo, maka fungsi intelijen masuk ke dalam Dinas Reserse Umum, yang juga baru dibentuk tahun 1920-an, terpisah dari Dinas Polisi Umum sebagai induknya. Menariknya, pembentukan Dinas Reserse Umum tersebut sangat sarat dengan kegiatan memata-matai kegiatan politik, dari pada kegiatan kriminal lainnya. Tak heran, karena pasca pembentukan Budi Utomo, lahir kemudian organisasi pergerakan bumi putera yang lebih terorganisir dan modern, serta lebih radikal. Tercatat beberapa organisasi yang lebih terorganisir dan radikal Sarekat Islam (SI), PKI, PNI, PNI Pendidikan, dan lain-lain. Bahkan proses penangannya langsung dipegang oleh para pejabat dan pelaksana di dinas tersebut, hal ini menandakan bahwa pergerakan nasional anak negeri menjadi satu target dari kerja dan fungsi intelijen ketika itu. Lanjutkan membaca ‘Intelijen Dalam Kilasan Sejarah ; Antara Intelijen Negara dan Intelkam Polri’

Badan Intelijen dari masa ke masa ; Alat Negara atau Memperalat Negara?

      Tulisan ini merupakan *Muqaddimah* pada sebuah buku berjudul *Awas! Operasi Intelijen*, yang diterbitkan oleh Ar Rahmah Media, Jakarta, September 2006, khususnya pada halaman 6 hingga 21.

Oleh Irfan S. Awwas

SELAIN TNI dan Polri, badan intelijen merupakan salah satu alat negara, bukan alat pemerintah atau alat dari rezim tertentu yang sedang berkuasa. Namun dalam kenyataannya, terutama selama rezim Orde Baru berkuasa, badan intelijen lebih terkesan sebagai alat penguasa.

Badan intelijen yang dimiliki negara RI, tidak saja BIN (Badan Intelijen Negara), tetapi ada badan-badan intelijen di bawah kendali TNI, Polri, dan bahkan lembaga sipil lainnya. Pimpinan badan intelijen di tubuh TNI dan Polri, tentu saja dijabat oleh perwira-perwira TNI dan Polri yang masih aktif. Sedangkan badan intelijen di luar TNI-Polri seperti BIN, mengapa lebih sering dijabat oleh para perwira TNI atau purnawirawan TNI. Lanjutkan membaca ‘Badan Intelijen dari masa ke masa ; Alat Negara atau Memperalat Negara?’

Intelijen? ; Belajar Intelijen sebagai Ilmu

Apakah Definisi Intelijen?

Intelijen dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan langsung dari Intelligence (N) dalam bahasa Inggris yang berarti kemampuan berpikir/analisa manusia. Mudahnya kita lihat saja test IQ (Intelligence Quotient), itulah makna dasar dari Intelijen.

    Intelijen atau Intelligence berarti juga seni mencari, mengumpulkan dan mengolah informasi strategis yang diperlukan sebuah negara tentang negara “musuh”. Dari definisi ini berkembang istilah counterintelligence yang merupakan lawan kata dari intelligence.
    Intelijen juga merujuk pada organisasi yang melakukan seni pencarian, pengumpulan dan pengolahan informasi tersebut di atas. Dengan definisi ini intelijen juga mencakup orang-orang yang berada di dalam organisasi intelijen termasuk sistem operasi dan analisanya.

Lanjutkan membaca ‘Intelijen? ; Belajar Intelijen sebagai Ilmu’

Antara Rani Penggemar “James Bond” Dan “James Bond” Dibalik Kasus Antasari

Pengantar

Ada apa dengan intelijen kita? Demikian pertanyaan yang mencuat di benak publik akhir-akhir ini. Dari lakon sang “ratu suap” yang mengguncang Kejaksaan Agung hingga serial kasus terbunuhnya Munir yang telah sampai kepada episode pemeriksaan mantan petinggi Badan Intelijen Negara (BIN) dan yang “hot” sekarang adalah Kasus “Antasari-Nasrudin-Rani”. Semua itu merupakan fragmen “gonjang-ganjing” kegiatan atau aksi intelijen yang sangat penting dan menarik untuk disimak.

Dunia intelijen bagi masyarakat awam selama ini adalah dunia yang serba gelap. Dunia yang penuh dengan kerahasiaan, bahaya, petualangan, dan teknologi terbaru, seperti yang sering terlihat dalam film-film produksi Hollywood, misalnya Ian Fleming’s James Bond 007 atau Mission: Impossible.

Para pelaku dunia intelijen yang lebih dikenal masyarakat umum dengan sebutan intel atau agen rahasia, dipandang sebagai orang-orang yang tahu segalanya yang tidak mungkin diketahui orang banyak dan bisa mengerjakan segalanya yang tidak bisa dikerjakan orang biasa. Lanjutkan membaca ‘Antara Rani Penggemar “James Bond” Dan “James Bond” Dibalik Kasus Antasari’


pesan tentang rasa keadilan yang terlukai ……….

Ngaran kaula ”Kopral Cepot”

JANGAN PAKSA AKU TUK SAMA ... KARENA AKU sudah BERBEDA

kaula ngan mere beja ... kaula teu maksa kudu sarua... sugan beja ti kaula aya guna

Sejarah adalah perjalanan hidup dan kehidupan manusia, dengan belajar sejarah bukan hanya MENGHARGAI SEJARAH, tetapi sejarah bisa menjadi "spion" bagi arah hidup dalam menatap kedepan. Tulisan ini memuat resensi dari buku-buku sejarah, analisa pribadi, dan hasil diskusi dengan beberapa teman yang punya "minat" sejarah serta hasil tanya2 ama mbah google. Bila ada yang membutuhkan untuk kepentingan yang bermanfaat silahkan untuk copy paste sesuai dengan etika dan itikad baik. Semoga bermanfaat...

"Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia telah hilang tanpa lelah sampai engkau meraihnya" .... "takkan terikat waktu jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi"

Diskusi “sukasejarah.org”

sukasejarah

kucoba hargai masa lalu....

Photobucket SmileyCentral.com

Thema Tulisan

Tulisan Sebelumnya

RSS comments anyar tangkyu :)

Jejak tamu hari ini

Pencari Jejak Sejarah

  • 148,407 Jejak Pembaca
free counters
Site Rank
My site's rank is:
Rank
What's your
Site Rank?
BandungTopBlog.com
Update Batagor Internet Sehat http://bacablog.com
IP Bookmark and Share blogarama - the blog directory Add to Technorati Favorites Submit your website to 20 Search Engines - FREE with ineedhits!

Nu ngeTOP di Serbasejarah