Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara
Atas nama Komittee Indonesia Israel (IIPAC) di Jakarta memberikan penghargaan kepada seluruh lembaga nasional dan internasional, baik secara person to person yang memberikan kinerja dan waktunya terhadap harapan harapan kerjasama antara kedua belah pihak yaitu Indonesia Israel. Secara signifikan IIPAC memberikan perghormatan dan penghargaan setingginya kepada Facebook dan lembaga internasional yang mendukung terciptanya sebuah pemahaman yang luar biasa. Yaitu interaksi antara masyarakat Israel dan Indonesia. (Benjamin Ketang – Executive Director of IIPAC)
Nama Benjamin Ketang mungkin masih terdengar asing di masyarakat umum. Arek asli Desa Tamansari Kecamatan Wuluhan ini yang memimpin sebuah organisasi lobi Indonesia dan Israel. Tahun 2007, sepulang dari belajar di Israel, Benjamin Ketang yang ditugaskan menjadi direktur eksekutif mulai mengembangkan IIPAC bersama kawan-kawannya. Mereka mencoba melakukan lobi bisnis agar investasi dari Israel bisa masuk dan diterima pengusaha Indonesia. “Tapi kami underground dulu,” katanya.
Sebagai gerakan bawah tanah, IIPAC ternyata lumayan cepat mengembangkan sayap. Kini sudah ada cabang organisasi ini di delapan provinsi, salah satunya di Jawa Timur. Banyak yang menawarkan diri ingin menjadi anggota, kata Ketang.
Namun jangan tanyakan di mana markas IIPAC. Organisasi ini berpindah-pindah alamat. Namun menurut sebuah dokumen yang ditampilkan di situs IIPAC iipac.wordpress.com, organisasi itu tercatat berdomisili di Jember, Jawa Timur. Surat Keterangan Domisili yang ditandatangani oleh Kepala Desa bernama Hadi Supeno pada tanggal 25 Agustus 2010 bernomor Reg: N470/ /35.11.2003/2010, menyebutkan bahwa The Indonesia-Israel Public Affairs Committee merupakan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang “betul-betul berdomisili di Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember yang beraktifitas secara nasional dan internasional.”
Ketang mengatakan, IIPAC terbentuk setelah dirinya menjadi bagian dari tim negosiasi internasional Indonesia-Israel tahun 2001. Di Israel, Ketang sempat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Simon Peres, dan berdiskusi tentang peluang proyek yang dikembangkan di Indonesia.
Ketang lantas menyerahkan surat dari Abdurrahman Wahid, Presiden Indonesia saat itu. Dari situ, ada gagasan untuk membentuk semacam tim kerjasama. Ketang bersama kawan-kawannya lantas membentuk IIPAC yang berkonsentrasi pada urusan lobi bisnis. Jaringan ini mendapat rekomendasi dari Amerika Serikat dan Australia.
“Saya punya harapan, kekuatan investasi Israel bisa disinergikan untuk kesejahteraan Indonesia. Kekuatan Indonesia dengan sumber daya alam melimpah harus diintegrasikan dengan sistim internasional. Kuncinya Israel,” kata alumnus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Jember ini.
Diakui atau tidak, pengaruh bisnis Israel sudah masuk ke Indonesia. Dalam majalah Warta Ekonomi nomor 4/2010, disebutkan ada sejumlah perusahaan yang merupakan investasi Israel di Indonesia. “Bakrie Group juga bekerjasama dengan Rothschild. Rothschild ini keluarga Yahudi di Prancis,” kata Ketang.
Sebagaimana dikutip dari Kompas.com (16/11/2010), PT Bakrie and Brothers Tbk dan beberapa perusahaan dalam Kelompok Usaha Bakrie menandatangani perjanjian jual beli saham dengan Vallar Plc—perusahaan investasi milik Rothschild, salah satu keluarga bankir terkaya di dunia.
PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) akan melepas sekitar 5,2 miliar saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kepada Vallar. Harga penjualan saham BUMI yang dikenal sebagai salah satu anak perusahaan terbesar BNBR itu Rp 2.500 per saham.
Besarnya pengaruh Israel ini tak bisa ditampik dalam hal telekomunikasi juga. “Setiap kita membeli dan memakai kartu SIM HP merek apapun, 10 persen akan masuk ke Israel sebagai royalti, karena itu dianggap hak cipta Israel,” kata Ketang.
Kendati kartu chip bukan murni temuan negara Israel, namun selama itu milik atau temuan warga Yahudi, maka tetap akan masuk ke Israel. “Orang Yahudi di mana-mana tetap sama, memiliki solidaritas terhadap Israel Raya,” kata Ketang.
Benjamin Ketang, atau menurut informasi bernama asli Nur Hamid Ketang, adalah seorang pria kelahiran 22 September 1972 di Jember. Dia alumnus S1 Bahasa Inggris FKIP Universitas Jember (1999). Setelah itu dia melanjutkan pendidikan S2 (MA) ke Jewish Civilization, The Rothberg International School, The Hebrew University of Jerusalem (2004).Meskipun aktif di organisasi pemuda Islam dan bernama asli khas Muslim dan pernah masuk pesantren, pria berkulit gelap itu bisa dibilang bukan lagi penganut Islam. Dalam sebuah diskusi tentang agama di milis yang diikutinya, dia mengaku sebagai seorang penganut Kabbalah, yang disebutnya sebagai aliran Yahudi ultra ortodoks. Dia bahkan terlihat fasih mengutip Talmud, Midras, dan sumber-sumber suci yang diyakini Yahudi.
Ketang tak merasa ada pertentangan internal dalam dirinya. Ia menolak menjelaskan soal urusan keberagamaannya. “Biarlah itu urusan saya dengan Tuhan. Bagi saya masalah teologi sudah selesai,” katanya. “Orang Yahudi tidak pernah mengajak orang lain masuk agama mereka. Mereka sangat tertutup. Kalau mau belajar silakan belajar. Agama Yahudi sendiri agama tauhid (monoteis). Di Taurat disebutkan, ‘katakanlah Israel, Tuhan itu satu’. Itu saat Musa bertemu dengan Tuhan di Gunung Sinai.”
Selama di Israel, Ketang lebih banyak belajar sebagai ahli taurat. Di sana, ia banyak mengenal kultur keberagamaan Yahudi, salah satunya Hari Sabat. “Di Israel, kalau malam sabtu (jumat malam), orang tak boleh susah. Mereka diminta bergembira. Sabtu pagi hingga sabtu malam, public transportation off semua, seperti Nyepi.” Anak pertama Ketang diberi nama untuk mengingatkan Hari Sabat ini: Atikah Shabad Kadisha. Usianya baru setahun.
Bagaimana pendapat keluarga Ketang? Ketang punya seorang kakak perempuan. “Kakak saya menentang. Tapi ya sudahlah, saya sudah besar.”
Beberapa Junior saya memberikan kritik dan saran sebagai seorang teman, dengan berbagai pertimbangan dan social psykology bangsa Indonesia saya memahami semua itu: saat ini saya sudah di Jerusalem sebagai Tanah Warisan Benjamite…Kalaupun itu ada beberapa “Operator” yang usil…saya coba menyarankan bahwa Saya Masih meyakini Tuhan Musa, Ibrahim, Yitzhak, dan Israel…apakah saya telah berbeluk dari apa yang selama ini saya pelajari?…..
Dan saya pribadi tidak pernah mengajak teman teman ataupun orang lain untuk Percaya Judaisme karena kami (Bangsa Yahudi) tidak pernah berprilaku seperti Kristen ataupun Muslim. Bangsa ini perlu kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh Rakyat Indonesia. Kalaupun saya sebagai Ahli Taurat ( Torah) karena tanggung jawab intellectual saya kepada bangsa dan masyarakat Internasional (IIPAC) (Benjamin Ketang ~notes on fb~)
Selain di IIPAC, Ketang yang sampai saat ini bermukim di Jember juga aktif di berbagai lembaga dan perusahaan. Ia tercatat sebagai Direktur Eksektufif PT. Bumi Riau Kencana (sebuah perusahaan investasi Yahudi di Indonesia), konsultan independent untuk strategi kampanye dan media analisis Partai Demokrat (2004), dan lain-lain. Ia juga terlibat aktif dalam acara-acara internasional yang diselenggarakan kelompok Yahudi, baik di Singapura maupun di Israel.
Aktivis Forum Umat Islam, Munarman, menyatakan bahwa Ketang tak lain adalah agen Mossad yang dikader oleh untuk membangun jaringan dan lobi-lobi di Indonesia. ”Dia jelas agen Mossad, nggak perlu diragukan lagi,” katanya. Lantas, mengapa Ketang begitu frontal memproklamirkan dirinya sebagai direktur sebuah lembaga lobi Yahudi di Indonesia? Munarman menegaskan, ada pihak-pihak yang siap membekingi Ketang jika terjadi sesuatu dengan dirinya, termasuk beking dari media massa yang siap mem-blow-up. Yang jelas, kata Munarman, orang seperti Ketang sengaja dimunculkan ke permukaaan, sementara yang lainnya bergerak secara diam-diam, underground, sehingga menjadi bom waktu yang sangat membahayakan.
Bagi Yahudi, bisnis tak semata bisnis, namun ada tujuan pokok yang mereka incar, yakni mengkooptasi kekuasaan. Mereka berusaha menancapkan taring kekuasaannya di seluruh dunia untuk memuluskan ide besar mereka membangun tata pemeritahan tunggal, Novus Ordo Seclorum, di bawah Kendali Zionisme Internasional. Upaya mengkooptasi kekuasaan, bahkan dengan cara makar sekalipun, pernah dilakukan Dinasti Yahudi di negara-negara Eropa dan Amerika. Awalnya lewat pengusaan lewat sektor bisnis strategis, seperti telekomunikasi, sumber daya alam, perbankan, persenjataan, pertaniaan, dan sebagainya, yang berujung pada kooptasi kekuasaan.
Sejak lama, banyak analis meyakini bahwa kelompok lobi Zionis sangat berpengaruh di AS dan mampu mengendalikan kebijakan-kebijakan luar negeri AS. Berbagai tulisan sudah mengungkap tentang hal ini, dan yang terbaru ditulis oleh Henri Astier yang dimuat di BBC. Dalam artikel yang berjudul “US Storm Over Book on Israel Lobby“, Astier menulis bahwa banyak komentator yang membantah kuatnya lobi Zionis di pemerintahan AS, meski banyak fakta yang membuktikan bahwa kalangan Yahudi AS telah memainkan peran yang sangat besar, meski jumlah mereka sedikit hanya sekitar 2 persen dari jumlah populasi AS.
Dalam artikelnya Astir juga menulis, “Bagaimana lobi itu dilakukan? Apakah pengaruhnya benar-benar legendaris atau hanya legenda? Dua akademisi AS, John Mearsheimer dari Universitas Chicago dan Stephen Walt dari Universitas Harvard, punya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, dan akibatnya memicu kontroversi. “
Dalam bukunya berjudul “The Israel Lobby and US Foreign Policy” kedua penulis AS itu menulis bahwa AS harus menjelaskan alasannya mendukung Israel. AS selama ini memberikan bantuan sebesar 3 milyar dollar per tahun atau sekitar seperenam dari anggaran bantuang langsung AS, untuk keperluan militer Israel. Tapi menurut Mearsheimer dan Walt, AS hanya mendapat keuntungan sedikit dari kebijakannya itu dan mereka menolak pendapat yang mengatakan bahwa Israel adalah sekutu kuat AS dalam “perang melawan teror.”
Kedua penulis AS itu tidak membahas masalah “lobi Yahudi”, karena kelompok-kelompok yang mengaku Yahudi tidak mewakili semua Yahudi AS dan anggotanya banyak yang non-Yahudi. Mearsheimer dan Walt lebih menyebutnya sebagai “lobi Israel” yang tujuan utamanya adalah meyakinkan Amerika bahwa kepentingan Amerika sama dengan kepentingan Israel.
Menurut analisa Mearsheimer dan Walt dalam bukunya, lobi-lobi Israel terutama berpengaruh pada finansial dan keengganan AS untuk mengkritik Israel. Mereka menambahkan, sama seperti kelompok-kelompok kepentingan lainnya, lobi Israel juga mempengaruhi perdebatan di kalangan politisi dan komentator yang mengecam Israel, namun lobi Israel menyebarkan pengaruhnya dengan efektif.
Mereka yang mempertanyakan dukungan AS terhadap Israel, hanya akan menghadapi masalah. Akibatnya, kuranya adanya diskusi tentang masalah ini, yang membuat AS terus membuat kebijakan yang tidak adil di Timur Tengah.
Yang paling kontoversial, dalam bukunya Mearsheimer dan Walt menyatakan bahwa lobi Israel memainkan peranan penting dalam invasi AS ke Irak.
Media mainstream di AS hampir semuanya memberikan penilaian negatif pada buku tersebut. Namun menurut kedua penulisnya, hal itu menunjukkan betapa efektifnya lobi Israel hingga ke media massa di AS. Karena di luar AS, buku Mearsheimer dan Walt justru mendapat penilaian yang positif.
Sejarawan dan tokoh yang kerap mengkritik Israel, Tony Judt mendukung upaya Mearsheimer dan Walt mengungkap seputar lobi Israel di pemerintahan AS, yang selama ini menjadi hal yang tabu dibicarakan. Judt menyebut buku Mearsheimer dan Walt sebagai “tindakan luar biasa dari semangat intelektual.” Penulisnya mungkin tidak mendapatkan apapun dari buku itu, tapi masyarakat yang membacanya mendapatkan pengetahuan yang berharga.
So.. begimana Indonesia 2014?
“Tahun 2014, kami akan mencari calon presiden atau partai mana yang bisa mendirikan diplomasi Indonesia-Israel. Yang kita butuhkan adalah siapa yang mau bekerjasama mendirikan kedutaan besar Indonesia-Israel,” kata direktur eksekutif IIPAC ini.
Hidup ini adalah suatu beban , dimana kita harus bertanggung jawab dengan apa yg kita lakukan ,,,
BanyaK yg mengatakan hukum di bumi ini tidak adil hanya manusia bejad yg di untungkan
tp jika di dasari hidup itu adalah tugas dr اللّهُ dan menjalan kan hukum islam apa akan. Sama ?
Apakah perekomnomian akan separah iini zaman sekarang sama dengan zaman dahulu dimana islam harus di jajah dan di musnah kan
bisa jadi bro
Hal ini sangatlah wajar demi mencapai perdamaian Dunia harus ada yang mampu melobi Dunia ini secara keseluruhan
BENYAMIN KETANG INI APA MASIH BERSAUDARA DENGAN PELAWAK ” TARZAN ”
COBA KITA PERHATIKAN SECARA CERMAT WAJAHNYA KHAN MIRIP DENGAN -
PELAWAK ” TARZAN ” – ITU LHO ANGGOTA GROUP LAWAK ” SRI MULAT “.
POKOK BAHASAN ADALAH ” APA MUMPUNI BIASA MELAWAK KEMUDIAN MELAKU
KAN LOBI – LOBI ANTAR NEGARA ( INTERNASIONAL ) APALAGI ISRAEL DENGAN
INDONESIA BELUM MEMPUNYAI HUBUNGAN DIPLOMATIK YANG RESMI ” – SAYA
MENGANJURKAN : NGGAK USAH NEKO – NEKO LHAH !
Walau Indonesia tidak punya Diplomatik, Indonesia memiliki hubungan dagang dengan Israel, bukti fakta banyak mainan anak2 Israel di jual di Indonesia
LEBIH TEPATNYA BISA DICONTOH PERBUATAN BAIKNYA TARZAN CARI DUIT HA -
LAL – TIDAK MENGECEWAKAN KELUARGA ( MAKSUDNYA KELUARGANYA NUR -
HAMID KETANG ) – TIDAK MEMBUAT PERNYATA’AN YANG NGALOR – NGIDUL -
NGGAK KARUAN ( YANG SELAMA INI LSM NYA BERKIPRAH ) DLSB-NYA
” ATAU HEMAT SAYA JADI SAJA PELAWAK DARIPADA JADI PELOBI ( KHAN
ADA KEMIRIPAN DENGAN PELAWAK TERKENAL – SATU NILAI PLUSNYA ) “
ATAU LAKUKANLAH TRIK – TRIK KEHIDUPAN YANG CANTIK DENGAN TIDAK ME -
NYAKITI BANGSA SENDIRI ( YANG MAYORITAS ) INTROSPEKSI DIRI – SENDIRI
APA TINDAKANYA SELAMA INI SUDAH BENAR.
YANG JELAS NGGAK MUNGKIN AKAN KEMBALI KE -AQIDAH SEMULA KARE-
NA NASI SUDAH MENJADI BUBUR DAN LUDAH TAK AKAN DIJILAT KEMBALI -
( APALAGI ANAKNYA SUDAH BERNAMA KE ” YAHUDI ” AN ).
bisa tolong dikirmkan daftar nama perusahan yang bekerja sama dengan israel di ariflamewolf@yahoo.com
Arif : Untuk apa?kamu meminta informasi tentang itu?
Tentang bisnis saya menjadi tertarik dengan ide Israel
mengapa umat muslim anti Yahudi?
zeonis sudah menguasai dunia,Yahudi telah membuktikan kekuasannya pada dunia,dimana negara timur tegah yang mayoritas negara muslim,tidak sanggup menentang kebijakan israel malah tunduk pada israel. Palestina tidak akan bebas dari belengku Israel Yahudi.apa bila Umat muslim tidak tunduk pada Israel.zionisme telah kuasai Indonesia melalui Jasa telekomuniksi….Fredom Yahudi…
wooy yahudi itu membuat kerusakan didunia, ilmiah dong berfikir…., baca sejarah makanya
percuma jika kita kerjasama dengan orang2 yahudi, pastinya hanya kerusakan dan kerugian yang kita dapatkan, fakta dan sejarah sudah membuktikannya
namanya Muhamad Ab ( nama ras arab ) tapi komentarnya kok meng-unggul2kan israel, terus ada kalimat ” freedom yahudinya ” – SAYA JADI BINGUNG HABISNYA KONTROVERSIIL GITU .
Kan dia bisa pakai nama palsu-___-
Yayayaya, Arab dengan Israel adalah saudara, dalam sejarahnya sih begitu
Selamat kepada Benjamin.
Tidak usah pedulikan Munawar.
Orang gila kekuasaan seperti munawar adalah lelucon buat kita di Indonesia.
Dulu dia aktif di lembaga bantuan hukum, sekarang aktif di FPI, kadang aktif dimana saja organisasi yang ia bentuk dalam sekejap.
Indonesia mengarah ke jalan kebenaran dan kesentosaan. Orang seperti munawar atau siapapun tidak akan dikenang di masa depan.
orang seperti Ketang yang akan dikenang.
Kita menuju kebaikan….jadi terus berjalan untuk Indonesia yang lebih baik.
lha wong pindah ” aqidah ” lha koq dikasih ucapan selamat , iki piye KANG !!
nanti jadi apa di hari pembalasan , mendingan awak’e dhewe khan.
Subhanallah, nauzubillahi minzhallik
Mungkin ini bancana degradasi iman & akhlak dilingkungan kita, penyembah rupiah akan bermunculan
amit amit dah…
dari zaman nabi musa juga yang nama’a orang yahudi itu slalu membuat rusuh…
tanah yg di janjikan buat yahudi itu gak pernah ada…
malah palestin yg tanah nya di gerogoti…
apa apaan…!!!
padahal kan yahudi itu GEMBEL…
bukan nya yahudi dulu udah hampir musnah sama NAZI..
PAYAHH..
Payah?Kok bisa menang melawan 5 Negara Arab sendirian dalam kurun waktu 6 hari sih?
kita boikot semua kebijaksana’an manusia yang bernama ” yahudi ” , kita jadikan mereka yang bernama manusia ” yahudi ” menjadi kelinci percoba’an kita . caranya adalah yang pertama dulu ” anggap mereka manusia yahudi adalah orang biasa kebanyakan dan sama sekali bukan orang2 superior seperti mereka menganggap diri mereka orang2 istimewa – GR gede rumangsa ngkali ” selanjutnya terserah masing2 diri kita . bagaimana setuju . ( bung A’AN aku sepakat dengan panjenengan ).
Wakakakak, kamu sudah gila dengan mengatakan itu, kalau gak tahu situasi gak usah komentar, Indonesia saja masih membutuhkan Israel untuk memenuhi kebutuhan senjata untuk pertahanan
Hahaha, loe sudah gila yah denny?
setuju dengan komentar bung DeNnYdUbLiN sepakat dengan mainstream pemikiran kita ” manusia yahudi adalah kelinci percoba’an ” , memang benar yang dikatakan bung A’AN manusia yang bernama yahudi itu PAYAHH SEKALI .
Dimana letak payahnya?Kalau tidak tahu Negara Israel jangan asal koment dong
namanya saja komentar bung ucok !! lebih bersifat ” PSY WAR ” begitu , yah ja -
ngan terlalu dianggap kenyata’an ( dan memang bukan realitas ) dan menurut sa -
ya lebih mengarah pendapat ” psycho sosial ” yang membentuk semacam ” opini ”
kalau kita tidak sendirian ( berjumlah lebih banyak ) , daripada segelintir apa yang
dinamakan bung denny manusia ” yahudi ” . bukti konkret israel bisa mengalahkan
5 atau 6 negara arab saya kira itupun hanya bersifat ” analysa diplomatis ” karena
perlawanan bangsa2 arab ( seperti yang anda maksudkan ) lebih mengedepankan
perlawanan ” diplomasi ” semata . persoalan senjata yang dibutuhkan dari israel
untuk pertahanan indonesia ” apa memang begitu ” , saya kira kalau begitu itu ce -
ritanya bisa jadi yang sifatnya ” rahasia2an ” dan lebih condong kearah ” subyek -
tif pribadi ” seperti halnya era zaman orde – baru menyelundupkan pesawat tem -
pur dari israel ke indonesia ( lebih kurang ada 5 pesawatnya ) . saya kira bung -
denny masih waras dan sama sekali tidak gila karena opininya hanyalah sebuah
” psy war comment ” AN SICH.
Yang dimaksud gila adalah ideologi yang dikeluarkan oleh denny tentang Yahudi terbilang gila karena Dia kan tidak tahu pastinya masalah atau konflik yang terjadi disana, kalau saya lebih baik tutup mulut daripada terseret masalah
pada akhirnya yahudi ujung2nya msuk neraka smua tanpa terkcuali..
ga usah bawa2 agam om…
moral dan kemanusiaan aja…
Nazi membantai orang2 yahudi…bukan berarti orang Yahudi Israel boleh ngebantai orang palestina…
mana Amerika? mana PBB? yang katanya menjunjung tinggi HAM, sementara Palestina masih di JAJAH
Mengapa kita selalu menabur benih kebencian terhadap Israel…? Kadang kita tidak rasional dalam menyikapi perseteruan Israel dan Palestina, kita selalu menghubungkannya dengan masalah agama :Kristen memusuhi Islam. Padahal perseteruan Israel dan Palestina adalah masalah TANAH…! Bukan masalah AGAMA.
———–
Kopral Cepot : Tapi mas broo… TANAH yang dipersengketakannya adalah TANAH IDEOLOGIS
Hans Itta : Yah itu karena tanah saja
interupsi Hans Itta , komentar anda ………….: Kristen memusuhi Islam. dst.nya…setahu saya . dalam tubuh PLO ( Palestine Labour Organisation ) nota bene adalah organisasi paling besar perjuangan pembebasan palestina . tidak saja satu agama dalam PLO . tetapi ada juga berbagai macam agama selainya termasuk didalamnya agama nasrani ( kristen protestan dlsb.nya ). menarik bukan ?. dilain sisi sebagai kontra produktifnya adalah yahudi ( terambil dari nama putera nabi yakub bisa pula nama israel yang terambil dari nama nabi ). boleh jadi agama yahudi dengan perjuangan ” israel raya ” akan berbeda , sebab yang satu agama zamawi dilain sisi bersifat politik praktis .
tentu internalnya ( kalau dicermati ) tambah lebih menarik lagi bukan ?. mungkin ( praduga saya ) ini yang dimaksud bung kopral ” tanah ideologis ” yang bukan hanya sekedar tanah an sich. ada semacam doktrin dalam bani yahudi ” selainya adalah pelayanya ” dan tambah menarik lagi bukan ? sekedar interupsi dari saya ( ra Wa Liang Mieng ) yang ingin belajar sejarah dan hanya benar2 belajar sejarah yang benar. selanjutnya masing2 kita punya persepsi sendiri2 yang tahu adalah diri kita dan yang menciptakan diri kita . SALAM .
Memangnya kamu pernah juga ke israel – palestina , banyak lowongan kerja disana yaa . bukan tanah , mutlak perlu belajar secara menyeluruh konflik israel – palestina . ujung2nya kamu sama juga dengan saya ” belum pernah menginjakan kaki alias berkunjung ke israel ” ….payah.
hanya tanah saja , pola pikir yang sama dan sebangun dengan Benyamin ” Tarzan
” ketang .
Kentang, jika anda pernah masuk pesantren dan mempelajari Al Quran,anda pasti tau janji Allah adalah nyata dan firmannya adalah benar,maka anda tunggu saja saat kehancuran kaum dan negara yang anda bangga2 kan itu.semoga anda masih hidup untuk menyaksikannya.