Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Distorsi

Napoleon Bonaparte memandang sejarah sebagai kebohongan-kebohongan yang disepakati. Anggapan ini yang berdampak pada kemalasan berpikir dan memikirkan tentang realitas obyektif masa lalu  yang  sangat berguna bagi kehidupan kekinian dan masa depan. Anggapan kebenaran atas suatu keyakinan (termasuk sejarah) terjadi karena berbagai faktor, antara lain politisasi teks sejarah.

Berbicara kebenaran sejarah menurut Taufik Abdullah dilihat dari sisi pemihakan mengkristal dalam dua sisi. Pertama, sejarah mengabdi pada kebenaran stabilitas negara. Kedua, sejarah mengabdi pada kebenaran akademik pada tataran sejarah mengabdi kebenaran stabilitas negara, apapun temuan-temuan sejarah yang bertentangan dengan versi penguasa, maka dianggap mengancam stabilitas nasional. Oleh karena itu, atas nama stabilitas nasional “Kebenaran Sejarah” harus disembunyikan bahkan kalau perlu dibuang.

Sejarah dalam konteks demikian berfungsi membangun peradaban/kekuasaan. Sementara tataran sejarah mengabdi pada kebenaran akademik, temuan hanya berlaku dalam lingkup kampus. Artinya penyampaian koreksi sejarah dibenarkan selama masih dalam aktivitas pengajaran. Jika penyampaian koreksi sejarah dilakukan di luar aktivitas pengajaran, maka penguasa berhak menahan mereka dengan alasan mengancam stabilitas nasional. Dengan demikian kebenaran sejarah terletak pada siapa yang berkuasa.

Berbagai kepentingan dapat saja memboncengi pengungkapan masa lalu itu, seperti untuk kepentingan politik dalam menjaga legitimasi suatu golongan dalam masyarakat, mungkin untuk tujuan mengukuhkan keberadaan suatu ideologi atau kepercayaan tertentu ataupun sekedar memperoleh kenikmatan kenangan masa lalu. Pengungkapan sejarah masa lalu (historiografi) dari suatu masyarakat sangat ditentukan oleh kesadaran sejarah yang mereka miliki, karena, baik bentuk ataupun cara pengungkapannya, akan selalu merupakan ekspressi kultural dan pantulan keprihatinan sosial masyarakat yang menghasilkan sejarah itu sendiri (Taufik Abdullah,1985:XX ; Sartono, 1982:16).

Sebagai sebuah contoh, ciri dari historiografi nasional yang dibentuk selama masa Orde Baru adalah sentralitas negara yang diejawantahkan oleh militer. Sejarah nasional disamakan dengan militer dan produksi sejarah dikendalikan oleh negara dan militer. Beberapa dampaknya cerita tentang revolusi nasional akhirnya memfokuskan pada peran menentukan dari militer dengan menyingkirkan pelaku sejarah yang lain. Menurut versi ini, sepanjang periode tahun 1950-an militerlah yang menyelamatkan bangsa ini dari disintegrasi dengan mengabaikan fakta bahwa militer memainkan peran penting dalam pemberontakan-pemberontakan di daerah. Sejarah versi militer seputar pemberontakan 1965 menjadi legitimasi dan alasan kuat naik dan bertahannya Orde Baru di bawah topangan militer selama 32 tahun.

Hingga sekarang, karya-karya sejarah Indonesia masih saja dihantui oleh kontradiksi-kontradiksi yang memicu ketegangan antara sejarah dengan masa lalu. Sepertinya, kontradiksi tersebut masih belumlah usai. Setidaknya, seperti diakui Prof. Dr. Taufik Abdullah –Ketua Tim Penulisan Sejarah Nasional Indonesia– yang secara terbuka menyatakan bahwa buku sejarah tidak dimaksudkan untuk meluruskan sejarah.

Suasana ini sebenarnya telah secara terbuka dikritik dalam “Seminar Nasional Sejarah” tahun 1954 yang mengeluarkan beberapa resolusi penting dalam penulisan sejarah, seperti diperkenalkannya prinsip-prinsip keilmiahan sejarah untuk mengikis pandangan-pandangan romantis, dan dekolonisasi historiografi sebagai antitesis dari kolonial-sentris dan istana-sentris dalam historiografi. Sesungguhnya, resolusi tersebut memiliki konsekuensi metodologis yang cukup kompleks, namun tidak banyak yang memahaminya.

Alhasil, seperti dirangkum oleh Henk Schulte Nordholt dari KITLV Leiden dalam sebuah simposium mengenai penulisan sejarah Indonesia tahun 2004 lalu, sejarah –tepatnya historiografi– Indonesia belum mengalami fase yang disebut dengan “dekolonisasi”. Historiografi Indonesia masih cenderung berada dalam atmosfer kolonial dan istana sentris dengan konsekuensi terciptanya “sejarah tanpa rakyat” (history without people) yang memunculkan keadaan rakyat yang seolah tidak memiliki basis sejarah (people without history). (lihat)

“Tugas sejarawan Indonesia adalah menulis sejarah Indonesia se-Indonesia mungkin” sebuah pernyataan sejarawan muda Kang Bimo yang patut diacungi jempol atas spirit untuk terus menggali fakta-fakta sejarah Indonesia, menurut beliau sudut pandang indonesiasentris sudah seharusnya menjadikan rakyat sebagai pelaku sejarah. Kausalitas yang berangkat dari dinamika internal rakyat, baik atau jahat, pintar atau bodoh patutlah ditulis. Pemikiran yang harus dibangun adalah menjadikan rakyat Indonesia sebagai pelaku sejarah dan yang tidak kalah penting adalah menjadikan rakyat Indonesia sebagai manusia biasa. Manusia yang tidak selalu salah dan tidak selalu benar, manusia yang punya kehendak atas dirinya sendiri.

Kontroversi Batak

Kontroversi Batak kembali merebak, kabut tanah Bakara  bukan hanya menyelimuti hal ihwal seputar Sisingamangaraja XII, tapi berkenaan dengan Batak sebagai identitas etnik. Adalah sejarahwan Unversitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari yang membuat kesimpulan yang mengguncangkan bahwa nama Batak sebagai identitas etnik ternyata tidak berasal dari orang Batak sendiri, tapi diciptakan atau dikonstruksi para musafir barat. Hal ini kemudian dikukuhkan misionaris Jerman yang datang ke tanah Batak sejak tahun 1860-an.

Di Jerman, sejarahwan bergelar doktor ini memeriksa arsip-arsip yang ada di Wuppertal, Jerman. Dalam sumber-sumber lisan dan tertulis, terutama di dalam pustaha, atau tulisan tangan asli Batak, tidak ditemukan kata Batak untuk menyebut diri sebagai orang atau etnik Batak. Jadi dengan demikian nama Batak tidak asli berasal dari dalam kebudayaan Batak, tetapi diciptakan dan diberikan dari luar.

“Kata Batak awalnya diambil para musafir yang menjelajah ke wilayah Pulau Sumatera dari para penduduk pesisir untuk menyebut kelompok etnik yang berada di pegunungan dengan nama bata. Tapi nama yang diberikan penduduk pesisir ini berkonotasi negatif bahkan cenderung menghina untuk menyebut penduduk pegunungan itu sebagai kurang beradab, liar, dan tinggal di hutan,” kata Ichwan Azhari di Medan. (detiknews).

Penelitian Ichwan Azhari sepertinya menegaskan apa yang telah diteliti oleh Dr.Perret dari Paris, Daniel Perret menjelaskan bahwa istilah itu bukan berasal orang-orang Toba, Simalungun, Fak-Fak Bharat, Karo atau Mandailing/Sipirok. Label itu datang dari luar khasanah budaya mereka. Daniel mencatat dari beberapa dokumen bahwa sebutan Batak tidak terdapat dalam sastra pra-kolonial. Bahkan dalam Hikayat Deli (1825) istilah Batak hanya sekali digunakan, sedang dalam Syair Putri Hijau (1924) sama sekali tidak menyinggung Batak atau Melayu. Baik dalam Pustaka Kembaren (1927) maupun Pustaka Ginting (1930) tidak dijumpai kata-kata Batak. Selain itu BS. Simanjuntak mencacat bahwa kata-kata Batak tidak dijumpai dalam Pustaha Toba. Memang dalam stempel Singamangaraja, yang tertera hanya kalimat ”Ahu Raja Toba”, bukan ”Ahu Raja Batak.” Demikianlah pemerintah Belanda menggunakan label Batak untuk mempersatukan seluruh suku-suku non-Melayu sebagai sebuah identitas etnik. Pemerintah Belanda terus menerus memompakan label Batak dengan penguatan sosio-geografis tertentu, nilai-nilai adat budaya dan kemudian agama Kristen. Sehingga keterpisahan kawasan Batak dengan Melayu menjadi lebih nyata dan kontras, tidak dalam pengertian budaya (civilized and uncivilized). Tetapi dalam pengertian kelompok etnik Melayu versus Batak. (Baca juga buku Kolonia li sme dan Etnisitas: Batak dan Melayu di Sumatra Timur Laut, Penulis: Daniel Perret, Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta, Cetakan: April 2010)

Sikap lapang dada dalam mengsikapi temuan Ichwan Azhari di serukan oleh Pak Shohibul Anshor Siregar, Koordinator Umum ‘nBASIS, menurut beliau ,  Ichwan Azhari bahkan sebelumnya sejarawan Mohammad Said, maupun Naqib Suminto dan Uli Kozok adalah intelektual yang memberi sesuatu yang berbeda kepada masyarakat di tengah kesadaran besarnya distorsi (penyimpangan) tentang sejarah dan pemahaman tentang jati diri sebagai bangsa bekas jajahan.

Sportifitas dan kejujuran kaum intelektual wajib diperlukan guna mengeliminasi distorsi yang berbuah kontroversi, sebagaimana ditunjukan oleh Pak Shohibul Anshor Siregar dalam tulisannya yang dimuat di medanposonline :

” Namun saya sebagai orang Batak sangat berkeinginan untuk secara dewasa menerimanya, dan satu-satunya jalan untuk “melawan” Ichwan Azhari hanyalah data. Hanya saja Ichwan Azhari dalam menginterpretasi data-data tersedia harus secara cermat membedakan kepentingan data intelijen dan data ilmiah para akademisi. Itu amat penting bagi ilmuan di negara-negara bekas jajahan.”

Dalam komponen akademisi saja masih perlu dipilah antara yang mengabdi kepada kepentingan penguasa dan yang mengabdi untuk kepentingan ilmiah semata. Ilmu sosial telah mencatat keajegan pengabdian “pelacuran” terhadap penguasa betapa pun zalimnya, dan begitu penguasa zalim itu runtuh secepat kilat pula ilmuan sosial tertentu membentengi diri antara lain dengan mencerca penguasa yang baru diruntuhkan.

Tetapi saya yakin Ichwan Azhari berjalan dalam koridor ilmiah yang objektif. Juga saya yakin bahwa sebagai ilmuan sosial tentu ia pun akan amat terbuka dengan sanggahan, karena itu menjadi bagian dari integritas seorang ilmuan.”

Kontroversi Majapahit

Adalah Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta , setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakta-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal yang mencengangkan berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’. Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Buku ini menyimpulkan bahwa Kerajaan Majapahit adalah Kerajaan Islam bukan Kerajaan Hindu sebagaimana sejarah menulis yang berkembang sekarang.

Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan Majapahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit yang disarikan dari buku ” Herman Sinung Janutama,  ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Yang Tersembunyi’, LJKP Pangurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta. Edisi Terbatas Muktamar Satu Abad Muhammadiyah Yogyakarta Juli 2010  oleh Pahrudin HM, MA adalah sebagai berikut:

  1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata Tauhid.
  2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.
  3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan  sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini. Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol Islam.
  4. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran sufi, sedangkan neneknya adalah seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi bukan  lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah seorang penganut Hindu. Bahasa Sanskerta  di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono di Solo. Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian, penulisan Gajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’. Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan  ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.
  5. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad yang dikatakan sebagai pembalasan terhadap sikap para penguasa Abbasiyah yang seringkali menghina dan menistakan keturunan Rasulullah. Akibatnya, Timur Tengah berada dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu. Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari Timur Tengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan ‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara (Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranakpinak di tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa beragam kerajaan Nusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.

Tentunya apa yang ditemukan oleh Pak Ichwan Azhari tentang Batak dan Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta tentang “Kesultanan Majapahit” keluar dari pakem pandangan sejarah sebelumnya, yang sangat wajar menuai pro dan kontra bukan saja dikalangan sejarawan tetapi bagi bangsa Indonesia pada umumnya.

Ada dua penyebab distorsi yang menyimpangkan pemahaman sejarah , yaitu penyebab intern dan penyebab ekstern. Penyebab intern, berkaitan dengan visi dan kemampuan penulis sejarah memahami kondisi sosial yang melingkupi peristiwa sejarah itu. Ini tergambar dalam penulisan DR. Akbar S. Ahmad yang berjudul Kearah Antropologi Islam. Selain itu penyebab ekstern. Drs. Uka Tjandra Sasmita, dosen UI dan IAIN Jakarta, menyebut ada beberapa poin yang mendukung faktor ini, antara lain: tekanan pihak penguasa sebagai sponsor penulisan sejarah, tekanan masyarakat dalam mengubah arah sejarah, peran para orientalis merekayasa sejarah, dan peran para ‘orientalis pribumi’ yang turut menyimpangkan arah sejarah. Selanjutnya, akhir dari sebab-sebab itu akan timbul apa yang disebut ‘amnesia sejarah’ yaitu penyakit budaya yang membuat orang kehilangan kesadaran akan sejarah.

Ketika sejarah mendapat ‘tafsir baru’ sesuai pesanan. Ia tak lagi menjadi barang berharga, tetapi menjadi racun yang bisa menghancurkan ummat. Akibatnya tidak hanya penyelewengan fakta dan data saja, tatapi ‘frame’ berfikir yang salah pun akhirnya terbentuk.

Betapapun, menegakkan kebenaran dalam sejarah bangsa kita adalah urusan kita semua. Dan bagi para intelektual, kontroversi apapun maka sebaiknya DILAWAN DENGAN DATA…

 

 

About these ads

37 comments on “Distorsi

  1. ●●●ЄЯШЇЙ●●●
    November 23, 2010

    ikut menyimak & membaca :oops:

  2. Usup Supriyadi
    November 23, 2010

    apa yang dikatakan Napoleon memang terkadang terjadi, adanya sejarah hasil dari kebohongan kebohongan yang disepakati, tentu tidak semuanya. dan saya setuju, baiknya lawan dengan data berupa fakta-fakta…

  3. Sang Penjelajah Malam
    November 23, 2010

    sejarah memang paling menarik untuk dipelajari, membuat kita lebih paham akan makna kehidupan

  4. masyhury
    November 23, 2010

    Saya tertarik sekali dengan sejarah batak di atas! Saya sebagai orang Medan sendiri pun tak pernah tahu bagai mana asal mula kata batak itu di pakai.
    Hemm,, :D

  5. semoga saya SEGOBLOK SEBELAH KIRIKU
    November 23, 2010

    sejarah nuswantara khususnya jawa didistorsi minimal oleh dua pihak atau min 3 agama di luar islam juga pihak di luar bidang agama, terlihat dari kecenderungan satu peristiwa yg sama tapi memiliki beberapa penafsiran yg bertentangan dan akhirnya justru malah dapat diketahui kebenarannya dengan identifikasi masing2 pihak kontra dan verifikasi ke data yg valid riilnya. satu lagi untuk masalah pembangunan jembatan selat sunda, saya lebih condong ke pendapat mr. sujiwo tejo, karena akan cenderung memunahkan budaya maritim kita, harusnya diidentifikasi aliran proses2 ke depannya dengan eksistensi jembatan tsb, apakah motor dan mobil semakin banyak?berapa banyak bbm yg kita butuhkan?siapa saja yg akan menikmati aliran2 proses tersebut?anak negeri ini hanya pengguna dan ‘menikmati’?subyek dan obyek apa yg mengikuti aliran proses tersebut dan proses kelanjutannya dan apa yg dibutuhkan selanjutnya?1. majalah intelijen nomor 15 th vii 2010 hal 10-21, 2. majalah warta ekonomi nomor 22 tahun xxii 5-14 november 2010 hal 46-49.Lebih baik dilakukan pembangunan pelabuhan2 laut udara dan fokus pembangunan tanjung priok soekarno hatta sebagai wujud eksistensi pusat nuswantara dan asean, ingat kekacauan soekarno hatta garuda awal dari apa?majalah tempo edisi 22-28 nov 2010 hal. 91-93? majalah warta ekonomi nomor 22 tahun xxii 5-14 november 2010 hal 28-29?apa kaitannya dengan perang kurs?majalah warta ekonomi nomor 22 tahun xxii 5-14 november 2010 hal 50-52?ada apa ini eksisensi(dominasi pengganti barter yg dapat dipercaya, push me uh aaaah) u dominasi mata uang serta aliran proses jasa produk (energi dan kebutuhann manusia lain, batubara, minyak sawit, kertas, atau mesin pencetak dollar butuh produk riilnya u kendali lebih nyata juga rokok, tembakau atau produk bahan baku massal telah dikuasai total minim karya- barat/yahudi(?) terutama u intercept kendali atas pasokan2 energi jadi tidak fisik perang atau melulu mata uang u bendung dan kendalikan rrc?). kenapa green peace tidak push freeport yg tidak efisien karena tailingnya masih banyak emasnya?buru2 atau rakus?demokrat republik dalam secret power of negotiations sepertinya hanyalah permainan good guy dan bad guy? atau seperti Jerry Silverman: Yahudi Ada Di Antara Republik Dan Demokrat Amerika di era muslim Senin, 15/11/2010 08:59 WIB? saya justru ga mengerti terhadap artikel di majalah warta ekonomi nomor 22 tahun xxii 5-14 november 2010 hal 90(maaf pak bahkan manusia tdk mempunyai kebebasan secara normal untuk 24 jam pul atau bahkan u beberapa detik bertahan tidak u berkedip?selalu ada batasan, bgm menurut pandanganmu atas di akhir i robot?atau perencanan hidup matrix kegagalan ekspansi mars?) dan harian kompas 15 november 2010 berjudul cegah kehancuran indonesia(kebangsaan?)?bukankah kristen dgn muslim harusnya harmonis? atau seperti kata era muslim, Tuesday, 23 November 2010 08:08 Jerry Duane Gray?apakah hub nya di singapura dengan militer terkuat asean dan siapa wakil soros?kacaunya thailand?hub singapur myanmar?perlindungan uang dollar segala pihak ‘hitam’?u kendalikan peredarannya di asia? one world?bahkan kalo pun berganti emas machiavelli berkata…?jadi apakah masalahnya sistem?logo telkomsel indosat mcd barcode mungkin sebentar lagi adalah garuda atau lainnya?hakikatnya sistem mata uang yg stabil adalah jika konsisten thd satu jenis mata uang, tapi faktor spekulasi/judi di bursa atau hal2 lainnya adalah pengacau, jika konsisten thd satu mata uang hakikatnya jika merugi maka tinggal margin dinaikkan, masalahnya bgm jika ada mata uang artifisial lainnya?menetapkan dominasi satu mata uang artifisial tunggal dunia?siapa pencetaknya? berdasarkan apa hak itu?menentukan setiap aliran proses apapun dalam kehidupan manusia di bumi?dengan kondisi seperti ini selalu yg kaya makin kaya dan semakin rakus tak kan mau merugi inginkan konsistensi kenyamanan jika terhadang resiko rugi ia akan didekati oleh si pencetak uang dominan?yg miskin semakin miskin dikejar inflasi, sesungguh kaum tengah tak pernah ada karena yaaa inflasi, misalkan dengan banyaknya jenis mata uang, komponen bahan baku kebutuhan kita tergantung pada beberapa jenis mata uang asia, jika semuanya mengalami penguatan, bayangkan berapa double kita kena inflasinya?duhhhh petani petani sungguh telur dan ayam kampung lebih enak dan bergizi ototnya dan tidak terlalu lunak dan bebereum telornya lebihh banyak, rasanya begitu beda lebih nikmat, serius maaaan, apakah kita terburu2 berkonsumsi attau hal lainnya ttg untung di ayam broiler?apa hakikat untung di dunia?apakah berhenti pada proses jmlah uang yg dierima di tangan?perlukah unsur ikhlas dari kedua belah pihak?apakah untung proses nya berakhir di akhirat?

  6. semoga saya SEGOBLOK SEBELAH KIRIKU
    November 23, 2010

    di saat ini, wuakakakak dasar pion pion

  7. nbasis
    November 24, 2010

    mudah-mudahan kau tak mendengar, kupujikan kehebatanmu.

    • Mesteer Usup Supriyadi
      November 24, 2010

      ;)

  8. alit
    November 24, 2010

    segala ga boleh, maumu apa?fisik diikuti maya diikuti, kalian terlalu banyak habiskan sumber daya, terutama milikku, kalian yg gaji aku?jika iya pun buat hidup di dunia riba takkan cukup, blangsak

  9. alit
    November 24, 2010

    bukan kamu kamu kamu

    • Mesteer Usup Supriyadi
      November 24, 2010

      apakah aku, alit?

  10. alit
    November 24, 2010

    bangsa yg selalu kehilangan momentum, bosannnnnnn aku, selalu teringat salah satu cerpen karya seorang india ttg lelaki tuna netra yg kehilangan momen di kereta api, berpura2 tidak buta di hadapan seorang wanita(yg ternyata tuna netra juga di saat setelah turun kereta api), jangan di masa ku jangan di ‘masa depan- masa depan’ ku, bangsa ini kehilangan momentum. sutralah peduli amat, mari kita beradaptasi kepada sistem dalam fitnah riba(uang artifisial), semua pasti terciprat walaupun sedikit, mari kita perkuat eksistensi artifisial ini, mari kita jadikan berharga untuk proses hidup kita, mari

  11. alit
    November 24, 2010

    setelah kaum agama yahudi(?) nasrani(?), ?= islam=berserah diri, diintervensi karena ??doktrin berani mati karena akherat, selanjutnya rrc pun perlu dilikuidasi krn solidnya kekuatan dalam penggunaan hard powernya? sekali tepuk 2 lalat tewas, trend in kolonialisasi via feodal era kerajaan?, trend ini dekolonialisasi bangkitkan nasionalisme sukuisme, trend in demokratisasi, trend in apa sekarang?awal dari perang dunia 3?

  12. gommu
    November 24, 2010

    mantap kang, semoga bangsa ini senantiasa memperbaiki diri.

  13. donny
    November 24, 2010

    salam dari blog Masyhury… kagun bangat info diblog ini.. :) salam kenal

  14. alit
    November 25, 2010

    ga tahu siapa sih, cuma provokasi siapa tahu ada yg respon, hehehe, ga taulah, sialan sim c ku ditahan, benar2 sial, ini jelas akibat pelaksanaan aturan ga jelas yg ga konsisten, saya selalu coba patuh ama aturan sekarang makin pesimis capeeeee, kawula alit ga neko2 cuma pengen jadi rakyat sing tut wuri, nybrang berusaha lewat jembatan penyeberangan dan zebra cross, lha naik speda motor lengkap suratnya pake helm dll, penegasan aturan kok ya anget2 tai ayam, cuma2 gara2 lampu jam 4 sore ga dinyalain, lha di luar metro jaya aja jarang ada lampu yg nyala di siang hari, kebijakan aneh dulu ini saya ikuti, lha kemaren kok ya motor kan harus di kiri ya ikuti, pikiran saya lurus di jalan patuh, pertama liat depan kok ya heran motor2 di depanku ya kok pada nganan setelah lampu ijo nyala, ternyata gerombolan penindas sedang aksi operasi ke rakyat kecil bermotor(pake sepatu dan jaket tuh rasain nanti wajib mereknya sni juga) doang, nasib2 ditangkap, jadi lain kali wajib siapkan suudzon mu ke gerombolan penindas pastinya kasih surat tilangnya warna pink(harusnya merah kali?) kenapa ga biru?benar2 nyusahin rakyat kecil, orang lain beuh pentil ban aja ditanyain, gendeng. sekarang ga pake motor, ga punya sim langgar aturan pasti tetap disalahin belum kalo kecelakaan ga dapat asuransi, capeeeeeee indon3x makanya ga maju2 kalo ke rakyat sendiri nindes ke bangsa lain munduk3x djuancok polllll. patuh yg lain kebanykan engga, liat yg lain lampu ga nyala eeeh ikut, kok ya aku yg kena, juancok aturan memang benar2 diciptakan untuk dilanggar kata temanku spesial u indonesia rakyat kecil yg harus adaptasi paksa, kalo punya dekeng dan tanda MILIK negEri aka pejabat loooooe pada bisa terobos jalur paling kiri JALAN TOLLLLLLL PADAHAL ADA SILOP NYA, DIAMPUTTTTTTT

  15. alit
    November 25, 2010

    HARUSNYA OPERASI DULU KE POLISI DAN KELUARGANYA, LAMPU MOTORNYA DINYALAIN GA DI SIANG HARI?ING NGARSO SUNG TULODHO, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI, DJUAAAANCOKKKK

  16. kawula alit
    November 25, 2010

    maaf kalo ada yg tersinggung, saya hilap, polisi jarang pake motor ya?

  17. zhuge liang, ki juru propaganda agitasi provokasi
    November 25, 2010

    sory kang cepot ganggu rumahnya, pengen tes karisma blognya, bicarain korut korsel, jelas latihan militer diganggu lha ngetes terlalu dekat buffer rrc dan rrc. hehehehe sesuai rencana, barat ga tahan, ngebet nahan pengaruh virus kuning ngeglobal, lha kalo konco2nya nambah banyak kan berbahaye kate om bama. momen indon(mungkinkah?) ngglobal(jancok rakyat ojo ditindes aee, di rrc singapur malon aja pembangunan konsisten teratur rapi dll, indon harusnya gampang, rakyat sabar lan siap tut wuri) gunakan asean, oki, nonblok dan ini wajib karena yg siap berperang memiliki senjata pemusnah massal dan memiliki persiapan pertahanan mumpuni. umat islam indonesia harusnya mampu jadi duta islam yg baik menjelaskan aliran proses ttg pandangan agamanya agar umat lain memahami kenapa minuman keras dilarang dan perkuat jaringan islam global dalam energi, berita, bulan sabit merah, sebagai duta global menjelaskan ttg pemahaman/persepsi salah ttg islam oleh umat lain dan pelopori sistem ekonomi dan mata uang baru?krn hakikat aliran proses di islam yg telah disempurnakan nabi muhammad saw adalah adil, islam mengajarkan kepemimpinan diri sedari dini liat prosesnya, 5 waktu dari kecil diri sendiri, belajar awasi diri sendiri, belajar meneladani dan menjadi teladan dalam jamaah, belajar membatasi diri dari provokasi2 konsumtif fisik non fisik, agama tengah, dunia akherat. tak dapat dipungkiri islam adalah realitas yg mayoritas dan harus dapat diterima minoritas, jika bisa saling memahami dan saling membuka dialog, indonesia akan dapatkan jalannya, minoritas harus memahami hak mayoritas dan mayoritas juga pahami hak minoritas. ada hal2 umum yg dapat disepakati. melalui oki, nonblok, dan asean terutama oki u dapatkan hak veto kalo tidak pelopori penggembosan PBB. barat harus dihentikan karena ketidakmampuannya menyelesaikan masalah palestina, saatnya pandai2 memilih momen u bersandar di blok mana? barat terlalu rakus dan paksakan sistem dollar mata uang artifisial u kendalikan dunia berdasarkan persepsinya. rrc wajar u dapatkan ruang tumbuhnya tapi tidak untuk menjadi BRAND NEW AMERIKA, momen u liu bei dan 5 jenderal harimau muncul u mencegah perang dunia ke 3 dan membentuk titik keseimbangan baru. hakikatnya tidak ada krisis ekonomi(kegiatan manusia memenuhi kebutuhan hidupnya) kecuali adanya monopoli kerakusan satu pihak.

  18. ylki
    November 25, 2010

    apakah kapitalis adalah atheis yg egois dan komunis adalah atheis yg komunal?lalu siapa yg mengakomodasi kebebasan individu berkonsumsi? matrix? siapakah yg batasi nafsu manusia?kematian?kehidupan setelah mati? kenapa manusia?kenapa bukan gunung atau bumi? udah baca kolom opini kompas si ya pilliang ttg ekonomi psikopat? contohnya ya para operator telekomunikasi seperti perampok terutama ke pelanggan pra bayar, menganggap isi pulsa pelanggannya dan nomornya sebagai sapi perah, pertama sifat isi pulsa adalah rupiah dan ditukarkan dengan rupiah juga cuma dalam account atau tabungan mata uang ‘baru’, bagaikan negara dengan rakyatnya sendiri, melakukan penjualan produk promosi dengan tenggang waktu ga jelas dan cenderung menipu dan ga transparan dengan tanpa rincian pemakaian tabungan per rentang waktu tertentu dan kemungkinan penggunaan sistem manipulasi. pemerintah harus memberikan insentif berupa kepemilikan nomor tetap dan boleh berganti2 operator telekomunikasi u pemakai jasa yg memberikan data individu yg benar dan jujur.

  19. Ibunya Galang
    November 26, 2010

    maaf saya kurang begitu memahami tentang sejarah, mungkin juga krn ngak terlalu suka ;)
    tapi emang bener … salah dalam penulisan sejarah (fakta dan data) bakal berdampak salah dalam frame berpikir.

    • genksukasuka
      November 27, 2010

      setuju mas…
      sejarah ya sejarah jangan di modif :P

  20. sikapsamin
    November 27, 2010

    DISTORSI…EROR…TEROR…

    Sejarah panjang yg menyangkut agama (yg saya dengar) telah terjadi sejak nabi Ibrahim ‘mendapat perintah’…mengurbankan anaknya.
    Apakah anak Siti Sarah (istri pertama), atau anak Siti Hajar (istri kedua).
    Sampai saat ini, gema distorsi masih bisa kita saksikan, a.l. turunan dari Siti Sarah dilarang berpoligami bahkan cerai, sementara turunan dari Siti Hajar kebalikkannya…

    Saya tidak memperpanjang hal tsb., tapi saya akan menguak PAKAR-DISTORSI dalam dunia pewayangan. Dunia yg sarat makna filosofis tentang kehidupan dan berbagai jenis/sifat manusia…
    Seorang tokoh PAKAR-DISTORSI yg akhirnya dalam Bharata-Yudha, mati tercabik-cabik oleh KUKU-PANCANAKA…
    PANCANAKA adalah hasil ramuan JAMUS KALIMASADHA…
    Siapakah dia…? Silahkan klik :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Sangkuni

    PANCANAKA…menginspirasi Bung Karno dalam meramu sesuai tuntutan jaman, menjadi : PANCASILA…

    Saat ini telah menebar anak-keturunan Sangkuni di Nuswantara ini, dengan ciri2 takut PANCANAKA…takut PANCASILA…

    Salam…JAS MERAH utk NUSWANTARAKU

  21. itempoeti
    November 28, 2010

    ada proses panjang untuk membuat sebuah informasi menjadi data yang valid setelah melewati uji materi secara ilmiah.

    seringkali, kelemahan sebuah data muncul dari lemahnya basis asumsi yang digunakan sebagai benchmark untuk menguji validitas sebuah informasi.

    obyektifitas ilmiah di wilayah ilmu-ilmu sosial masih cenderung menyertakan interpretasi subyektif yang kuat hingga menghasilkan multi tafsir yang mungkin saja diimani oleh kepentingan-kepentingan subyektif.

    kegenitan intelektual dan eksistensi akademik adalah salah satu penyakit sosial yang masih saja menjangkiti masyarakat ilmiah.

  22. Yunizar Blogs
    November 28, 2010

    Wah.. info baru nih.. thanks ntar saya bawa ke kelas,. trims dari Pak Guru ..

  23. Anas
    November 28, 2010

    Baca lagi ah…

  24. Vulkanis
    November 28, 2010

    Memang sejarah ini sangat simpangsiur karena kita sedikit punya bukti,sedangkan sejarahwan orang kompeni selalu lengklap dengan data..
    Makanya kita sekarang harus punya barbut..

  25. sedjatee
    November 29, 2010

    sebuah fakta-fakta baru yang menarik
    perlu dicermati untuk meluruskan sejarah
    agar generasi berikut tidak mencerna sejarah yang keliru
    thanks pencerahannya Kang Cepot
    salam sukses..

    sedj

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: