Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Ke mana saya harus pergi untuk menjadi pahlawan?

Sepuluh november 2010, panggung “hari pahlawan” telah di kudeta oleh Obama hanya karena kata-kata ” sate”, “bakso”, “pulang kampung nih”, “assalamu’alaikum”, “bhineka tunggal ika”, “bemo”, “becak”, “sarinah”  dan sebelumnya di jamuan makan malam ada kata “nasi goreng” ” emping”, “krupuk”, serta yang pasti “semua enak”. Kata-kata yang bagi kita-kita adalah “biasa” disulap menjadi “LUAR BIASA”, dan sepertinya kata-kata inilah yang berhak mendapat gelar “pahlawan” dalam panggung teatrikal Obama 18 jam transit di Indonesia tepatnyah Jakarta. Kata-kata yang telah mengalahkan para nomine gelar pahlawan yang salah satunya adalah bapak pembangunan Soeharto.

Sepuluh november 2010 di jamuan makan malam, sby memberikan gelar “pahlawan” pada emaknyah Obama yang disambut oleh Obama dengan perkataan yang menggugah “Indonesia bagian dari diri saya”, … Fantastis … Bombastis … 6000-an penonton menyambutnya dengan tepuk tangan riuh gempita, mengalahkan  tepuk tangan “kejujuran” ala realiti show “Uya emang Kuya“… maka tak salah kalo Putu Wijaya bilang “Indonesia adalah tempat yang tepat untuk menjadi P A H L A W A N“.

****

Teringat di tahun 2006,  Teater Mandiri pimpinan Putu Wijaya menggedor penonton di Taman Ismail Marzuki dengan pertunjukan Zetan dengan lakon : “Zetan: Setan Berguru Jadi Pahlawan“, dengan konsep “bertolak dari yang ada” untuk menciptakan TONTONAN yang menjadi TEROR MENTAL, sehingga menjadi PENGALAMAN SPIRITUAL dan pembelajaran untuk MANDIRI.

Kisah bermula dari GURU berhenti mengajar, karena bertentangan pendapat dengan pihak sekolah yang hanya berusaha mencetak ijazah. Lalu GURU mendirikan pendidikan gratis yang mengajarkan mencintai bangsa, negara, tanah air dan keberagaman. Tetapi bertahun-tahun tidak ada yang mau belajar. Pada suatu malam datang ZETAN, minta dididik menjadi pahlawan.

Nama saya Setan, saya datang untuk berguru. Ajarilah saya menjadi pahlawan.” Begitulah si Setan memperkenalkan dirinya. Sang Guru terhenyak keheranan, mengapa Setan yang ingin menjadi pahlawan? Tapi karena tekad si Setan untuk menjadi pahlawan sudah bulat, maka si Lelaki tua itu mengajarkan ilmu kepahlawanan: seorang pahlawan harus rela berkorban, pantang menyerah, membela kaum tertindas, dan tanggguh.

IA tak muncul dalam penampakan seram. Zetan-memakai “Z”, bukan “S”, meski dari famili yang sama-datang bertamu ke rumah seorang guru. Ia mengendarai sebuah sepeda. Baju dan celananya, alamak…, bak siswa sekolah dasar: putih dan merah. Ia membawa meja lipat segala.

Dengan muka kolokan, sembari duduk manis, ia memohon kepada Pak Guru untuk dididik menjadi seorang pahlawan yang sanggup menyeberangkan orang dari neraka ke pintu surga.

Sang guru terenyak. Ketemu berapa perkara: setan tiba-tiba ingin berperi-laku baik? Sang guru pun menolak, karena ia hanya mengajar manusia. Tak mau ditampik, Zetan kemudian menunjukkan kekuatannya di atas panggung: mengancam dan menerkam sang guru.

Sebuah boneka raksasa serba hitam-sekitar tiga meter tiba-tiba muncul dari balik layar, menegaskan sisi angkara-murka yang dimilikinya. Berbarengan dengan munculnya sang raksasa, musik berdentam keras. Mengagetkan. Bayang-bayang hitam di layar putih di belakang panggung menebalkan daya teror pertunjukan itu pada penonton.

Teater Mandiri pimpinan Putu Wijaya menggedor penonton di Taman Ismail Marzuki dengan pertunjukan Zetan. Bayang-bayang raksasa itu menciptakan efek visual yang menekan. Ia yang digerakkan dengan tangkas oleh para pemain di belakangnya mencengkeram, menampar, menerjang.

Lalu Zetan kembali ke wajah imutnya, menyampaikan permintaannya sekali lagi: meminta dididik budi pekerti agar bisa menjadi pahlawan. Sang guru- yang bertahun-tahun tak punya murid lantaran dipecat setelah memasukkan pelajaran budi pekerti pada kurikulum sekolah-pun mengabulkannya.

Zetan atau setan atau syaiton itulah yang membuat para guru kelimpungan dibuatnya. ”Bagaimana mungkin setan atau syaiton hendak menjadi muridku dan lebih dari itu, kau mau menjadi pahlawan kemanusiaan,” pekik Guru kalang kabut ketika Zetan mendatanginya.

Maka, setelah berbekal budi pekerti, setan pun bertanya, “Ke mana saya harus pergi untuk menjadi pahlawan?

Sang guru menganjurkan untuk ke Indonesia. “Kalau ada gunung meletus, kalau ada gempa, dan orang-orang datang bukannya menolong tapi menyusahkan, itulah Indonesia. Kalau ada gedung parlemen dengan deretan mobil mewah, itulah Indonesia,” ucap guru.

Singkat cerita, Zetan lulus cumlaude dan siap ditugaskan ke sebuah wilayah yang penuh dengan kesemrawutan di dunia bernama Indonesia. Maka si Setan terbakar semangat kepahlawanannya, ia dikirim ke sebuah negeri yang tengah dilanda bencana alam dan kemrosotan kepribadian rakyatnya.  Aneh, belum berbuat apapun ia telah dielu-elukan sebagai pahlawan. Mungkin rakyat di negeri itu merindukan sosok seorang pahlawan.

Tetapi setelah pulang ke dunianya, ia dibenci temannya sesama setan. Ia dituding sebagai penghianat. Si Setan baik hati itu dihajar beramai-ramai oleh temannya sendiri. Tubuhnya bersimbah darah saat mendatangi gurunya. Si Setan tidak tahu jika menjadi pahlawan harus membayar mahal dengan nyawanya. Ia mati di tangan bangsanya sendiri.

*****

Cerita teatrikal Putu Wijaya tentang “Zetan” beberapa tahun lampau ini tentunya kalah pamor dengan panggung “pahlawan” Obama tanggal 10 November 2010. Panggung perayaan “hari pahlawan” yang telah mengangkat kata-kata ” sate”, “bakso”, “becak” dan “bemo” sebagai pahlawan ditahun 2010 …. selamat buat yang “pulang kampung nih” pileuleuyan  sapu nyere pegat simpai paturay patepang deui   :lol:

Sepuluh november 2010 yang bermakna bagi Indonesia …. hua ha ha ha ha

dan sedikit oleh – oleh yang tersisa … ha ha ha ha



About these ads

32 comments on “Ke mana saya harus pergi untuk menjadi pahlawan?

  1. Sang Penjelajah Malam
    November 11, 2010

    Menunya kok mengerikan ya :-)

  2. nbasis
    November 11, 2010

    Putu Wijaya berhadapan dengan salah satu dari “minal jinnati wannas”.

    ————–
    Kopral Cepot : Menohok “sudurinnas”

  3. wardoyo
    November 12, 2010

    Sentilan yang sempurna… hahahaha :D :D

    ————–
    Kopral Cepot : Sentilan sentilun :lol:

  4. sedjatee
    November 12, 2010

    saya suka dua gambar di akhir tulisan
    yang satu orang alay: cengengas-cengenges tapi bilang gak mau salaman
    yang satu bener-bener gak mau salaman
    huahahaha… manusia plinplan..
    salam sukses buat Kang Cepot…

    sedj

  5. Denuzz BURUNG HANTU
    November 13, 2010

    Sungguh miris melihat drama kepahlawanan tahun ini…
    Denuzz suka foto yg di bawah, sungguh perbedaan etika yg sangat jelas …

    Salam BURUNG HANTU

  6. Republican Wasp
    November 13, 2010

    Hehehe, masalahnya masyarakat kita emang umumnya lebih mudah “silau” dengan tokoh-tokoh penting luar negeri sehingga tak jarang jadi terkesan melupakan tokoh-tokoh penting dalam negeri yg sebenarnya berkontribusi lebih besar bagi bangsa & negara. Dan kalau bicara soal Obama, saya jadi teringat soal kontroversi patung Obama saat masih kecil beberapa waktu lalu

    ————–
    Kopral Cepot : Yup … bahkan ada PEJUANG yang meninggal dalam status TERPIDANA … di Taman Makam Pahlawan Nasional Kali Bata 10 November 2010 Tepat Hari Pahlawan…… Haji Raden Soegito EX TNI BRIGADE 17 TENTARA PELAJAR (LETDA PURNAWIRAN). DIMAKAMKAN DENGAN STATUS TERSANGKA POLRES JAKARTA TIMUR…. Beliau adalah Pensiunan PERJAN PEGADAIAN yg “Dipidanakan” ber-sama2 2 Janda Pahlawan yg Divonis Bebas oleh PN.JakTim 26 Juli 2010 yl…. Ironisnya… Bpk.Soegito masih berstatus TERPIDANA hingga wafatnya hari Selasa 9 Nov. 2010 petang… karena Pihak Polsek JakTim belum juga menerbitkan SP3… Ekses dr kasus tsb. adalah Diberhentikannya DirUt Perum Pegadaian yg memperkarakan Para Pensiunan Perjan Pegadaian…!

    • Usup Supriyadi
      November 16, 2010

      Masya Allaah…

    • Republican Wasp
      November 19, 2010

      Parah juga ya. Semoga kasus seperti itu ga terulang lagi ke depannya. Dia mungkin hanya berusaha menjalankan suatu hal sesuai prosedur tanpa pandang bulu. Tapi jadinya terlihat ironis ketika kasus tersebut melibatkan pensiunan pahlawan yg terlunta-lunta di akhir hidupnya. Harusnya pemerintah mulai memberi perhatian lebih kepada para mantan pahlawan & atlet yg berjasa bagi Indonesia karena berkat merekalah, Indonesia bisa seperti ini

  7. Deq Hamasah
    November 13, 2010

    Uhoo~~ Uhoo~~ Coba Saya liat drama tsb, pasti sudah guling-guling pengen direplay *kalo bisa* Indonesia butuh pahlawan, dan katanya Imam Mahdi datangnya dr Indonesia (???) Semoga! :)

  8. Ping-balik: Tweets that mention Ke mana saya harus pergi untuk menjadi pahlawan? « Biar sejarah yang bicara …….. -- Topsy.com

  9. Laki-laki Malam
    November 13, 2010

    Tulisan yg menggelitik dan dibumbui foto nakal……salut.

    Komentar: Menurutku tak perlu bangsa ini punya banyak pahlawan, tapi jadilah “Bangsa Pahlawan”, dimana setiap rakyatnya mau mengimplementasikan nilai-nilai pahlawan dalam kehidupannya.

    ———–
    Kopral Cepot : Yup …. setubuh ;) … selamat datang buat si abang malam :D

  10. Let's Share Together
    November 14, 2010

    alo bos, salam kenal :)
    ane suka sama artikel ente :D
    btw tukeran link yuk :D
    ditunggu kabar baiknya ya :)

  11. mawardi
    November 15, 2010

    orang pada keblinger sampai lupa siapa pahlawannya

  12. wardi
    November 15, 2010

    Sejarah yang menjawab siapa pahlawan itu

  13. cah fsrd belajar nulis cepen?nyeni teknik arogan?
    November 15, 2010

    berapa jumlah hurup latin? darimana awalnya? berapa jumlah abjad arab? berapa efek nya thd dominasi global dan trend global? misal apakah jika sekarang rrc akan melakukan melakukan propaganda dibandingkan dengan hollywood, apa kesulitannya?mungkin bisa melakukan permulaan dengan pd memakai bahasa mandarin dan penggunaan latin bahasa mandarin, karena seperti hurup kanji. jelas bahwa sepertinya peradaban islam memiliki peluang, tengok apa pengaruhnya di masa lalu ketika islam dominan di ilmu pengetahuan termasuk angka. silaken

  14. cah fsrd belajar nulis cepen?nyeni teknik arogan?
    November 15, 2010

    dengan tidak segera melakukan perubahan ideologi maka rrc akan terjebak dalam aksi reaksi yg mudah dikendalikan barat, karena ideologi komunis ditumbuhkan budaya barat dalam merespon revolusi industri dan kaum intelektual spiritual. sehingga langkahnya akan mudah ditebak dan akan selalu ikuti permainan barat.

  15. sikapsamin
    November 15, 2010

    Rasanya saat menyimak acara-TV, Obama setelah mengucap “bhineka tunggal ika” langsung diikuti ucapan “panca sila”…
    Kok dipostingan ini nggak ada, apakah ikut masuk ramuan menu bakso ya?!?

    Soal gelar pahlawan…ucapan Putu Wijaya sangat tepat…
    Tiap jenis komunitas memang ada pahlawannya, dan Indonesia adalah arena wild wild world…

    Salam…JAS MERAH
    ————-
    Kopral Cepot : he he he … maaf mas sikap, bukan maksut menghilangken kata “pancasila” .. tp emang lupa nyatet maklum sambil ngeBakso ;)

    Salam…JAS MERAH

    • Usup Supriyadi
      November 16, 2010

      kumaha baksonya… :mrgreen:

  16. borelist
    November 16, 2010

    bro,.
    gw udah masukin link lu k homepage gw,.
    masukin link gw k homepage lu jg y :D
    nnti gw cek,.
    http://www.borelist.com
    thanks y :)

  17. atmokanjeng
    November 16, 2010

    penjahatpun ingin jadi pahlawan…anjrit!!

  18. Abdul Aziz
    November 16, 2010

    Kedua foto di atas menarik. Yang pertama ingin bersalaman dengan first lady, tapi partainya sudah memfatwakan haram. Kedua, Ahmadinejad lebih tahu tatakrama internasional, kedua tangan tetap di samping bila tidak bersedia bersalaman , tapi tetap dengan sikap hormat. Seharusnya ditambah satu foto lagi yang banyak dimuat di berbagai media dalam maupun luar negeri, yaitu foto seorang kiai bersama Obama dan istrinya di Istiqlal. Prof. Ali Mustafa Yakub, imam masjid Istiqlal ini tampil menarik dan penuh percaya diri, tidak seperti temannya Obama.

    Hatur nuhun Kang.
    Salam

    ——————-
    Kopral Cepot : Saha “temennya Obama” teh ? ^_^ …
    Hatur tararengkyu … mugia sehat wal afiat

    • Usup Supriyadi
      November 17, 2010

      yang pasti sanen sim kuring kang… :P

      saya ISO berapa ini ISO 2010:2011 jjjjajajajja

  19. Smile _ Happy
    November 18, 2010
  20. fathyah
    November 20, 2010

    sy ijin share yah….

  21. tyanto
    November 21, 2010

    “pahlawan” adalah sebuah kata, yang kurang lebih (setidkanya menurut saya) atinya “pahala-wan” tentunya juga ada “pahala-wati” adalah orang-orang yang mengantongi sejumlah banyak “pahala”.
    tinggalah kita mendefinisikan apa arti “pahala” dan siapa yang hendak memberikan “pahala” tersebut.
    bapak pembangunan kita bapak suharto sepertinya sulit untuk medapatkan gelar pahlawan dimata negara ini, mungkin karena tidak ada pahala yang bisa diberikan kepada beliau atas segala sepak terjang dan tindaktanduk nya. entah mungkin harus dibumi sebelah sana beliau bisa mendapatkannya…
    emaknya obama…. itulah yang cocok bagi negara ini untuk mendapatkan gelar pahlawan. ironis…. siapa yang kenal dengan emak nya obama?? sungguh bangsa ini lebih mengenal suharto dengan segala kebaikan dan keburukannya.

  22. Web Hosting Murah
    November 21, 2010

    Benar. Indonesia tempat yg cocok. Karena di indonesia bnya masalah yang tidak terselesaikan.

  23. itempoeti
    November 22, 2010

    pernah suatu kali hadir di sebuah workshop yg menghadirkan Putu Wijaya sebagai pemateri, sungguh luar biasa memang…

  24. Ifan Jayadi
    November 22, 2010

    Begitulah kehidupan. Kadang sesuatu yang buruk pun dianggap baik oleh manusia

    ————
    Kopral Cepot : Yah … krn pandangan tentang baik oleh manusia biasanya yg enak2 saja atau yg menguntungkan bagi dirinya saja ;) … hatur tararengkyu sudah bisa bersilaturahmi kemari ;)

  25. iptek
    Desember 21, 2010

    siapakah yang disebut sebagai pahlawan saat ini…

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 11, 2010 by in Wacana Kini, Wawasan Ideologi and tagged , , , , , .

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: