Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

PUTERA FAJAR

Indonesia yang kaya dengan bahan baku dan sumber daya manusia kembali diincar oleh negara-negara Barat pemenang perang dunia. Tentera mereka datang tidak sebagai pembebas dari penjajahan fasis Jepang, tetapi sebagai penyerbu-penyerbu yang hendak merebut kembali daerah-daerah bekas jajahan.

Mula-mula agresi tentara Inggris dan Belanda bisa dilawan. Pemerintah Sukarno segera menyusun pertahanan militer. Kerjasama antara pasukan Barisan Keamanan Rakyat dan satuan-satuan Tentara Rakyat terjalin dengan baik. Pada tanggal 5 Oktober 1945 terbentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai pengganti BKR, angkatan bersenjata negara muda Indonesia. Enam belas divisi tersusun. Perlengkapan senjata dan pengalaman perang belum mencukupi. Tetapi semangat juang dan kesiagaan bertempur sangat tinggi. Salah seorang organisator paling penting dalam pembentukan TKR itu ialah Letnan Jendral Urip Sumoharjo.

Dengan terbentuknya TKR lahirlah embrio Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang merupakan awal Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, di bawah komando Jendral Sudirman. Beda dari anggota-anggota kesatuan kelasykaran yang berinti pemuda dan rakyat, anggota TKR ini berintikan pemuda-pemuda bekas prajurit PETA dan Heiho. Di masa Jepang kedua kesatuan pasukan ini memang dibentuk sebagai kekuatan cadangan, sehingga oleh karenanya belum mempunyai pengalaman berperang. Di samping itu para perwira pasukan cadangan Jepang ini banyak yang berasal dari anak-anak muda kalangan ningrat dan anak-anak saudagar kaya. Ini menjadi benih-benih persengketaan yang tersembunyi, bahkan di dalam tubuh TKR itu sendiri dan terlebih-lebih dalam hubungannya dengan anggota-anggota kesatuan kelasykaran yang umumnya terdiri dari para pemuda dari kalangan rakyat jelata.

Di samping itu aparat sipil juga belum berjalan sebagaimana mestinya. Kecuali oleh karena birokrasi yang belum teratur, juga karena sebagian besar aparat sipil terdiri dari aparat lama di jaman penjajahan Hindia Belanda dan pendudukan tentara Jepang. Kekuasaan politik di ibukota praktis belum bisa mencapai pelosok-pelosok wilayah Indonesia yang terdiri dari ratusan pulau-pulau.

Situasi perekonomian warisan Jepang dalam yang keadaan sangat buruk, ditambah parah lagi oleh sabotase dan blokade musuh-musuh Republik, terutama tentara Belanda dan NICA yang datang atas nama Sekutu. Infrastruktur transportasi yang rusak hebat sebagai akibat Perang Dunia, juga belum mungkindiperbaiki kembali.

Berbagai macam masalah-masalah pertama dan berat yang harus dihadapi Republik muda ini, dipakai sebagai alasan propaganda imperialis kepada dunia. Bahwa Indonesia belum mampu untuk merdeka dan mandiri, pemerintahan masih kacau, pengalaman diplomasi internasional tidak ada, dan pemerintahan pusat yang representatif juga belum terbentuk.

Pendek kata pernyataan proklamasi kemerdekaan Indonesia tidak dianggap berlaku oleh pemerintah negara-negara penjajah di dunia Barat, khususnya Belanda. Gelombang demi gelombang pasukan Sekutu bersama NICA terus didaratkan, dan terjadilah pelanggaran-pelanggaran baik de fakto maupun de yure atas wilayah dan kedaulatan Republik Indonesia.

PADA akhir bulan September 1945 armada-armada kapal perang Inggris telah berlabuh di pelabuhan-pelabuhan utama Indonesia, khususnya di Jawa. Pasukan-pasukan Komando Sekutu di Asia Tenggara, yang umumnya terdiri dari tentara Inggris dan Gurkha, mendarat di sepanjang pantai di Jawa. Bukan saja personil pasukan yang mereka daratkan, tetapi juga perbekalan pasukan artileri, tank, mobil lapis baja dan amunisi, serta segala perlengkapan tentara siap tempur.

Suasana damai dan permai kepulauan Indonesia seketika berubah. Gempa dan badai bagai menggoncang bumi dan langit seluruh negeri. Deru dan debu mesin sepanjang jalan bergulung- gulung di udara, bercampur dengan teriakan aba-aba militerdalam bahasa negeri-negeri asing.

Mula-mula mendarat pasukan Serikat yang, seperti Kuda Troya, ditunggangi tersembunyi, oleh NICA berikut Tentara Kerajaan Belanda. Pasukan ini di bawah komando seorang panglima Inggris, Jendral Christison. Tugas mereka mula pertama, ialah untuk melucuti dan merepatriasi 283.000 serdadu Jepang, dan melindungi 200.000 personil Sekutu tawanan perang dan orang-orang Belanda interniran. Tapi untuk bisa melaksanakan tugas ini dengan baik jumlah pasukan Christison itu terlalu kecil. Karena itu tidak aneh, melihat pemerintahan Sukarno yang rapi berwibawa, dan dengan segala kekurangannya mampu menjalankan fungsinya, Christison mengajak Sukarno bekerjasama untuk melaksanakan tugas Sekutu. Walaupun koleganya, Laksamana Madya Patterson, menandaskan bahwa tindakan Christison bukan berarti pengakuan pemerintah Inggris terhadap pemerintahan Sukarno, melainkan semata-mata sebagai langkah taktis pelaksanaan tugas Sekutu. Tapi bagi pihak Sukarno ajakan Christison itu berarti mengangkat nama Republik muda Indonesia di depan mata dunia. Ini berarti sama dengan pengakuan secara de fakto. Sehingga banyak kaum pembimbang, terutama dari kalangan pemerintahan sebelum perang, tiba-tiba berbalik menyerahkan nasibnya kepada Republik.

Beberapa hari kemudian Dr. H.J. van Mook mendarat di Jakarta. Ia bersedia membuka perundingan dengan RI atas dasar siaran pidato radio Ratu Wilhelmina tahun 1942. Tapi bersamaan dengan itu juga dinyatakannya, bahwa ia sama sekali tidak hendak berunding dengan Sukarno yang kolaborator.

Suara congkak Van Mook itu membangkitkan kemarahan besar rakyat Indonesia. Terutama di kota-kota dan pedesaan, di mana rakyat pernah ikut menyelamatkan orang-orang Belanda dan khususnya Indo Belanda dari interniran Jepang. Banyak dari mereka yang dilindungi di tengah keluarga rakyat di desa dan kampung, kemudian melarikan diri dan bergabung di dalam tentera Kerajaan Belanda dan KNIL.

******

* Pada masa awal umur Republik itu beredar sebuah nyanyian populer yang, tidak diketahui siapa penggubahnya, berjudul “O”. Lirik nyanyian ini sbb.:

O, amat banyak
amat banyaklah warganya!
Satu, hanya satu
hanya satulah jumlahnya!
Satu bangsa
satu bahasa
satulah tanahair
Indonesia
O!

** Pieter Sjoerds Gerbrandy (1885-1961); perdana menteri pemerintah pelarian Belanda di London (1940-45), sekaligus juga komandan angkatan perang Kerajaan Belanda (1940-44); sebelum invasi fasis Jerman, dan keluarga Ratu serta pemerintahannya mengungsi ke Inggris, ia menteri kehakiman (1939-40).

About these ads

11 comments on “PUTERA FAJAR

  1. alamendah
    April 29, 2010

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Sampai 12 halaman?. Wah musti nyicil beberapa kali, nih….

    • kopral cepot
      April 29, 2010

      alon-alon asal kelakon ajah ;)
      hatur tararengkyu pertamaxnyah :P

  2. andipeace
    April 29, 2010

    karena saya beranggapan bahwa seorang penulis itu tidak butuh banyak komentar alias sedikit komentar yang penting tidak OOT (out of topik) maka saya ijin copas duluh ini artikelnya dan komentarnya menyusul besok siang..
    :D tidak apa-apakan pak?? :D

    salam piss

    ——————
    Kopral Cepot : Pissss ;)

  3. Ping-balik: Tweets that mention PUTERA FAJAR « Biar sejarah yang bicara …….. -- Topsy.com

  4. andipeace
    April 30, 2010

    Ternyata ITB sekolah tinggi yang penuh sejarah :D sama sekali saya tidak mengetahui tentang hal ini.Terus apakah buku sejarah indonesia yang dibuat kasto rekso tersebut disetujui oleh sahabatnya (bung karno).membaca tulisan ini sampai habis dan sedikit mengerti tentang makna yang terkandung dalam tulisan ini, apakah setelah berhentinya presiden soekarno.sudahkah indonesia tercinta ini menemukan sosok yang menyerupai penyambung lidah rakyat dengan gaya bicara dan kepribadian yang tidak dibikin-bikin…??berpendapat bahwa cerita tersebut belum selesai, karena :
    1. Tidak ada keterangan bahwa buku sejarah indonesia itu disetujui atau disukai oleh bung karno apa tidak.
    2. Sahabat bung karno belum menemukan definisi argument, apakah sahabatnya yang kini menjadi tokoh bangsa besar masih seperti duluh dikalah masa perjuangan berbagi periuk nasi dan tikar tetap seperti duluh apakah sudah berubah semaikin positif apa negatif.
    3. Respon apa yang dilontarkan sahabat kasto rekso ketika mendengar berita dari seorang jendral tentang terjadi insiden dibrunei dan Seorang pengusaha perlente memuji-muji mesin yang tahan hawa lembab produksi sebuah perusahaan asing (selain respon lelucon).
    Demikian batas daya nalar cah lapindo ini bercuap-cuap setelah membaca tulisan sejarah ini.saya sangat menyukai cerita ini.
    Ditunggu cerita lain yang tidak kalah serum dan penuh ilmu pengetahuan.

    Salam adem ayem dan sejahterah pak

  5. andee
    Mei 12, 2010

    good post friend….like this

  6. andee
    Mei 12, 2010

    blogwalking here guys

  7. trusted ptc
    Juli 3, 2010

    Ceritanya menarik untuk dibaca…kayaknya perlu nyicil buat bisa baca semua halaman,, I like it… BOS

    —————-
    Kopral Cepot : Silaken Bos … nyante ajach ;)

  8. baitul hikmah
    Juli 16, 2010

    sejarah bukan lah barang baru, karena dia ada sebelum kita. Tapi juga bukan barang usang yang layak kita buang. Sejarah ibarat mutiara yang terpendam, tertimbun dalam ditumpukan sampah kehidupan. Beruntunglah orang yang mendapatkan mutiara tesebut karena dia telah mendapatkan harta yang sangat berharga…..

    tengkyuh ah…..!!!
    tarik maaaa…ng!!!

    ———————–
    Kopral Cepot : Hatur tararengkyu …. heu heu heu heu :D

  9. Dini S.Setyowati
    Oktober 14, 2011

    Trimakasih Kopral Cepot salam perkenalan silahkan kitaberkaan di Face Book.

    ——————-
    Kopral Cepot : Terimakasih kembali … mohon maaf sebelumnya tidak minta ijin untuk dimuat disini, krn tdk tau harus kemana … ;)

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

  • Komentar di Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII oleh pstruct Juli 30, 2014
    ya,tapi kami orang toba trauma dengan islam,pasukan islam membantai tanah batak,dan kami tidak takluk dengan pedang.dio bakkara bangga dengan keislam anya,itu boleh saja.tapi alangkah baiknya anda belajar cari sejarah pengislaman tanah batak,walaupun kontroversial tapi jelas lebih mendekati dari pada sejaran yang di tulis pemerintah
    pstruct
  • Komentar di Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII oleh pstruct Juli 30, 2014
    betul sekali poang,kita tau siapa yang tukang klaim,bagaimana mungkin sisingamangaraja itu islam,apakah begitu bodohnya ompui lupa tanah batak di bantai islam,yang jauuuuuuh lebih mengerikan dari belanda.
    pstruct
  • Komentar di Perang Jawa-3 ; 1825 – 1830 Perjuangan Islam Melawan Penjajah oleh hendriwibowo Juli 29, 2014
    Habis baca artikel Makasih artikelnya. Lebih membuka mata saya bahwa, jadi tertarik menelisik lebih jauh. Beberapa dokumen lain dari wikipedia, unesco, ternyata mendukung fakta liputannya natgeo bahwa perang diponegoro ternyata skalanya besar dan masif. Thxs buat artikelnya -yang Lebih membuka mata saya bahwa perang ini lebih dari sekedar urusan patok jalan. […]
    hendriwibowo
  • Komentar di Cerita Amriki di PRRI dan CIA di Permesta oleh Tri Jtamadji Juli 28, 2014
    Oh...ternyata gitu to? Selama ini banyak rakyat kita yang di benaknya ( hasil pelajaran resmi ) bahwa mereka adalah murni memberontak demi memisahkan dari NKRI. Namun harus diakui, suka atau tidak suka , ya memang runyam kalau tentara ( secara institusi) masuk ke dunia politik.
    Tri Jtamadji

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: