Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

PUTERA FAJAR

SAAT itu musim semi tahun 1942.

Sejak perundingan ber-vivere peri coloso dengan beberapa laksamana Jepang, yang berlangsung di bekas tangsi Belanda, mulailah Sukarno dengan permainannya sebagai anak patuh Jepang. Sukarno dihadapkan pada soal yang maha sulit. Yaitu bagaimana bisa menjelaskan kepada rakyat Indonesia, yang sepanjang riwayat perjuangannya menjadi titik pangkal dan tumpuannya, bahwa langkah permainan yang diambilnya bukanlah suatu langkah kolaborasi. Tetapi merupakan satu manuver politik taktis.

Pulang dari berunding, ia kembali ke Padang. Di kalangan partainya, PNI, hanya ada satu orang yang saat itu paling dipercaya olehnya. Seorang cendekiawan. Itulah Drs. Mohamad Hatta. Kepada dialah Sukarno menceritakan siasatnya dalam berhadapan dengan Jepang. Tidak mungkin hal itu diumumkan secara terbuka di dalam partai. Karena kalau diumumkan, pasti akan terdengar oleh telinga Jepang. Dan kalau itu terjadi, pasti akan berlanjut dengan tindakan eksekusi terhadap dirinya.

Dengan demikian mulailah suatu babak perjuangan baru bagi Sukarno. Perjuangan setengah legal dan setengah konspiratif. Bentuk perjuangan semacam ini, baik secara lahiriah maupun mental sangat berat. Karena harus siap menghadapi banyak risiko, banyak kesalahpahaman, banyak pengorbanan menyedihkan yang seringkali harus disaksikannya dengan mata kepala sendiri. Tanpa daya untuk mengulurkan tangan pertolongan.

Babak perjuangan baru ini juga menciptakan polarisasi di dalam kekuatan kaum pergerakan. Dalam memperjuangkan cita-cita yang sama untuk kemerdekaan bangsa dan tanahair, mereka memilih jalan masing-masing yang berbeda-beda. Gerakan revolusioner kaum buruh dan tani mengalami pukulan berat. Apalagi sudah sejak jaman penjajahan Belanda gerakan ini menjadi sasaran utama dari teror pemerintah jajahan. Banyak aktivis mereka mati dibunuh, dan tidak sedikit juga yang hilang tak tentu rimba mereka. Walaupun begitu pemerintah Belanda tidak berhasil menumpas mereka. Di bawah penindasan dan syarat-syarat yang berat kaum komunis bekerja keras secara ilegal. Segera sesudah Jepang masuk, terbentuklah kelompok- kelompok perlawanan yang baru. Pemuda, mahasiswa, buruh pabrik dan perkebunan, begitu juga buruh tani, ikut menggabungkan diri untuk mengambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan.

Sudah barang tentu tujuan perjuangan kaum Komunis itu pun sejalan dengan tujuan perjuangan Sukarno dan kaum nasionalis: Mencapai Indonesia Merdeka. Akan tetapi sudah pada ketika itu juga mereka menghubungkan cita-cita kemerdekaan Indonesia dengan cita-cita pembangunan masyarakat yang berkeadilan sosial. Masyarakat tanpa klas penindas, di mana rejeki dibagi sama rata.

Perjuangan revolusi nasional merupakan langkah pada babak pertama. Sedangkan langkah berikut yang harus mereka teruskan, ialah memasuki babak revolusi sosialis. Dengan demikian sesudah kaum penjajah asing angkat kaki dari bumi Indonesia, jalan perjuangan mereka akan berpisah dari jalan perjuangan Sukarno. Jelas Sukarno akan menempuh jalan bersama klasnya, yaitu burjuasi nasional, pemilik kapital nasionalis dan kaum agama.

SEJATINYA perlawanan revolusioner yang nyata, sehingga menyebabkan Jepang semakin kewalahan di medan perang dan di pedalaman, dilakukan kelompok-kelompok bawah tanah yang dipimpin oleh kader-kader Komunis. Gerbong-gerbong kereta api meledak berderet-deret, depo-depo penyimpanan senjata, amunisi dan logistik militer didinamit atau dibakar, produksi barang di pabrik-pabrik disabot, terowongan-terowongan penggalian bijih tambang ambruk runtuh didinamit.

Polisi rahasia dan polisi keamanan Jepang, Kempeitai, sudah kehilangan orientasi menghadapi aksi-aksi sabotase yang tak kunjung habis dan selalu tak terduga itu. Bersamaan waktu itu mantan para pemimpin PNI, di bawah pimpinan Sukarno, bekerja keras menyusun program permainan sandiwara dan mencalonkan kader-kader untuk pemerintah Indonesia di bawah pengawasan Jepang.

Ketika itu Sukarno sudah yakin benar, bahwa Jepang tidak akan keluar sebagai pemenang dari “Perang Suci Asia Timur Raya”. Tentara Sekutu akan memukulnya sama sekali, dan pada saat itulah akan datang kesempatan bagi Sang Merah Putih untuk berkibar bebas di atas bumi Indonesia. Tentang ini ia bahkan sudah meramalkannya, dalam salah satu karangannya, pada saat udara Perang Pasifik mulai kemelut. Karena itu, untuk menghadapi saat bersejarah tersebut, PNI harus siap dengan kader-kadernya yang sanggup mengatur adminsitrasi negara yang baru berdiri. Sementara itu kelompok revolusioner meneruskan gerakan bawah tanah di seluruh negeri.

Sukarno sudah siap dengan langkah berikut.

Dia akan menyambut hasrat pemerintah militer Jepang di Jawa, untuk membentuk pasukan cadangan di garis belakang, yaitu yang disebut Pasukan Pembela Tanah Air atau PETA. Satu pasukan yang, dalam pikiran Sukarno, bisa menjadi embrio terbentuknya tentara nasional Indonesia di kemudian hari. Untuk sementara PETA ini akan ditugasi membantu Jepang menciptakan ketertiban situasi, dan menjaga stabilitas keamanan negara. Pasukan inilah yang kelak, dalam pikiran Sukarno, bisa menjadi embrio bagi terbentuknya tentara nasional Indonesia, yang akan menjadi inti bagi struktur pertahanan Indonesia yang merdeka.

Sukarno sendiri yang memilih tokoh-tokoh untuk membantunya dalam menyusun pasukan sukarela itu. Para calon perwira pasukan ini dicarinya dari kalangan burjuasi nasional, seperti orang-orang muda keturunan ningrat, anak-anak tuan tanah besar atau kecil, intelektuil Islam dan anak-anak saudagar pribumi.

Jepang mengawasi gerak-gerik Sukarno dengan curiga. Tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Situasi medan perang berkembang terus memburuk bagi pihaknya. Sedangkan di garis belakang, langkah-langkah Sukarno pada kenyataannya masih berjalan menurut selera mereka. Sebaliknya di kalangan kaum pergerakan sendiri, Sukarno terus-menerus dikritik dan dicacimaki oleh mereka yang tak mengerti manuver taktiknya itu. Hujatan dan tuduhan yang tak kunjung henti dan tak ditutup-tutup itu justru menguntungkan Sukarno di mata Jepang. Sukarno aktivis konspiratif yang berhasil memainkan sandiwara permainannya. Cacimaki dilemparkan kepadanya, terutama karena ia – antara lain – menyokong pengerahan dan pengiriman romusha ke negara- negara tetangga Asia Tenggara; juga pengerahan dan pengiriman perempuan muda dari berbagai daerah ke bordil-bordil, untuk melayani kebutuhan seks serdadu-serdadu Jepang.

Tuduhan-tuduhan itu, entah benar atau salah, tidak dilayani oleh Sukarno. Yang penting baginya, bagaimana menjaga agar kepercayaan Jepang kepadanya tidak berkurang, sebaliknya bahkan semakin mantap. Dalam kata-kata tersamar yang selalu diulang-ulangnya ketika itu Sukarno menegaskan:

Bahwa jalan perjuangan selalu menuntut pengorbanan, yang seringkali sangat besar. Inilah yang selalu kita rasakan paling berat. Tapi niscaya jalan inilah yang akan mengantar Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan …

***

About these ads

11 comments on “PUTERA FAJAR

  1. alamendah
    April 29, 2010

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Sampai 12 halaman?. Wah musti nyicil beberapa kali, nih….

    • kopral cepot
      April 29, 2010

      alon-alon asal kelakon ajah ;)
      hatur tararengkyu pertamaxnyah :P

  2. andipeace
    April 29, 2010

    karena saya beranggapan bahwa seorang penulis itu tidak butuh banyak komentar alias sedikit komentar yang penting tidak OOT (out of topik) maka saya ijin copas duluh ini artikelnya dan komentarnya menyusul besok siang..
    :D tidak apa-apakan pak?? :D

    salam piss

    ——————
    Kopral Cepot : Pissss ;)

  3. Ping-balik: Tweets that mention PUTERA FAJAR « Biar sejarah yang bicara …….. -- Topsy.com

  4. andipeace
    April 30, 2010

    Ternyata ITB sekolah tinggi yang penuh sejarah :D sama sekali saya tidak mengetahui tentang hal ini.Terus apakah buku sejarah indonesia yang dibuat kasto rekso tersebut disetujui oleh sahabatnya (bung karno).membaca tulisan ini sampai habis dan sedikit mengerti tentang makna yang terkandung dalam tulisan ini, apakah setelah berhentinya presiden soekarno.sudahkah indonesia tercinta ini menemukan sosok yang menyerupai penyambung lidah rakyat dengan gaya bicara dan kepribadian yang tidak dibikin-bikin…??berpendapat bahwa cerita tersebut belum selesai, karena :
    1. Tidak ada keterangan bahwa buku sejarah indonesia itu disetujui atau disukai oleh bung karno apa tidak.
    2. Sahabat bung karno belum menemukan definisi argument, apakah sahabatnya yang kini menjadi tokoh bangsa besar masih seperti duluh dikalah masa perjuangan berbagi periuk nasi dan tikar tetap seperti duluh apakah sudah berubah semaikin positif apa negatif.
    3. Respon apa yang dilontarkan sahabat kasto rekso ketika mendengar berita dari seorang jendral tentang terjadi insiden dibrunei dan Seorang pengusaha perlente memuji-muji mesin yang tahan hawa lembab produksi sebuah perusahaan asing (selain respon lelucon).
    Demikian batas daya nalar cah lapindo ini bercuap-cuap setelah membaca tulisan sejarah ini.saya sangat menyukai cerita ini.
    Ditunggu cerita lain yang tidak kalah serum dan penuh ilmu pengetahuan.

    Salam adem ayem dan sejahterah pak

  5. andee
    Mei 12, 2010

    good post friend….like this

  6. andee
    Mei 12, 2010

    blogwalking here guys

  7. trusted ptc
    Juli 3, 2010

    Ceritanya menarik untuk dibaca…kayaknya perlu nyicil buat bisa baca semua halaman,, I like it… BOS

    —————-
    Kopral Cepot : Silaken Bos … nyante ajach ;)

  8. baitul hikmah
    Juli 16, 2010

    sejarah bukan lah barang baru, karena dia ada sebelum kita. Tapi juga bukan barang usang yang layak kita buang. Sejarah ibarat mutiara yang terpendam, tertimbun dalam ditumpukan sampah kehidupan. Beruntunglah orang yang mendapatkan mutiara tesebut karena dia telah mendapatkan harta yang sangat berharga…..

    tengkyuh ah…..!!!
    tarik maaaa…ng!!!

    ———————–
    Kopral Cepot : Hatur tararengkyu …. heu heu heu heu :D

  9. Dini S.Setyowati
    Oktober 14, 2011

    Trimakasih Kopral Cepot salam perkenalan silahkan kitaberkaan di Face Book.

    ——————-
    Kopral Cepot : Terimakasih kembali … mohon maaf sebelumnya tidak minta ijin untuk dimuat disini, krn tdk tau harus kemana … ;)

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: