Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

PUTERA FAJAR

MENUJU MEJA PERUNDINGAN DAN MEDAN PERTEMPURAN

AKHIRNYA aksi bumi hangus dilancarkan. Tiap menyerang desa tentara Belanda menjalankan sistem “sisir”. Penduduk dihalau keluar, dan rumah-rumah digeledah atau langsung dibakar. Orang menamainya aksi “pembersihan”. Tiap orang muda yang, atas dasar laporan mata-mata mereka, dicurigai sebagai “Pemuda” ditangkap dan dipukuli, terkadang langsung ditembak dari belakang tanpa peringatan. Di masa bersiap ketika itu sepatah kata “pemuda”, bagi pihak Republiken berarti “pemuda” atau “pejuang” atau “gerilyawan”; tapi bagi pihak Nica berarti “ekstremis” atau “pengacau masyarakat”.

Semuanya itu mengakibatkan semangat perlawanan rakyat terhadap tentara Belanda semakin meningkat. Rakyat yang semula lebih cenderung percaya pada jalan perundingan atau penyelesaian secara politik, akhirnya menjadi lebih suka menempuh jalan perlawanan bersenjata.

Melewati siaran-siaran kantor berita terdengar kabar, bahwa tentera Jepang yang telah dilucuti dan ditahan, sekarang dilepas dari tahanan dan dipersenjatai. Kemudian mereka diangkut ke Sumatra dan Bali, untuk menghancurkan gerakan perlawanan kaum gerilyawan kemerdekaan di dua pulau itu. Di Jawa tentara Inggris dan Belanda berhasil menduduki Bandung, setelah melalui perlawanan sengit para Pemuda. Api peperangan berkobar di Bandung, Surabaya, Semarang, Ambarawa, dan di mana- mana. Dan di mana-mana rakyat bangkit mempersenjatai diri dengan senjata apa saja serta semangat kesiapan bertempur yang sangat tinggi.

Republik muda Indonesia memang sedang diancam bahaya serangan musuh-musuh kemerdekaan yang berbahaya. Mereka mempunyai persenjataan yang lebih modern dan lengkap, mereka anggota tentara reguler yang tersusun dan terorganisasi dengan baik, mereka mempunyai pengalaman menghadapi peperangan yang besar. Tapi satu kekurangan dan kelemahan mereka: mereka tidak tahu, berperang untuk apa dan siapa; dan mereka itu pun baru saja keluar dari medan Perang Dunia II yang melelahkan.

SURABAYA!

Surabaya ibukota Provinsi Jawa Timur, berpenduduk sekitar 300.000 orang, merupakan kota terpadat di Indonesia ketika itu. Juga suasana kota ini menjadi tegang dan panas seketika. Di mana saja mendarat tentara pendudukan Inggris dan Belanda, sebagai wakil Sekutu, di sana segera timbul ketegangan. Ini tidak sulit dimengerti. Rakyat Indonesia yang merasa dirinya telah merdeka, tentu saja tidak mengingini lagi adanya tentara asing di negerinya. Maka pendudukan gedung-gedung di kota Surabaya oleh tentera Sekutu pun segera menimbulkan bentrokan-bentrokan bersenjata.

Pada 23 September 1945 seorang kapten bernama Huyer, dari Armada Laut Kerajaan Belanda, muncul di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ia mendapat tugas panglima perang Sekutu untuk memeriksa pelabuhan. Tugas dilaksanakan Kapten Huyer dengan sangat teliti. Bahkan geladak setiap kapal yang berlabuh tak luput dari pemeriksaannya. Usai pemeriksaan ia menghilang selama beberapa hari, kembali ke Jakarta. Tapi tiba-tiba ia muncul kembali di Surabaya dengan satu tuntutan yang tak terduga dan tak masuk akal: Seluruh urusan pelabuhan harus diserahkan kepadanya!

Sikap congkak Huyer segera dijawab para Pemuda dengan sikap gagah yang tentu juga tak terduga olehnya. Huyer ditangkap dan disandera oleh para pemuda (Lihat Lampiran: Peristiwa Kapten Laut P.J.G. Huyer). Pasukan-pasukan Jepang yang telah dimobilisasi kembali oleh Sekutu, dan dijadikan sebagai tameng dalam menghadapi lasykar bersenjata rakyat Indonesia, diserbu oleh para Pemuda dan dirampas persenjataan mereka. Pohon-pohon di sepanjang jalan raya ditebangi, barikade-barikade dibangun, dan kota Surabaya di ambang pertempuran dahsyat.

Apalagi sebelum sikap congkak Huyer yang menantang kemarahan pemuda itu terjadi, telah terjadi pula satu peristiwa yang belakangan terkenal dengan sebutan “Insiden Bendera”. Peristiwa ini terjadi pada 19 September 1945, ketika Belanda mengibarkan kembali Merah-Putih-Biru di atas gedung hotel “Yamato” di Jalan Tunjungan. Para pemuda segera datang beramai-ramai mengepung hotel, dan beberapa orang pemuda memanjat ke atap hotel, si Tiga Warna diturunkan dan disobek warna birunya, dan berkibarlah Sang Dwi Warna di bawah tepuk tangan gemuruh rakyat dan para pemuda.

Pada 25 Oktober satu pasukan Gurkha dari Brigade Infanteri Ke-49 didaratkan di Surabaya. Pendaratan itu sendiri berjalan tanpa insiden. Brigadir Jenderal Mallaby, Komandan Brigade tersebut dan Komandan tentera Serikat di Surabaya, berunding dengan utusan pihak pemuda. Kesepakatan dicapai, sandera dibebaskan. Dua hari berikut sesudah itu suasana aman. Walaupun ketegangan masih tetap terasa menggelantung.

Pada hari ketiga sesudah kesepakatan tercapai, tiba-tiba pesawat-pesawat terbang Inggris menderu-deru di langit Surabaya. Penduduk yang terkejut berlarian keluar rumah, mencari tempat berlindung untuk menyelamatkan diri dari kemungkinan hujan peluru dan bom. Tetapi ketika mereka menengadah ke langit, bukan peluru dan bom yang berhambur melainkan selebaran-selebaran kertas bertebaran menutupi pemandangan. Surat selebaran itu atas nama Brigadir Jendral Mansergh dari Tentara Sekutu, berisi ultimatum yang terkenal dalam sejarah Indonesia.

Itu terjadi pada 31 Oktober 1945. Justru dua hari sesudah Bung Karno, Bung Hatta dan Bung Amir datang ke Surabaya, atas permintaan Inggris yang pasukannya sudah dalam keadaan terjepit, untuk memberi perintah penghentian pertempuran. Seketika itu juga pertempuran memang berhenti. Satu batu uji sekaligus bukti ketaatan rakyat dan pemuda pada Bung Karno. Bunyi ultimatum itu antara lain: “Kalau pada tanggal 10 November jam 6 pagi pembunuh Mallaby tidak diserahkan, maka angkatan darat, laut dan udara akan dikerahkan!” Tewasnya Brigadir Jendral Mallaby dipakai sebagai dalih. Tetapi, siapa sebenarnya pembunuh Mallaby? Apakah bukan provokasi yang mereka rekayasa sendiri, untuk memberi alasan perang kolonial?

Sudah barang tentu tidak ada satu orang Indonesia pun yang mau menaati perintah ultimatum itu. Pada waktu itu orang tahu membedakan antara tentera Nica yang membonceng Sekutu, dengan kesatuan-kesatuan lain di dalam pasukan Sekutu. Walaupun ultimatum itu diserukan atasnama Brigadir Jendral Mansergh, tetapi orang mencium bau kolonial di balik skenario sandiwara ini. Itulah awal perang kolonial yang direkayasa Belanda, yang ingin menguasai kembali bekas jajahannya yang telah menyatakan kemerdekaannya.

Pemuda Surabaya tidak sabar menunggu sampai jam enam pagi, ketika pasukan Inggris dan Belanda akan menghujani mereka dengan bom dan peluru. Lasykar rakyat dan pemuda mendahului melancarkan serangan.

10 November 1945.
Sangkakala perang kemerdekaan telah ditiup. Dari Surabaya rakyat Indonesia, dengan tekad pantang menyerah, bangkit bersatu padu melawan kaum agresor …
***

About these ads

11 comments on “PUTERA FAJAR

  1. alamendah
    April 29, 2010

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Sampai 12 halaman?. Wah musti nyicil beberapa kali, nih….

    • kopral cepot
      April 29, 2010

      alon-alon asal kelakon ajah ;)
      hatur tararengkyu pertamaxnyah :P

  2. andipeace
    April 29, 2010

    karena saya beranggapan bahwa seorang penulis itu tidak butuh banyak komentar alias sedikit komentar yang penting tidak OOT (out of topik) maka saya ijin copas duluh ini artikelnya dan komentarnya menyusul besok siang..
    :D tidak apa-apakan pak?? :D

    salam piss

    ——————
    Kopral Cepot : Pissss ;)

  3. Ping-balik: Tweets that mention PUTERA FAJAR « Biar sejarah yang bicara …….. -- Topsy.com

  4. andipeace
    April 30, 2010

    Ternyata ITB sekolah tinggi yang penuh sejarah :D sama sekali saya tidak mengetahui tentang hal ini.Terus apakah buku sejarah indonesia yang dibuat kasto rekso tersebut disetujui oleh sahabatnya (bung karno).membaca tulisan ini sampai habis dan sedikit mengerti tentang makna yang terkandung dalam tulisan ini, apakah setelah berhentinya presiden soekarno.sudahkah indonesia tercinta ini menemukan sosok yang menyerupai penyambung lidah rakyat dengan gaya bicara dan kepribadian yang tidak dibikin-bikin…??berpendapat bahwa cerita tersebut belum selesai, karena :
    1. Tidak ada keterangan bahwa buku sejarah indonesia itu disetujui atau disukai oleh bung karno apa tidak.
    2. Sahabat bung karno belum menemukan definisi argument, apakah sahabatnya yang kini menjadi tokoh bangsa besar masih seperti duluh dikalah masa perjuangan berbagi periuk nasi dan tikar tetap seperti duluh apakah sudah berubah semaikin positif apa negatif.
    3. Respon apa yang dilontarkan sahabat kasto rekso ketika mendengar berita dari seorang jendral tentang terjadi insiden dibrunei dan Seorang pengusaha perlente memuji-muji mesin yang tahan hawa lembab produksi sebuah perusahaan asing (selain respon lelucon).
    Demikian batas daya nalar cah lapindo ini bercuap-cuap setelah membaca tulisan sejarah ini.saya sangat menyukai cerita ini.
    Ditunggu cerita lain yang tidak kalah serum dan penuh ilmu pengetahuan.

    Salam adem ayem dan sejahterah pak

  5. andee
    Mei 12, 2010

    good post friend….like this

  6. andee
    Mei 12, 2010

    blogwalking here guys

  7. trusted ptc
    Juli 3, 2010

    Ceritanya menarik untuk dibaca…kayaknya perlu nyicil buat bisa baca semua halaman,, I like it… BOS

    —————-
    Kopral Cepot : Silaken Bos … nyante ajach ;)

  8. baitul hikmah
    Juli 16, 2010

    sejarah bukan lah barang baru, karena dia ada sebelum kita. Tapi juga bukan barang usang yang layak kita buang. Sejarah ibarat mutiara yang terpendam, tertimbun dalam ditumpukan sampah kehidupan. Beruntunglah orang yang mendapatkan mutiara tesebut karena dia telah mendapatkan harta yang sangat berharga…..

    tengkyuh ah…..!!!
    tarik maaaa…ng!!!

    ———————–
    Kopral Cepot : Hatur tararengkyu …. heu heu heu heu :D

  9. Dini S.Setyowati
    Oktober 14, 2011

    Trimakasih Kopral Cepot salam perkenalan silahkan kitaberkaan di Face Book.

    ——————-
    Kopral Cepot : Terimakasih kembali … mohon maaf sebelumnya tidak minta ijin untuk dimuat disini, krn tdk tau harus kemana … ;)

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: