Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-4)

Mendekati detik-detik pemberontakan

Demak Bintara berkembang pesat. Tempat ini dirasa strategis untuk pengembangan militansi Islam karena letaknya agak jauh dari pusat kekuasaan. Di Demak Bintara, para ulama-ulama Putihan sering mengadakan pertemuan. Jadilah Demak Bintara dikenal sebagai Kota Seribu Wali.

Ditambah pada tahun 1475 Masehi, seorang ulama berdarah Mesir-Sunda datang dari Mesir. Dia adalah Syarif Hidayatullah. Dia datang bersama ibunya Syarifah Muda’im. Syarifah Muda’im adalah putri Pajajaran. Putri dari Prabhu Silihwangi penguasa Kerajaan Pejajaran. ( Hanya Kerajaan ini yang tidak masuk wilayah Majapahit. Walau kecil, Pajajaran terkenal kuat. Anda bisa membayangkan adanya Timor Leste sekarang. Seperti itulah keadaan Majapahit dan Pajajaran. : Damar Shashangka).

Nama asli Syarifah Muda’im adalah Dewi Rara Santang. Dia bersama kakaknya Pangeran Walangsungsang, tertarik mempelajari Islam. Ketika berada di Makkah, Dewi Rara Santang dipinang oleh bangsawan Mesir, Syarif Abdullah. Menikahlah Dewi Rara Santang dengan bangsawan ini. Dan namanya berganti Syarifah Muda’im. Dari pernikahan ini, lahirlah Syarif Hidayatullah.

Pangeran Walang Sungsang, mendirikan daerah hunian baru di pesisir utara Jawa barat. Dikenal kemudian dengan nama Tegal Alang-Alang. Lantas berubah menjadi Caruban. Berubah lagi menjadi Caruban Larang. Pada akhirnya, dikenal dengan nama Cirebon sampai sekarang.

Pangeran Walang Sungsang, dikenal kemudian dengan nama Pangeran Cakrabhuwana. Oleh ayahandanya, Prabhu Silihwangi diberikan gelar kehormatan Shri Manggana.

Syarif Hidayatullah, keponakan Pangeran Cakrabhuwana lantas dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.

Awal tahun 1478, Sunan Ampel wafat. Sunan Giri terpilih sebagai penggantinya. Pusat Majelis Ulama Jawa kini berpindah ke Giri Kedhaton. Dan, pada waktu inilah tragedi Syeh Siti Jenar terjadi. Syeh Siti Jenar dipanggil ke Giri Kedhaton dan disidang oleh Dewan Wali Sangha dibawah pimpinan Sunan Giri. Walau tidak mengakui keberadaan Majelis Ulama Jawa, beliau tetap hadir. Beliau dituduh telah menyebarkan aliran sesat. Adapula yang menuduh sebagai antek-antek Syi’ah. Ada juga yang mengatakan beliau ahli sihir, dan lain sebagainya. ( Akan saya buat catatan tersendiri tentang beliau : Damar Shashangka).

Pada sidang pertama para ulama yang tergabung dalam Dewan Wali Sangha tidak bisa menemukan kesalahan Syeh Siti Jenar. Sehingga, beliau lantas dibebaskan dari segala tuduhan. Namun bagaimanapun juga, Syeh Siti Jenar adalah duri didalam daging bagi mereka. Maka sejak saat itu, kesalahan-kesalahan beliau senantiasa dicari-cari.

Konsentrasi Dewan Wali Sangha terpecah pada rencana perebutan kekuasaan. Melalui serangkaian musyawarah yang pelik, maka disimpulkan, kekuatan militansi Islam sudah cukup siap untuk mengadakan perebutan kekuasaan. Raden Patah, Adipati Demak Bintara, terpilih secara mutlak sebagai pemimpin gerakan.

Kubu Abangan, tidak menghadiri musyawarah ini. Apalagi semenjak Dewan Wali Sangha atau Majelis Ulama Jawa dipegang Sunan Giri, hubungan kubu Putihan dan kubu Abangan kian meruncing.

Sunan Kalijaga dan para pengikutnya hanya mau membantu Dewan Wali Sangha merampungkan pembangunan Masjid Demak. Selebihnya, mereka tidak ikut campur.

Persiapan sudah matang. Tinggal memilih hari yang ditentukan. Pasukan Telik Sandhibaya ( Intelejen ) Majapahit mengendus rencana ini. Prabhu Brawijaya mendapat laporan para pasukan Intelejen yang ada disekitar Demak Bintara. Sayangnya, beliau tidak begitu mempercayainya. Beliau berkeyakinan, tidak mungkin Raden Patah, putra kandungnya sendiri akan nekad berbuat seperti itu. Prabhu Brawijaya tidak memahami betapa militant-nya orang yang sudah terdoktrin!

Dan manakala pergerakan pasukan besar-besaran terdengar, yaitu pasukan orang-orang Islam Putihan, gabungan dari seluruh lasykar yang ada di wilayah pesisir utara Jawa timur sampai Jawa barat mulai bergerak. Keadaan menjadi gempar! Para Pejabat daerah kalang kabut. Mereka tidak menyangka orang-orang Islam sedemikian banyaknya.

Setiap daerah yang dilalui pasukan ini, tidak ada yang bisa membendung. Kekuatan mereka cukup besar. Persiapan mereka cukup tertata. Sedangkan daerah-daerah yang dilalui, tidak mempunyai persiapan sama sekali. Daerah perdaerah yang dilewati, harus melawan sendiri-sendiri. Tidak ada penyatuan pasukan dari daerah satu dengan daerah lain. Semua serba mendadak. Dan tak ada pilihan lain kecuali melawan atau mundur teratur.

Gerakan pasukan ini cukup kuat. Para Adipati yang berhasil mundur segera melarikan diri ke ibu kota Negara. Mereka melaporkan agresi mendadak pasukan pesisir yang terdiri dari orang-orang Islam itu.

Dan dari mereka, Prabhu Brawijaya mendapat laporan yang mencengangkan, yaitu telah terjadi pergerakan pasukan dari Demak Bintara. Pasukan berpakaian putih-putih. Berbendera tulisan asing! Berteriak-teriak dengan bahasa yang tidak dimengerti! Pasukan ini dapat dipastikan adalah pasukan orang-orang Islam. Dan kini, tengah bergerak menuju ibu kota Negara Majapahit.

Percaya tidak percaya Prabhu Brawijaya mendengarnya. Laporan pasukan Telik Sandhibaya selama ini telah menjadi kenyataan.. Namun, Prabhu Brawijaya tetap tidak bisa mengerti, mana mungkin Raden Patah berbuat seperti itu. Mana mungkin orang-orang Islam berani dan tega mengadalan pemberontakan. Selama ini, Majapahit telah memberikan bantuan material yang tidak sedikit bagi mereka. Sesak! Dada Prabhu Brawijaya seketika serasa sesak bagai dihantam palu! Bergemuruh mendidih! Beliau menyebut Nama Mahadeva berkali-kali.

Seluruh pembesar Majapahit tegang. Mereka menantikan komando Sang Prabhu. Waktu berjalan cepat. Sang Prabhu masih belum mengeluarkan titah apapun. Pergerakan pasukan sudah memasuki Madiun, sebentar lagi mencapai wilayah Kadhiri, sudah teramat dekat dengan ibu kota Negara. Pertempuran-pertempuran penghadangan telah terjadi secara otomatis. Dan semua telah masuk menjadi laporan bagi Sang Prabhu.

Bahkan ada laporan yang menyatakan, beberapa daerah yang terpengaruh Islam, malah ikut bergabung dengan pasukan ini.

Adipati Kertosono ( wilayah Kediri sekarang ) mengirinkan utusan khusus kepada Sang Prabhu untuk segera mengeluarkan perintah perang!

Sang Prabhu masih termangu-mangu. Dan manakala terdengar Adipati Kertosono melakukan perlawanan mati-matian tanpa menunggu komando beliau, barulah Sang Prabhu tersadar! Segera beliau memerintahkan seluruh pasukan Majapahit untuk mempersiapkan sebuah perang besar!

Para Panglima yang telah menanti-nantikan perintah ini menyambut dengan suka cita! Inilah yang mereka nanti-nantikan! Tanpa menunggu waktu lama, seluruh kekuatan Majapahit segera dipersiapkan.

Pasukan Majapahit telah siap sedia menyambut kedatangan pasukan Demak Bintara. Dan sekali lagi, mereka tinggal menunggu perintah untuk MENYERANG!

Dan komando terakhir inipun tidak segera keluar. Pasukan Majapahit resah. Para Panglima cemas. Para kepala pasukan tempur digaris depan terus mendesak kepada Para Panglima masing-masing agar segera mengeluarkan perintah penyerangan!

Para Panglima juga mendesak Sang Senopati Agung, meminta kepada Prabhu Brawijaya untuk segera memberikan komando terakhir. Perlu dicatat, salah satu panglima yang memperkuat barisan Majapahit adalah Adipati Terung, adik tiri Raden Patah.

Dalam hatinya bertanya-tanya, ada apakah dengan kakak tirinya sehingga mengadakan gerakan makar sedemikian rupa? Selama ini, dia tidak melihat ada yang salah dengan pemerintahan Prabhu Brawijaya. Tidak ada diskriminasi dalam hal keagamaan. Dirinya yang muslim-pun, bisa bebas menjalankan ibadah agamanya. Bahkan, bisa dipercaya menjabat sebagai seorang Adipati, yang notabene bukan jabatan main-main.

Adipati Terung tidak bisa memahami pola pikir kakak tirinya.

Dan perintah penyerangan tidak juga segera turun. Seluruh pasukan yang sudah bersiap sedia dibarak masing-masing, dilanda ketegangan yang luar biasa!

Di Istana, Para Mantri resah. Melihat situasi ini, Sabdo Palon dan Naya Genggong meminta Sang Prabhu untuk segera mengeluarkan perintah. Namun apa jawaban Sang Prabhu? Beliau masih tidak yakin pasukan Demak akan tega menyerang ibu kota Negara Majapahit. Sabdo Palon dan Naga Genggong menandaskan, cara berfikir Raden Patah dan para pasukan ini sudah lain. Sang Prabhu tidak akan bisa memahaminya. Jalan satu-satunya sekarang adalah, menghadapi mereka secara frontal. Pada saat ini, tidak ada cara lain.

Dan manakala kabar terdengar pasukan Demak telah merangsak maju dan memasuki pinggiran ibu kota Majapahit, dan disana mereka mengadakan perusakan hebat. Dengan sangat terpaksa, Sang Prabhu mengeluarkan perintah penyerangan! Tapi, perintah itu sebenarnya telah terlambat!

Begitu keluar perintah penyerangan, ada hal yang tidak terduga, pasukan Ponorogo dan beberapa daerah yang lain membelot! Diketahui kemudian ternyata mereka adalah pasukan dari daerah-daerah yang sudah muslim.

Dan, peperangan pecah sudah!

Peperangan yang besar. Darah tertumpah lagi! Senopati Demak dipimpin oleh Sunan Ngundung. Dan dipihak Majapahit, Senopati dipegang oleh Arya Lembu Pangarsa. Prajurid Majapahit mengamuk dimedan laga. Para prajurid yang sudah berpengalaman tempur ini dan disegani diseluruh Nusantara, sekarang tidak main-main lagi! Adipati Sengguruh, Raden Bondhan Kejawen yang masih belia, Adipati Terung, Adipati Singosari dan yang lain ikut mengamuk dimedan laga!

Sayang, banyak kesatuan-kesatuan Majapahit yang berasal dari daerah muslim, membelot. Namun, pada hari pertama, pasukan Demak Bintara terpukul mundur!

Pada hari kedua, pasukan Demak terpukul lebih telak. Senopati Demak, Sunan Ngundung tewas! ( Makamnya masih ada di Trowulan, Mojokerto sampai sekarang.) Pasukan Demak mengundurkan diri. Pasukan cadangan masuk dipimpin oleh putra Sunan Ngundung, Sunan Kudus. Pertempuran kembali pecah!

Namun bagaimanapun juga, pasukan Demak harus mengakui kekuatan pasukan Majapahit. Mereka terpukul mundur keluar dari ibu kota Negara. Kehebatan pasukan Majapahit yang terkenal itu, ternyata terbukti!

Pasukan Demak bertahan. Beberapa minggu kemudian, datang pasukan dari Palembang bergabung dengan pasukan Majapahit. Pasukan Majapahit seolah mendapat suntikan darah segar. Namun ternyata, bergabungnya pasukan Palembang ini hanyalah bagian dari siasat dari orang-orang Demak.

Pasukan Palembang, diam-diam memusnahkan seluruh persediaan bahan makanan tentara Majapahit. Lumbung-lumbung besar dibakar! Semua persediaan bahan pangan ludes! ( Inilah simbolisasi dari didatangkannya peti ajaib milik Adipati Arya Damar dari Palembang yang apabila dibuka, mampu mengeluarkan beribu-ribu tikus dan memakan seluruh beras dan bahan pangan tentara Majapahit. : Damar Shashangka).

Majapahit kebobolan luar dalam. Majapahit benar-benar tidak pernah menyangka akan hal itu. Begitu persediaan bahan pangan menipis, dari hari kehari, pelan namun pasti, pasukan Majapahit terpukul mundur!

Mendengar pasukan Majapahit terdesak, Kepala Pasukan Bhayangkara, yaitu Pasukan Khusus Pengawal Raja, segera mengamankan Prabhu Brawijaya. Keadaan sudah sedemikian genting dan Sang Prabhu, mau tidak mau, harus segera meloloskan diri. Ini harus dilakukan secepatnya, karena untuk menyatukan kembali kekuatan tentara Majapahit kelak, sosok Prabhu Brawijaya, masih dibutuhkan!

Dengan dikawal Pasukan Bhayangkara, Prabhu Brawijaya segera keluar dari Istana. Pasukan Bhayangkara memutuskan agar Sang Prabhu menyelamatkan diri ke Pulau Bali. Pulau yang kondusif untuk saat ini.

Ditengah kekacauan itu, Dewi Anarawati, diam-diam dibawa oleh pasukan Islam ke Gresik. Putra bungsu Dewi Anarawati, Raden Gugur yang masih kecil, diselamatkan oleh pasukan Ponorogo dan dibawa ke Kadipaten Ponorogo.

Dan pada akhirnya, Majapahit bisa dijebol. Seluruh Istana dirusak dan dibakar!. Perusakan terjadi dimana-mana. ( Maka jangan heran, sampai sekarang bekas Istana Majapahit yang terkenal di Nusantara itu, musnah tak berbekas. : Damar Shashangka )

Dan pada akhirnya, terjadilah tragedi kemanusiaan yang sampai sekarang ‘ditutupi’. Perang yang semula melibatkan dua kekuatan militer Majapahit dan Demak, kini merembet menjadi perang sipil. Mereka yang merasa diatas angin, kini menjadi sosok malaikat maut. Pertumpahan darah terjadi. Masyarakat Majapahit yang masih memegang keyakinan lama, berhadapan secara frontal dengan mereka yang telah berpindah keyakinan.

Dimana-mana, situasi anarkhis terjadi. Dimana-mana dua kubu ini bentrok. Dimana-mana kekacauan merajalela. Jawa dalam situasi chaos! Ibu pertiwi menangis. Ibu pertiwi terluka. Putra-putranya kini tengah saling menumpahkan darah hanya karena disalah satu pihak tengah dilanda ‘ketidak sadaran’.

Akibat tragedi yang mencerabut segala sendi-sendi masyarakat Majapahit ini, bangunan-bangunan indah dari Kerajaan Agung Majapahit, musnah tak berbekas! Majapahit yang terkenal sebagai Macan Asia, ludes dibabat habis. Di Jawa Timur, Majapahit seolah-olah hanya sebuah mitos belaka, karena banyak peninggalan dari jaman keemasan Nusantara ini, hancur karena kepicikan.

Hanya sedikit yang tersisa. Dan yang sedikit itulah yang masih bisa kita saksikan hingga sekarang.

Eksodus besar-besaran terjadi. Para Agamawan, Para Bangsawan dan rakyat yang tetap memegang teguh keyakinannya, menyingkir ketempat-tempat yang dirasa aman. Kebanyakan menyeberang ke Bali, Kalimantan dan Lombok.

Ada seorang putri selir Prabhu Brawijaya yang melarikan diri bersama sisa-sisa prajurid Majapahit dan beberapa penduduk. Dia bernama Dewi Rara Anteng. Bersama suaminya Raden Jaka Seger, dia menyingkir ke pegunungan Bromo. Sampai sekarang keturunan mereka masih ada disana, dikenal dengan nama suku Tengger. Diambil dari nama Dewi Rara An-TENG dan Raden Jaka Se-GER. Diwilayah pegunungan Bromo, pasukan Demak memang tidak bisa menjangkau. Medannya cukup sulit dan terisolir. ( Suku Tengger baru membuka diri pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno. Ketika disensus dan ditanyakan apa agama mereka, mereka menyatakan beragama Budo. Padahal ritual yang mereka jalankan lebih dekat ke agama Hindhu dari pada agama Buddha. Para petugas sensus tidak tahu, istilah Hindhu memang tidak dikenal pada jaman Majapahit. Yang terkenal adalah agomo Siwo Budo atau hanya disebut wong Budo saja. : Damar Shashangka).

Dengan dikawal oleh Pasukan Bhayangkara dan beberapa kesatuan pasukan yang tersisa, Prabhu Brawijaya menyingkir ke arah timur. Dan untuk sementara, beliau tinggal di Blambangan. Adipati Blambangan, memperkuat barisan pasukan ini. Dan tak hanya itu, para penduduk Blambangan-pun dengan suka rela ikut menggabungkan diri. Mereka benar-benar melindungi Prabhu Brawijaya ekstra ketat. Mereka siap tempur di Blambangan. Keadaan darurat diberlakukan.

Selama ada di Blambangan, Prabhu Brawijaya terus terusik batinnya. Raden Patah, yang biasa beliau banggil dengan nama Patah itu, ternyata telah tega melakukan ini semua. Kebaikan beliau selama ini dibalas dengan racun. Sabdo Palon dan Naya Genggong menabahkan hati Sang Prabhu. Nasi sudah menjadi bubur. Tidak patut disesali lagi.

Kini, saatnya untuk menata kembali yang tersisa. Dan untuk tujuan itu, Prabhu Brawijaya harus menyeberang ke Pulau Bali.

Baca Sebelumnya :

  1. Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-1)
  2. Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-2)
  3. Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-3)
About these ads

36 comments on “Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-4)

  1. Love4Live
    November 14, 2009

    mungkin ini peribahasa yang disebut air susu dibalas dengan air tuba…

    • TATANG KALAN 3RUT
      November 23, 2012

      BUKAN AIR SUSU DIBALAS WEDANG JAHE MA NYOS SMIRIWING

    • satria
      Mei 3, 2013

      Sy kira tidak mungkin rdn Fatah yg muslim tiba” saja berontak di Majapahit, pasti ad fakta sejarah yg sengaja disembunyikan dalam kasus ini. Jelas tendensius sekali dr penulis, ada hal yg ingin dia doktrin kpd kita.
      Setahu sy, Islam itu tidak pernah mau berperang, kecuali jika sudah diperangi terlebih dahulu….

  2. dBo
    November 15, 2009

    Raden Patah yang nama sebenarnya JIN BUN, anak kandung Brawijaya… Dianugerahi pangkat Adipati + wilayah Demak… Akhirnya melawan sang Bapak dan merusak ‘rumah besar’ tempat saudara2 kandung lainnya.
    Sang Bapak adalah sumber/benih hidup siAnak(JIN BUN).
    Ada apa/mengapa/siapa..?!

    Saya coba analogikan/perbandingkan dg postingan saya Penciptaan Adam -( http://dbo911mosaik.wordpress.com/ ), Sang Pencipta telah menganugerahkan berbagai kenikmatan dan hanya ada satu larangan yaitu DILARANG MEMAKAN BUAH(BENIH)….
    KARENA BISIKAN IBLIS… Adam akhirnya melanggar larangan, …sekali lagi KARENA BISIKAN IBLIS, Adam memakan BUAH/BENIH LARANGAN…

    Pasukan bantuan dari Palembang..?!
    Untuk ini perlu flash-back, ”SANG PAHLAWAN BESAR” – KERTANAGARA/Raja Singhasari mengirim bantuan menyelamatkan Sriwijaya dan Semenanjung Melayu/Tumasik dari serangan Mongol…terlambat.
    (ref.: http://dbo911.wordpress.com/ )
    Semenjak itu, yang mengaku Sriwijaya, bukanlah yang sebenarnya…

    Sesungguhnya…sebelum Belanda, NKRI telah mulai dirambah penjajah…

    Sejarah Iran mengalami kehancuran paling parah, adalah saat invasi ‘Genghis Khan’…

    Uraian sangat bagus…Terima kasih
    SANGKAN PARANING DUMADI…apabila dikupas berisi SEJARAH PENCIPTAAN SELURUH ISI ALAM-SEMESTA…

    Salam…Biar Sejarah Yang Bicara

  3. itempoeti
    November 16, 2009

    pembantaian dan genocide selalu mewarnai konflik politik yang berdarah-darah…

  4. Ping-balik: Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-3) « Biar sejarah yang bicara ……..

  5. حَنِيفًا
    November 21, 2009

    Duh… jadi lebih jelas neehh, intrik-intrik yang menggrogoti dunia Islam di Indonesia.

  6. sikapsamin
    November 22, 2009

    … Walau kecil, Pajajaran terkenal kuat.
    Anda bisa membayangkan adanya Timor Leste sekarang. Seperti itulah…

    ====================

    Mas Kopral, setelah baca-baca lagi saya menemui kalimat spt diatas.
    Maaf, apa nggak salah?!

    Saya pernah lihat tayangan-TV tentang keadaan Timor Leste. Saat ada acara ‘Resmi Kenegaraan’, pasukan pengamanannya tertulis PORTUGAL dibahu/pundak kanan. Selain itu, sudah mulai muncul KESADARAN diantara penduduknya, bahwa mereka akan diperlakukan/disamakan seperti Aborigin-Australia.

    Saya cukup lama menyimak berbagai gerakan ‘ingin-merdeka’, malah akhirnya mendapat “FATAMORGANA KEMERDEKAAN”…

    MENYEDIHKAN

    Salam…FATAMORGANA

    • TATANG KALAN 3RUT
      November 23, 2012

      IYA NIH PENULIS PARAH AMAT SI AMAT JUGA ENGGAK PARAH PARAH BANGET DI SAMAIN PAJAJARAN AMA TIMOR LESTE. MAKANYA KALO MEMPELAJARI SEJARAH ITU JANGAN SEPARO SEPARO.
      KENAPA PAJAJARAN GAK MASUK KEDALAM WILAYAH MAJA PAHIT DIANTARANYA:
      1 KARENA PAJAJARAN ADALAH NEGRI YG TANGGUH DENGAN BANYAK PRAJURIT2 YG TERLATIH.
      2 KARENA PAJAJARAN JUGA MERUPAKAN LELUHUR DARI MAJA PAHIT, KARENA RADEN WIJAYA PENDIRI MAJA PAHIT ADALAH PUTRA MAHKOTA KERAJAAN SUNDA GALUH (PAJAJARAN)
      3 KERAJAAN PAJAJARAN TIDAK SUKA MEMPERLUAS KEKUASAAN SEPERTI RAJA2 JAWA, KETAHUAN DARI SEJARAH BAHWA KERAJAAN PAJAJARAN TIDAK MEMILIKI ANGKATAN PERANG LAUT, YG DI UTAMAKAN PAJAJARAN ADALAH ANGKATAN PERANG DARAT JADI PAJAJARAN TIDAK MENGENAL SEMBOYAN JALIS PEPA JAYA MAHE ( JUSTU DILAUT KITA BERJAYA). MAAF KALO BENAR

  7. paijan. .
    November 21, 2012

    mencla mencle nih pnulis. . .trlalu mnjelek2 kn islam putih. .pdhl islam putih n abangn gk da prmusuhan. . .sbaikny penulis ngaji dulu y. . .biar tau islam lbh dalam n gk cma kulit luarny ja . . .5ksh. .

    • TATANG KALAN 3RUT
      November 23, 2012

      BETUL SEKALI MENCLA MENCLE MINCLI MUNCLU. KOK BISA YA SESAMA WALI TIDAK HARMONIS PDHAL MEREKA ORANG2 YG BERILMU AGAMA TINGKAT TINGGI MUNGKIN KALO SEKARANG SUDAH S1+S2+S3 SELANJUTNYA S TELER

    • satria
      Mei 3, 2013

      Memang sy liat si penulis ini nampaknya tendensius thd Islam. Pasti ada fakta sejarah yg telah ditutupi bahkan diputar balik dr yg sebenarnya. Kan sejarah yg lurus mencatat, Islam itu tidak pernah berperang melawan siapapun, mereka hanya angkat senjata bila sudah diperangi terlebih dahulu..

      • Rama Tirtaya
        November 28, 2013

        Maaf ya Mas, setinggi apapun ilmu agama perpecahan tetap saja bisa terjadi, itu sunatulloh banget.lihat sajalah kondisi disekitar kita. Itu karena memang pijakkan dalam logika berpikir manusia tidaklah sama.

  8. sabdapalon
    Februari 6, 2013

    kajian yang sangat menarik …kayanya situasi di jaman dulu masih tercermin sampe sekarang deh ….semoga saja ajaran Dharma tidak dilupakan oleh bangsa ini, agar semua mahluk dapat berbahagia di bumi .

  9. mantan pelaku sejarah sembako
    Februari 6, 2013

    mungkin aja, suku tengger, orang2 yg menyingkir krn imbas perang antara penganut budha dengan hindu di india yg melebar ke wilayah asia tenggara.

  10. mantan pelaku sejarah sembako
    Februari 6, 2013

    aku bingung, maca sing bener ho no co ro ko… atau ha na ca ra ka…?jaka atau joko? rara atau roro? kenapa wong jowo senang o? dari jadul atau sejak kapan seh?

  11. mantan pelaku sejarah sembako
    Februari 6, 2013

    ada ga sih yg membahas detail tentang perang hindu dgn budha di asia tenggara atau antar sekte agama dari india tsb?

    • satria
      Mei 3, 2013

      Ada, baca tulisan El Mardzedek. ..tapi lupa euy judulnyah..

  12. mantan pelaku sejarah sembako
    Februari 6, 2013

    apa latar belakangnya? ini sekedar pengetahuan? kenapa di bali tetap banyak orang hindu? sementara demak memiliki pati unus aka pangeran sabrang lor yg mampu mengerahkan banyak pasukan ke selat malaka? serta di banyak wilayah nusantara adalah kerajaan kesultanan? bukankah ibaratnya sunan giri adalah pemberi restu kepada sultan2 nusantara misal di ntb atau maluku? kenapa bali tetap hindu? apakah pernah ada peperangan antara raja2 di bali dengan demak?

  13. mantan pelaku sejarah sembako
    Februari 6, 2013

    tulisan sejarah di atas terlalu umum, harusnya detail, sistem sosial, fashionnya, produk2 apa yg diperdagangkan, berapa aja harga sembako2nya, bagaimana kondisi2 wilayah seluruh nusantara, apakah mengalami seperti yg dialami di pesisir2 jawa? dll. males komen maneh, ono bayarane ga? ini ngasih ide lho, membuka perspektif baru kalian, muahalllll banget gitu loh…

    • satria
      Mei 3, 2013

      hik hik hik…dasar pedagang ulung…

  14. mantan pelaku sejarah sembako
    Februari 6, 2013

    emang cuma calo demokrasi aja perlu duit?

  15. mantan pelaku sejarah sembako
    Februari 6, 2013

    iya ga pa mujani? 2 persen, keterlaluan banget gitu loh, emang plotnya berapa partai? 3 partai jadul pasti masukkah?

  16. mantan pelaku sejarah sembako
    Februari 6, 2013

    aga khawatir, nanti kesimpulannya, justru islam adalah sistem yg egaliter, hak waris untuk perempuan, pembaharu, penerang, mengendurkan kekakuan sistem feodal dari jaman2 dulu? mungkinkah?

    • satria
      Mei 3, 2013

      Nah gan, baru terjawab inilah yg diinginkan oleh penulis naskah ini. Kesimpulan yg menyudutkan Islam. Sekali lgi sy bilang, Islam itu tidak pernah berperang kecuali jika sudah diperangi terlebih dahulu, nah disinih ditulis seolah olah secara sekonyong konyong pasukan rdn Fatah (sunan gn Jati) menyerang begitu sajah, pasti deh ada fakta sejarah yg tidak ditulis dlm sejarah ini khususnya penyebab terjadinya peperangan.

  17. mantan pelaku sejarah sembako
    Februari 6, 2013

    jangan2 tulisan di atas jadi misi pelunturan islam di nusantara? bisa jadi lho dari sudut pandang lain? bgm? oya lupa, no komen.

  18. Budi
    April 6, 2013

    Majapahit itu penerus Singasari sedangkan Singasari sendiri juga yang telah menghancurkan kerajaan Kediri (Kerajaannya Jayabaya).. Wajarlah Majapahit itu hancur memang sudah masanya karena dia berdiri juga menghancurkan kerajaan lain.

  19. dewi laras
    Mei 3, 2013

    Ooooo,,,ternyata begitu yah sejarahnya,,,ckckckck,,pantas saja sluruh dunia bergejolak smpai skrg,,ini toh penyebabnyaa,,,weleh,,weleh,,,tnyata dari dlu sampai skrg sukanya perang trusssss,,,

  20. Ronnyf
    Agustus 30, 2013

    Kaya ga tau sifat bangsa onta ajah

  21. jokowi yono
    November 26, 2013

    ech sipa blng islam gk pernah perang.irak – iran perang
    palestina malah parah

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

  • Komentar di Misteri Ki Dongkol dan Ki Rompang oleh REGALLOH Juli 22, 2014
    NEW PROMO......!!!!!! UNTUK PARA PEMAIN SETIA ROYALFLUSH99 AKAN HADIR SEGERA PROMO TERBARU DARI ROYALFLUSH99 HANYA UNTUK ANDA BAGI PEMAIN YANG MELAKUKAN DEPOSIT.. BAIK PEMAIN SETIA MAUPUN PEMAIN BARU... AKAN MENDAPATKAmax deposit 200rb untuk para pemain yang melakukan deposit diatas 200rb rupiah.. maka yang dihitung untuk mendapatkan bonus 100% hanya 200rb 4 […]
    REGALLOH
  • Komentar di “Mirip Daftar Isi” oleh REGALLOH Juli 22, 2014
    NEW PROMO......!!!!!! UNTUK PARA PEMAIN SETIA ROYALFLUSH99 AKAN HADIR SEGERA PROMO TERBARU DARI ROYALFLUSH99 HANYA UNTUK ANDA BAGI PEMAIN YANG MELAKUKAN DEPOSIT.. BAIK PEMAIN SETIA MAUPUN PEMAIN BARU... AKAN MENDAPATKAmax deposit 200rb untuk para pemain yang melakukan deposit diatas 200rb rupiah.. maka yang dihitung untuk mendapatkan bonus 100% hanya 200rb 4 […]
    REGALLOH
  • Komentar di Dekrit Presiden, Revolusi, dan Kepribadian Nasional oleh REGALLOH Juli 22, 2014
    NEW PROMO......!!!!!! UNTUK PARA PEMAIN SETIA ROYALFLUSH99 AKAN HADIR SEGERA PROMO TERBARU DARI ROYALFLUSH99 HANYA UNTUK ANDA BAGI PEMAIN YANG MELAKUKAN DEPOSIT.. BAIK PEMAIN SETIA MAUPUN PEMAIN BARU... AKAN MENDAPATKAmax deposit 200rb untuk para pemain yang melakukan deposit diatas 200rb rupiah.. maka yang dihitung untuk mendapatkan bonus 100% hanya 200rb 4 […]
    REGALLOH
  • Komentar di Cerita Dibalik Supersemar oleh andarsihombing Juli 22, 2014
    Soekarno dgn gagah memerdekakan bangsa ini, tp sayang hrus berakhir dgn cara yg tdk elok, seandainya soekarno brani ambil keputusan utk membubarkan PKI mgkin perdebatan ttg supersemar tdk akan terjadi, tp soekarno ttplah soekarno dgnprinsipnya yg teguh, ato mgkn dia yakin kalau G30S/PKI jg mrupakan konspirasi utk menjatuhkannya atas kebijakan luar negerinya. […]
    andarsihombing

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: