Purnomo Yusgiantoro dan “Pertahanan” Freeport
Di Indonesia untuk industri tambang (gold, coal, nickel dkk) juga dikenal istilah Big4 yang terdiri dari: Freeport Indonesia, Newmont Indonesia, International Nickel Indonesia (INCO) dan Kaltim Prima Coal (KPC).
Sejarah PT Freeport Indonesia (PTFI) bermula saat seorang manajer eksplorasi Freeport Minerals Company; Forbes Wilson, melakukan ekspedisi pada tahun 1960 ke Papua setelah membaca sebuah laporan tentang ditemukannya Ertsberg atau Gunung Bijih; sebuah cadangan mineral, oleh seorang geolog Belanda; Jean Jacques Dozy, pada tahun 1936.
Setelah ditandatanganinya Kontrak Karya pertama dengan Pemerintah Indonesia bulan April 1967, PTFI memulai kegiatan eksplorasi di Ertsberg pada Desember 1967. Konstruksi skala besar dimulai bulan Mei 1970, dilanjutkan dengan ekspor perdana konsentrat tembaga pada bulan Desember 1972.
Setelah para geolog menemukan cadangan kelas dunia Grasberg pada tahun 1988, operasi PTFI menjadi salah satu proyek tambang tembaga/emas terbesar di dunia. Di akhir tahun 1991, Kontrak Karya kedua ditandatangani dan PTFI diberikan hak oleh Pemerintah Indonesia untuk meneruskan operasinya selama 30 tahun (artinya beroperasi sampai 2021). (1)
Freeport Negara dalam Negara
Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Berry Nahdian Forqan menyatakan, ”Kekerasan, pengrusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial telah menjadi melekat dalam sejarah operasi PT.Freeport Indonesia di Papua. Pemerintah harus lebih konkrit dalam mewujudkan pemenuhan HAM, keadilan sosial dan keadilan ekologis bagi warga negara. Pemerintah tidak boleh kalah dengan inisiatif Dana Pensiun Norwegia yang menarik sahamnya dari PT.Freeport Indonesia. Salah satu langkah penting mewujudkan restorasi ekologi, HAM dan sosial adalah dengan menghentikan operasi PT. Freeport Indonesia tanpa merugikan kepentingan pekerja”.
Selanjutnya, Arkilaus Arnesius Baho dari Liga Perjuangan Nasional Rakyat Papua Barat mengatakan, ”Dinamika kehancuran tatanan hukum, peradaban komunitas adalah akibat perlakukan khusus secara berlebihan terhadap kehadiran perusahaan emas dan tembaga PT. Freeport Indonesia di tanah Papua. Kekerasan yang begitu meningkat akhir-akhir ini di wilayah pertambangan semakin kuat dugaan bahwa kekerasan sistematik yang terus berlalu di areal tambang tidak pernah diselesaikan secara komprehensif. Maka tak bisa dibendung lagi, saatnya berpihak kepada keadilan ekologis dan sosial adalah tutup PT. Freeport Indonesia. Penutupan PT. Freeport mengakhiri akar masalah rakyat Papua”.
Akar dari persoalan sekitar lokasi PT. Freepot Indonesia adalah ketidakadilan, pengrusakan lingkungan dan penyingkiran masyarakat setempat, sementara itu operasi PT.Freeport Indonesia seperti negara dalam negara dimana tidak ada ruang bagi pengawasan pihak independen dan media secara secara luas.(2)
Mengingat Yang Lupa ditahun 2006
Ini sebuah “rekam jejak” Catatan Harian Tentang Dinamika Dampak MNC di Tanah Papua dari ‘anak papua’ (sumber)
- Tanggal 08 Februari 2006, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro di Kantor Presiden RI, Jakarta menyatakan bahwa Pemerintah Pusat akan mengkaji ulang Kontrak Kerja (KK) PT Freeport Indonesia di Papua. Pelaksanaannya dilakukan tim gabungan sejumlah deartemen yang segera dibentuk. Hal itu menyusul maraknya laporan negatif tentang Freeport dan rencana pembentukkan panitia kerja Freeport di DPR. Tim tersebut akan dipimpin Dirjen Pertambangan Umum Departemen ESDM. Mereka menilai berdasar empat aspek perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut. Yakni, pembayaran pajak, jumlah produksi, isu pencemaran lingkungan, dan keamanan
- Tanggal 14 Februari 2006, Tim Investigasi Kementerian Lingkungan Hidup menemukan indikasi awal adanya pencemaran lingkungan di wilayah kerja pertambangan PT Freeport Indonesia. Indikasi tersebut akan diperdalam dengan investigasi lanjutan dua pekan mmendatang. Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoler mengatakan, tim yang dikirim ke Papua menemukan limbah tailing yang mencemari lingkungan pertambangan emas dan tembaga tersebut. ”Itu temuan awal. Kalau kecurigaan nggak enak banget. Nanti belum apa-apa sudah salah,” kata Rachmat
- Tanggal 14 Februari 2006, Pemerintah Pusat Tidak Transparan Bagi Hasil Freeport. Kadispenda Provinsi Papua, Drs. Frans R. Kristantus menilai Pemerintah Pusat tidak transparan dalam mengungkap dana bagi hasil yang menjadi royalty freeport bagi Provinsi Papua. Ia menduga Pemerintah Pusat sengaja bungkam dan terkesan menutup-nutupi hasil pendapan Freeport. ”Sampai sekarang ini dana bagi hasil freeport masih misterius. Semua orang mengakui Freeport adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia. Kenapa kita didaerah yang diambil hasilnya Cuma mendapat sekian. Apakah itu seimbang?
- Tanggal 16 Februari 2006, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro mengatakan, tim antara departemen yang mengkaji PT. Freeport Indonesia tidak bertugas mengevaluasi kontrak karya pertambangannya, melainkan hanya menghitung pendapatan negara yang diperoleh dari perusahaan itu. ”Tim hanya bertugas menghitung berapa besar pendapatan yang diperoleh negara dari Freeport,” katanya di sela raker RUU Mineral dan Batubara (Minerba) dengan Komisi VII DPR di Jakarta. Menurut dia, saat ini memang ada tiga isu besar terkait Freeport yakni lingkungan, produksi dan pendapatan. Namun, tim yang dibentuk pemerintah hanya memprioritaskan pada pendapatan Freeport. Purnomo mengatakan, pendapatan negara dari Freeport bisa berasal dari royalty, retribusi, iuran, dan pajak seperti pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN)
- Tanggal 21 Februari 2006, Aksi pemalangan tersebut terjadi menyusul bentrokan antara sejumlah pendulang emas liar yang beroperasi di sekitar Mile 71 Tembaga Pura, dengan aparat keamanan perusahaan. Akibat bentrokan tersebut, dua anggota keamanan PT. Freeport terluka dan tiga orang warga masyarakat cidera. Sementara itu, sumber wartawan menyebutkan, selama dua tahun terakhir ini, tercatat sedikitnya 60 orang penambang emas liar di kawasan penambangan PT.Freeport tewas akibat terseret air kali. PT. Freeport Indonesia merupakan bagian dari Freeport-McMoran Copper & Gold Inc. (FCX), salah satu produsen emas dan tembaga terbesar di dunia. Selain PT Freeport Indonesia, operasional FCX juga dilakukan perusahaan lain seperti PT Irja Eastern Minerals dan Atlantiic Copper, S.A.
- Tanggal 22 Februari 2006, PT. Freeport Indonesia, perusahaan penambangan emas dan tembaga Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di kawasan Tembaga Pura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, menghentikan operasinya. Humas PT. Freeport, Sidharta Mursyid, kepada wartawan di Jayapura, mengatakan, penghentian sementara itu dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akibat aksi penutupan jalan oleh sejumlah warga di sekitar ruas jalan Mile 72-74. ”Kami belum mengetahui secara pasti besar kerugian yang dialami perusahaan akibat penghentian sementara kegiatan penambangan ini,” katanya.
- Freeport Ditutup, Pendapatan Negara Berkurang USD 2,7 Juta per Hari. Penerimaan negara dari PT Freeport Indonesia diperkirakan berkurang USD 2,7 juta/hari menyusul penutupan kegitatan operasi tambang akibat aksi warga setempat di dekat lokasi tambang emas dan tembaga. Dirjen Mineral, Batubara, dan Panas Bumi Departemen ESDM Simon Sembiring usai mengikuti raker Pansus RUU Mineral dan Batubara Komisi VII DPR dengan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Kamis mengatakan, perkiraan itu jika melihat rata-rata penerimaan negara dari Freeport yang mencapai satu miliar dolar per tahun. ”Jadi, bisa dihitung berapa kehilangan pendapatan negara dari Freeport per harinya,”ujarnya.
- Jum’at, 31 Maret 2006 ; PT. Freeport Indonesia diminta meningkatkan satuan pengamanan internalnya untuk menjaga keamanan di lokasi tambang di Tembagapura, Papua. “Investor atau perusahaan-perusahaan itu harus menciptakan pengamanannya sendiri,” kata Panglima TNI, Marsekal Djoko Suyanto, kepada Tempo di Jakarta kemarin. Ia menjelaskan, peningkatan penjagaan itu salah satu bahan pembicaraan pemerintah dengan PT. Freeport dalam pertemuan Selasa lalu di Tembagapura. Tapi Freeport belum mampu menangani dengan satuan pengamanan internal karena lokasi sangat luas dan masalahnya kompleks. Sejumlah pejabat yang hadir yakni Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo A.S., Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, Menteri Dalam Negeri Muhammad Ma’ruf, Panglima TNI Djoko Suyanto, dan Kepala Polri Jenderal Sutanto.
———————— Meski banyak demonstrasi menuntut ditutupnya PT Freeport pemerintah tetap membuka PT Freeport. PT Freeport dianggap banyak menyumbang devisa. “Kalau kita total dari 1991-2005 pemerintah mendapat US$ 3,8 miliar untuk manfaat langsung, US$ 2,2 juta dikembalikan ke PT Freeport. Jadi penerimaan negara cukup besar,” kata Meneg ESDM Purnomo Yusgiantoro.
Hal ini diungkapkan Purnomo usai mengikuti Rapat Koordinasi Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam ) di kantor Menko Polhukan, Jalan Medan Merdeka Barat, Minggu (19/3/2006). Purnomo menjelaskan untuk tahun 2005 saja pemerintah mendapatkan dana sebesar US$ 880 juta. Dari total dana tersebut, terdapat royalti sebesar US$ 82 juta. “Sesuai UU Otsus sekitar 80 persen royalti itu dikembalikan ke daerah, 32 persen jatuh ke Kabupaten Timika, 32 persen ke Kabupaten Papua dan 15 persen ke provinsi,” jelas Purnomo. Disamping itu, lajut Purnomo, ada manfaat yang tidak langsung berupa dana sebesar US$ 740 juta. Dari dana itu, Rp 400 miliar untuk community development, Rp 5 Miliar untuk Suku Amungme, dan Rp 5 milar untuk Suku Komoro.
Alasan lain untuk tidak menutup PT Freeport adalah keinginan pemerintah untuk memberikan jaminan hukum dan investasi di Indonesia. “Kontrak itu adalah kontrak antara pemerintah RI bukan hanya pemerintahan saat ini saja,” imbuhnya. Pemerintah juga telah melakuakan audit lima tahunan terhadap PT Freeport. Audit terakhir dilakukan pada tahun 2000. Pada saat itu Menko Perekonomian dijabat oleh Kwik Kian Gie. “Dalam audit itu tidak ditemukan adanya masalah,” cetusnya Sedangkan pada tahun 2005 telah dilakukan audit kembali pada PT Freeport meliputi empat aspek yaitu aspek lingkungan, penerimaan negara, produksi dan perkembangan situasi keamanan. “Jadi saat ini kita dalam tahapan audit lima tahunan, dan dengan audit ini akan lengkap,” tandas Purnomo (sumber)
Freeport Jelang Pengumuman KIB jilid 2
- Suara dari Papua, 31 Juli 2009. DPP LPNR-PB ;Arkilaus Arnesius Baho mengeluarkan pernyataan sikap untuk menutup operasi PT Freeport sebagai solusi bagi Papua; “Untuk itulah, kami menegaskan kepada pemerintah bahwa:1. Tutup PT. Freeport Indonesia. Penutupan Freeport adalah solusi terbaik untuk membentuk suatu system tatanan pengelolaan tambang yang mengedepankan kedaulatan ekonomi nasional dan tentunya dengan pembenahan instrument pertambangan inilah, awal bagi pemenuhan ekologis, penegakan HAM, keadilan ekonomi yang mandiri menuju tatanan masyarakat Papua dapat tentram dan bermartabat didalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Kolaborasi kepentingan militer organic maupun non organic dengan penempatan sejumlah satuan di areal tambang bahkan di perkampungan hanyalah proyek Negara yang sia-sia. Sebab, ulah ketidak efisiensi aparatur Negara di Papua terbukti menimbulkan implikasi adanya tragedy kemanusiaan. Sebagian sandi operasi militer digelar tanpa keputusan undang-undang resmi Negara. Banyak sandi operasi militer di Papua yang digelar secara illegal bahkan melecehkan konstitusi NKRI. Sudah saatnya dikurangi keberadaan militer dengan aktifitas tidak jelas. Dan juga pengurangan aktifitas militer di Tanah Papua juga mengurangi penggunaan dana Negara dan tentunya kontradiksi perlawanan bersenjata semakin mengecil. 3. Negara haru mengedepankan sanksi terkait kesewenangan siapapun, terutama para pemodal yang se-enaknya merusak tatanan ekologis, hingga pemenuhan HAM yang terkubur akibat dominasi pemdal. Freeport haru di usut kejahatanya terhadap lingkungan hidup dan Hak Asasi Manusia. 4. Liga Perjuangan Nasional Rakyat Papua Barat mendukung penuh pemenuhan kedaulatan rakyat semesta, Rakyat Papua harus berdaulat diatas negerinya untuk menuju kemandirian bangsa yang adil dan bermartabat.
- 27 Agustus 2009 ; Sistem pengamanan transport karyawan PT Freeport Indonesia dan pengiriman barang ke Tembagapura semakin diperketat. Mulai hari ini setiap lima kendaraan yang akan ke Tembagapura akan di kawal sebuah panser. Selain itu setiap supir mulai dilengkapi rompi dan helm anti peluru.Kebijakan ini ditempuh karena sekalipun sudah dijaga seribu pasukan gabungan dan tujuh penduduk asli Mimika yang dituduh turut serta penembakan sudah ditangkap, tetapi aksi penembakan dari teroris bersenjata di jalan Timika-Tembagapura tetap terjadi hingga pertengahan Agustus 2009. Supir bis dan kargo PT Freeport yang mulai resah, pada Kamis (27/8) pagi menggelar rapat tertutup bersama manajemen PT Freeport Indonesia. “Kami baru selesai rapat, membahas jaminan keamanan bagi para supir,” kata seorang supir, Markus Toto. Dalam rapat yang dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Cabang SPSI Mimika Agus Krei, Industrial Relation PT Freeport Indonesia John Rumainum, dan Pimpinan PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI) Djuarsa, disampaikan bahwa telah diberlakukan sistem pengaman baru. “Menurut pimpinan Pak Djuarsa, sistem pengamanan Freeport sudah diubah, setiap lima kendaraan akan dikawal sebuah panser,” kata Markus. Tetapi Djuarsa meminta seluruh karyawan tetap waspada karena sekalipun dilengkapi panser, penembakan tetap bisa terjadi. “Pak Djuarsa meminta kami untuk tetap berhati-hati dan waspada,” kata Markus. Dalam pertemuan ini, Industrial Realtion PT Freeport Indonesia, John Rumainum, menyampaikan bahwa sudah dilakukan pertemuan antara petinggi Freeport dengan Kepolisian mengevaluasi situasi keamanan di areal Freeport. Selain itu, CEO PT Freeport Indonesia Armando Mahler dan Kapolda Papua Irjen Bagus Ekodanto sudah melaporkan hasil evaluasi keamanan kepada Menteri Pertambangan dan Menteri Politik Hukum dan Keamanan di Jakarta beberapa waktu lalu. Sistem Pengamanan Baru Untuk Freeport : Dan dalam sistem pengamanan baru ini dilakukan pembagian tugas antara TNI dan Polri. TNI menjaga wilayah disepanjang jalan Timika-Tembagapura, Polisi menjaga keamanan secara umum. “Sistem keamanan baru ini diharapkan, mulai besok mobilisasi karyawan ke Tembagapura atau sebaliknya dapat dilakukan,” kata Markus.

Purnomo dari Menteri Negara ESDM ke Menteri Pertahanan : Apa yang akan di “Pertahankan” dari Freeport ??
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….. (mungkin butuh waktu tuk menjawabnya)
Catatan
- Mengingatkan kita tentang sejarah pahit di negeri Indonesia, bahwa orientasi politik terselubung Negara-negara para industrialisasi ini mengakibatkan Penderitaan yang dialami rakyat Papua sangat kompleks. Mulai dari penghilangan kemerdekaan politik, penindasan atas system ekonomi bangsa, rapuhnya peradaban penduduk pribumi Papua. Bagi masyarakat Papua, nasib Bangsa Papua Barat kemudian di eksekusi dengan amunisi kehadiran PT. Freeport. Dimana disatu sisi, Integrasi Bangsa Papua Barat kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia terjadi dengan kehadiran PT. Freeport ( Indonesia ). Amerika dan Negara-negara Kapitalisme lainnya dengan keinginan kuat untuk mengambil sumber alam rakyat Papua dimasa lalu membuat nasib Bangsa Papua sampai hari ini berada dalam denyut kehidupan yang tak menentu. Dasar status rakyat Papua hanya di tentukan oleh kemauan para pemodal semata. Realitas politik masa lalu itulah, kembali kami memberikan kenyataan bahwa PT. Freeport Indonesia hanyalah label dalam membungkus keinginan para pemodal internasional untuk melegitimasi status politik rakyat Papua sampai hari.
- Terbukti sudah, selama beroperasi di Timika, per hari, penghasilan perusahaan AS ini diperkirakan mencapai 27 juta dollar. Dari sejak beroperasi, pemerintah dan pemilik hak ulayat baru diberi status pembayaran wajib investasi pada tahun 1996 pasca kontrak karya ke-dua. Sedangkan sebelumnya sejak tahun 1967, Freeport belum diwajibkan dalam pembayaran kepada pemilik hak ulayat dan pemerintah. Fakta keberadaan Freeport selama 39 tahun ( 1967-2009) sebuah niscaya ketidakadilan terjadi. Aspek politik Papua final kedalam Negara kesatuan republic Indonesia masih berlanjut pada tahun 1969 dengan proses penentuan pendapat rakyat. Namun, sudah benar bahwa rekayasa pemodal sudah ada dua tahun sebelum status de jure integrasi Papua kedalam RI. Rekayasa pemasukan Papua kedalam bingkai NKRI inilah, mengakibatkan masalah yang terjadi di Tanah Papua pemerintah Indonesia cenderung mengedepankan hubungan arbitrase dan diplomasi politik semata dengan menjaga integritas Negara adidaya diutamakan Negara daripada rakyat di Papua.
- Pemerintah harus memberi ruang politik dan ekonomi baru bagi rakyat Indonesia dan khususnya rakyat Papua. Akar konflik politik pencaplokan tanah Papua harus disikapi hari ini dengan satu jalan terbaik, menutup Tambang bermasalah di Papua ini. Penutupan PT. Freeport Indonesia juga sebagai langkah maju sebab disinilah pola penataan ekonomi dan kedaulatan bangsa terbebasakan dari upaya cengraman yang telah ditanam neo-imperialisme Negara-negara kapitalisme global. Freeport sebagai akar kolaborasi usaha-usaha politik lahirnya jajahan diatas bumi Papua.
- Ekspansi Freeport di ikutsertakan juga ekspansi para militer. Adalah konflik hari ini di Areal PT. Freeport Indonesia niscaya bukan kekuatan militer pengguna senjata. Keberadaan Freeport melegitimasi militer resmi dan tidak resmi bercokol. Kolaborasi kekerasan pun tak bisa di hindari. Dari tahun ke tahun, pasti tragedy kemanusiaan berlaku di Freeport. Bencana alam ( longsor ) menimbun para karyawan, penembakan terhadap penduduk sipil dengan dalih mengganggu keamanan infestasi dibenarkan dalam operasi militer di areal tambang. Kekangangan bedil militer dalam investasi asing di Papua begitu kompleks dan saatnya dirubah, bahwa kedaulatan rakyat panglima dari segala kepentingan diatas bumi Papua.
- Menurut Amien Rais, apa yang dikeruk Freeport di wilayah paling timur Indonesia itu sebenarnya bisa menutup utang luar negeri Indonesia. Tapi nyatanya utang kita tambah membengkak dan negeri ini mengalami kebangkrutan.
Bagi yang belum percaya tentang KORPORATOKRASI silakan baca !!
- Mantan Bandit Bongkar Kejahatan Jaringan Internasional
- Kejahatan Korporatokrasi
- Buah Korupsi : Pengakuan Bandit Ekonomi
Kasus freeport Papua yg kang cepot uraikan merupakan cth yg baik dari pengakun John Perkins. Kok pajak n royaltiny kecil banget?
keduax diamankan dulu
kok banyak sing bau bau paklik sam yo
, daru dulu om purnomo itu strategi dan kuat beckingnya, yah wong cilik mo bilang apa lagi, paling banter bisa komen dibawahnya pertamax hiks
(maaf) izin mengamankan KEEMPAT dulu. Boleh kan?!
Yang beginian ini sering kali membuat orang kecil susah.
Bukan hanya saya, negara ini juga sebagai “wong cilik” di mata kepentingan MNC.. Jika Freeport ditutup, AS dan seluruh media di bawah penguasaannya akan teriak: “iklim investasi di Indonesia adalah yg terburuk di dunia…”, Lha, yen wis ngono, piye iku…
knapa harus takut tidak ada investasi di negri kita kalo nyatanya kita sudah punya semuanya?? yg diuntungkan dari investasi macem gini cm segelintir orang di elit kepemimpinan dengan menjadikan rakyatnya sebagai budak kok.
Ping-balik: Virus, Namru 2 dan Ibu Menkes Baru « Biar sejarah yang bicara ……..
semua fakta sejarah tentangnya sudah banyak terukir, banyak yang buruk namun terkesan didiamkan, Hohhhh! sanes pitnah ieu mah, tapi beneran!
semoga PERTAHANAN INDONESIA, tidak JEBOL gara-gara dia, atau awas saja jika malah dia yang sengaja memberikan peluang pada asing untuk menjebol pertahanan Indonesia…
Lieuuurrrrr! teuing ah, kumaha boa pikiranna nu nyieun kabinet ieu….
Selalu miris baca yang kaya gini. Barang berharga kita diangkut keluar & disisakan sedikit bagi segelintir orang biar gag ribut
Ini informasi apaan ya?!
Ooo…gara2 ulah Si Budak Yankee?!
Hancur…NKRI!
Silahken klik ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Yankee
Ini tentang Sejarah Yang Bicara
Ini informasi apaan ya?!
Ooo…gara2 ulah Si Budak Yankee?!
Hancur…NKRI!
Silahken klik ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Yankee
Ini tentang Sejarah Yang Bicara
Salam JASMERAH
Kasian jg bangsa kita ya…. Mungkin pepatah “ayam mati di lumbung padi” cocok untuk Indonesia.
dan bangsa-bangsa maju itupun tidak bakal rela kalau kita pandai, karena tidak lagi bisa diakalin dan di congor hidungnya untuk jadi kerbau pembajak sawah diladang sendiri namun mereka yang nikmati
Salam JAS-MERAH
Di benak/hati mereka yang ber-DNA Budak, satu tekad yg dimilki adalah : PERTAHANKAN kepentingan SINYOKU*
Salam JAS-MERAH
* = anak majikan bangsa asing.
BUKAN SALAH MNC YANG ADA DI INDONESIA, YANG PERLU ITU PERBAIKI WATAK PEJABAT INDONESIA YANG KORUP TU, KALO GITU SI KAPAN SAJA ASAL MNC ADA YANG NGAK BENAR LANGSUNG DIUSIR DEMI KEPENTINGAN RAKYAT, PEJABAT KITA HANYA MENANG GELAR PROF, DR DLL TAPI BULE TAU ISINYA PASIR SEMUA ALIAS KOSONG….HAHA PAYAHA…SALAM DAMAI!!!!(LkTK)
Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin…DI MANAKAH KEADILAN di Negera ini disebut-sebut mengutamakan kEadilan..
Ping-balik: Susunan Kabinet Indonesia Bersatu II, Sebuah Analisis | itempoeti
Ping-balik: Mengembalikan Jati Diri Bangsa dan Revitalisasi Nilai-nilai Budaya Bangsa | Nuswantara
Indonesia udah dijual oleh mereka yang mengaku pemimpin bangsa.. Masih mau disebut sbagai bpk pembangunan pula..
Mereka yang gila, ato kita yang bodoh….
bagaimanapun juga indonesia dan amerika bertangung jawab atas konspirasi pilitik yang terjadi diatas tanah papua oleh karena itu sekarang tidak ada pilihan lain selain papua merdeka. West Papua, adalah nama Negara kami, yang pernah didekelarasikan pada tahun 1961, yang lengkap dengan atribut Negara dan pemerintahan, selayaknya sebuah Negara merdeka Oleh tokoh–tokoh terkemuka Papua saat itu, disiarkan langsung oleh radio Nederland dan radio Australia.
Indonesia tidak pernah mengakui kemerdekaan Papua. sebaliknya Indonesia melancarkan penyerangan dengan persenjataan lengkap yang didapatnya dari Rusia, melalui isi komando TRIKORA yang dibacakan oleh Ir. Soekarno (Presiden Indonesia Pertama), di alun-alun Yogykarta pada tanggal 19 Desember 1961. Indonesia mengklaim atas pulau Papua sebagai wilayah kekuasaanya.
Akhirnya membuat Amerika dan Negara Sekutu Belanda lainnya ketakutan karena posisi Indonesia di Asia Tenggara sangat strategis untuk pelayaran dan perdagangan (ekonomi), maka Roberth Jhonson dari Staff Dewan Keamanan Amerika mengirim Surat Rahasia ke Mr. Bundi Assisten Pribadi President John. F.Kennedy pada tanggal 18 Desember 1961 ( ketika Indonesia mengadakan Kampanye Militer ) untuk segera mendesak Belanda menyerahkan Administrasi Papua ke Indonesia serta menghapus Hak Pribumi Papua untuk Menentukan Nasib Sendiri agar Soekarno bisa mengurangi Komunisnya di Indonesia. Dua minggu sebelum negosiasi antara Belanda dan Indonesia pada tanggal 20 Maret 1962 untuk penyelesaian masalah Nederland New Guinea, saat ini kami sebut dengan nama West Papua, muncul tekanan kepada President John. F. Kennedy dari CIA, the Departments of State, Defence, the Army, the Navy, the Air Force, the Joint Staff, dan NSA pada tanggal 7 Maret 1962. Kemudian mereka telah menunjuk Diplomat Amerika yang berhasil membungkam Komunis di internasional, yaitu Tuan Elsworth Bunker untuk menjadi penengah ( Mediator ) antara Belanda dan Indonesia.
Dengan adanya penekanan Pemerintah Amerika melalui Surat Rahasia Presiden Kenedy yang tertanggal 2 April 1962, menekankan Pemerintah Belanda agar menerima rencana Tuan Bunker, maka Belanda terpaksa menanda tangani Perjanjian New York tanggal 15 Agustus 1962 untuk menyerahkan Administrasi Nederlands Nieuw Guinea kepada Pemerintahan Sementara PBB UNTEA ( United Nation Temporary Executive Authority ) pada tanggal 1 Oktober 1962. Kemudian diserahkan lagi ke Indonesia, dengan catatan enam tahun kemudian yaitu pada tahun 1969 harus diberikan Hak Penentuan Nasib Sendiri kepada rakyat penduduk pribumi Papua.
Pada akhirnya Bangsa dan Tanah Air Papua dijadikan tumbal oleh Amerika Serikat dan sekutunya Atas kepentingan ekonomi dan gencarnya Paham komunis yang dianut oleh soekarno waktu itu. Mekanisme internasional untuk menyelesaikan masalah Papua yang ditawarkan oleh Tuan Bunker, melahirkan satu konspirasi politik yang luar biasa antara Indonesia dan Amerika beserta sekutunya.
Sebelum dilakukan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) tahun 1969, pada tahun 1967 Amerika Serikat bersama Indonesia telah menandatangani kontrak karya, untuk operasi tambang di wilayah timika –Papua, yang sampai saat ini masih beropersasi. Dengan kepentingan ekonomi, Amerika Serikat dan sekutunya mengabaikan Hak dasar Rakyat Bangsa Papua dalam mekanisme pelaksanaan PEPERA 1969.
Proses Penentuan Nasib Sendiri ( Self Determination ) yang dilaksanakan di Papua adalah merupakan salah satu Proses yang memalukan PBB sendiri sebagai Organisasi Pembela Keadilan dan HAM di dunia serta Indonesia dan Amerika karena telah ikut melanggar Hak-hak Sipil dan Politik maupun Hak-hak Penduduk Pribumi Papua sebagaimana tertuang di dalam Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Polik serta Deklarasi PBB tentang Hak-hak Penduduk Pribumi. Selain itu, mereka juga telah melanggar Perjanjian New York Pasal 18 “one man one vote” yang ditanda tangani di Gedung PBB tanggal 15 Agustus 1962 karena membatasi 1026 orang peserta, sementara jumlah pendudukan Papua saat itu 8000 orang. Jumlah peserta 1026 orang pun, terdiri dari Penduduk Pribumi dan NonPribumi serta tidak dilaksanakan sesuai mekanisme Internasional.
Pada tanggal 1 mei 1963, Bangsa Papua diintegrasi melalui mekanisme yang tidak demokratis ke dalam bingkai RI, sejak itu pula bangsa Papua mengukir sejarah pahit dalam hidup bangsa Papua. Diawali sejak Pemerintah Indonesia menjadikan Papua sebagai Daerah Operasi Militer (DOM); Pengiriman Pasukan Organik dan Non organic semakin meningkat, Pembunuhan terhadap bangsa Papua terjadi dimana-mana secara fisik maupun non fisik, Pelanggaran HAM terjai di Papua dari berbagai sisi, mulai dari POLITIK, EKONOMI, SOSIAL-BUDAYA, PENGERUSAKAN LINGKUNGAN, PENDIDIKAN, KESEHATAN, DLL . Beberapa aspek kejahatan yang dilakukan Indonesi terhadap bangsa Papua, terkadang menjadi bahan empuk untuk kempanye luar negeri dengan tujuan tertentu, oleh kalangan tertentu.
Sejarah panjang ini, telah memberikan gambaran kepada kami bangsa Papua, untuk menentukan nasib bangsa Papua kedepan, oleh karena itu kami dari Komite Nasional Papua Barat menyampaikan suara Rakyat Bangsa Papua kepada seluruh bangsa di dunia bahwa PEPERA 1969 tidak demokratis dan cacat hukum internasional, maka REFERENDUM bagi Rakyat Pribumi Papua adalah satu-satunya solusi terbaik untuk menentukan nasib bangsa Papua sebagaimana diatur dalam Kovenan Internasional tentang hak sipil dan politik.
Dengan ini kami rakyat Bangsa Papua menyatakan sikap:
1. Menolak berbagai macam mekanisme selain REFERENDUM untuk menyelesaikan persoalan Papua (karena kami Rakyat Bangsa Papua telah Mempelajari, Melihat, Mengalami dan merasakan berbagai mekanisme yang ditawarkan Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan persoalan Papua akan tetapi belum pernah menemukan titik terang bagi nasib Bangsa Papua oleh karena itu, rakyat Bangsa Papua memilih REFERENDUM sebagai satu – satunya mekanisme untuk menyelesaikan masalah Papua.
2. Menolak Dialog Jakarta – Papua (karena dialog bukan mekanisme penentuan nasib bangsa Papua yang diinginkan oleh Rakyat Bangsa Papua)
3. Menuntut Pemerintah Amerika Serikat; Segera bertanggung jawab atas kesalahan dan kejahatan terhadap bangsa Papua.
4. Menuntut dengan tegas PT. Freeport Indonesia segera ditutup dari Tanah Papua. (karena sejak kontrak karya PT Freeport tahun 1967 sebelum 2 tahun PEPERA 1969 dilakukan , telah terjadi Konspirasi politik antara Indonesia Dan Amerika untuk melimpahkan nasib bangsa Papua ke dalam bingkai RI.
5. Menuntut Pemerintah Indonesia; Segera tarik militer Organik maupun Non-organik dari seluruh Tanah Papua (Dengan alasan bahwa pembantaian, pembunuhan dan pelanggaran HAM lainnya, terjadi di tanah Papua karena tanah Papua dijadikan sebagai Daerah Operasi Militer (DOM)
6. Menuntut Pemerintah Indonesia; Segera bebaskan TAPOL & NAPOL Papua (Dengan alasan makar dan separatis yang dilimpahkan kepada TAPOL & NAPOL Papua tidak merujuk pada arti sesungguhnya kata “makar” & “separatis” karena TAPOL & NAPOL Papua adalah penjuang HAM dan Demokrasi serta pejuang hak Sipil & Politik sebagaimana diatur dalam Kovenan Internasional.
7. Menuntut Pemerintah Indonesia; Segera buka akses bagi Perss Nasional dan Internasional (karena perss memiliki kebebasan untuk meliput berbagai berita yang terjadi di berbagai tempat di muka bumi ini dan mempublikasikannya dengan penuh rasa tanggung jawab dan dijamin, dilindungi serta diakui oleh undang – undang internasional termasuk Indonesia)
8. Menuntut Pemerintah Indonesia; Segera buka ruang demokrasi bagi Pejuang HAM (karena Perjuang HAM tidak terikat pada tempat dan waktu, sehingga harus diberikan ruang sebebas – bebas mungkin kepada pejuang HAM)
no komen, pa pur menhan, pa kasad dan kopasusu?embargo dicabut? demi teroris(?) dan china? aaaaaah ga tahu dah, yg jelas domba diadu ga enak, enaknya disate aja. tanah air artine al au ad bersatu saling menunjang, mosok2 garogoro 65 sing loro dikebiri?artno nopo pak manteb?artine sing master mind biyen embarogo lagi fokus ning DN, ‘teroris’ lan stabilitas dn, eh stabilitas pengerukkan sda indon; daya gedor indon rusak goro2 au karo al dikebiri, wis wit biyen dielingake ra krungu, kalo iwak entek disepeleke malaysia karo2 negoro2 persemakmuran yo wajar, al au daya gedor luar kok dikebiri?mikir coy!malah sing ngrungono rrc, tanah dan air, sing telu kudu rukun lawan asing. transportasi kecepatan respon cepat ilang seiring kebiri al au, wajar timor2 sipadan ligitan lepas, wajar cok, lumrah cok. yang mau diomongin banyak, tapi kalo untuk dikhianati buat apa diomongin? demak maritim mataram agraris, opo tidak jadi koco, kombinasi loro2ne, eling daya gedor pangeran sabrang lor?demak!!
Baru sadar…kenapa Purnomo dari menteri pertambangan kok makbenduduk jadi menteri pertahanan. sebenrnya basic ni orang apa sih?? padahal selama ini yang jadi menteri pertahanan adalah dari kalangan militer.
————
Kopral Cepot : Masih untung mas … banyak orang sampe skr yg belum nyadar
Tapi prestasi beliau sebagai menteri pertahanan tidak bisa dianggap enteng. Ini kali pertama (bahkan semenjak era orba) militer Indonesia bisa bangkit dan punya berbagai peralatan militer memadahi…
Dg JASMERAHnya,Bungkarno menang,kami tidak berkutik kami kehilangan nyali meluruskan sejarah,yg akan menghasilkan fakta jikalau kami sdg dijajah?kami bangsa yg na’if,yg tak punya nyali mengumumkan pada dunia ini jikalau revolusi telah gagal?kami tidak akan kuasa melawan kekuatan imperialisme amerika dg segala tipu dayanya.kami malu menyatakan menyerah,kami hanya bisa berpura pura merdeka,atau…..kalimat itu sakti,jujur itu mahal.leluhur kami benar,pura pura merdeka tapi hidup,atau berjuang dan kemudian mati
Org papua yg ingin merdeka,kurang baca sejarah?Indonesia bukan penjahat,melainkan menggabungkan papua dg maksud agar jgn sampai mengalami nasib seperti suku aborigin,atau Indian,pada jaman dulu,kolonialisme jahat sekali bung,main bantai?apakah amerika rela freeport dinasionalisasi rakyat papua(semisal lepas dari NKRI)konspirasi seperti apa yg akan dilakukan amerika demi menguasai emas papua?pada saat tersebut anda akan berteriak teriak pada dunia,toloooong,tolooooong,bantu kamiiii,usir amerikaaaaa.dan suara anda adalah yg paling berisik ditelinga NKRI?sebagai negara tetangga terdekat?
Purnomo Yusgiantoro dan ” Pertahanan ” Freeport banyak perso’alan yang timbul adalah hal yang wajar selama masih memberikan kontribusi manfa’at untuk rakyat. tetapi secara kronologis terwujudnya freeport tidak terlepas dari kentalnya politik dan balas budi disamping bangsa sendiri yang tidak mempunyai kemampuan untuk mengolah kekaya’an di bumi pertiwi ini. dua unsur yang dominan dan terdepan yang harus bisa diatasi kalau ingin masalah cepat selesai. dengan kata lain munculnya problematika pemanfa’atan hasil bumi kita secara total dan menyeluruh.
Karena dua unsur yaitu unsur politik balas budi ( semua telah tahu ) dan kemampuan untuk memberdayakan olahan bumi pertiwi belum terpenuhi ” nonsens ” bangsa kita bisa menikmatinya . dan itu bukan hanya pada freeport saja , tetapi juga pemberdaya’an dan pengolahan hasil bumi yang lain ( terutama hasil tambang kita ).
Dalam uud ’45 telah tercanangkan bahwasanya hasil bumi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. klop-lah sudah dan akan dapat dirasakan kemakmuran ini oleh rakyat sebagai pewaris maupun penerima hak yang paling mendasar . pelaksana’an akan tidak terwujud ( aneh rasanya ) padahal semua sudah ada aturanya dan tata- tertib pelaksana’an sebagai acuan dan pedomanya. bisa saja terjadi oleh suatu ketimpangan dan hal seperti itu wajar2 dan syah2 saja adanya selama satu kontrol masih tetap terpenuhi yaitu membawa kemaslahatan bagi orang banyak dalam hal ini adalah rakyat . masyarakat dan rakyat akan menjerit dan bergejolak selang selama kebutuhanya dirampas dan dirampoknya. sekali lagi unsur keadilan dan kemakmuran yang berbicara diatas segala kepentingan yang ada sebagai wadah wujudnya.
Purnomo yusgiantoro dan ” pertahanan ” freeport masih jauh panggang dari api pada sa’at sekarang ini karena itu tadi masih kental dengan balas budi politik maupun tenaga skill bangsa kita yang tidak menyeluruh dan berbicara sebagai tenaga ” co skill ” atau mungkin bisa jadi un skill ( bisa dilihat di lapangan tentunya saja ). purnomo yusgiantoro juga masih belum mewakili keperluan dan kepentingan kemakmuran orang per orang di wilayah sekitar freeport pun ini bisa terbaca dengan muncul dan timbulnya kasus2 dan masalah yang ada dan malah selalu ada . belum lagi gangguan keamanan eksternal yang harus selalu diawasi dan tidak bisa tidak karena menyangkut operasional lapangan bisa terjadi sewaktu-waktu yang sifatnya ” sporadis dan bombasdis ” . masih terlalu pagi untuk mengatakan kemakmuran , keadilan dan kesejahtera’an masyarakat maupun rakyat telah terpenuhi dan tercukupi . dalam ” era reformasi keterbuka’an ” adalah semua mempunyai kesempatan dan peluang yang sama sesama anak bangsa. kinerja yang bagus dan memadai adalah tolok-ukur yang obyektif untuk mengukur keberhasilan dan prestasi seseorang ( apalagi dari kalangan sipil dan non militer ) tentu tidak luput begitu juga tidak terlepas dari unsur pengalamanya sebelum menduduki sebagai menteri pertahanan yang mumpuni dan mampu. ingat pepatah ” experience is the best teacher ” suatu pengalaman hendaknya menjadikanya sebagai tauladan maupun guru terbaik untu mendapatkan hasil maupun predikat ” membawa sebesar-besar kemakmuran rakyat ” yang seperti dicanangkan sebelumnya. memang ada duga’an kuat semuanya bisa diatur sesuai dengan peraturan yang ketat untuk mencapai ” kesejahtera’an . keadilan dan kemakmuran ” perlu diingat balas – budi politik dan kemampuan skill masih terdepan dan punya nilai tinggi dibandingkan yang lainya ( B E R S A M B U N G ).
( sambunganya ) segelintir dari keseluruhan populasi ummat manusia yang tidak puas dalam hal ini dapat dikatakan ” biasa ” karena tidak mewakili dan dari keselu ruhan yang memang seharusnya terwakili. katakanlah antara dua setengah (2,5) sampai lima ( 5) dari prosentasi yang seratus ( 100 ) prosen . boleh jadi bukan tumbal , boleh jadi juga bukan korban karena dimanapun juga di seluruh jagad raya , di dunia ini ” tidak akan ada dan tidak pernah akan ada yang namanya kemakmuran , keadilan dan kesejahtera’an yang seratus ( 100 ) prosen ” kecuali kalau sudah pindah alam yaitu alam akherat yang abadi barulah diketemukan yang namanya kemakmuran , keadilan dan kesejahtera’an hakiki.
Cukuplah sudah dikatakan baguslah kalau kesejahtera’an , keadilan dan kemakmuran sebagai suatu tujuan akhir apalagi tujuanya untuk masayarakat maupun rakyat yang ke empat terbesar jumlahnya diseluruh dunia ini. bukankah sang menteri juga manusia biasa yang punya kelebihan dan punya kekurangan juga seperti halnya kita2 dan malah nilai etos kerja kadang bisa naik dan kadang juga bisa turun . kembali pada tolok ukur sebagai suatu wacana ” kesejahtera’an , keadilan dan kemakmuran ” lah yang berbicara dan perlu dikedepankan tentunya . tidak bisa tidak dan merupakan harga mati kalau berbicara tentang nilai etos suatu kerja karena sifatnya yang profesionil dan tidak main-main karena menyangkut hajat kehidupan masyarakat maupun rakyat kecil dan kebanyakan.
Bolehlah memilih – milih sebelum menentukan figur atau personalitas seseorang untun jabatan tertentu setingkat jabatan politik ini . hendaknya ” jangan sampai memilih kucing dalam karung ” artinya kekeliruanlah yang akan didapatnya dan kita harus hati-hati betul dalam hal ini. manusia bukanlah malaikat yang dalam sekejap bisa merubah keada’an meskipun tanpa bantuan orang lain.
Pokok persoa’alan kredibilitasnya akankah nilai etos kerjanya membawa kemakmuran , keadilan dan kesejahtera’an dari kita semuanya. seiring dengan kepandaian . leadership kepemimpinanya dan daya saing untuk memberdayakan anak buahnya . nasionalis memang harusnya terwakili dalam setiap keputusan maupun kebijaksana’anya , tentu secara konkret menimbangnya adalah kemakmuran, keadilan dan kesejahtera’an sebagai suatu wacana yang diwujudkan dalam tindakan konkret maupun realitas keseharian. arus globalisasi tidak membawa kenyamanan bagi sekelompok orang yang hanya ingin mengacaukan suasana karena tidak ada nilai jual dan kurang laku kecuali adanya unsur-unsur kesama’an dan persama’an bagi yang mendukungnya. apalah guna dan manfa’at bagi banyak orang untuk memikirkan kelompok ini yang hanya menghabiskan waktu , menghabiskan tenaga , menghabiskan dana yang tiada guna dan manfa’at kecuali untuk kelompok dan golonganya sendiri saja . tentu tolok – ukurnya seberapa jauh manfa’at kemakmuran , keadilan dan kesejahtera’an sebagai suatu wacana maupun sebagai tujuan akhir. perbeda’an negara maju , berkembang dan negara yang sedang berkembang ( indonesia bukan negara katagori miskin terbela kang ) bisa dikatagorikan pengangguran masih tetap ada keberada’anya.
Itulah hukum alam ada yang kaya ada pula yang miskin , ibarat dua sisi mata uang logam bisa jadi sampai kapanpun akan tetap ada keberada’anya. dan wacana yang selalu dan harus digelorakanya ” kemakmuran , keadilan dan kesejahtera’an sebagai tujuan akhir “. tanda – tanda akan tercapainya dengan berkurangnya pengangguran maupun gejolak – gejolak baik yang sifatnya eksternal maupu internal . sebelum terjadi kesemuanya itu ” pencegahan lebih baik daripada pengobatan ” yang dikatakan pepatah maka pencegahanya tidak lebih dan tidak kurang hilangkan balas budi politik , mampu kita memberdayakan hasil; bumi terutama tambang dengan skill memadai dan mumpuni maka hasil akhir tidak mungkin bisa dikatakan bisa jadi ” kemakmuran , keadilan maupu kesejahtera’an bukan wacana lagi bahkan merupakan realita yang KONKRET !! “…….
Hanya sebuah komentar untuk mereka yang merasakan empuknya kursi freeport konon semut akan mencari gula dan gula itu ada di freeport……..sekali lagi hanya sebuah komentar.
(penutupan) satu negara dalam negara tidak akanlah mungkin , satu perahu dua nakhoda juga tidak akan mungkin intinya kesemuanya hendaklah satu tujuan , satu kalimat ” kemakmuran , keadilan dan kesejahtera’an ” standart tunggal dari nilai akhir . tidak perlulah negara dalam negara , tidak perlulah satu perahu dua nakhoda yang selain itu juga membingungkan keefektifanya. jalan tercepat , jalan terpendek , jalan tersingkat , cara terefektif , cara paling praktis dan beresiko kecil merupakan perangkat menuju satu wacana terakhir yang mesti kita harus bilang ” tidak mungkin tidak ” bukan ?. tingkah polah segelintir orang perorang itu pulalah yang menggantikan negara dalam negara , tingkah polah segelintir orang itu pulalah yang menggantikan satu perahu dua nakhoda .
Maksud dan tujuanya kadang bisa melenceng dan mengganggu opersional kebijaksana’an yang telah ada berjalan. dilema yang sekarang muncul haruslah bisa dimengerti dan terselesaikan secara tuntas betul apabila menyangkut yang satu ini dan inilah yang dinamakan ” policy diatas policy ” atau ” kebijaksana’an diatas kebijaksana’an ” malah bolehlah bisa saja mungkin ” peraturan diatas peraturan ” bisa jadi ” undang2 diatas undang2″.memang kompleks betul kalau tidak tercermati atau kalau terlewatkan begitu saja yang berlalu terlewatkan apabila tidak sesegera mungkin menyelesaikanya dan dalam waktu yang singkat tersingkat mungkin untuk menuntaskanya.
Secara vulgar dan terbuka lebar2 tidak akan saya ungkapkan tetapi paling tidak tulisan ini sudah akan membawa opini yang bisa dimengerti . tentu saja hal2 yang seperti ini tidak akan diingini atau tidak akan mau tahu dari pikiran sekelompok orang dan segelintir manusia . itulah namanya kehidupan ummat manusia dan tentu saja bisa pula hal ini wajar lumrah adanya. tidakkah manusia diciptakan sebagai ” homo homini lopus ” yang sebagai manusia sosial penuh dengan perbeda’an dan perselisihan antar sesama ummat manusia juga. tetapi perlu diingat juga manusia secara subyek juga masih memerlukan manusia lainya untuk mencapai tujuan akhir sebagai wacana satu ” kemakmuran , keadilan dan kesejahtera’an ” . dan perlu obyek juga yang dalam hal ini kepintaran atau kemampuan skillnya sebagai penentu meenuju terwujudnya yang satu wacana itu pula.
Purnomo yusgiantoro dan ” pertahanan ” freeportnya bukanlah bagian besar dari masalah negara kita ini , tetapi hanya bagian terkecil dan seperseribunya mungkin juga seperseratus ribunya masalah yang ada di negeri ini negeri beribu-ribu pulau. hanya saja meskipun bagian terkecil janganlah dianggap ” enteng dan ringan ” apalagi dianggap tidak akan ada masalah. justru dari bagian terkecil itu pulalah bara api akan muncul yaitu bara apinya ” keributan ” yang tidak akan dikehendaki ole semuanya yang menginginkan satu wacana ” kemakmuran , keadilan dan kesejahtera’an ” yang diinginkan cepat2 terwujud , terealisasikan dan menjadi kenyata’an apa adanya dan tidak dibuat-buat. semua berjalan seperti apa adanya , semuanya berjalan ibarat air mengalir yang dari tempat teratas menuju tempat terendah , semuanya berjalan seperti apa adanya ibarat kemana arah angin bertiup yang dari udara bertekanan tinggi menuju ke udara yang bertekanan rendah .
Inilah yang namanya tidak dibuat-buat apa adanya sehingga sifatnya akan langgeng dan terus menerus sehingga masyarakat ataupun rakyat sebagai penerima hak waris yang mutlak akan terpuaskan dan terpenuhi segala-galanya. oleh karenanya perlulah suatu kebersihan , ketauladanan , contoh etos kerja sang leadership bukan. makanya perlu pula suatu dukungan dari anggota – anggota yang terkumpul dalam perserikatan etos kerja dari para anggota yang terwakili oleh pegawai , karyawawan atau apapun apa namanya. nilai lebihnya dan pokok inti permasalahan pasti akan cepat terselesaikan secara effektif . itulah yang dikatagorikan ” dinamika etos kerja yang praktis , effektif dan beresiko kecil.
Sang komandan juga tidak akan bisa bekerja sendiri perlu bantuan dan dukungan yang penuh dan tidak setengah hati , katakanlah negara dalam negara satu perahu dua nakhoda dengan sendirinya ” tidak akan diperlukan dan tidak dibutuhkan secara otomatis ” ibarat besi sembraninya yang akan menempel dan melekat pada sebuah batang besi. ” kemakmuran , keadilan dan kesejahtera’an ” akan bisa BUKAN SLOGAN.