Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara
Email dari seorang teman
Salam
Dalam email ini, saya ingin membagikan informasi mengenai film dokumenter berjudul Shadow Play, diproduksi th 2001 oleh Hilton Cordell Productions. Film tersebut bisa disaksikan secara online dan gratis di http://www.offstream. tv
Shadow Play mengungkapkan tragedi kemanusiaan abad 20, yang disembunyikan oleh Soeharto dan pengikutnya. Soeharto menyebarkan fitnah dan propaganda yang efektif untuk kelancaran program pembunuhan para pendukung Soekarno, plus propaganda agar tragedi tersebut dimaklumi, tanpa penegakan hukum. Antara 500,000 dan 1 juta orang telah dibunuh dalam waktu yang singkat.
Komandan program pembunuhan bahkan pernah menyatakan dengan bangga, bahwa sebanyak 3 juta orang yang telah dibunuh. Ratusan ribu lainnya, ditangkap dan dipenjara tanpa pengadilan. Keluarganya dikucilkan dan hidup tercela, terhina. Sejarah dimanipulasi agar rakyat Indonesia tidak mampu untuk kritis terhadap peradabannya sendiri.
Selamat menonton
Salam hangat
film terbaru mengenai dampak tragedi 1965, berjudul “40 Years of Silence” akan segera diputar di Indonesia. Diproduksi oleh Robert Lemelson, seorang antropolog dan ahli ilmu kejiwaan. http://www.40yearsofsilenc e.com
Berikut film Shadow Play ….. selamat menyaksikan ..
Aku bukan masa lalu, tapi masa lalu membawaku ke masa depan ~kopralogic~
Attention ! Serbasejarah dengan admin Kopral Cepot hanya menulis di blog ini, tidak buka lapak di blogspot, multiply atau lainnya... Hatur tangkyu ;)
Blog pada WordPress.com. Tema: Suburbia oleh WPSHOWER.
thx link-nya…tapi bener ga sih?
——–
Kopral Cepot : Sejarah bukan titik tapi koma, slalu ada prespektif baru dalam melihat suatu peristiwa. Asalkan tidak ada pembelokan fakta sebuah prespektif adalah hal yang sah-sah saja. Adalah Fakta bahwa para Jendral terbunuh tapi siapa “aktor intelektualnya”? dan adalah fakta banyak anak bangsa yang “dibunuh” atas nama “ideologi terlarang” .. Sejarah telah memberikan pelajaran buat kita sekarang ..
Ping-balik: “Vox Populi” Belum Tentu “Vox Dei” « kucoba hargai masa lalu….
kok,q g bs muter film nya…
———–
… kata mas Blankon mungkin looding nya lagi lambat… coba tunggu ajach .. btw dah beli karcisnya belon
Kopral Cepot : Klo film nya muter tar pusing
Lodingnya lambat mungkin Mba ..kok aku bisa
Ping-balik: YA ALLAH WAFATKANLAH AKU SEBAGAI “SERDADU PEMBEROTAK” TITIK « kucoba hargai masa lalu….
@Kang
Sepertinya harus subuh… nontonnya, biar nggak lemot pelemnyah….
———–
Kopral Cepot : Leres kang … subuh2 sambi diharudung sarung … siduru dina hawu .. ngopi plus bubuy sampeu .. enak tenaaaan
Bubuy sampe ?!!!!
Diantos juragan
__akang bri rek meser kuldesak…aya refrensinya enteu??___
___nggeus ubek2 gang2kotaan enteu tingali euy..eleuh2___
____nuhun atuh___
Ping-balik: Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno, 1965-1967 (2) « Nusantâraku
wiwh… salam kenal nih kopral…
makasih atas postingannya
Kalau dulu sejarah hanya ada satu versi.
Sekarang Sejarah bisa dilihat dari perspektif dan persepsi yang lain.
Terima kasih, saya mendapat tambahan referensi.
Ping-balik: Amerika Serikat dan Penggulingan Soekarno, 1965-1967 (2) « Putra Rafflesia
wah hebat bgt !! ikutan ngabung yooo……
“MUSUH YG PALING BESAR SUATU BANGSA ADALAH BANGSA ITU SENDIRI”..Pengalaman pahit sejarah perjalanan bangsa ini akan menjadikan obat pintar bagi pemikiran generasi muda yg akan datang..dan bagi kakek, bapak, ibu maupun saudara kita yg menjadi korban biarlah menjadi penyubur tanah ibu pertiwi yg kita cintai…(Poetra bangsa)
kang kopral,klo bisa ya sekali” dipromosikan kebudayan indonesia n rumah” adatnya. tapi harus diedit dgn sangat bagus biar kita ini walaupun kita diluar negeri bisa terhibur
—————–
… mudah2an kedepan bisa menyajikan apa yang Mas Sadewo harapken.
Kopral Cepot : Waaah dapet tamu yang lagie di luar negeri .. hatur tangkyu
Ping-balik: Achmad Yani Tumbal Revolusi « Biar sejarah yang bicara ……..
Ping-balik: G-30 S … Indonesia ber-dziKIR lah !!! « Biar sejarah yang bicara ……..
Ping-balik: Inilah Buku Yang Dilarang Beredar Kejagung « Biar sejarah yang bicara ……..
Terima aksih, kopral.
Sangat bermanfaat informasinya nih…
pak kopral, gimana kabarny? eh btw cara ngopi videonya gmana?
‘The mass media become the authority at any given moment for what is true and what is false, what is reality and what is fantasy, what is important and what is trivial.’ Ben H. Bagdikian, The Media Monopoly, 1983: xiv
Dalam ajang Jakarta Internasional Film Festival 2002, film berjudul A Concert (Jerman, Robbert Dornhelm, 2001) dan Shadow Play (Australia, Chris Hilton, 2002) disinyalir bermuatan propaganda (Malaky, 2002). Peristiwa 30 September 1965 adalah persoalan bangsa, negara dan rakyat Indonesia yang menjadi catatan kelam dalam sejarah Indonesia. Oleh karena itu, sebagai anak bangsa sudah sepatutnya kita tidak lagi mengorek luka lama hanya untuk mencari ‘kambing hitam’ mengenai pelaku dari peristiwa tersebut. Apa yang kemudian diharapkan? Perpecahan antar anak bangsa? Lebih baik kita saling bahu-membahu untuk membangun negara kita ke arah yang lebih baik. Semoga tujuan negara yaitu masyarakat yang adil dan makmur dapat cepat tercapai. Amin…
Tapi belum tentu juga film ini benar..bisa saja sebuah bentuk campur tangan asing pada sejarah kita..secara banyak juga kasus kasus HAM yang lain yang membuat bangsa kita semakin dipermalukan di dunia internasional..harusnya kita besyukur dapat menikmati kemerdekaan, tidak terpuruk menjadi sebuah negara komunis yang justru sangat identik dengan pelanggaran HAM..
—————
Kopral Cepot : Betul .. Betul .. Betul
Bang aku izin mau share ke FB ya..
———–
Kopral Cepot : Silaken … tangkyu
Sebagian besar orang telah melihat film 30 sept G30S/PKI selama 30 th lebih versi soehato dan telah tercipta dlm memori orang tersebut bahwa komunis itu kejam & menyeramkan. setelah melihat film ini jadi mn yg benar & mn yg salah terus terang saya lahir ditahun 80an & ingin sekali mengetahui perjalanan panjang bangsa ini hanya untuk dokumentasi sendiri suatu saat saya mempunyai keturunan akan sy ceritakan ini lah proses tercipta’y bangsa ini…Pertama kali sy melihat film ini th 2003/2004 disekolahan smp khusus orang china /korea Dijakarta pusat knp mereka sangat tertarik dgn sejarah bangsa indonesia & sejak saat itu sy ingin sekali memiliki film ini kl boleh tau dmn ya sy bisa membeli film ini yg original kl temen2 ada yg tau dmn sy bs membeli film ini yang original tlg bls komentar ini terima kasih wassalam…
Ping-balik: Merenungai Sebuah Komentar « de Go Blog
Salam kopral cepot. Tapi naha teu aya cepot na nya kang? hehe. Leres kitu kang eta sejarah teh nya, serem oge. Hatur tqu pisan moga2 abi tiasa ambil hikmah sareng manfaat na, amin..
jayalah cepot. Tong sampe cepot di klaim ku negara sanes nya
———
Kopral Cepot : Salam kenal juga n Hatur tararengkyu Kang
terimakasih atas kekayaan sda kalian terimakasih atas ‘kebodohan’ sdm kalian bangsa indonesia! jgn lupa ya lunasin utangmu ke belanda akibat kalian nasionalisasi dan kemerdekaan negaramu ya setelah peristiwa ini, oke kite kumpul2 dulu di swiss bagi2 hasil ‘perang’