Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Sejarah Utang Negara Peng-utang

Eduuuuuuun pisaaaaan …………

    Tim Indonesia Bangkit (TIB) mencatat utang Indonesia dalam 5 tahun terakhir justru mengalami peningkatan sebesar 31 persen menjadi Rp 1.667 triliun. Utang sebesar ini merupakan utang terbesar Indonesia sepanjang sejarah. Demikian disampaikan Ketua Tim Indonesia Bangkit, Rizal Ramli dalam Jumpa Pers di Hotel Bumi Karsa, Jakarta, Selasa (1/4/2009). Ia menjelaskan,

dalam lima tahun terakhir jumlah utang Indonesia meningkat sebesar 31 persen dari Rp 1.275 triliun pada Desember 2003 menjadi Rp 1.667 triliun pada bulan Januari 2009 atau naik kurang lebih sebesar Rp 392 triliun

    .

“Itu menempatkan Indonesia pada rekor utang terbesar sepanjang sejarah,”

    tegasnya. Sementara itu, Rizal juga mengatakan jumlah utang per kapita Indonesia pun meningkat. Jika pada 2004 utang per kapita Indonesia sekitar Rp 5,8 jutan per kepala, maka pada Februari 2009 melonjak jadi Rp 7,7 juta per kepala. “Kan aneh, data TIB menunjukkan utang naik, kok berani-beraninya pemerintah bikin iklan utang turun,” katanya.(detik.com)

Sejarah Singkat Utang Pemerintahan Indonesia

Eksploitasi sumber-sumber agraria perusahaan-perusahaan transnasional Amerika di Indonesia, telah berlangsung semenjak periode sejarah penjajahan hingga sekarang. Untuk kepentingan itulah, Amerika Serikat senantiasa melakukan intervensi politik dan militer terhadap perkembangan situasi di Indonesia semenjak masa Perang Revolusi Kemerdekaan Nasional Indonesia di tahun 1945 hingga sekarang.

Dengan difasilitasi pemerintahan koloniali Hindia-Belanda, terutama setelah diberlakukannya Agrarische Wet pada tanggal 9 April 1870, perusahaan-perusahaan transnasional Amerika seperti Caltex (California Texas Oil Corporation), pada tahun 1920-an telah meneguk laba di tengah kemelaratan rakyat Indonesia di bawah penindasan kolonialisme Belanda.

Untuk itulah paska proklamasi kemerdekaan Indonesia. Amerika merestui bahkan – kendaraan dan seragam serdadu Belanda bertuliskan US Marines – invasi militer Belanda. Namun kemudian untuk menghindarkan wilayah-wilayah eksplorasi perusahaan-perusahaan transnasional Amerika terkena taktik bumi hangus dari kekuatan-kekuatan pemuda revolusioner bersenjata, Amerika memfasilitasi perundingan Indonesia-Belanda. Dan lewat Konferensi Meja Bundar di Den Haag Belanda tahun 1949, wakil Amerika Serikat, Merle Cohran, sebagai moderator, memihak Belanda dan menuntut dua hal dari Indonesia. Cohran memaksa Indonesia menanggung hutang Hindia Belanda sebesar 1,13 miliar dollar Amerika. Sekitar 70 persen dari jumlah itu adalah hutang pemerintah kolonial, yang 42 persennya merupakan biaya operasi militer dalam menghadapi revolusi pemuda Indonesia. Indonesia juga harus bersetuju semua investasi Belanda (dan pihak asing lainnya) di Indonesia akan dilindungi, tadinya Indonesia dijanjikan akan mendapat bantuan yang cukup besar dari Amerika Serikat untuk melunasi beban hutang tersebut terbukti kosong belaka ketika ternyata yang diberikan hanya 100 juta dolar Amerika dalam bentuk kredit ekspor-impor yang harus dibayar kembali. Namun, dalam dalam konteks kedaulatan nasional, konsensi paling penting yang dipaksakan Cohran adalah setengah bagian New Guinea (Irian Barat) yang secara geografis merupakan bagian Hindia-Belanda yang tidak diserahkan kepada Indonesia karena akan dibicarakan kemudian oleh Indonesia dan Belanda dalam waktu satu tahun. (kau.or.id)

Utang Pemerintah Orde Lama
Sesuai dengan perjanjian ketika penyerahan kedaulatan kepada pemerintah Republik Indonesia, pemerintahan Soekarno menerima pula warisan utang pemerintah kolonial Hindia Belanda sebesar 1,13 miliar dolar Amerika. Utang tersebut memang tidak pernah dibayar oleh Pemerintahan Soekarno, namun juga tidak dinyatakan di­hapuskan. Utang ini nantinya diwariskan kepada era-era pe­merintahan berikutnya, dan akhirnya dilunasi juga.

Pada awal kemerdekaan, sikap pemerintah Soekarno-Hatta ter­hadap utang luar negeri bisa dikatakan mendua. Di satu sisi, mereka menyadari bahwa utang luar negeri sebagai sumber pembiayaan sangat dibutuhkan. Negara baru yang baru merdeka ini memerlukan dana untuk memperbaiki taraf kesejahteraan rakyat, yang sudah sedemikian terpuruk karena kolonialisme. Ketiadaan infrastruktur, dan rusaknya sebagian besar kapasitas produksi seperti ladang minyak, membuat penerimaan negara dari sumber domestik belum bisa diandalkan. Hibah dari negara-negara yang bersimpatik ketika awal kemerdekaan tentu saja tidak memadai dan lambat laun di­hentikan. Pilihan yang tersedia adalah mempersilakan modal asing masuk ke Indonesia untuk berinvestasi, serta melakukan pinjaman luar negeri.

Di sisi lain, pemerintah Soekarno-Hatta bersikap waspada ter­hadap kemungkinan penggunaan utang luar negeri sebagai sarana kembalinya kolonialisme. Semangat kemerdekaan masih amat kental, sehingga mereka peka dalam masalah yang berkaitan dengan kedaulatan Indonesia. Suasana ini juga mewarnai dinamika parlemen, sekalipun terdiri dari banyak partai dengan latar idelogis berbeda. Akibatnya, persyaratan yang ketat ditetapkan dalam setiap perundingan berutang kepada pihak luar negeri. Ini berlaku juga ter­hadap masalah penanaman modal asing, termasuk perundingan mengenai tambang dan kilang minyak di wilayah Indonesia.

Sebagai contoh, Hatta dalam berbagai kesempatan me­ngemukakan antara lain: negara kreditor tidak boleh mencampuri urusan politik dalam negeri, suku bunga tidak boleh lebih dari 3-3,5 persen per tahun, dan jangka waktu utang yang lama. Jadi, selain melihat utang luar negeri sebagai sebuah transaksi ekonomi, mereka dengan sadar memasukkan biaya politik sebagai pertimbangan dalam berutang. Terkenal pula pernyataan sarkastis Soekarno, yang mengatakan ”go to hell with your aid” kepada AS karna berusaha mengaitkan utang dengan tekanan politik.

Bagaimanapun, transaksi utang luar negeri tetap terjadi pada awal kemerdekaan. Sampai dengan tahun 1950, utang pemerintah yang baru tercatat sebesar USD 3,8 miliar, selain utang warisan pemerintah kolonial. Setelah itu, terjadi fluktuasi jumlah utang pemerintah, seiring dengan sikap pemerintah yang cukup sering berubah terhadap pihak asing dalam soal modal dan utang. Selama kurun tahun 50-an tetap saja ada bantuan dan utang yang masuk ke Indonesia. Sikap pemerintah yang berubah-ubah itu dikarenakan kerapnya pergantian kabinet, disamping faktor Soekarno sebagai pribadi.

Sebagai contoh, pada tahun 1962, delegasi IMF berkunjung ke Indonesia untuk menawarkan proposal bantuan finansial dan kerjasama, dan pada tahun 1963 utang sebesar USD17 juta diberikan oleh Amerika Serikat. Pemerintah Indonesia pun kemudian bersedia melaksanakan beberapa kebijakan ekonomi baru yang bersesuaian dengan proposal IMF. Namun, keadaan berbalik pada akhir tahun itu juga, ketika Malaysia pemerintah Inggris menyatakan Malaysia di­nyatakan sebagai bagian federasi Inggris tanpa pembicaraan dengan Soekarno. Hal ini sebetulnya juga berkaitan dengan nasionalisasi beberapa perusahaan Inggris di Indonesia. Yang jelas, hubungan Indonesia dengan IMF dan Amerika, turut memburuk. Berbagai kesepakatan sebelumnya dibatalkan oleh Soekarno, dan Indonesia keluar dari keanggotaan IMF dan PBB.

Secara teknis ekonomi, telah ada pelunasan utang dari sebagian hasil ekspor komoditi primer Indonesia. Ada pula penghapusan se­bagian utang oleh kreditur, terutama dari negara-negara yang ber­sahabat, setidaknya dalam tahun-tahun tertentu. Akhirnya, ketika terjadi perpindahan kekuasaan kepada Soeharto, tercatat utang luar negeri pemerintah adalah sebesar USD 2,1 miliar. Jumlah ini belum termasuk utang warisan pemerintah kolonial Belanda yang sekalipun resmi diakui, tidak pernah dibayar oleh pemerintahan Soekarno. (malikmakassar.wordpress.com)

IMF Bercokol di Indonesia

Tak lama kemudian terjadi kudeta berdarah yang menandakan dimulainya rezim orde baru dibawah kepemimpinan Soeharto. Kebijakan-kebijakan rezim orde baru memang dekat dengan kepentingan Amerika, namun meskipun demikian pemerintah Amerika tidak ingin memberikan utang secara langsung lewat mekanisme bilateral, mereka “menitipkan” kepentingan ekonomi politik mereka lewat IMF, dengan kucuran dana bantuan sebagai bargaining terhadap kepentingan tersebut. Pada akhir tahun 1966, IMF membuat studi tentang program stabilitas ekonomi, dan pemerintah orde baru dengan cepat melaksanakan kebijakan seperti yang diusulkan IMF dan Indonesia secara resmi kembali menjadi anggota IMF.

Kembalinya Indonesia menjadi anggota IMF dan Bank Dunia, menimbulkan reaksi negara-negara barat. Mereka segera memberikan hibah sebesar US$174 million dengan tujuan untuk mengangkat Indonesia dari keterpurukan ekonomi, disusul dengan restrukturisasi utang karena US$ 534 juta harus dikeluarkan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang. Tanpa rescheduling utang ini maka tidak dimungkinkan negara-negara barat memberi utang utang baru, sehingga dapat dikatakan bahwa upaya rescheduling merupakan cara agar negara-negara barat bisa mengucurkan utang baru ke Indonesia. Pada Desember 1966, di ikuti dengan pertemuan Paris Club yang menyepakati moratorium utang sampai tahun 1971 untuk pembayaran cicilan pokok utang jangka panjang yang disepakati sebelum tahun 1966. tanpa dukungan IMF dan Amerika inisiatif moratorium ini tidak akan terjadi.

Namun imbas dari moratorium yang disepakati dalam paris club hanya bersifat sementara karena setelah tahun 1976 pembayaran utang berlanjut kembali. Mulai saat itu para kreditor diuntungkan oleh kesepakatan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, Semua Utang yang ditandatangani sebelum tahun 1966 (pada pemerintahan Sukarno) harus dibayar dalam 30 kali cicilan dalam kurun waktu antara tahun 1970 sampai 1999. Tanggungan pembayaran ini diikuti dengan devaluasi dan perubahan nilai tukar, yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan nilai tukar mengambang paling bebas di dunia.

Krisis ekonomi yang melanda Asia tenggara pada tahun 1997 menyebabkan pemerintah mengundang IMF untuk menyelamatkan perekonomian nasional yang sedang dalam krisis. Kesepakatan antara IMF dan pemerintah Indonesia terjadi pada tanggal 31 Oktober 2007 dengan ditandatanganinya Letter of Intent (LOI) pertama yang berisikan perjanjian 3 tahun dan kucuran utang sebesar US$ 7,3 milyar. Namun kehadiran IMF justru mengakibatkan bertambah parahnya ekonomi Indonesia, tidak lebih dari satu tahun terjadi pelarian modal (capital flight) keluar negeri besar-besaran yang menyebabkan pengangguran, diperparah lagi dengan penurunan nilai tukar rupiah secara drastis. Pada akhir tahun 1998 lebih dari 50% penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan. Salah satu resep kebijakan IMF untuk menutup 16 bank membuat masyarakat panik dan menarik uangnya di bank-bank nasional dan sebagian di bank asing, untuk mengatasi goncangan ini IMF kembali membuat rekomendasi kebijakan yang mengharuskan pemerintah mengucurkan dana trilyunan rupiah untuk memperbaiki kecukupan modal pada bank-bank yang bermasalah tersebut melalui obligasi rekap.

Dalam perjanjiam IMF dengan pemerintah menyatakan bahwa setelah pemerintah menyalurkan obligasi rekap kepada bank-bank yang kolaps, maka bank tersebut harus segera dijual kepada pihak swasta. Dengan demikian pemerintah juga terbebani kewajiban untuk membayar bunga dari obligasi tersebut. Sedangkan IMF memberi batasan waktu penjualan bank-bank tersebut yang mengakibatkan murahnya harga bank-bank tersebut, dan para pembeli domestik maupun asing masih menikmati bunga dari obligasi rekap yang lebih besar jumlahnya dari pada harga bank itu sendiri. Obligasi pemerintah yang melekat pada bank-bank bermasalah seluruhnya sebesar Rp. 430 trilyun dengan kewajiban membayar bunga Rp. 600 trilyun yang dibebankan kepada pemerintah.

Hubungan mesra IMF dan Indonesia terus berjalan dengan ditandai kesepakatan LOI -I sampai dengan IV sejak tahun 1997 sampai tahun 2003, pada masa Megawati berkuasa, tepatnya pada agustus 2003 pemerintah akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan program bantuan IMF dan memilih untuk masuk dalam Post Program Monitoring (PPM). Pilihan Pemerintah ini menimbulkan konsekwensi yang tidak jauh beda dengan pada saat melainkan program kerjasama. Karena IMF masih dapat terus mendikte kebijakan ekonomi Indonesia Karena pemerintah masih harus mengkonsultasikan setiap kebijakan ekonomi yang akan diambil. Masa pemandoran IMF ini menghasilkan Inpres No. 5 tahun 2003 yang sering disebut inpres “white paper” .Inpres tersebut adalah produk kebijakan negara yang dilahirkan dari intervensi IMF, maka tidak heran jika arah kebijakan ekonomi yang tertuang dalam inpres tersebut persis dengan kebijakan IMF meskipun dibuat oleh pemerintah Indonesia. (liberationgirl)

Pada pertengahan bulan Oktober 2006 , Indonesia melunasi seluruh sisa utang pada IMF sebesar 3,2 miliar dolar AS. Dengan ini, maka diharapkan Indonesia tak lagi mengikuti agenda-agenda IMF dalam menentukan kebijakan dalam negri. Namun wacana untuk berhutang lagi pada luar negeri kembali mencuat, setelah keluarnya laporan bahwa kesenjangan ekonomi antara penduduk kaya dan miskin menajam, dan jumlah penduduk miskin meningkat dari 35,10 jiwa di bulan Februari 2005 menjadi 39,05 juta jiwa pada bulan Maret 2006. Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain karena pengucuran kredit perbankan ke sector riil masih sangat kurang (perbankan lebih suka menyimpan dana di SBI), sehingga kinerja sector riil kurang dan berimbas pada turunnya investasi. Selain itu, birokrasi pemerintahan terlalu kental, sehingga menyebabkan kecilnya realisasi belanja Negara dan daya serap, karena inefisiensi pengelolaan anggaran. Jadi, di satu sisi pemerintah berupaya mengundang investor dari luar negri, tapi di lain pihak, kondisi dalam negeri masih kurang kondusif.(onlinebuku.com)

Rezim Utang Bakal Berlanjut

Utang pemerintah sudah mencapai level tertinggi, yakni 149,67 miliar dollar AS per Desember 2008. Meski begitu, tipe kebijakan pengelolaan utang dari tiga pasangan calon presiden (capres) dan cawapres belum tegas menunjukkan keberpihakan untuk lepas dari cengkeraman utang.

Kemandirin ekonomi, salah satunya ditandai dengan bebas dari utang asing, diperkirakan sulit terwujud pada masa pemerintahan baru, siapa pun pemenang pilpres nanti.

Tiga kandidat yang akan berlaga pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 8 Juli nanti ialah Susilo Bambang Yudhoyono–Boediono, Jusuf Kalla–Wiranto, dan Megawati Soekarnoputri–Prabowo Subianto.

Pengamat pasar modal sekaligus Presiden Organisasi Pekerja Indonesia (OPSI) Yanuar Rizki menilai karakter kebijakan ekonomi Boediono sebagai cawapres pendamping Yudhoyono dikenal konservatif. Boediono konsisten dalam mengelola utang untuk membiayai kebijakan fiskal………(kau.or.id)

Mega-Pro Janji Kurangi Beban Utang Luar Negeri

Pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto (Mega-Pro), berjanji tidak akan menambah beban negara untuk utang ke luar negeri, jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden periode 2009-2014. Demikian dikatakan Megawati dalam dialog publik “Ekonomi Kerakyatan” yang juga dihadiri Prabowo Subianto di gedung Graha Saba Solo, Jumat (29/5).

“Kita harus bisa hidup mandiri dan jangan sampai menambah utang lagi ke luar negeri. Sebenarnya itu bisa dilakukan, karena Indonesia mempunyai sumber daya alam yang lebih dan apabila dikelola dengan baik serta benar, itu bisa menjadi kekuatan ekonomi tersendiri,” kata Megawati.

Sedangkan Prabowo mengatakan, program yang ditawarkan kepada rakyat telah jelas yaitu lebih menekankan kepada ekonomi kerakyatan. “Sistem perekonomian akan lebih menekankan kepada sistem ekonomi kerakyatan dan bukan saling menjegal, saling mencaplok, tetapi berjalan bersama-sama secara gotong royong.” (newspaper.pikiran-rakyat.com)

DICARI ….
Dicari koalisi permanen KOALISI PENGUASA-PENGUSAHA UNTUK (KAPEPET) BAYAR UTANG NEGARA”

SEGERA …..

UPDATE 18 Juni 2009
Ternyata .. eh ternyata Utang RI nambah lagi Fakta Utang Negara Rp 1700 T (1): Naik Rp 3.9 Triliun Utang per Minggu . Selamat n sukses buat pemerintahan SBY-JK yang telah menambah utang “beban rakyat” sebesar Rp 401 triliun sejak tahun 2005 s/d Maret 2009.

About these ads

25 Comments on “Sejarah Utang Negara Peng-utang

  1. KangBoed
    Mei 30, 2009

    pertamaaaaaaaaaax.. hehehe.. hiduuuuuup negara kaya raya.. yayaya.. kaya utang..
    Salam Sayang..
    Salam Rindu untukmu.. :lol: :mrgreen: :lol:

  2. andi sakab
    Mei 30, 2009

    blognya mantapz abiz. :) tema yang di angkat termasuk unik. terus berjuang bos. mempertahankan idealisme sejarah kita. salut plus acungkan jempol buat blog ini. keep writing your spirit.

    —————
    Kopral Cepot : Makasih … makasih … jadi tersandung eh tersanjung :)

  3. Indonesia Menulis
    Mei 30, 2009

    Alabiuh utangnya buanyak. Lapor kopral! Link sudah dipasang, laporan selesai.

    ————-
    Kopral Cepot : Laporan diterima …. kembali ke laptop :)

  4. callighan
    Mei 31, 2009

    Terima kasih informasinya.
    Tetap menulis kritik ya Mas.

  5. Boy Macklin
    Mei 31, 2009

    wah saya salut dengan posting ini… story board-nya pas banget… emang seharusnya ekonomi indonesia harus belajar dari sejarah… bung hatta sudah bisa melihat dan menerawang ekonomi indonesia kedepan… celakanya IMF tidak mau pergi dari bumi pertiwi indonesia… karena di indonesia tanahanya subur untuk bercocok tanam modal mereka…
    saya selalu berharap, posting seperti ini akan dan selalu dibaca oleh para calon pemimpin indonesia…
    “Mega-Pro Janji Kurangi Beban Utang Luar Negeri” kita lihat kalau sampai terpilih, apakah megawati bisa sehebat bapaknya??? saya kurang yakin…. (maaf bukan bermaksud untuk membandingkan dengan presiden soekarno)

    “Terkenal pula pernyataan sarkastis Soekarno, yang mengatakan ”go to hell with your aid” kepada AS karna berusaha mengaitkan utang dengan tekanan politik” – kalimat yang bagus niih…

    Hargai sejarah Indonesia… Help Indonesia with us, if U Indonesian…

    ———-
    Kopral Cepot : Tankyu Mas Boy dah mampir kemari …. sebagian artikel dari onlinebuku.com telah melengkapi posting ini :)

  6. salgadd
    Mei 31, 2009

    kata orang2 dan temen2 gw, kalo tiap2 warga negara Indonesia (dari yang baru lahir sampai manula) sukarela bayar ke negara 1,5 juta rupiah utang kita baru bisa kebayar. ehehehe… bener gak tuh?

    —————
    Kopral Cepot : kalo bener juga itung2ngan nya dari mana nyari duitnya … banyak orang yang nyari buat makan aja susah.. :) . Mending buat KAPEPET (KoAlisi PEngusaha-PEnguasa Tuk) Bayar Utang Negara … meskipun ini juga mimpi kalee … krn konon Pengusaha kaya juga banyak utangnya… capeee deh :)

  7. Abdul Cholik
    Juni 1, 2009

    -Hampir setiap negara pernah punya hutang.
    -Hutang boleh2 saja asal digunakan untuk kemaslahatan bangsa.
    -Setiap Presiden bertanggung jawab untuk membayar hutang2 tsb sampai kiamat tiba.
    -artikel ngeTOP mas.
    -salam

  8. dedekusn
    Juni 2, 2009

    Kadangkala, kaya. kaya utang.

  9. BaNi MusTajaB
    Juni 2, 2009

    Wah, lengkap juga nih catatan hutang negara kita.Tapi sabar saja, suatu saat nanti semua hutang itu akan lunas. Entah siapa yang mau membayarnya..he..he..hee

  10. dir88gun2
    Juni 2, 2009

    assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas? :|

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  11. Dins
    Juni 5, 2009

    Link sudah saya add mas, mohon di linkback blog saya. Salam blogger, terimakasih.

    —————
    Kopral Cepot : oceh oceh …. salam :)

  12. Indojobs.org
    Juni 8, 2009

    waduh2… hutang lagi2….. kasihan banget…

  13. Miranda
    Juni 23, 2009

    Rangking Hutang
    1 United States, $13 Trilliun atau $42,343 per orang (99% GDP)
    2 United Kingdom $10 Trilliun atau $174,167 per orang (374.96% GDP)
    3 Germany $4,5 Trilliun atau $54,604 per orang (159.92% GDP)
    4 France $4,3 Trilliun atau $68,183 per orang (211.86% GDP)
    5 Netherlands $2,3 Trilliun atau $136,795 per orang (352.75% GDP)
    6 Ireland $1,8 Trilliun atau $448,032 per orang (960.86% GDP)
    7 Japan $1,5 Trilliun atau $4,528 per orang (34.93% GDP)
    8 Switzerland $1,3 Trilliun atau $174,526 per orang (441.95% GDP)
    9 Belgium $1,3 Trilliun atau $126,202 per orang (348.74% GDP)
    10 Spain $1 Trilliun atau $176,019 per orang (79.65% GDP)
    11 China-Hongkong $ 1 Trilliun atau $ 800 per orang (30% GDP)
    Indonesia peringkat 30an hutang USD 140 Milliar atau USD 700 per orang atau (30% GDP)

    Hutang itu sudah biasa logikanya kita dapat uang dari pembangunan dan kesejahteraan rakyat dari mana? Eksploitasi SDA sudah maksimal, bentar lagi udah habis, peningkatan pajak? wahh kita udah dibebani 1001 macam pajak..coba pikir kita punya perusahaan kalau mau maju harus berani berhutang? kalo gak punya modal sendiri.. semua negara maju besar dengan hutang

    ——–
    Kopral Cepot : emang sih punya utang itu biasa tapi kebanyakan utang itu luaaaar biasa :)

  14. Someone
    Juni 25, 2009

    Setiap hari kurs Dollar bergerak naik turun sebesar 100-300 poin terhadap kurs Poundsterling, Swiss Franc, Yen Jepang, Dollar Australia, Euro.

    Setiap pergerakan 1 poin bila kita tepat memprediksi kita dapat untung Rp. 100.000 untuk tiap lot yang ditransaksikan. 1 lot senilai Rp. 10 Juta sehingga investasi minimal Rp. 100 Juta sehingga Rp. 10 Juta ditransaksikan atau 1 lot sementara Rp.90 Juta untuk cadangan. Kita bisa untung-rugi Rp. 100.000 x 100-300 poin = Rp. 1-3 Juta perhari untuk tiap 1 lot yang kita transaksikan.

    Trik paling jitu dalam 1 hari transaksi hanya 1 lot bila rugi 5-10 poin langsung keluar, bila untung 5-10 poin langsung keluar. Setiap hari transaksi pasti ada pengumuman harga tertinggi dan terendah kemarin.

    Dan bila pembukaan harga hari ini mendekati harga tertinggi setelah itu biasanya langsung turun sedikit 10-30 poin baru kemudian langsung melejit menciptakan harga tertinggi baru. Bila pembukaan harga hari ini mendekati harga terendah biasanya langsung naik sedikit 10-30 poin baru kemudian langsung turun terus.

    Setiap kantor cabang futures harus membukukan transaksi minimal Rp. 6 Milliar per bulan/Rp. 300 Juta per 20 hari kerja atau 600 Lot per bulan atau 30 Lot per 20 hari kerja. Ini berarti dana investasi nasabah minimal Rp. 3 Milliar sehingga bisa ditransaksikan Rp. 300 Juta per hari. Komisi yang diterima Rp. 500.000 x 600 Lot = Rp. 300 Juta. Pembagiannya = Rp. 120 Juta bonus marketing (Rp. 200.000 x 600 Lot), Rp. 60 Juta untuk setor ke kantor pusat (keuntungan, pajak, komisi Bappebti), Rp.120 Juta untuk biaya operasional kantor cabang = Rp. 20 Juta untuk listrik, air, telpon, konsumsi, iklan, bensin, sewa gedung dll, Rp. 30 Juta gaji tetap 4 Sekretaris-HRD-Admin, 4 Dealer, 2 Satpam, 2 Respsionis, 2 Office Boy, Rp. 70 Juta untuk Gaji dan Bonus = Branch Manager Rp. 25 Juta, 2 Marketing Manager Rp. 25 Juta, 4 Asisten Manager Rp. 20 Juta. Tiap kantor cabang bisa punya 50-100 Marketing yang dapat target 30 Marketing masing-masing dapat dana Rp. 100 Juta per bulan.

    Saya melamar marketing tahun 2004, sebelumnya saya jadi pembantu, kuli, pengemis, pengamen. Kerja keras keliling kota 5 bulan pertama jadi marketing saya gagal tapi bulan ke 6 saya menemukan HP Vertu seharga Rp. 200 Juta di ATM sebuah mall di Jakarta. Langsung saya investasikan dan saya transaksikan sebesar Rp. 20 Juta per hari (2 Lot). Tiap untung 5-10 Poin saya keluar = Rp. 500.000-1 Juta x 2 Lot = Rp. Rp. 1 Juta-Rp. 2 Juta per hari. Tetapi tidak tentu karena kadang rugi. Tetapi 1 bulan bisa untung rata-rata Rp. 30 Juta ditambah Bonus 40 Lot x Rp. 200.000 = Rp. 8 Juta saya bisa kantongi Rp. 38 Juta perbulan.

    Dan semakin meningkat karena keuntungannya saya investasikan kembali. Singkatnya 4 tahun kemudian kekayaan saya menjadi Rp. 60 Milliar. Akhirnya tahun 2009 saya memutuskan berhenti.

    Kini saya hidup mewah bangun jam 10 siang makan daging babi dan keju-susu ditemani 4 wanita China,Mando, Blasteran Thailand, Blasteran Korea cantik kulitnya putih seksi. Setiap hari saya bisa seks sampai 10 kali.

    Sebenarnya mereka terpaksa tetapi saya bayar dan saya ancam. Harta Saya : Rumah Rp. 12 Milliar (Pondok Indah 800 Meter Rp. 8 Milliar, Apartemen Da Vinci Rp. 2 Milliar, Resort Bali Rp. 2 Milliar). Alat Transportasi Rp. 4 Milliar (Jaguar Rp. 1,5 Milliar, Mercedes Benz C Class Rp. 550 Juta, BMW Rp. 450 Juta, Toyota Innova Rp. 250 Juta, Audi Rp. 750 Juta, Honda City Rp. 200 Juta, Nissan X trail Rp. 300 Juta), Kapal Pesiar Pribadi Rp. 2 Milliar). Lain-Lain Rp. 4 Milliar (Peralatan Rumah Tangga Rp. 1 Milliar, Perhiasan Rp. 2 Milliar, Pakaian Rp. 1 Milliar). Tabungan Rp. 20 Milliar, Di luar negeri Rp. 20 Milliar (Tabungan di Singapura, Swiss, Prancis).

    Saya akui hidup saya bergelimang dosa kira-kira bila kalian jadi saya apa yang kalian lakukan? Kalian mau hidup miskin lagi? Coba mikir..Sekarang saya berhenti main Futures karena harus mengamati komputer 24 Jam jadi malas. saya hidup dari bunga bank Rp. 2,4 Milliar per tahun..Sudah banyak nasabah yang saya tipu..kira-kira 100 orang dengan dana lebih dari Rp. 100 Milliar, karena saya pernah jadi kepala cabang (Branch Manager) jadi yang ditipu anak buah juga tanggung jawab saya, tetapi saya benar gak tahan untuk ngeluarkan spreman dan mencium tubuh putih seksi..apa yang harus saya lakukan?

    —————
    Kopral Cepot : buat someone… hatur tangkyu sudah berbagi cerita disini..siapapun bapak, tentu sangat berharap untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dan pada akhirnya hati nurani kita akan bicara mana hidup yang salah mana yang saleh.. pilihan hidup ada pada bapak, adakah sebuah keyakinan bahwa dunia hanya sementara? bahwa apa yang kita miliki pada akhirnya sirna dan tak kan dibawa.. lalu kemana kita akan pergi setelah mati?.. semoga bapak diberi kecerdasan hati untuk menjalani hidup sejati….

  15. BUGIS MAKASSAR
    Juni 27, 2009

    Menurutku orang Bugis Makassar adalah etnis paling hebat di Indonesia:
    1. Jumlah hanya sedikit tapi bisa punya Wapres Jusuf Kalla dan Presiden Habibie.
    Sunda,betawi,batak belum punya hehehe, kalau Jawa wajar karena jumlahnya banyak kayak semut
    2. Presiden Habibie adalah manusia paling pintar di Indonesia bandingkan dengan Suharto jawa yang cuma SMP?
    3. Wapres Jusuf Kalla pejabat Terkaya di Indonesia Rp. 300 Milliar, bandingkan dengan SBY cuma Rp. 8 Milliar, Kalau Prabowo kaya paling korupsi selain itu dia belum pernah jadi wapres-presiden
    4. Aksa Mahmud pengusaha terkaya Indonesia.
    5. Perkembangan infrastruktur, gedung, jalan dan mall di Makassar lebih hebat dari kota di jawa!
    6. Pengusaha bugis makassar menguasai Papua.
    7. Sunda-Batak-Betawi-Jawa Kalah jauh
    8. Aku bukan orang bugis-makassar, aku wanita Sunda tapi pro bugis makassar, karena prianya lebih gagah

  16. catherine
    Juni 27, 2009

    Menurutku orang Bugis Makassar adalah etnis paling hebat di Indonesia:
    1. Jumlah hanya sedikit tapi bisa punya Wapres Jusuf Kalla dan Presiden Habibie.
    Sunda,betawi,batak belum punya hehehe, kalau Jawa wajar karena jumlahnya banyak kayak semut
    2. Presiden Habibie adalah manusia paling pintar di Indonesia bandingkan dengan Suharto jawa yang cuma SMP?
    3. Wapres Jusuf Kalla pejabat Terkaya di Indonesia Rp. 300 Milliar, bandingkan dengan SBY cuma Rp. 8 Milliar, Kalau Prabowo kaya paling korupsi selain itu dia belum pernah jadi wapres-presiden
    4. Aksa Mahmud pengusaha terkaya Indonesia.
    5. Perkembangan infrastruktur, gedung, jalan dan mall di Makassar lebih hebat dari kota di jawa!
    6. Pengusaha bugis makassar menguasai Papua.
    7. Sunda-Batak-Betawi-Jawa Kalah jauh
    8. Aku bukan orang bugis-makassar, aku wanita Sunda tapi pro bugis makassar, karena prianya lebih gagah
    Kok gak bisa tampil ya?

  17. masblankon
    Juli 3, 2009

    Siapa pemimpin bangsa yang mau melunasi utang sebanyak itu yach .. ??? Jangan bebankan pada rakyat kacian deh

    Salam

  18. Regina wong Jowo
    Juli 9, 2009

    Wah SBY menang? payah iki, ekonomi tambah susah karena SBY kurang cepat dan kreatif dalam bertindak..selama ini kebijakan ekonomi terobosan seperti BLT, PNPM, BOS, Jamkesmas itu Pak Jusuf Kalla yang punya kebijakan, paling tidak itu menurut klaim tim sukses JK tapi SBY tidak membantah berani benar! dan saya pilih JK. Coba lihat agenda ekonomi tim kampanye JK paling bagus dan praktis seperti program MAMPU ( Modal untuk pemuda dari Rp. 20-200 Juta) dibandingkan dengan agenda ekonomi SBY yang teoritis..Kenapa SBY menang :
    1. Karena SBY tiru taktik Suharto yaitu :
    a. Hutang negara untuk program populis seperti sembako murah, BLT, kenaikan gaji PNS-TNI-POLRI dll. Jaman Suharto hutang negara Rp. 1200 Trilliun, jaman Mega hutang negara naik Rp. 100 Trilliun, jaman SBY hutang negara jadi Rp. 1700 Trilliun alias naik Rp. 400 Trilliun. Tetapi rakyat kecil tidak tahu, mereka tahunya dapat uang gratis dai Pak SBY hehehe diapusi kabeh
    b. Taktik kampanye Golkar pada orde baru ditiru SBY. Golkar jaman orde baru punya basis massa pasti yang diharuskan milih Golkar yaitu PNS-POLRI-TNI-GURU dan keluarganya. SBY juga punya basis massa PNS-GURU dan keluarga besar TNI-POLRI karena gaji dan tunjangan mereka dinaikkan dengan uang penjualan Surat Utang Negara. GolkarOrde baru dan SBY menciptakan “atmosfir kemenangan” dengan penguasaan media dan spanduk sehingga massa mengambang berbondong-bondong pilih Golkar Orde baru dan SBY. tapi saat Orde baru tumbang Golkar langsung susut..5 tahun lagi SBY udah gak bisa calon presiden jadi Demokrat paling susut dan bubar dewe! hehehehe amin amin

    ————
    Kopral Cepot : emang klo yg mau belajar … cepet pintar .. n dapet gelar … tapi klo belajarne pada yang “salah” akhirnya juga akan “kalah” … Salam Perubahan :)

  19. Ping-balik: YA ALLAH WAFATKANLAH AKU SEBAGAI “SERDADU PEMBEROTAK” TITIK « kucoba hargai masa lalu….

  20. haniifa
    Juli 13, 2009

    Tahun periode 2009 s/d… hutang jadi berapa kira-kira @kang ?!

  21. Johannes Kurniawan
    Juli 21, 2009

    LAPOR BOS CEPOT mohon dibahasa soal gaji PNS dan Pegawai Swasta, ini datanya

    Survei gaji BTI Consultant dalam majalah SWA 2009 : Bidang Migas. Gaji Presdir Rp 125-250 juta perbulan, dengan tunjangan : tunjangan rumah, mobil, THR, opsi saham, bonus, klaim transpor, klaim ponsel, bonus prestasi, biaya pengobatan dan rumah sakit beserta keluarga, Jamsostek, dana pensiun, tunjangan liburan, keanggotaan golf. Gaji Direktur Rp 80-125 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 30-79 juta perbulan, Gaji Manajer Junior Rp 11-50 juta perbulan dan Gaji Staf (officer) Rp 5-16 juta perbulan.
    Bidang Perbankan. Gaji Presdir Rp 130-200 juta perbulan, dengan tunjangan : program kepemilikan mobil, kredit rumah, personal loan, asuransi jiwa dan kesehatan, klaim transpor, tunjangan sopir, klaim ponsel, bonus level senior, pembagian keuntungan, keanggotaan eksekutif, bonus prestasi dan Jamsostek. Gaji direktur Rp 60-130 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 20-60 juta perbulan, Gaji Manajer Junior Rp 10-20 juta perbulan dan Gaji Staf Rp 5-10 juta perbulan.
    Bidang Telekomunikasi. Gaji Presdir Rp 100-200 juta perbulan dengan tunjangan : mobil dan sopir, klaim bensin dan parkir, bonus retensi, opsi saham, bonus manajemen, keanggotaan klub, klaim ponsel, biaya pengobatan dan rumah sakit, asuransi. Gaji Direktur Rp 60-100 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 16-60 juta perbulan dan Gaji Staf Rp 5-16 juta per bulan.
    Bidang Perkebunan. Gaji Presdir Rp 107-164 juta perbulan. Gaji Direktur Rp 35-100 juta perbulan, Gaji Manajer Rp 12-30 juta perbulan, Gaji Manajer Junior Rp 6-10 juta perbulan dan Gaji Staf Rp 3,6-8 juta perbulan.
    Bidang Asuransi. Gaji Presdir Rp 100-150 juta perbulan, Gaji Direktur Rp 60-80 juta perbulan, Manajer Senior Rp 15-40 juta perbulan, Manajer Junior Rp 9-15 juta perbulan dan Staf Rp 3-7 juta perbulan.

    Sementara Gaji pokok PNS berdasarkan PP no 8 tahun 2009 :
    Golongan 1A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 1D dengan masa kerja 27 tahun Rp. 1 Juta-Rp. 1,6 Juta perbulan
    Golongan 2A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 2D dengan masa kerja 33 tahun Rp. 1,3 Juta-Rp. 2,3 Juta perbulan.
    Golongan 3A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 3D dengan masa kerja 32 tahun Rp. 1,6 Juta-Rp. 2,7 Juta perbulan.
    Golongan 4A dengan masa kerja 0 tahun sampai golongan 4D dengan masa kerja 33 tahun Rp. 2 Juta-Rp. 3,4 Juta perbulan.
    Pendapatan maksimal PNS : Seandainya ditambah tunjangan keluarga, tunjangan fungsional, tunjangan jabatan yang besarnya 2-4 kali gaji pokok maka seorang pejabat PNS tertinggi setingkat Dirjen golongan 4A masa kerja 33 tahun mendapatkan gaji maksimal Rp.10-20 Juta perbulan.

    Pengecualian hanya untuk PNS Departemen Keuangan yang menerima Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara (TKPKN) Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 289/KMK.01/2007 dan 290/KMK.01/2007 : Dirjen dan pejabat eselon satu menerima TKPKN antara Rp32,54 hingga Rp46,95 juta per bulan, sehingga pendapatan total setelah ditambah gaji pokok dan tunjangan keluarga bisa Rp. 60 Juta perbulan. PNS Departemen Keuangan dibawah Dirjen bisa mendapatkan Rp. 1,3 Juta-Rp. 24 Juta perbulan. Itu karena Depkeu yang punya APBN hingga sombong bisa menaikkan gajinya sendiri.

    Tapi PNS yang sederhana tidak sombong di pemerintah daerah dan instansi lain seperi Bappenas, Departemen Perdagangan gajinya Rp. 1 Juta sampai Rp. 3,4 Juta perbulan. Jika diadu kepandaian pegawai Depkeu lulusan Ekonomi versus pegawai Bappenas lulusan Ekonomi belum tentu pegawai Depkeu unggul.
    Artinya : Pegawai di bidang Migas, Perbankan, Telekomunikasi, Asuransi dan Perkebunan semur hidup kerja bisa menabung rata-rata Rp. 15 Juta x 12 bulan = Rp. 180 Juta x 30 tahun masa kerja total Rp. 5,4 Milliar ditambah bunga bank, rumah dan mobil total hartanya bisa Rp. 8 Milliar sampai 10 Milliar.
    Pegawai PNS Departemen Keuangan seumur hidup kerja bisa menabung rata-rata Rp. 10 Juta x 12 bulan x 30 tahun masa kerja total Rp. 3,6 Milliar ditambah bunga bank, rumah dan mobil hartanya bisa Rp. 5 Milliar sampai 8 Milliar. Ditambah berbagai sampingan tidak heran pegawai Depkeu makmur.

    ———–
    Kopral Cepot : Hatur tangkyu info nya.. btw uang tuk gaji pejabat depkeu darimana yah ??

  22. mad-blek
    Agustus 15, 2009

    BismillahRR
    Alhamdulillah…Merdekalah kita dari hutang….
    salam kenal untuk bapak kopral cepot dan semua pemerhati sejarah yang kuhormati

    Saya mau ikut berkomentar pak…
    menurut saya, dalam membahas hutang kita akan menengok sejarah tentang alat tukar (uang). Terminologi hutang ada tidak lepas dari sejarah adanya nilai tukar terhadap barang (uang). Bahwa sebelum adanya alat tukar tersebut (uang kertas atau uang logam) manusia pada jaman dahulu, melakukan transaksi barang maupun jasa dengan barter (tukar barang). landasan dari barter adalah kebutuhan dan keikhlasan, mahfum misalnya beras 1 karung ditukar dengan jagung 1 karung, dsb. jadi tidak ada “perbedaan” nilai yang ditentukan secara umum dan tetap, melainkan berdasarkan kebutuhan dan keikhlasan pelakunya. Uang diciptakan (disepakati) sebagai alat kekuasaan karena legalitas dan pembuatannya dilakukan oleh penyelenggara kekuasaan. Rakyat dilarang membuat uang sendiri karena hanya yang berkuasa yang berhak. Nah setelah adanya nilai tukar (uang) inilah timbul kerancuan2 sejarah hidup manusia.
    Kembali ke hutang…kalau kita tengok sejarah agama (islam) misalnya, sangat dilarang keras (haram hukumnya) hutang yang disertai kelebihan (bunga yang disebut riba), dan lebih ditekankan untuk hidup sederhana dan menjauhi hutang, bahwa memberi lebih baik daripada menerima. bahkan islam mengkategorikan orang yang berhutang dan tidak mampu membayar tergolong gharim (yang temasuk diberi zakat oleh amil (lembaga) penyantun atau peorangan yang mampu). Kondisi terjelek misalnya sampai pada orang yang tidak mampu mengupayakan kebutuhan pokok (makan dan minum) karena sebab2 yang syar’i (cacat, gila, tua renta, dll) digolongkan dalam kelompok yang wajib disantuni oeh siapapun ; perorangan termasuk negara.
    Hutang menurut saya adalah wilayah abu2 ketika pihak pemberi hutang tidak rela memberi, dan peminjam hutang tidak rela dikatakan meminta. dalam agama diperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu (seperti keterangan diatas,red). Misalnya alasan karena tidak bisa makan (kebutuhan dasar), sebenarnya kalau masih mampu fisiknya ya berpuasa, kalau tidak, ya makan apa saja lah…ingat rakyat indonesia berhasil merdeka ketika mereka lebih memilih makan daun2nan, bonggol pisang bahkan “bongkeng” (ketela pohon yang disimpan sampai hampir busuk), “karak” (nasi basi yang dijemur) dan sebagainya yang disediakan oleh alam sekitar, demi untuk tidak menjadi antek atau jajahan belanda dan jepang.
    Fakta sejarah mengatakan bahwa para pejuang dan perintis kemerdekaan adalah orang2 yang bersahaja dan gemar berpuasa, entah karena tidak ada yang dimakan maupun sebagai bentuk laku dan keprihatinan, dalam istilah guru saya disebut “POWER OF KEPEPET”, kebiasaan itulah yang melahirkan kekuatan-kekuatan murni tanpa batas hingga melahirkan kemerdekaan bangsa dan kemandirian yang sangat kuat. Albert Einstein (ahli fisika modern terkenal) ternyata sangat gemar berpuasa (fast thing : tidak makan dan minum mulai munculnya matahari hingga tengelamnya), sehingga ketika matipun, otaknya diteliti dan dikatakan otaknya sangat jernih, sehingga mampu melahirkan teori2 fisika yang melandasi fisika modern sekarang.
    Sedangkan Budaya hutang, tidak jauh2 dari sifat rakus, tamak dan malasnya manusia jaman ini. Demi mengejar angan2 dan memfasilitasi kemalasan (membuang sense of berjuangnya) mereka lebih memilih, untuk berhutang bahkan dengan riba sekalipun, yang jelas-jelas menghancurkan dan melemahkan sifat2 kemanusiaan itu sendiri).
    Negara indonesia terpuruk kedalam krisis yang sangat dalam dan fatal bahkan hancur sumber daya manusia dan alamnya ya karena kebijakan hutang yang diambil oleh penyelenggara negara (birokrat), terutama sejak era presiden suharto,hingga presiden sekarang, demi alasan pembangunan, tergadailah kemerdekaan rakyat dan alamnya. Bahkan fakta terbaru, Amerika sekalipun bangkrut dan krisis juga karena kebijakan hutang-perhutangan yang menggila dan tanpa batas.

    bersambung ya pak kopral…kayaknya kepanjangan nih…

    terima kasih, mudah2an bermanfaat dan mendapatkan tanggapan.

    ————
    Kopral Cepot : Hatur Tangkyu dah berbagi disini … sering2 mampir sini :)

  23. Mad-blek
    Agustus 16, 2009

    BismillahRR
    alhamdulillah..

    melanjutkan yang kemarin tuan kopral…

    singkatnya orang atau negara berhutang karena tidak percaya diri…
    Pada hakekatnya percaya diri yang saya maksud adalah percaya kepada siapa yang menciptakan diri kita ini…
    saya pribadi sampai saat ini sedang mengalami dan menjalani akibat dari hutang yang saya lakukan…
    dan sangat saya sesali…
    semua bentuk hutang telah pernah saya cicipi…
    hasilnya ya tidak enak…tidak barokah…
    hidup tidak tenang…pikiran kacau dan bingung…
    Allahumma tobat dari hutang
    terutama hutang (kridit) yang dilandasi keinginan hawa nafsu dan panjangnya angan-angan.
    lebih baiknya manusia harusnya banyak bersyukur terhadap apa yang Allah berikan baginya
    banyak mengingat mati dan hidup setelah mati…
    wallahua’lam bissowab

    Dalam konteks negara kita, karena penyelengara negara (biro = makelar, krasi = rakyat)
    mana pernah mereka berpikir akibat kebijakan yang diambilnya sangat2 menyengsarakan rakyat,
    bayangkan saja 1117 trilyun, siapa yang akan membayarnya…???
    cicit2 kita bahkan sampai generasi yang keberapa yang bisa melunasiya…
    apalagi kebijakan pemimpinnya (meski berganti2) tetap menambil kebijakan yang sama…
    Menambah hutang dan hutang terus…
    bangkrutlah kita, hilanglah kemerdekaan kita, hancurlah alam indonesia…mengamuklah mereka…
    tidakkah berpikir kita negara yang sangat kaya…(titisan surga dibumi)
    gemah ripah loh jinawi…
    tapi mana sekarang…
    dimana-mana rakyat kita antri sembako, gas elpiji, belum lagi harganya terus melambung tinggi
    kapankah kita sadar dan menyudahi…
    nafis melunasi wong bunganya saja trilyunan rupiah perbulan…
    pertanyaannya sekarang bagaimana kita mengatasinya? menyudahinya? membebaskan diri dari hutang?

    bersambung…
    thanks pak kopral
    jayalah terus Indonesia

    ———
    Kopral Cepot : Hatur Tangkyu Mad-Blek … Lanjutken :)

  24. Ping-balik: Kejahatan Korporatokrasi « Biar sejarah yang bicara ……..

  25. Ping-balik: John Perkins ad… « repdemnews

بسم الله الرحمن الرحيم

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

  • Komentar di PKS Dis-Orientasikah ? ? ? oleh pakde Mei 18, 2013
    "dulu ku di sayang...sekarang ku di tendang...." gara-gara daging sapi jadi rebutan ... partai tergadaikan....Fathanah kelabakan ... dikejar perempuan ... LHI diamankan ...Ustazd Hilmi ditunggu kejujuran... Fahri amuk-amukan.... PKS deg-degan.. orang "PALANG" tepuk tangan.. INI AKIBATNYA KALO LUPA WAHYU TUHAN...(introspeksi...)
    pakde
  • Komentar di RAHMAH EL YUNUSIYAH ; Syaikhah Dunia Pendidikan Perempuan oleh Kang hasyim Mei 18, 2013
    lucu negara kita ini orang seperti kartini malah yang di agung2kan seperti halnya budhi utomo ( golongan peryayi ) yg tidk pernah mengobarkan perjuangan malah di jadikan kebangkitan nasional kalo mau juga oemar said cokro aminoto
    Kang hasyim
  • Komentar di SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 5/Habis) oleh Busana Musim Trendy dan Modis Buat Lebaran Mei 18, 2013
    Kisah tentang Syekh siti jenar adalah salah satu kisah berbau mistis yang saya sukai dan masih tetap misteri hingga sekarang..Terlepas ada atau tidaknya kisah ini..Cerita tentang siti jenar sangat menarik buat saya..hehe :) Salam kenal buat admin..
    Busana Musim Trendy dan Modis Buat Lebaran
  • Komentar di Zaman Re-Ra oleh cah magelang Mei 17, 2013
    Implementasi rera + hasil KMB hrs dibayar mahal dengan munculnya konflik di kalangan militer.. Hampir semua pemberontakan antara thn 1948 - 1955, kecuali DI/TII jawa barat bila ditelusuri akar masalah adalah rera dan hasil KMB, bukan ideologi. Peristiwa PKI Madiun dan MMC diawali dari kekecewaan tentara eks divisi ranggalawe dan panembahan senapati terhdp pe […]
    cah magelang

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: