Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara
Oleh Drs. Sri Agus, M.Pd.
PENDAHULUAN
Sosialisme (sosialism) secara etimologi berasal dari bahasa Perancis sosial yang berarti kemasyarakatan. Istilah sosialisme pertama kali muncul di Perancis sekitar 1830. Umumnya sebutan itu dikenakan bagi aliran yang masing-masing hendak mewujutkan masyarakat yang berdasarkan hak milik bersama terhadap alat-alat produksi, dengan maksud agar produksi tidak lagi diselenggarakan oleh orang-orang atau lembaga perorangan atau swasta yang hanya memperoleh laba tetapi semata-mata untuk melayani kebutuhan masyarakat. Dalam arti tersebut ada empat macam aliran yang dinamakan sosialisme: (1) sosial demokrat, (2) komunisme,(3) anarkhisme, dan (4) sinkalisme (Ali Mudhofir, 1988). Sosialisme ini muncul kira-kira pada awal abad 19, tetapi gerakan ini belum berarti dalam lapangan politik. Baru sejak pertengahan abad 19 yaitu sejak terbit bukunya Marx, Manifes Komunis (1848), sosialisme itu (seakan-akan) sebagai faktor yang sangat menentukan jalannya sejarah umat manusia.
Bentuk lain adalah sosialisme Fabian yaitu suatu bentuk dari teori sosialisme yang menghendaki suatu transisi konstitusional dan pengalihan bertahap pemilikan dan sarana produksi kepada Negara. Tidak akan dilakukan teknik-teknik revolusioner dan lebih ditekankan pada metode pendidikan. Aliran ini mencoba cara yang praktis untuk memanfaatkan semua sarana legislatif untuk pengaturan jam kerja, kesehatan, upah dan kondisi kerja yang lain. Bentuk sosialisme ini didukung oleh Fabian society yang didirikan 1884. Tokoh gerakan sosial di Inggris berasal dari kelompok intelektual di antaranya George Bernard Shaw, Lord Passfield, Beatrice Webb, Graham Wallas dan GDH Cole (Ali Mudhofir, 1988:90).
Istilah “ sosialis” atau negara sosial demokrat digunakan untuk menunjuk negara yang menganut paham sosialisme “ moderat” yang dilawankan dengan sosialisme ”radikal” untuk sebutan lain bagi “komunisme”. Hal ini ditegaskan mengingat dalam proses perkembangannya di Negara Barat yang pada mulanya menganut paham liberal-kapitalis berkembang menjadi Negara sosialis (sosialis demokrat) ( Frans Magnis Suseno,1975: 19-21). Perbedaan yang paling menonjol antara sosialis-demokrat dan komunisme (Marxisme-Leninisme) adalah sosial demokrat melaksanakan cita-citanya melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer dan tanpa kekerasan, sebaliknya Marxisme-Leninisme melalui revolusi.
Sosialisme adalah ajaran kemasyarakatan (pandangan hidup) tertentu yang berhasrat menguasai sarana-sarana produksi serta pembagian hasil produksi secara merata (W.Surya Indra, 1979: 309). Dalam membahas sosialisme tidak dapat terlepas dengan istilah Marxisme-Leninisme karena sebagai gerakan yang mempunyai arti politik, baru berkembang setelah lahirnya karya Karl Marx, Manifesto Politik Komunis (1848). Dalam edisi bahasa Inggris 1888 Marx memakai istilah “sosialisme” dan ”komunisme” secara bergantian dalam pengertian yang sama. Hal ini dilakuakn sebab Marx ingin membedakan teorinya yang disebut “sosialisme ilmiah” dari “ sosialisme utopia” untuk menghindari kekaburan istilah dua sosialisme dan juga karena latarbelakang sejarahnya. Marx memakai istilah “komunisme” sebagai ganti “sosialisme” agar nampak lebih bersifat revolusioner (Sutarjo Adisusilo, 1991: 127).
Dalam perkembangannya, Lenin dan Stalin berhasil mendirikan negara “komunis”. Istilah “sosialis” lebih disukai daripada “komunis” karena dirasa lebih terhormat dan tidak menimbulkan kecurigaan. Mereka menyebut masa transisi dari Negara kapitalis ke arah Negara komunis atau “masyarakat tidak berkelas” sebagai masyarakat sosialis dan masa transisi itu terjadi dengan dibentuknya “ Negara sosialis”, kendati istilah resmi yang mereka pakai adalah “negara demokrasi rakyat”. Di pihak lain Negara di luar “Negara sosialis”, yaitu Negara yang diperintah oleh partai komunis, tetap memakai sebutan komunisme untuk organisasinya, sedangkan partai sosialis di Negara Barat memakai sebutan “sosialis demokrat” (Meriam Budiardjo, 1984: 5).
Dengan demikian dapat dikemukakan, sosialisme sebagai idiologi politik adalah suatu keyakinan dan kepercayaan yang dianggap benar mengenai tatanan politik yang mencita-citakan terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara merata melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer dan tanpa kekerasan.
SOSIALISME DAN DEMOKRASI
Pertalian antara demokrasi dan sosialisme merupakan satu-satunya unsur yang paling penting dalam pemikiran dan politik sosialis. Ditinjau dari segi sejarah sosialisme, segera dapat diketahui gerakan sosialis yang berhasil telah tumbuh hanya di negara-negara yang mempunyai tradisi-tradisi demokrasi yang kuat, seperti Inggris, Selandia Baru, Skandinavia, Belanda, Swiss, Australia, Belgia (William Ebenstein, 1994: 213). Mengapa demikian sebab pemerintahan yang demokratis dan konstitusional pada umumnya diterima, kaum sosialis dapat memusatkan perhatian pada programnya yang khusus, meskipun program itu tampak terlalu luas yakni: menciptakan kesempatan yang lebih banyak bagi kelas-kelas yang berkedudukan rendah mengakhiri ketidaksamaan yang didasarkan atas kelahiran dan tidak atas jasa, membuka lapangan pendidikan bagi semua rakyat, memberikan jaminan sosial yang cukup bagi mereka yang sakit, menganggur dan sudah tua dan sebagainya.
Semua tujuan sosialisme demokratis ini mempunyai persamaan dalam satu hal yaitu membuat demokrasi lebih nyata dengan jalan memperluas pemakaian prinsip-prinsip demokrasi dari lapangan politik ke lapangan bukan politik dari masyarakat. Sejarah menunjukkan, masalah kemerdekaan merupakan dasar bagi kehidupan manusia. Kemerdekaan memeluk agama-kepercayaan, mendirikan organisasi politik dan sebagainya merupakan sendi-sendi demokrasi. Jika prinsip demokrasi telah tertanam kuat dalam hati dan pikiran rakyat, maka kaum sosialis dapat memusatkan perhatian pada aspek lain. Sebaliknya, di Negara yang masih harus menegakkan demokrasi, partai sosialis harus berjuang untuk dapat merealisasikan ide tersebut. Misalnya di Jerman masa kerajaan kedua (1870-1918) yang bersifat otokratis, partai sosialis demokratis senantiasa bekerja dengan rintangan yang berat. Lembaga parlementer hanya sebagai selubung untuk menutupi pemerintahan yang sebenarnya bersifat diktaktor. Pada masa Bismarck berkuasa, kaum sosialis demokrasi dianggap sebagai” musuh-musuh Negara”, dan pemimpin partai yang lolos dari penangkapan melarikan diri ke Inggris dan Negara Eropa lainnya. Demikian pula pada masa republik Weiner (1919-1933), partai sosial demokratis Jerman juga tidak berdaya karena tidak ada pemerintahan yang demokratis.
Di Rusia sebelum 1917, keadaan lebih parah lagi, Rezim Tsar yang despotis malahan sama sekali tidak berpura-pura dengan masalah pemerintahan demokratis. Jadi tidak mungkin ada perubahan sosial dan ekonomi dengan jalan damai, sehingga apa yang terjadi ialah revolusi oleh kaum komunis.
Perang Dunia (PD) II memberikan gambaran lebih jelas tentang masalah di atas. Menjelang tahun 1936 partai sosialis di Perancis merupaksn partai yang terkuat. Selama PD II di bawah kedudukan Jerman, kaum komunis lebih banyak bergerak di bawah tanah, mengadakan teror dan bertindak di luar hukum sebagaimana sifatnya dalam keadaan normal pun juga demikian, memperoleh pengikut yang lebih banyak, sehingga menjadi partai yang terkuat di Perancis.
Berbeda dengan yang berada di Inggris, kaum sosialis dalam pemilihan umum tahun 1951, memperoleh suara 6 kali pengikut yang lebih banyak jumlahnya apabila dibandingkan dengan suara yang didapat kaum komunis. Bukti tersebut tidak hanya diberikan oleh Inggris Raya, tetapi juga oleh Negara-negara demokratis lainnya yang mempunyai gerakan–gerakan sosialis yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa kemerdekaan sipil yang penuh dapat menangkal fasisme dan komunisme .
Apabila orang ingin memberikan tingkat kepada Negara-negara demokratis dewasa ini, terutama dalam masalah kemerdekaan sipil, maka Inggris, Norwegia, Denmark, Swedia, Belanda, Belgia, Australia, Selandia Baru dan Israel akan berada di Puncak daftar. Di Negara itu dalam masa terakhir berada di bawah pemerintahan sosialis atau kabinet-kabinet koalisi yang di dalamnya kaum sosialis memperoleh perwakilan yang kuat (William Ebenstein,1994: 215).
Kesejajaran di atas tidaklah rumit untuk ditelusuri, kaum sosialis demokratis menyadari akan kenyataan bahwa, tanpa kesempatan-kesempatan yang diberikan oleh pemerintahan konstitusional yang liberal mereka tidak akan sampai pada tangga pertama. Sekali mereka berkuasa dalam pemerintahan, kaum sosialis masih tetap mempertahankan psikologi oposisi. Sebab mereka tahu bahwa dengan memegang kekuasaan politik belum berarti soal-soal organisasi sosial dan ekonomi dengan sendirinya akan terpecahkan . Dengan kata lain, sebelum kaum sosialis mengambil alih pemerintahan, mereka beroposisi terhadap pemerintah dan kelas-kelas yang berpunya; setelah mereka mendapat kekuasaan dalam pemerintahan, psikologi oposisi yang ditunjukkan terhadap status quo ekonomi perlu tetap ada.
Demokrasi dan sosialilsme merupakan dua ideologi yang sekarang nampak diannut di berbagai Negara yang bukan Fasis dan bukan Komunis. Dalam keadaan sekarang tidak mudah merumuskan pengertian demokrasi . Berbagai macam demokrasi telah berkembang menjadi berbagaai bentuk masyarakat. Demokrasi Inggris modern atau demokrasi Swedia lebih dekat dalam beberapa hal pada sosialisme Negara di Soviet Rusia dibandingkan dengan sistim ekonomi Amerika Serikat . Akan tetapi dalam soal-soal perorangan dan kemerdekaan politik hal sebaliknya yang berlaku . Berbeda lagi yang ada di Amerika Serikat mungkin dapat disebut “demokrasi kapitalis”. Disebut demikian karena yang tampak hanya demokrasi politik, tetapi tidak cukup ada apa yang dinamakan demokrasi ekonomi dengan tetap adanya freefight ekonomi yang memungkinkan beberapa gelintir orang menjadi kapitalis yang amat kaya .
Demokrasi ekonomi dan disamping itu demokrasi sosial dapat diketemukan dalam idiologi sosialisme, yang pada prinsipnya menjurus kepada suatu keadilan sosial dengan semboyan : kepada seorang harus diberikan sejumlah yang sesuai dengan nilai pekerjaanya. Akan tetapi untuk mencapai itu, pemerintah sering harus campur tangan dengan membatasi keluasaan gerak-gerik para warganegara. Sampai di mana ini berlaku, tergantung dari keadaan setempat di tiap-tiap Negara ( Wiryono P., 1981: 137) .
Dari uraian di atas dapat disimpulkan sosialisme hanya dapat berkembang dalam lingkungan masyarakat dan pemerintahan yang memiliki tradisi kuat dalam demokrasi . Pada saat kaum sosialis berhasil memegang kekuasaan, pemerintahan masih tetap diberikan kesempatan kepada pihak lain untuk ikut ambil bagian ( sebagian oposisi) ) dan mereka juga menyadari bahwa kekuasaan yang diperoleh tidak bersifat permanen .
UNSUR-UNSUR PEMIKIRAN DAN POLITIK SOSIALISME
Sosialisme, seperti gerakan-gerakan dan gagasan liberal lainnya, hal ini mungkin karena kaum liberal tidak dapat menyepakati seperangkat keyakinan dan doktrin tertentu. Apalagi sosialisme telah berkembang di berbagai Negara dengan tradisi nasionalnya sendiri dan tidak pernah ada otoritas pusat yang menentukan garis kebijakan partai sosialis yang bersifat mengikat, namun garis-garis besar pemikiran dan kebijakan sosialis dapat disimak dari tulisan-tulisan ahli sosialis dan kebijakan partai sosialis. Apa yang muncul dari pemikiran dan kebijakan itu bukanlah merupakan sesuatu konsisten. Kekuatan dan kelemahan utama sosialisme terletak dalam kenyataan bahwa system itu tidak memiliki doktrin yang pasti dan berkembang karena sumber-sumber yang saling bertentangan dalam masyarakat yang merupakan wadah perkembangan sosialisme.
Unsur-unsur pemikiran dan politik sosialis yang rumit dan saling bertentangan dengan jelas tergambar dalam gerakan sosialis Inggris. Unsur-unsur yang ada dalam gerakan sosialis Inggris adalah: (1). Agama, (2) Idealisme Etis dan Estetis, (3) Empirisme Fabian, (4) Liberalisme (Willian Ebenstein,1985:188).
1. Agama
Dalam buku The Labour Party in Perspective Attles dikemukakan bahwa… dalam pembentukan gerakan sosialis pengaruh agama merupakan yang paling kuat. Inggris pada abad 19 masih merupakan bangsa yang terdiri para pembaca kitab suci. Didalamnya ia akan menemukan bacaan yang mendorongnya untuk tampil sebagai pengkotbah doktrin keagamaan di negera ini dan adanya berbagai ajaran yang dianutnya membuktikan hal ini.
Gerakan sosialis Kristen yang dipimpin oleh dua orang biarawan yaitu frederich Maurice dan Charles Kingsley mencapai puncak kejayaannya pada pertengahan abad 19 dan menjadi sumber penting untuk perkembangan organisasi kelas buruh dan sosialis kemudian. Prinsip yang menjadi pedoman bagi kaum sosialis Kristen adalah konsep yang mendasarkan bahwa sosialisme harus dikrestenkan dan kristianitas harus disosialisasikan.
Pada tahun 1942, Uskup Agung Centerbury, William Temple dalam bukunya Christianity and Sosial Order mengemukakan pemikiran yang sangat dekat dengan sosialisme. Temple beranggapan bahwa setiap setiap system ekonomi untuk sementara atau selamanya memerlukan memberikan pengaruh edukatif yang sangat besar dan karena itu gereja ikut mempersoalkannya. Apakah pengaruh itu mengarah pada perkembangan sifat kekristenan dan jika jawabannya sebagian atau seluruhnya negatif, gereja harus berusaha sedapat mungkin menjamin perubahan dalam system ekonomi tersebut sehingga gereja tidak menemukan musuh akan tetapi sekutu dalam Kristen itu.
Adanya perhatian agama Kristen yang bersifat praktis ini sangat kuat terasa selama pengaruh terakhir abad 19. Kesungguhan moral dan kejujuran merupakan ciri masa ini. Agama mengakui kesopanan dan kepercayaan merupakan syarat penting untuk memperoleh keselamatan. Akan tetapi tetap menekankan pentingnya perbuatan dan penyelamatan dengan kerja. Banyak pemimpin sosialis dari generasi yang lebih tua seperti Attlee dan Sir Staffors Cripps dididik dalam suasana dimana agama mempunyai pengaruh yang kuat.
2. Idealisme Etis dan Estetis
Idealisme etis dan estetis juga menjadi sumber bagi sosialisme Inggris, meskipun pengaruhnya tidak dapat diukur dalam wujud jumlah suara dan kartu keanggotaan. Idialisme yang diungkapkan oleh beberapa penulis seperti John Ruskin dan William Morris bukanlah suatu program politik atau ekonomi, tetapi merupakan pemberontakan kehidupan yang kotor, membosankan dan miskin di bawah kapitalisme industri. Berkembangnya kapitalisme di Inggris mungkin menciptakan lebih banyak keburukan disbanding dengan tempat lain, karena para industriawan Inggris tidak dapat membayangkan nantinya kapitalisme akan merubah udara dan air yang jernih dan keindahan wilayah pedalaman Inggris. Mereka juga tidak memperhitungkan sebelumnya pengrusakan pemandangan kota dan desa tua oleh adanya pemukiman dan pusat pabrik.
Marx melakukan pendekatan terhadap kapitalisme industri dalam kerangka hukum kosmis seperti perkembangan sejarah dunia menurut hukum-hukum sosial yang tidak dapat dielakkan, filsafat materialisme, maka Morris lebih bertumpu pada kenyataan. Di sekitarnya ia melihat barang dan perlengkapan rumah tangga yang jelek serta kehidupan manusia yang menampakkan keceriaan dan keindahan dalam kehidupannya. Pusat perhatian Morris adalah manusia bukan system. Ia merasakan bahwa seni harus dikembalikan dalam kehidupan sehari-hari dan dorongan yang kreatif pada setiap orang harus diberi jalan penyalurannya dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari.
Pengaruh Ruskin dan Morris lebih banyak mengandung segi negatif dibanding positifnya. Mereka menunjukkan apa yang secara fisik dan moral salah menyangkut peradaban yang dibangun di atas perselisihan dan kemelaratan, tetapi tidak merumuskan program tertentu untuk memperbaiki kondisi yang dikritiknya. Meskipun demikian pemberontakan estetika dan etika ini membawa pengaruh yang penting dalam mempersiapkan suatu lingkungan intelektual dimana nantinya sosialisme mendapatkan tanggapan yang simpatik.
3. Empirisme Febian.
Empirisme Febian mungkin merupakan ciri khas gerakan Inggris. Masyarakat Febian didirikan pada tahun 1884, mengambil nama seorang jenderal Romawi yaitu Quintus Febians Maximus Constator, Si “pengulur waktu”atau “Penunda”. Motto awal dari masyarakat tersebut ialah “engkau harus menunggu saat yang tepat, kalau saat yang tepat itu tiba engkau harus melakukan serangan yang dasyat, sebab jika tidak, penundaan yang engkau lakukan itu sia-sia dan tidak akan membawa hasil“.
Para pendiri dan anggota pertama masyarakat Febian adalah George Bernard Shaw, Sidney dan Beatrice Webb,H.G.Wells dan Grahan Wallas. Dalam penelitian sejarah tentang landasan yang dilakukan oleh Sidney Webb, seperti dalam buku Febian Esseye (1889), dapat ditemukan apa yang menjadi filsafat dasar sosialisme. Webb menganggap sosialisme sebagai hasil yang tidak dapat dielakkan dari terlaksananya demokrasi secara penuh, tetapi ia menandaskan “ kepastian yang datang secara bertahap” sangat berbeda dengan kepastian revolusi seperti yang dicanangkan oleh Marx.
Webb menekankan bahwa organisasi sosial hanya dapat terbentuk secara perlahan dan perubahan-perubahan organisasi . Perubahan tersebut akan terjadi dengan adanya empat kondisi: pertama perubahan itu harus bersifat demokratis , kedua perubahan itu harus secara bertahap, ketiga perubahan itu harus sesuai dengan moral masyarakat, keempat perubahan tersebut harus melalui prosedur dan menggunakan cara damai.
Kelompok Fabian memusatkan perhatiannya untuk meyakinkan sekelompok kecil orang yang memenuhi dua kualifikasi : pertama orang-orang tersebut secara permanent mempunyai pengaruh dalam kehidupan masyarakat, sehingga kalau proses perembesan yang dibutuhkan waktu lama itu berhasil, maka dapat dipetik manfaatnya, kedua mereka harus bersikap dan bertindak wajar sehinga kelompok Fabian tidak dianggap sebagai kaum ekstrimis. Orang-orang dengan kualifikasi seperti itu dapat dijumpai dalam semua partai politik. Untuk itu kelompok Fabian tidak hanya menggarap kaum konservatif saja, tetapi juga kaum liberal.
Fabianisme sering digambarkan sebagai pembaharuan tanpa kebencian, pembangunan kembali masyarakat perang kelas, emperialisme politik tanpa dogma atau fanatisme. Meskipun organisasinya kecil, namun masyarakat Febian membawa pengaruh yang besar. Dalam pemilihan tahun 1945 menampilkan untuk pertama kalinya pemerintahan Partai Buruh didasarkan pada mayoritas dalam parlemen 229 dari 394 anggota parlemen dari Partai Buruh berasal dari kelompok Febian dan lebih dari separuh pejabat pemerintah, termasuk Attlee (Perdana Menteri 1945-1951) juga orang-orang Febian.
4. Liberalisme
liberalisme telah menjadi sumber yang semakin penting bagi sosialisme, terutama sejak Partai Liberal merosot peranannya di banyak Negara. Di Inggris sebenarnya Partai Liberal sudah lenyap dan Partai Buruh yang menjadi pewarisnya. Dalam 40 tahun terakhir semakin banyak orang liberal yang menggabungkan diri dengan Partai Buruh. Apa alasannya ?. Pertama, lenyapnya Partai Liberal Inggris bukanlah disebabkan kegagalannya ,tetapi hasil yang telah dicapai membuat kehadiran partai ini tidak diperlukan lagi. Saat ini baik Partai Konservatif maupun Partai Buruh mempunyai komitmen yang kuat terhadap prinsip liberal yang menghormati kebebasan individu untuk beribadah, berpikir, berbicara dan berkumpul. Kedua perdagangan bebas yang merupakan cita-cita yang penting dari liberalisme Inggris abad 19 tidak muncul lagi sebagai kepentingan politik yang menggebu-gebu. Baik golongan konservatif maupun golongan Buruh mempunyai komitmen pada bentuk proteksi tarif tertentu. Orang-orang liberal sendiri juga sudah menyadari perdagangan bebas tidak penting lagi seperti dulu.
Karena masalah-masalah yang khusus sudah tidak ada lagi, banyak orang liberal yang bergabung dengan Partai Buruh atau memberikan suaranya untuk Partai Buruh atau menganggap dirinya sebagai orang sosialis murni.Liberalisme biasanya menjadi aliran kiri kaum konservatif. Di Negara yang mempunyai system dua partai seperti Inggris, kalau orang akan bergeser dari konservatif. Maka Partai Buruh merupakan tumpuan untuk memperjuangkan kepentingan politiknya.
Liberalisme telah memberikan sumbangan yang cukup besar hal-hal yang berguna bagi sosialisme Inggris. Karena pengaruh Liberalisme para pemimpin sosialis lebih moderat dan kurang terpaku pada doktrin serta lebih menghargai kebebasan individu. Liberalisme telah merubah Partai Buruh menjadi sebuah partai nasional, bukan lagi partai yang didasarkan pada kelas. Liberalisme juga telah mewariskan kepada Partai Buruh peran kaum liberal bahwa pembaharuan dapat dilakukan dengan tidak usah menimbulkan kepahitan dan kebencian.
SOSIALISME DI BERBAGAI NEGARA
Kemenangan bangsa-bangsa demokrasi dalam perang dunia I memberikan dorongan yang kuat bagi partumbuhan partai sosialis di seluruh dunia. Perang telah dilancarkan untuk mempertahankan cita-cita kemerdekaan dan keadaan sosial terhadap imperialisme totaliter Jerman dan Sekutu-sekutunya. Selama peperangan telah dijanjikan kepada rakyat-rakyat negara demokratis yang ikut berperang, bahwa kemenangan militer akan disusul dengan suatu penyusunan kehidupan sosial baru berdasarkan kesempatan dan persamaan yang lebih banyak.
Di Inggris dukungan terbesar terhadap gerakan sosialisme muncul dari Partai Buruh mencerminkan pertumbuhanuruh dan perkembangannya suatu proses terhadap susunan sosial yang lama. Pada awal pertumbuhan hanya memperoleh suara (dukungan) yang kecil dalam perwakilannya di parlemen. Selanjutnya menjadi partai yang lebih bersifat nasional setelah masuknya bekas anggota partai liberal. Banyak programnya yang berasal dari kaum sosialis,terutama dari kelompok Febiaan berhasil memperkuat posisi partai karena dapat memenuhi keinginan masyarakat. Kemajuan yang dapat dicapaimisalnya dalam bidang (1) pemerataan pendapatan (2)distribusi pendapatan (3) pendidikan (4) perumahan (Anthony Crosland, 1976: 265-268).
Di Negara-negara Eropa lainnya seperti Perancis, Swedia, Norwegia, Denmark dan juga Australia dan Selandia Baru partai-partai sosial berhasil memegang kekuasaan pemerintahan melalui pemilu-pemilu bebas. Hal tersebut berarti kalau kita berbicara sosialisme, maka kita menghubungkan dengan sosialisme demokrasi tipe reformasi liberal. Hal ini perlu dibedakan dengan sosialisme otoriter atau komunisme seperti yang terlihat di Soviet dan RRC.
Selama tahun 1920-an dan 1930-an, kaum sosialis di Eropa dan Amerika melakukan serangan baru terhadap kelemahan kapitalisme, ungkapan-ungkapan misalnya : ketimpangan ekonomi, pengangguran kronis, kekayaan privat dan kemiskinan umum, menjadi slogan-slogan umum. Di Eropa partai sosialis demokratis dipengaruhi Marxisme revisionis,solidaritas kelas pekerja, dan pembentukan sosialis yang papa akhirnya melalui cara demokratis sebagai alat untuk memperbaiki kekurangan system kapitalis. Periode tersebut merupakan era menggejolaknya aktivitas sosialis.
Setelah PD II terjadi perubahan besar dalam pemikiran kaum sosialis. Pada permulaan tahun 1960 banyak diantara partai sosialis demokrat Eropa yang melepaskan dengan hubungan ikatan-ikatan idiology Marx. Mereka mengubah sikapnya terhadap hak milik privat dan tujuan mereka yang semula tentang hak milik kolektif secara total. Perhatian mereka curahkan terhadap upaya “ menyempurnakan ramuan”pada perekonomian yang sudah menjadi ekonomi campuran. Akibatnya disfungsi antara sosialis dan negara kesejahteraan modern (The modern welfare state) kini dianggap orang sebagai perbedaan yang bersifat gradual.
Menurut Milton H Spencer sosialisme demokrasi modern merupakan suatu gerakan yang berupaya untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat melalui tindakan (1) memperkenalkan adanya hak milik privat atas alat-alat produksi (2) melaksanakan pemilikan oleh Negara (public ounership) hanya apabila hal tersebut diperlukan demi kepentingan masyarakat (3) mengandalkan diri secara maksimal atas perekonomian pasar dan membantunya dengan perencanaan guna mencapai sasaran sosial dan ekonomis yang diinginkan ( Winardi, 1986: 204).
Bagaimanakah sosialisme di Negara-negara berkembang ?. Negara-negara miskin berhasrat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat. Dari segi kepentingan dalam negeri pertumbuhan ekonoimi yang tinggi merupakan satu-satunya cara untuk mencapai srtandart hidup, kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Ada dua cara untuk mencapai pembangunan ekonomi yang pesat: Pertama cara yang telah digunakan oleh Negara Barat (maju), pasar bebas merupakan alat utama untuk menunjang pertumbuhan ekonomi yang tinggi.Kedua komunisme, dalam metode ini Negara memiliki alat-alat produksi dan menetapkan tujuan yang menyeluruh.
Dalam menghadapi masalah modernisasi ekonomi Negara-negara berkembang pada umumnya tidak mau meniru proses pembangunan kapitalis Barat atau jalur pembangunan komunisme. Mereka menetapkan sendiri cara-cara yang sesuai dengan kondisi masing-masing Negara. Ketiga jalan ketiga disebut Sosialisme. Dalam konteks negara terbelakang/berkembang sosialisme mengandung banyak arti pertama di dunia yang sedang berkembang sosialisme berarti cita-cita keadilan sosial . Kedua istilah sosialisme di Negara-negara berkembang sering berarti persaudaraan, kemanusiaan dan perdamaian dunia yang berlandaskan hukum. Arti Ketiga sosialisme di Negara berkembang ialah komitmen pada perancangan ( Willan Ebenstein,1994: 248-249).
Melihat tersebut di atas arti sosialisme pada negara berkembang dengan Negara yang lebih makmur karena perbedaan situasi histories. Di dunia Barat sosialisme tidak diartikan sebagai cara mengindustrialisasikan Negara yang belum maju, tetapi cara mendistribusikan kekayaan masyarakat secara lebih merata. Sebaliknya, sosialisme di Negara berkembang dimaksudkan untuk membangun suatu perekonomian industri dengan tujuan menaikkan tingkat ekonomi dan pendidikan masa rakyat , maka sosialisme di negara Barat pada umumnya berkembang dengan sangat baik dalam kerangka pemerintahan yang mantap (seperti di Inggris dan Skandinavia) , sedangkan di Negara berkembang sosialisme sering berjalan dengan beban tardisi pemerintahan yang otoriter oleh kekuatan imperialism easing atau oleh penguasa setempat.Karena itu ada dugaan sosialisme di Negara berkembang menunjukkan toleransi yang lebih besar terhadap praktek otoriter dibandingkan dengan dengan yang terjadi sosialisme di Negara Barat. Kalau Negara-negara berkembang gagal dalam usahanya mensintesakan pemerintahan yang konstitusional dan perencanaan ekonomi , maka mereka menganggap bahwa pemerintahan konstitusional dapat dikorbankan demi memperjuangkan pembangunan ekonomi yang pesat melalui perencanaan dan pemilikan industri oleh Negara.
Jika kita perhatikan dalam sejarah bangsa Indonesia , pada awal kemerdekaan sampai tahun 1965 pernah pula diintrodusir konsep sosialisme ala Indonesia .Apakah itu sebagai akibat pengaruh PKI atau ada aspek-aspek tertentu yang memang sesuai dengan kondisi di negara kita. Yang jelas sejak memasuki Orde BAru “sosialisme” itu tidak terdengar lagi .
Adanya perbedaan pengertian mengenai konsep sosialisme , memberikan wawasan kepada kita bahwa suatu ideology politik yang dianut oleh suatu Negara belum tentu cocok untuk negar lain . Melalui pemahaman ini dapat dipetik manfaatnya untuk pengembangan pembangunan nasional demi tercapainya tujuan nasional seperti yang terumuskan dalam UUD 1945.
KESIMPULAN
Sosialisme adalah pandangan hidup dan ajaran kamasyarakatan tertentu , yang berhasrat menguasai sarana-sarana produksi serta pembagian hasil-hasil produksi secara merata . Sosialisme sebagai ideology politik adalah suatu keyakinan dan kepercayaan yang dianggap benar oleh para pengikutnya mengenai tatanan politik yang mencita-citakan terwujutnya kesejahteraan masyarakat secara merata melalui jalan evolusi, persuasi , konstitusional –parlementer , dan tanpa kekerasan.
Sosialisme sebagai ideology politik timbul dari keadaan yang kritis di bidang sosial, ekonomi dan politik akibat revousi industri . Adanya kemiskinan , kemelaratan ,kebodohan kaum buruh , maka sosialisme berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan secara merata.
Dalam perkembangan sosialisme terdiri dari pelbagai macam bentuk seperti sosialisme utopia , sosialisme ilmiah yang kemudian akan melahirkan pelbagai aliran sesuai dengan nama pendirinya atau kelompok masyarakat pengikutnya seperti Marxisme-Leninisme ,Febianisme , dan Sosial Demokratis.
Sosialisme dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada masyarakat –bangsa yang memiliki tradisi demokrasi yang kuat. Unsur-unsur pemikiran yang ada dalam gerakan sosialis sebagimana tergambar di Inggris mencakup : (a) agama ; (b) idealisme e tis dan estetis ; (c) empiris Fabian ; dan (d) liberalisme .
Sosialisme yang ada disetiap negara memiliki ciri khas sesuai dengan kondisi sejarahnya . Dalam sosialisme tidak ada garis sentralitas dan tidak bersifat internasional
Sosialisme di negara-negara berkembang mengandung banyak arti . Sosialisme berarti cita-cita keadilan sosial ; persaudaraan ; kemanusiaan dan perdamaian dunia yang berlandaskan hukum ; dan komitmen pada perencanaan.
Di negara-negara Barat ( lebih makmur) sosialisme diartikan sebagai cara mendistribusikan kekayaan masyarakat secara lebih merata sedangkan di Negara berkembang sosialisme diartikan sebagai cara mengindustrialisasikan Negara yang belum maju atau membangun suatu perekonomian industri dengan maksud manaikkan tingkat ekonomi dan pendidikan masyarakat .
Sosialisme sebagai idiologi politik yang merupakan keyakinan dan kepercayaan yang dianggap benar mengenai tatanan politik yang mencita-citakan terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara merata melalui jalan evolusi, persuasi, konstitusional-parlementer dan tanpa kekerasan. Sosialisme sebagai ideologi politik timbul dari keadaan yang kritis di bidang sosial, ekonomi dan politik akibat revousi industri . Adanya kemiskinan , kemelaratan ,kebodohan kaum buruh , maka sosialisme berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan secara merata.
Dalam perkembangan sosialisme terdiri dari pelbagai macam bentuk seperti sosialisme utopia, sosialisme ilmiah yang kemudian akan melahirkan pelbagai aliran sesuai dengan nama pendirinya atau kelompok masyarakat pengikutnya seperti Marxisme-Leninisme, Febianisme , dan Sosial Demokratis. Sosialisme dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada masyarakat –bangsa yang memiliki tradisi demokrasi yang kuat .
DAFTAR PUSTAKA
Sumber : perpustakaan.uns.ac.id/jurnal
Setelah baca Sosialisme sebagai ideologi politik ini, saya merasa bahwa negara kita menganut sistem demokrasi yang sebenarnya tidak jauh dari paham sosialisme yang di bangun oleh penyembah berhala sosialis yang pada akhirnya bahwa sistem yang dibangun oleh bangsa indonesia saat ini adalah negara yang haram berdiri sebagaimana ingin bersih dari berbagai permaslahan yang seperti benang ruwet tetapi tidak mampu keluar, ingin membersihkan badan parlemen dari kotoran yang mengkarat tetapi membersihkan dirinya dengan air comberan,…..selama indonesia mengusung dan mempertahankan demokrasi sosialis maka negara itu benar-benar najissssss,…………..
wahai, Sultan Quttub. melihat komentar saudara, rasanya ingin atau menyiratkan inginnya indonesai menggunakan sistem demokrasi Islam? jelas demokrasi tidak ada dalam Islam. oh, ya, setahu saya Indonesai menganut paham demokrasi pancasila. keumuman pancasila-lah yang menyebabkan terkesan menjadi paham sosialis. saya pikir akhir dari sosialisme selalu tidak jauh beda dengan keburukan komunisme.
—bingung…..masalah politik mah…
Yang membawa pemahaman digabungnya sosialis dengan demokrasi (yang lebih liberal) ya Bung karno(menurut saya ini mah hasil membaca bukunya pak adian husaini)…baca bukunya Adian Husaini yang mengenai “Pancasila bukan untuk menindas hak konstitusi umat Islam”.
di situ bahkan dikupas tuntas mengenai umat kristen yang sangat takut Syariat kembali tegak…soalnya, sebenernya Indonesia itu sudah menjalankan Syariat Islam sejak sebelum belanda menjajah Indonesia…dan itu di perkuat dengan data2 yang ada …
bahwa Indonesia ada hubungan dengan kekhalifaan Utsmani…
^^
http://kasatrianstks.wordpress.com/
luar biasa, sy pikir bukan idiologi sosialisme yg mjdikan negri ini spti najis, tapi kebanyakan orang islam yang berdalih agama dgn topeng kemunafikan. untuk memenuhi hasrat kekuasaan mereka rela menjual teks sakral tersebut! jangan senantiasa beronani dengan sejarah pak! yang halal menurut bapak yang mana? secara metodologi kita memang beda tp bukankah sosialis ending-nya adalah mensejahterakan rakyat….????
kalo najiiiss kenapa situ mau tinggal trus ? ? ? ?
“Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan.” (TQS. Yunus 10: 41)
Tinggal di suatu daerah bukan berarti ikut dalam sistemnya(Baca Sirah Nabawiyah)…
sesungghnya saya berlepas diri dari mereka yang masih menggunakan sistem kufur selama mereka belum mengakui Allah lah yang berhak atas segala sesuatu.
Wahai Sultan Quttub,sepertinya pemikiran andatidak jauh dengan apa yang anda bicarakan di akhir kalimat….
Tuk Saudaraku
Sultan Quttub
Dimanapun Berada
Setelah membaca statemen kamu diatas terkait dengan tanggapan kamu dengan Idiologi Sosialisme, aku jadi heran kenapa hari gini masih ada orang yang belum paham apa Itu SOSIALISME dan parahnya lagi orang semacam kamu menganggap kalau paham negara kita hampir sama dengan Idiologi Sosialisme. Sebab Sosialisme adalah anti tesa dari Kapitalisme yang dianut oleh negara kita hari ini, yang kemudian dipraktekkan oleh Rezim BABI (Bambang-Budiono) dengan paham Neolibnya.
Akhir kata dari Saya bacalah Buku lebih banyak dan jangan cuman berdasarkan Sejarah yang direkayasa Rezim, sebab sejarah pasti banyak versinya yang kemudian bisa ditarik benang merahnya mana sejarah yang benar dan mana sejarah yang hanya untuk membodohi orang seperti anda.
Ingat kalau baca buku, jangan lupa pakai MDH
Trims
Samanya itu mau sosialis mau demokrasi, rakyat tetap lapar Bung, rakyat nggak butuh teori, rakyat butuh bukti….ada tuh negara tanpa demokrasi…rakyatnya sejahtera…buku juga tergantung siapa penulisnya dan bgm pemikirannya…
@sultan quttub: kok, mau2-nya situ tinggal di negara najis? mencela doang mah gampang, anak balita juga bisa. coba kasih tahu, harusnya bagaimana? harusnya menyembah berhala apa? biar bisa kita diskusikan di sini. [ditunggu!]
hush! ndak apa-apa x antiwahabi, lawong Indonesia menerima siapapun untuk tinggal….
assalamualaikum,
mohon maaf jika komennya ga nyambung dgn koment di atas.
info menarik. kebetulan sy lg nyari materi ttg pertama kalinya muncul paham sosialisme berikut penjelasannya. sy lg melengkapi modul sejarah,ijin meng copy ya sebagian.(terutama yang awal paragraf. (nanti di cantumkan alamat webnya di tulisan saya ya)
mudah-mudahan bermanfaat.
trims
wassalam
———–
Kopral Cepot : Jangan sungkan Neng … anggap saja rumah sendiri
Kita bersatu.
Membangun pikiran kita.
Karena kita hanya rakyat biasa,kerja kita: BURUH, TANI dan NELAYAN.
Ditanah subur ini, berjuta rakyat bersimbah luka.
Anak kurus tak sekolah, pemuda desa tak kerja.
Mereka dirampas hak nya, tergusur dan lapar.
Bunda relakan darah juang kami. Untukmu kami mengabdi..
in my opinion socialism is an ideologi selain kapitalisme dan islam. saya tdk sepakat dgn ideologi ini coz menafikan keberadaan tuhan sebagai pencipta dan melahirkan hukum / aturan kehidupan yg bisa menyengsarakan manusia coz lahir dari akal manusia yg terbatas.
only islam yg sempurna sebg ideologi yang tak lama lagi akan berdiri tegak di muka bumi (degn ijin Allah).
There is nothing wrong with socialism, as long as it is conducted with a strong constitutional control and focused on people prosperity. Does it work in Indonesia? I don’t think so. Considering the plurality of Indonesia, Demokrasi Pancasila is the best for the nation.(As the founding fathers have built the nation) Pancasila is the real local genius of Indonesian. It is represented Indonesia as whole. We absolutely do not need Islam ideology, Christian ideology, or even Comunism for Indonesian’s political system (STATE). We need those ideology (Islam, Christian, Socialism, etc) for individual way of life. DEmokrasi Pancasila is the fixed price for Indonesia.
Setuju bgt ama bang toe-mien.(orang mana sih?)
NKRI Insyaallah akan terus berdiri tegak dengan demokrasi Pancasila. Kita emang kudu mampu bedain ideologi berbasis agama (untuk kehidupan pribadi) n Ideologi bangsa (Pancasila) sebagai ideologi negara (politik) kalau nggak jaminan 100% NKRI akan runtuh. HIDUP PANCASILA, HIDUP NKRI !!!
yang pernah saya baca, sosialisme tak ada sangkut pautnya dengan ketuhanan. Jika yang dimaksud adalah markisme/komunisme memang ( agama adalah candu bagi masyarakat?)
————–
Kopral Cepot : Emang begitu juga yg sy baca
Langit dan bumi beserta seluruh isinya adalah merupakan hasil ciptaan dan milik Alloh SWT Qs 10:3,55 / 20:6, maka yang berhak untuk mendirikan Lembaga Kerajaan / Lembaga Pemerintahan dan yang berhak untuk memimpin dan memerintah (menyuruh) atas setiap makhluk yang ada di langit maupun di bumi ini hanya-lah hak Alloh saja Qs 7:54 / 67:1 / 25:2 / 5:120 / 20:114 / 23:116 / 6:18,61,73 / 10:65.
Jika ada manusia yang mendirikan Lembaga Kerajaan / Lembaga Pemerintahan kemudian ia memimpin dan memerintah di muka bumi ini tanpa ada legalitas (izin resmi) dari Alloh SWT, maka itulah orang yang disebut dengan Thogut (Pemberontak atau Perebut Hak Alloh) Qs 4:60,76. Mereka inilah yang dimaksud oleh Alloh SWT sebagai pembuat makar (pembuat kejahatan / pemberontak) yang sebenarnya terhadap hak dan kedaulatan Alloh SWT Qs 6:112,123 / 6:61 / 10:65.
Sedangkan orang yang diberi legalitas (izin resmi) untuk mendirikan Lembaga Kerajaan / Lembaga Pemerintahan kemudian yang berhak untuk memimpin dan memerintah di planet bumi ini hanya-lah para Rosul-Nya (Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW) Qs 7:158 / 21:105 / 42:13 / 9:33 / 48:28 / 61:9. Setelah Rosululloh SAW wafat kemudian dilanjutkan oleh Ulil amri-Nya (kholifah / imam / pimpinan Dinul Islam; Pemerintahah Islam berikutnya) seperti; Abu Bakar Sidiq r.a, Umar bin Khotob r.a, Utsman bin Affan r.a, Ali bin Abi Tholib r.a, dan seterusnya hingga sekarang ini Qs 3:144 / 4:59 / 24:55.
————
Kopral Cepot : Uraian yang mendalam … hatur tararengkyu dah sharing di sinih
SEtuju……mudah2an yang lain jga bisa berpikir seperti anag..!!!
SOSIALISME…HARGA MATI…..SEKARANG ATAU TIDAK SAMA SEKALI…!!!!!!!!!
sepakat sama sosialisme…tapi yang harus dirubah saat ini mungkin sistem pemerintahan yang dianut SBY-Boediono x yak…karena sistem NeoLib tidak akan pernah bisa mensejahterakan rakyat…
ask : apa ruang demokrasi di Indonesia sudah benar2 terbuka sepenuhnya? Trims ^_^
kami sepakat dengan sosialisme,karena selama ini negara kita menganut sistem demokrasi kapitalisme dimana pemodal besar sebgai raja,sekaran waktunya menyadarkan masyakat agar setem yang kita anut itusalah,bukannya demokarasi pancasila tapi kapitalis banyak hak-hak rakyat sang diabaikan.
100%…………………..
pemerintah tidak lagi berbicara soal pancasila melainkan berusaha menerapkan sistem demokrasi yang bersifat kapitalisme untuk mencapai target neolib dmna kita sebagai masyarakat kecil akan di jadikan mesin penghasil modal dan orang-orang borjuis sebagai pemilik modal kemudian akan menumpuk hasil dari saham mereka……….
GANTI REZIM……………… GANTI SISTEM…………..
SALAM SOSIALISME………………..
Sangat indah Indonesia tercinta ini memiliki idiologi Demokrasi Pancasila.
Telaah, kaji-lah Pancasila bagi rekan yg masih berpersepsi negara berdasarkan agama/Islam. ini sama dg anda mengingkari Bineka Tunggal Ika, yg menjadi pondasi demokrasi pancasila-kita.
Nilai-nilai kemasyarakatan diusung kuat dalam Pancasila kita, dan nyata bahwa sosialis demokratik menganut pola gerakan perubahan secara evolusi (BUKAN REVOLUSI/Radikalisme).
ini Indonesia, bukan Arab Saudi. Di negara tercinta ini perbedaan sangat dihormati, dan keragaman jadi kekuatan (NKRI).
Mari bersama berantas korupsi melalui aturan dan mekanisme yg ada. Mulailah dari diri sendiri utk tidak korup!!!
Bagi mereka yg berkehendak mendirikan Negara Islam, enyah/pergi dari negara yg menghormati keragaman ini.
kata-kata abu jahal kepada nabi muhammad SAW begini inih.
dimana lu saat islam berjuang mengusir belanda dari bumi indonesia,
perang diponegoro, perang padri, perang aceh… dan perang-perang yang dilancarkan oleh ulama dan orang islam indonesia lainnya yang darahnya tidak dihargai lagi pada saat ini…
apa itu pancasila…ideologi baru lahir setengah abad belagunya udah kayak dia yang punya negeri ini… kau itu ideologi yang direstui belanda, gini nih kate orang belande> ketimbang islam atawa sosialis yang tegak di indonesia (soalnya tuh kedua ideologi udah proklamasi di indonesia sebelumnya, Islam di jawa barat oleh Kartosuwiryo, komunis di jawa timur oleh Muso, indonesia lagi vacuum of power kedua, proklamasi keduanya jelas sah, dan mereka tidak memberontak kepada siapapun, apalagi ke Republik Indonesia yang daerah kekuasaanya sudah tinggal jogja) ya mendingan pancasila aja, ideologi org-org indonesia yang munafik ituh, yah minimal mereka masih mau utk mencium tangan kita. hahaha, jadilah indonesia berpindah ketangan pancasila pas KMB…
sosialis tidak akan pernah mati,perjuangan buruh hari ini harus sampai titik darah penghabisan untuk mencapai masyarakat tanpa kelas…hidup rakyat………………….!!!!!!!!!!!!!cukup sudah jadi bangsa kuli bangkit jadi bangsa yang mandiri….
Ping-balik: SBY Bilang Negara Islam Sudah “Selesai” « Biar sejarah yang bicara ……..
kalo sy mah ga butuh Pancasila dkk karena malah bikin sengsara rakyat.. janji2 palsu aja. ga ada bukti konkretnya tuh pancasila ke rakyat..
belum tentu juga jamin saya hidup selamat di dunia dan akhirat(bagi yg percaya).
oya,,nanti pas di alam kubur kira2 ditanya ga ya ama malaikat,,ideologi kamu apa?
islam seperti apa??? tak ada yang tau negara islam itu seperti apa?? islam hanyalah intepretasi orang-orang yang sedikit berilmu dan belum tentu kontekstual… dan islam itu bukan arab!
@hens: baca http://serbasejarah.wordpress.com/2008/12/12/negara-islam-penelusuran-istilah/#more-66
sebelum ngomong..
ilmiah dibantah dgn bukti ilmiah
Sosialisme jelas tidakj melarang orang untuk memeluk suatu agama apapun itu…….
pelajarilah aal muasal sampai tercetus istilah agama adalah candu bagi rakyat…..lihat dan pahami situasi yang tejadi di jaman itu….
jika konsep negara Islam ditawarkan disini….akan saya lontarkan pertanyaan….APAKAH ADA KEADILAN DALAM ISLAM….?????atau bahkan mungkin dalam agama lain…???
dalam Islam jelas terjadi perbedaan status antara laki-laki dan permpuan dimana pria memiliki derajat lebih tinggi di atas para wanita….bahkan wanita hanya menjadi seperti tahanan dalam kamp konsentrasi nazi….
Sosialisme tidak mengenal perbedaan status…..SAMA RATA SAMA RASA……!!!!!!!!!
hah?
dari mana saudara berkata bahwa laki-laki lebih tinggi drajatnya dibanding perempuan dalam Islam? mana dalilnya, jangan asal bicara….
Ada kekeliruan paradigma diantara para pemeluk agam dan para pengusung sosialisme itu sendiri. Salah besar jika para agamais menyatakan bahwa sosialisme itu anti agama. Statement agama sebagai candu yg dicetuskan Karl Marx, saya kira masih relevan, disadari atau tidak banyak para pemeluk agama yg mencandukan agamanya. Ketika para pemeluk agama itu berada dalam kesusahan, tdk sedikit dari mereka langsung menyerah begitu saja tanpa ada tindakan perlawanan yg konkret (ikhtiar).Itulah mengapa agama disebut sbg candu, tapi bukan berarti sosialisme menolak agama. Para pemeluk agama cendrung mengekslusifkan diri, tidak membuka diri dan cendrung ketakutan sendiri.
Begitu juga mereka yg menganut faham sosialisme secara buta, sampai ada yg menyatakan bahwa agama itu tidak adil, saya percaya kehadiran agama itu adalah untuk kedamaian dan didalamnya termaktub jg keadilan. Lihatlah agama adalah anti penindasan, begitu juga sosialisme. Agama adalah perlawanan begitu juga sosialisme, jadi tampaknya ada tujuan yg sama disama, kenapa harus bermsuhan, saya muslim, saya yakin dalam agama saya didalamnya juga mengajarkan hal-hal yg sama dg sosialisme, islam melarang atas penumpukan harta oleh segilintiran orang, islam melarang adanya eksploitasi dan penindasan. bukankah itu sama ? Kalau perbedaan basisnya menjadi kendala ? saya kira sosialisme juga berbasis agama, ya semacam sosialisme religius.
yang jelas, untuk menjadi manusia yang berperilaku sosialis TIDAK HARUS belajar sosialisme
budaya di indonesia telah nerjalan dengan pola sosialis, tapi masih lebih banyak yang hedone\is
sosialisme itu ideologi absurd. komunisme itu cuma perbudakan. sama kaya demokrasi. sama rata sama rasa itu bullcrap. hai para sosialis dan commie, tanyakan kepada tuhan kalian Marx, Lenin, Stalin, Mao, apakah mereka pernah mencangkul sama seperti petani yang mereka peras hasil panennya?
oiya kabarnya si anti-kapitalis Marx menanam saham 400 pounds di bursa efek. jadi selama ini apa sih yang mau dilawan?
tolong bagian politik y di garisin ya …
sma yg ajaran moral ,ajaran politik , ma ajran ekonom
d gariz bawain yaw …
kalau pandangan Islamnya gimana mengenai sosialisme ini kang?
terus ada pembahasan mengenai Ideologi Islam ga kang??
yang saya tau Islam itu Ideologinya kaum muslimin…apa sudah pernah dibahas dan dikupas mengenai Kekhilafahan sejak zaman Rasul sampai runtuhnya tahun 1924 tepatnya bulan maret?
hhe7
punten banyak nanya…
http://kasatrianstks.wordpress.com/
artikelnya mantap,,belum bisa berkomentar apa-apa..saya masih sangat awam sekali tentang hal ini. thx
sosialisme adalah fitrah dalam setiap diri. kapitalismepun juga tertanam dalam setiap diri. kita tidak bisa hidup tanpa orang lain. kitapun bisa sedih melihat penderitaan orang lain. itulah sosialisme. namun jangan lupa kitapun ingin lebih segala galanya dari pada orang lain. karena setiap diri lahir untuk menjadi yang terbaik.