Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih

sisingamangaraja-xiiSisingamangaraja merupakan nama besar dalam sejarah Batak. Dia tokoh pemersatu. Dinasti Sisingamangaraja dimulai sejak pertengahan tahun 1500-an, saat Raja Sisingamangaraja I yang lahir tahun 1515 mulai memerintah. Dia memang bukan raja pertama di sana. Pemerintahan masa sebelum itu dikenal dengan nama bius. Satu bius merupakan kumpulan sekitar tujuh horja. Sedangkan satu horja terdiri dari 20 huta atau desa yang punya pimpinan sendiri. Ada Bius Toba, Patane Bolon, Silindung dan sebagainya.

Dari 12 orang yang melanjutkan dinasti Sisingamangaraja, Singamangaraja XII merupakan raja paling populer dan diangkat sebagai pahlawan nasional sejak 9 November 1961. Lukisan dirinya yang dibuat Augustin Sibarani yang kemudian tercetak di uang Rp 1.000 yang lama, merupakan satu-satunya “foto” diri Sisingamangaraja. Dia naik tahta pada tahun 1876 menggantikan ayahnya Singamangaraja XI yang bernama Ompu Sohahuaon.

Penobatan Si Singamangaraja XII sebagai Maharaja di negri Toba bersamaan dengan dimulainya open door policy (politik pintu terbuka). Belanda merasa perlu mengamankan modal asing yang beroperasi di Indonesia yang tidak mau menandatangani Korte Verkaring ( perjanjian pendek) di Sumatra terutama Aceh dan Tapanuli. Kedua konsultan ini membuka hubungan dagang dengan negara-negara Eropa lainya. Belanda sendiri berusaha menanamkan monopilinya di kedua kesultanan tersebut. Politik yang berbeda ini mendorong situasi selanjutnya untuk melahirkan peperangan yang berkepanjangan hingga puluhan tahun.

Satu yang masih terus jadi bahan diskusi hingga hari ini, adalah agama yang anutan Sisingamangaraja XII. Sebagian yakin, dia penganut kepercayaan lama yang dianut sebagian besar orang Batak. Mirip dengan dua agama besar dunia Islam dan Kristen, agama Batak hanya mengenal satu Yang Maha Kuasa, Debata Mulajadi Na Bolon atau Ompu Mulajadi Nabolon. Sekarang agama Batak lama sudah ditinggalkan, walau tentu saja kepercayaan tradisional masih dipertahankan.

Daya tempur yang sangat lama ini karena di tunjang oleh ajaran agama islam. Hal ini jarang jarang di kemukakan oleh para sejarawan, karena merasa kurang relevan dengan predikat Pahlawan Nasional. Atau karena alasan-alasan lain merasa kurang perlu membicarakanya. Kalau toh mau membicarakan tentang agama yang di anut oleh Si Singamangaraja XII, mereka lebih cenderung untuk mengakui Si Singamangaraja XII beragama Pelbagu. Pelbagu semacam agama animisme yang mengenal pula pemujaan dewa. Debata Mulajadi sebagai mahadewa. Juga mengaenal ajaran Trimurti: Batara Guru (dewa kejayaan), Debata Ser

Satu hal yang sukar diterima adalah bila Si Singamangaraja XII beragama animisme, karena kalu kita perhatikan Cap Si Singamangaraja XII yang bertuliskan huruf arab berbunyi; Inilah Cap Maharaja di negri Toba kampung Bakara kotanya. Hijrah Nabi 1304. Pada cap tersebut terlihat jelas penggunaan tahun hijriah Nabi. Hal ini memberikan gambaran tentang besarnya pengaruh ajaran Islam yang menjiwai diri Si Singamangaraja XII. Adapun huruf batak yang masih pula di abadikan, adalah sama dengan tindakan Pangeran Diponegoro yang masih mengguakan huruf jawa dalam menulis surat.

Begitu pula kalau kita perhatikan bendera perangnya. Terlihat pengaruh Islam dalam gambar kelewang, matahari dan bulan. Akan lebih jelas bila kita ikuti keterangan beberapa majalah atau koran Belanda yang memberitakan tentang agama yang di anut oleh Si Singamangaraja XII, antara lain; Volgens berichten van de bevolking moet de togen, woordige titularis een 5 tak jaren geleden tot den Islam jizn bekeerd, doch hij werd geen fanatiek Islamiet en oefende geen druk op jizn ongeving uit om zich te bekeeren. ( Sukatulis, 1907, hlm, 1)

Menurut kabar-kabar dari penduduk, raja yang sekarang (maksud Titularis adalah Si Singamangaraja XII) semenjak lima tahun yang lalu memeluk agama Islam yang fanatik, demikian pula dia meneka supaya orang-orang sekelilingnya menukar agamanya. Berita di atas ini memberikan data kepada kita bahwa Si Singamangaraja XII beragama Islam. Selain itu, di tambahkan pula tentang rakyat yang tidak beragama Islam, dan Si Singamangaraja XII tidak mengadakan paksaan atau penekanan lainnya. Hal ini sekaligus memberikan gambaran pula tentang penguasaan Si Singamangaraja XII terhadap ajaran agama itu sendiri.

Mohammad Said, dalam bukunya Sisingamangaraja XII menyatakan kemungkinan benar bahwa Sisingamangaraja seorang Muslim. Pedomannya berasal dari informasi dalam tulisan Zendeling berkebangsaan Belanda, J.H Meerwaldt, yang pernah menjadi guru di Narumonda dekat Porsea. Meerwaldt mendengar Sisingamangaja sudah memeluk Islam.

Di majalah Rheinische Missionsgessellschaft tahun 1907 yang diterbitkan di Jerman yang menyatakan, bahwa Sisingamangaraja, kendati kekuatan adi-alamiah yang dikatakan ada padanya, dapat jatuh, dan bahwa demikian juga halnya dengan beralihnya dia menjadi orang Islam dan hubungannya kepada orang Aceh.

Hubungan dengan Aceh ini terjadi Belanda menyerang Tanah Batak pada tahun 1877. Karena lemah secara taktis, Sisingamangaraja XII menjalin hubungan dengan pasukan Aceh dan dengan tokoh-tokoh pejuang Aceh beragama Islam untuk meningkatkan kemampuan tempur pasukannya. Dia berangkat ke wilayah Gayo, Alas, Singkel, dan Pidie di Aceh dan turut serta pula dalam latihan perang Keumala.

Pertukaran perwira dilakukan. Perwira terlatih Aceh ikut dalam pasukan Sisingamangaraja XII untuk membantu strategi pemenangan perang, sementara perwira Batak terus dilatih di Aceh. Salah satunya Guru Mengambat, salah seorang panglima perang Sisingamangaraja XII. Guru Mengambat mendapat gelar Teungku Aceh.

Informasi itu berdasarkan Kort Verslag Residen L.C Welsink pada 16 Agustus 1906. Dalam catatan itu disebutkan, seorang panglima Sisingamangaraja XII bernama Guru Mengambat dari Salak (Kab. Pakpak Hasundutan sekarang) telah masuk Islam. Informasi ini diperoleh oleh Welsink dari Ompu Onggung dan Pertahan Batu.

Dalam sebuah surat rahasia kepada Departement van Oorlog, Belanda, Letnan L. van Vuuren dan Berenshot pada tanggal 19 juli 1907 menyatakan, Dat bet vaststaatdat de oude S .S. M. Met zijn zonns tot den Islam waren over gegaan, al zullen zij wel niet Mohamedan in merg en been geworden zijn/ Bahwa sudah pasti S. S. M. yang tua dengan putra-putranya telah beralih memeluk agama Islam, walaupun keislaman mereka tidak seberapa meresap dalam sanubarinya.

Surat Kabar Belanda Algemcene Handeslsblad pada edisi 3 Juli 1907, sebagaimana dinyatakan Mohammad Said dalam bukunya, menuliskan, “Menurut kabar dari pendudukan, sudahlah benar raja yang sekarang (maksudnya Sisingamangaraja) semenjak lima tahun yang lalu telah memeluk Islam. Tetapi dia bukanlah seorang Islam yang fanatik, demikian pula dia tidak menekan orang-orang di sekelilingnya menukar agamanya”.

Informasi ini semakin menguatkan dugaan Sisingamangaraja XII telah memeluk Islam. Apalagi terlihat pola-pola Islam dalam pola administrasi pemerintahannya, misalnya bendera dan stempel.

Bendera Sisingamangaraja XII yang berwarna merah dan putih., berlambang pedang kembar, bulan dan bintang, mirip dengan bendera Arab Saudi sekarang. Bedanya bulan dalam bendera Sisingamangaraja XII yang terletak di seblah kanan pedang merupakan bulan penuh atau bulan purnama, bukan bulan sabit. Sedangkan bintang yang terletak di sebelah kiri memiliki delapan gerigi, bukan lima seperti yang biasa terlihat di mesjid dalam lambang tradisi Islam lainnya. Namun benda bergerigi delapan itu bisa juga diartikan sebagai matahari.

Bagian luar stempel Sisingamangaraja yang mempunyai 12 gerigi pinggiran juga menggunakan tarikh Hijriah dan huruf Arab. Namun huruf Arab itu untuk menuliskan bahasa Batak, “Inilah cap Maharaja di Negri Toba Kampung Bakara Nama Kotanya, Hijrat Nabi 1304”. Sedangkan aksara bataknya menuliskan Ahu Sahap ni Tuwan Singa Mangaraja mian Bakara, artinya Aku Cap Tuan Singa Mangaraja Bertakhta di Bakara.

“Sebenarnya bendera dan stempel itu sudah mencirikan corak Islam dalam pemerintahan Sisingamangaraja. Dengan demikian kuat kemungkinan dia sudah memeluk Islam, tetapi tidak ada data otentik jadi tidak bisa dipastikan kebenarannya,” kata Ketua Majelis Ulama Sumut H Mahmud Azis Siregar.

Keterangan lebih mendalam disampaikan, Dada Meuraxa dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Suku-suku di Sumatera Utara. “Sisingamangaraja XII sudah masuk Islam dan disunatkan di Aceh waktu beliau datang ke Banda Aceh meminta bantuan senjata,” kata Meuraxa.

Dalam buku itu Meuraxa menyebutkan, keterangan itu berdasarkan pernyataan seorang sumber, Tuanku Hasyim, yang mengutip pernyataan bibi-nya yang juga istri Panglima Polem yang menyaksikan sendiri upacara tersebut di Aceh.

“Walaupun belum cukup fakta-fakta Sisingamangaraja seorang Islam, tetapi gerak hidupnya sangat terpengaruh cerita Islam. Sampai kepada cap kerajaannya sendiri tulisan Arab. Benderanya yang memakai bulan bintang dan dua pedang Arab ini pun memberikan fakta terang,” tulis Dada Meuraxa.

Singamangaraja XII sendiri bernama Ompu Pulobatu, lahir pada 18 Februari 1845 dan meninggal 7 Juni 1907 dalam sebuah pertempuran dengan Belanda di Dairi. Sebuah peluru menembus dadanya. Menjelang nafas terakhir, akibat tembakan pasukan Belanda yang dipimpin Kapten Hans Christoffel itu, dia tetap berucap, “Ahuu Sisingamangaraja”.

Ucapan itu identik dengan kegigihannya berjuang.Turut tertembak juga waktu itu dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi, serta putrinya Lopian. Sedangkan sisa keluarganya ditawan di Tarutung. Itulah akhir pertempuran melawan penjajahan Belanda di tanah Batak sejak tahun 1877. Sisingamangaraja sendiri kemudian dikebumikan Belanda secara militer pada 22 Juni 1907 di Silindung. Makamnya baru dipindahkan ke Soposurung, Balige seperti sekarang ini sejak 17 Juni 1953.

sumber :
http://mjinstitute.com/sejarah/21-si-singamangaraja-xii-gugur-sebagai-pahlawan-islam
http://khairulid.blogspot.com/2005/03/mempertentangkan-agama-sisingamangaraja.html

(Up-date ; 7 Mei 2009)
Tanggapan Dari syariffuddin hutabarat : Tentang Agama Sisingamangaraja XII

Suatu kehormatan bagi saya mendapat tanggapan dan respon terhadap apa yang ditulis di blog ini, khususnya berkenaan dengan sejarah pahlawan nasional Sisingamangaraja XII dan apresiasi dari Bang Syariffudin Hutabarat terhadap tulisan ini maupun terhadap pribadi yang empunya blog, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Dari tiga tanggapan yang diberikan oleh Bang Syariffudin, dua tanggapan terakhir saya masukan dalam update posting ini.

Tanggapan kedua dari Bang Syariffudin Hutabarat
salam,
anda tidak layak untuk menulis sejarah Sisingamangaraja XII karena tidak punya data dan bukti dan masih mengutif “identik” dan itu menyesatkan,anda tidak layak untuk mempersepsikan sejarah kalau anda tidak punya data dan bukti karena itu akan merusak tatanan yang susah ada,apakah anda sudah siap di tuntut keluarga suatu hari kelak kalau tulisan anda menyimpang dari kebenaran yang di yakini keturunannya yang masih hidup saat ini.

saya bertanya pada saudara kopral cepot, tolong jelaskan masyarakat mana yang meyakini Sisingamangaraja islam dari suku aceh,kalau anda tidak bisa menjelaskan dengan data dan fakta yang bisa di pertanggung jawabkan berarti anda sudah memfitnah dan menyesatkan banyak orang dan itu hukumnya haram dalam ranah tulisan ilmiah.
Saudara kopral tidak menulis novel yang pelaku dan tempat kejadiannya fiktif,tapi anda menulis tentang Raja Sisingamangaraja XII sebagai pahlaawan Nasional Indonesia sebagai pelaku sejarah yang mengusir penjajah Belanda dari bumi batak.

saudara kopral jangan bermain-main dengan sejarah???
saudara kopral berhati-hatilah dalam mempersepsikan sejarah,bersifat ilmiahlah sedikit jangan seperti nenek moyang kita dulu yang tidak mengenal tatanan ilmiah dan kita generasi sekarang merobahnya, buatlah diskusi yang hangat,elegan biar saling membangun.
salam

Tanggapan ketiga dari Bang Syariffudin Hutabarat
salam,
kenapa tanggapan saya yang kedua tidak di posting dan merubah tanggapan anda,ada apa ini?
kalau saudara kopral cepot belum siap untuk menulis sesuatu secara ilmiah jangan dipaksakan dan anda menulis tentang sosok Pahlawan kemerdekaan repupblik Indonesia dan itu aset bangsa yang harus di hargai dan ingat jangan main-main dengan sejarah bangsa.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya dengan segala peristiwa yang terjadi saat itu.
tulisan anda jangan di posting di internet karena akan di baca seantero jagad dan janganlah penulis kontroversial yang tidak ada juntrugannya dan mamfaatnya dan itu tidak akan mencerahkan umat,terimakasih
salam

Kopral Cepot mencoba merespon.
@ Bang Syariffudin ; tulisan anda tidak ilmiah dan tidak ada bukti autentik disertakan dalam tulisannya dan semuanya asumsi,bisa benar dan lebih parah bisa menyesatkan, anda kopral cepot harus belajar sosiologi budaya batak di Bakkara tempat raja Sisingamangaraja, meneliti tentang budaya orang batak, dan meneliti literatur di perpustakaan di negeri Belanda sebagai tambahan literatur,mewancarai keturunannya yang masih hidup sebagai saksi sejarah,setelah itu semua sudah lengkap baru anda menulis tentang agama yang dianut Sisingamaraja XII,terlepas menganut agama apa tapi ada bukti ilmiah yang bisa dibuktikan dan diperdebatkan.

Kopral Cepot ; Tanks atas sarannya.. tapi jujur ajach bang, aku bukan sejarawan aku hanya orang yang mau dan sedang belajar sejarah. Secara pribadi aku tidak punya kepentingan apa2 terhadap agama yang dianut oleh Sisingamangaraja XII atau siapapun juga. Tetapi aku sangat menghargai dan saluuut terhadap ‘daya juang’ dari para pahlawan kita. berkenaan dengan posting ini aku ambil dari ;
http://mjinstitute.com/sejarah/21-si-singamangaraja-xii-gugur-sebagai-pahlawan-islam
http://khairulid.blogspot.com/2005/03/mempertentangkan-agama-sisingamangaraja.html

Jadi skali lagi aku hanya “sang pembelajar”

@ Bang Syariffudin Hutabarat : anda tidak layak untuk menulis sejarah Sisingamangaraja XII.

Kopral Cepot : Memang aku tak layak menulis sejarah bukan hanya sejarah Sisingamangaraja XII saja sejarah yang lainnya juga aku tak layak bang. skali lagi aku hanya “sang pembelajar”. Setiap posting sejarah di serba sejarah aku berupaya untuk mencantumkan referensi baik berupa buku sejarah maupun hasil pencarian yang dibantu oleh mbah google. Kalo aku boleh jujur…. aku tuh berterima kasih sama mbah google yang telah membantu aku “sang pembelajar”.

@ Bang Syariffudin Hutabarat : kalau saudara kopral cepot belum siap untuk menulis sesuatu secara ilmiah jangan dipaksakan dan anda menulis tentang sosok Pahlawan kemerdekaan republik Indonesia

Kopral Cepot : he he he he … emang sih aku terlalu memaksakan diri untuk menulis sejarah di “serba sejarah” ini. Tapi klo aku engak memaksakan diri, kapan aku bisa belajar… ? :D

@ Bang Syariffudin Hutabarat : ingat jangan main-main dengan sejarah bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya dengan segala peristiwa yang terjadi saat itu.

Kopral Cepot : ……….. ? pusing jawabnya

@ Bang Syariffudin Hutabarat : tulisan anda jangan di posting di internet karena akan di baca seantero jagad dan janganlah penulis kontroversial yang tidak ada juntrugannya dan mamfaatnya dan itu tidak akan mencerahkan umat,terimakasih

Kopral Cepot :Terima kasih sarannya bang, tapi maaf dah terlanjur di posting di internet. kalo menurut aku pembaca internet itu pinter-pinter, bisa milih dan milah mana yang benar mana yang salah. kalo kebetulan tulisan aku salah… yang jangan diterima tapi kalo bener mudah-mudahan bermanfaat. Sesuatu yang “kontroversial” bisa mengasah otak kita untuk cerdas… dan kecerdasan awal dari pencerahan umat.

demikian tanggapan dari “sang pembelajar” KOPRAL CEPOT. dan beribu-ribu terima kasih buat Bang Syariffudin atas saran dan kritikannya, ini membuat aku semakin giat untuk belajar sejarah.

Aku tunggu balik responya… salam


 

About these ads

543 comments on “Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih

  1. Ikhsan Hutagalung
    Juni 8, 2012

    Misionaris Eropa (Nomensen) ckup mdah mlakukn Kristenisasi pd msyrakat Toba. Dtmbah lg dgn msih dbolehknny mlakukn kbiasaan2 yg slama ini dilarang keras Islam. Kbiasaan itu brupa minum tuak, makan babi, anjing, N bbrp hal kcil lainny yg diharamkn dlm Islam. Mreka dgn bngga mnerima Kristen sbgai agama. Dtmbah lg pnghapusan hukum penggal bagi pelaku kjahatn yg oleh Nomensen itu suatu prbuatan dosa wlwpn yg dhukum mlakukn kkejian sbrat apapn.
    Bgi msyrakat yg ttp mmeluk Islam, sbgian mmilih hijrah kpesisir..

    • sidoli napogos
      Agustus 4, 2012

      jika kalian bilang sisingamangara beragama islam knp hukum adat di tanah batak tak seperti hukum di aceh

      • alexa
        September 11, 2012

        Jawabannya sederhana: Karena SSM XII kalah perang itu saja apapun agama Dia

  2. lidon
    Juni 9, 2012

    tinggalkan agama yang membunuh adat istiadat dan kebudayaan yang sudah kita bangun ratusan tahun..
    budaya batak adalah budaya asli pulau sumatera
    sisingamangaraja XII tidak mungkin lupa apa yang memnyebabkan kematian opungnya, sisingamangaraja X..

  3. imamoedin BTK
    Juni 9, 2012

    suatu tawaran yang simpatik (tentu saja menarik ) dari bung kopral , kepada bang @ Ikhsan Hutagalung untuk menulis artikel yang berjudul ” Kesultanan Barus atau SM Raja ” – ini menunjukan suatu itikat yang terpuji dalam penggalian ,pemahaman dan pendalaman sejarah bangsa – angkat topi dan salut kepada bung kopral dalam memberi kesempatanya kepada bang Ikhsan Hutagalung untuk mengisi blog.

    …………..I SEE INDONESIA ……..

  4. imamoedin BTK
    Juni 9, 2012

    Abdul Basit MA -Seorang jurnalis study islam dan budaya -Judul artikel : filsafat sejarah menurut Murtadha Murthahhari I & II @Ahmad Mansur Suryanegara – Api sejarah : buku yang akan mengubahdrastis pandangan anda tentang sejarah Indonesia @ doktertoeloes malang -Dosen dan pengamat kesehatan :sejarah dan muharram @Moehammad Isa Anshary – Kewajiban oelama dalam zaman baroe. @ Prof Dr H Didin Hafidhudhin MA -Jangan titipkan perjuangan umat pada pemerintah @A Sobana Hardjasaputra -Sejarah jawa barat dari zaman ke zaman @Nina Herlina L -Guru besar ilmu sejarah UNPAD -Judul artikel :Belanda tidak pernah menjajah ratusan tahun @Y Herman Ibrahim -Pengamat militer dan politik -Kezaliman de-factolam penulisan sejarah islam @Irshad A Shamad -Lektor kepala ilmu sejarah islam SKI Dekan fak ilmu budaya IAIN imam bonjol -Islam dan awal kesadaran sejarah @Dr Phil Ichwan Azhari -Ketua pussis Ketua program study anthropologi sosial univ negeri medan -Rekonstruksi peran kaum intelektual sumatra dalam nasionalisme indonesia @H Rosihan Anwar Ph D (hon) -Negara pasundan cipta’an belanda @Drs KH Achmad Masduqi -Riwayat perjuangan jam’iyyah NU @JJ Rizal -Peneliti sejarah komunitas bambu jakarta -Jalan sunyi kolonialisme liberalisme @Prof Dr H Ahmad Syafi’i Ma’arif -Islam dan pancasila betulkah bersahabat @Sidney Jones -Penasehat senior internasioanal crisis group -Relevansi darul islam untuk masa kini @Nirwansyah Putra Panjaitan -Dosen filsafat komunikasi fisip UMSU -Negara islam tidak haram @Prof Dr H Bahtiar Effendy -Dekan fakultas ilmu sosial dan politik UIN jakarta – Kartosoewirjo @Reza D Dienaputra -Lektor kepala fakultas sejarah jurusan sejarah UNPAD bandumg -Membuat bangsa ini melek sejarah @Abdul Syukur -Dosen sejarahUNJ -Sejarah lisan orang biasa sebuah pengalaman penelitian @Abdul Irsan _Dubes RI untuk keraja’an belanda -Indonesia dan VOC @Yasraf Amir Piliang -Fsk-Fsrd ITB bandung -Desa2 demokrasi @Mayor (inf) Agus Bhakti -Anggota dewan penasehat harian TANDEF -Haruskah mengkambing hitamkan intelejen ? @ A Sobana Hardjasaputra -Dosen sejarah UNPAD -Sejarah jawa barat dari zaman ke zaman @Al Chaidar -Dosen fisip univ.Malikussaleh Lhokseumawe Aceh – Anthropologi kaum teroris @Prof Dr H Dadan Wildan _Staff ahli menteri sekretaris negara RI -Perlukah tragedi bubat difilmkan ?
    DAN LAIN2NYA YANG TELAH MENGISI BLOG SEJARAH ASUHANYA BUNG KOPRAL ——— NAH !! BANG IKHSAN HUTAGALUNG SUATU KEHORMATAN BAGI DIRI ABANG
    BUKAN, BISA BERSEJAJAR DENGAN MEREKA2 YANG JABATANYA DAN JUDUL ARTIKELNYA TELAH LEBIH DAHULU KITA BACA SEMUA
    ….SALAM ……… ( imamoedin BTK ) …..

    • Ikhsan Hutagalung
      Juni 10, 2012

      Mengenai penulisan Kesultanan Barus dan Tapanuli, sebenarnya dalam tahap penyusunan. Masih perlu penelitian sana-sini dan pengumpulan informasi. Boleh jadi yang saya ketahui hanya sekelumit. Disalah satu Museum di Jakarta (saya lupa namanya) terdapat informasi yang lumayan lengkap mengenai ini.
      Saya sendiri mahfum jika dalam permasalahan ini, saya belum memiliki kapasitas yang kuat. Namun karena komentar para pembaca semakin “ngawur”, saya merasa terpanggil menjelaskan yang saya ketahui agar “tidak ngawur”

  5. Robin Gert Pea
    Juni 10, 2012

    Menyingkap “Tabir Misteri” Sisingamangaraja XII

    KabarIndonesia – Profesor Uli Kozok mengatakan, Sisingamangaraja XII memiliki tiga jenis stempel berbeda yang diketahui dari cap yang dibubuhkan pada surat-suratnya yang ditujukan kepada pemerintah Belanda maupun zending Kristen I.L. Nomensen.
    Menurut Profesor dari University of Hawaii, Minoa, USA itu; stempel yang digunakan itu sama-sama berasal dari abad XIX dengan rentang waktu 10 sampai 20 tahun antara satu stempel dengan stempel lainnya.

    “Ini sekaligus membuktikan bahwa Sisingamangaraja XII telah melakukan tiga kali percobaan dalam pembuatan stempel untuk berhubungan dengan pihak lain. Stempel yang ketiga bentuknya lebih baik dan sempurna dari dua stempel sebelumnya,” katanya dalam ceramah ilmiah di Universitas Negeri Medan mengupas tentang misteri surat-surat Sisingamangaraja XII.
    Dikatakan lebih jauh, ada empat surat Sisingamangaraja XII yang saat ini sedang ditelitinya. Tiga surat ditujukan kepada zending Kristen I.L. Nomensen dan satu surat ditujukan kepada pemerintah Hindia Belanda.

    I.L. Nomensen sendiri sebenarnya sangat tidak suka terhadap Sisingamangaraja XII karena sangat menentang kehadirannya di Tanah Batak. Bahkan, I.L. Nomensen pernah mengatakan bahwa musuh abadi pemerintah Belanda dan zending Kristen adalah Sisingamngaraja XII. Nomensen pula yang memanggil tentara Belanda agar masuk ketanah Batak dengan menggunakan pasukan yang terdiri dari orang-orang Jawa, Manado dan Maluku.

    “Saat ini keempat surat-surat asli Sisingamangaraja XII tersebut masih tersimpan dengan cukup baik di Wuppertal Jerman,” katanya. Namun uniknya, kata dia, stempel dan surat-surat Sisingamangaraja XII tersebut bukan menggunakan aksara Batak asli. Melainkan sudah menggunakan campuran aksara Batak Mandailing Angkola, Arab Melayu dan huruf Kawi.

    Lebih lanjut ia mengatakan, Sisingamangaraja XII sendiri sebenarnya tidak mengenal huruf. Untuk itulah ia mempekerjakan dua juru tulis dalam persoalan surat-menyurat yakni Heman Silaban dan Manse Simorangkir.

    Kedua juru tulisnya tersebut merupakan alumni zending I.L. Nomensen yang kemudian berbelok arah memihak Sisingamangaraja karena tidak lulus dalam ujian untuk menjadi guru.
    Sementara sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed) DR Phill Ichwan Azhari, mengatakan; sedikitnya ada lima misteri yang masih perlu diteliti lebih jauh tentang Sisingamangraja XII. Yakni tentang hidupnya, surat-suratnya maupun agamanya.

    Bahkan tentang kematiannya juga masih menjadi misteri. Kalau benar Sisingamangaraja XII ditembak mati oleh serdadu Belanda yang bernama Christopel, kenapa dia tidak naik pangkat seperti layaknya pasukan-pasukan Belanda lainnya yang berhasil mematahkan perlawanan-perlawanan para pahlawan lain dari daerah lain.

    “Begitu juga dengan surat-suratnya yang sudah berusia lebih dari 100 tahun. Tetapi kita tidak mengetahui apa sebenarnya isinya, ” katanya. Beragama Batak Asli
    Profesor Uli Kozok menambahkan, Raja Sisingamangaraja XII bukan beragama Islam, Kristen maupun Parmalin. Melainkan beragama Batak asli.

    “Selama ini banyak kontroversi yang terjadi di tengah masyarakat tentang agama yang dianut Sisingamangaraja XII. Ada yang mengatakan dia beragama Kristen, Islam. Bahkan tidak sedikit yang menyebut beragama Parmalin yang menurut sebagian orang merupakan agama aslinya orang Batak,” katanya.

    Ahli sejarah berkebangsaan Jerman itu, menyebutkan, Parmalin bukanlah agama asli orang Batak. Parmalin merupakan agama kombinasi atau perpaduan dari agama Islam dan Kristen.
    Ketika agama Parmalin berkembang di Tanah Batak, Sisingamangaraja XII sendiri sudah berada di Dairi dalam pengungsian menghindari serbuan-serbuan dari tentara Belanda. “Jadi agama Sisingamangaraja XII adalah Batak asli yang usianya jauh lebih tua dari agama Parmalin,” katanya.

    Mengenai bukti-bukti otentik yang ditunjukkan dalam stempel Sisingamangaraja XII yang menggunakan aksara campuran Batak Mandailing Angkola, Arab Melayu dan Kawi juga tidak membuktikan bahwa ia telah memeluk agama Islam.

    Sebagai seorang yang mengklaim dirinya penguasa di Tanah Batak, sudah selayaknya Sisingamangaraja XII memiliki sebuah stempel sebagai lambang kebesarannya dan wajar saja jika dia menggunakan aksara Arab Melayu dalam stempelnya kerena saat itu Bahasa Melayu sudah menjadi bahasa pengantar di Sumatera.

    • diah
      Desember 7, 2012

      Apapun agama yang dianut SSM XII, pastinya dia sudah memiliki peran besar dalam perjuangan untuk membangun rumah Indonesia. Saya masih memegang teguh pepatah dalam sejarah” katakan hitam bila itu hitam, katakan putih bila itu putih dan katakan abu-abu bila itu abu-abu” artinya bila data sejarah sebuah peristiwa itu berpegang pada kebenaran meskipun itu berasal dari lawan. Dan katakan itu salah bila itu salah meskipun kesalahan itu berasal dari kawan. Serta katakan anda tidak tahu pasti bila kebenaran data sejarah tersebut masih memiliki keragu-raguan. Dalam penulisan sejarah pro dan kontra adalah hal biasa karena kebenaran sejarah perlu proses tanggapan dari siapapun. Yang pasti proses penulisan sejarah harus melalui tahapan metodologi dalam sejarah. Verifikasi merupankan tahapan yang tidak bisa dilewati demi kebenaran historiografi sebagai tahapan akhir. Salut buat penulis karena sudah berusaha membuat historiografi yang menarik untuk ditanggapi oleh semua pihak

  6. Morenos Meiyer
    Juni 18, 2012

    coba anda tanya kepada keturunan Sisingamangaraja XII yang masih hidup…apalagi anda sekalian mempunyai catat2an mengenai beliau pasti mengetahui dimana keturunan nya berada,baru anda sekalian memberikan komentar…

  7. alexa
    Juli 6, 2012

    Inti permasalahan sederhana kenapa SSMXII bertikai dan mempersona nongratakan Nommensen,….. sebenarnya apa yang terjadi

    Ada dua sejarah yang bisa disimak yaitu sejarah Pra SSM XII dan Pasca Nommensen.

    Yang sangat menarik kenapa Nommensen sendiri menyebut SSM XII sebagai musuh abadi Zending/Kristenisasi di tanah batak.

    Yang punya data silahkan explore,…….

  8. Maya Dian
    Juli 16, 2012

    Salam,

    Saya pribadi tidak yakin jika Nommensen mengatakan SSM XII sebagai musuh abadi Zending.. sebab…

    Sebelum Nommensen melakukan tugasnya beliau terlebih dahulu sowan / silaturahmi kepada SSM XI, ” SSM XI mengatakan aku tahu, apa yang kamu bawa adalah BAIK.. tetapi siapa yg ikut dibelakang mu ?” maksudnya adalah Belanda yg mendompleng kepada Missionaris.

    ( pada waktu itu Tentara Belanda belum masuk Tapanuli, tapi sudah mempersiapkan diri untuk masuk ).

    Jelas Nommensen mengetahui bahwa Belandalah yg tidak disukai oleh SSM, bukan Zending atau Missionaris.

    Kisah ini saya dengar dari sesorang yg sangat sya percaya, namun tidak dapat saya buktikan dgn data.

    Yg pasti kita bisa melihat fakta. agama mayoritas khususnya di wilayah Tapanuli adalah Agama Kristen apalagi di Bakkara.

    Horas ini hanya sekilas info.. gak usah dibalas apalgi di bahas.

    • alexa
      Juli 26, 2012

      Justru disitulah menariknya Nommensen adalah pintu masuk bagi Belanda dan dialah yang meminta bantuan Belanda untuk menganeksasi tanah Silindung saat diusir oleh SSM XII. Atas jasanya tersebut Ratu Belanda memberi penghargaan kepada Nommensen dan uang hadiah sebesar 1.000 Gulden

  9. polman
    Juli 23, 2012

    saya tidak suka membaca sejarah yg belum pasti,bikin malu aja.

  10. Gabe Sianturi
    Agustus 2, 2012

    Sekedar masukan agar SSM XII jgn dituliskan beragama ISLAM,,,krn sekarang ini mslh agama sangat sensitif untuk dibicarakan….Apalg buat kami yg asli orng batak beragama Kristen mgkin tdk terima kl SSM XII dikatakan sebagai PEJUANG ISLAM..Kl blh penulis postingan di blog ini menyelidiki dl atau mencari sumber yang lebih relevan lg br membuat postingan,,,,jangan hanya mengatakan sekedar belajar,,,kalau yang Anda pelajari itu belum seperempatnya aja belum benar knp langsung Publikasi????Jangan salah Kopral Cepot anak SD jg sudah pintar buka Internet. Thanks.

    • m. sugianto
      September 10, 2012

      saya yakin SSM XII adalah arang batak, dan ber agama kristen… tapi sampai saat ini dimana semua keturunan dari SSM XII..??? dan kalau SSM XII adalah orang batak apa marga nya.,.,.,.,.,.,yaaa.,.,.., apa mungkin nama SSM XII Yang sebenarnya adalah sisinga mangun rejo .,.,.,,,,.,.,.,.,hehheheee

  11. Ahmad Al Khandery
    Agustus 3, 2012

    Assalamu`alaikum…… Kopral Cepot, saya Ahmad Alfa…….. dan Sisingamangaraja XII adalah teman kakek buyut saya, dimana manurut cerita opung boru(nenek) saya mereka dahulunya sama2 berjuang melawan belanda. Kalau butuh informasi lebih banyak lagi akan saya usahakan tanya pada nenek saya yg masih hidup….

    • pondom
      Agustus 13, 2012

      Bendera Gaja Dompak (bendera Sisingamangaraja) adalah gerakan seluruh Rakyat Batak mendukung aktif SEGALA kegiatan dan prestasi Halak Hita didalam dan diluar Tano Batak bagi KEMAJUAN dan KEMANDIRIAN BANGSO BATAK dimasa depan.

      Halak hita Bangso Batak diportibion sejatinya diPERSATUKAN dalam satu KEBANGSAAN BATAK bagi kemajuan dan kemandirian TANAH LELUHUR tano Batak dimasa depan.

      warna Putih-Merah sbg lambang dunia Atas-Tengah Raja Isumbaon(Raja yg disembah)bagaikan MATAHARI(simbol Kanan),Guru Tatea Bulan(panating”BULAN”) simbol Kiri. diantara nya trdpt gambar kepala”GAJA DOMPAK” (Gajah Pahlawan)sekaligus menggambarkan keris sakti regalia Tuan Sori Mangaraja “SOLOM DEBATA”yg mempunyai 2 mulut sbg 2 buah gading/saing gajah pahlawan

      Bendera Gaja Dompak adalah bendera berwarna putih (melambangkan kesucian hati) merah (melambangkan kehidupan) dengan simbol gaja dompak (pedang kembar sebagai simbol perjuangan) berikut bulan (sebagai simbol pihak boru dari si Raja Batak) dan bintang bersudut 8 (sebagai simbol pihak baoa dari si Raja Batak) disisinya berwarna putih.

      Bendera Gaja Dompak adalah bendera simbol pemerintahan Batak yang adil (Gaja Dompak) atas pihak baoa (bintang sudut 8) dan boru (matahari) yang diusung rakyat Batak pada masa kerajaan Sisingamangaraja dalam melawan penindasan dan ketidakadilan terhadap kemanusiaan akibat jaman imperialisme dan kolonialisme (kerajaan Belanda) pada masa itu.,,,,,,JADI PELAJRI DULU KEBUDAYAAN BATAK BARU MENKLAIM PERNYATAAN ANDA TSB,dan sebagai tambahan pernyataan bg robert gea,. org batak sampai sekarng menggunakan tabas(mantra) banyak mirip dgn bahasa arab,,hanya karna kebetulan kita ytidak tau,,itu mengindikasikan bahwa tdk patokan persamaan budaya harus persamaan agama..

  12. game
    Agustus 8, 2012

    aka si loak on….

  13. marko parluhutan lumban gaol
    Agustus 18, 2012

    hai…parbada…
    jgn asal buat biodata di blog-mu nanti tak bs lihat matahari dirimu.
    sisingamangaraj XII di bukan agama islam,tapi parmalim.
    perbaiki biodata mu ini.
    klau memanguntuk pribadi jgn di publikaskan.
    nanti di matikan suku batak kau heang….

  14. Olo Nambela
    Agustus 19, 2012

    Salah satu dari keturunan SMRaja XII Yang jelah dia bukan Musuh abadi Zending Missionaris dan juga Bukan Umat Islam Dia Adalah Parmalim dan kurang berterima dengan adaya Tuhan hingga Tahun 1865 SM Raja mulai tertaris dengan Nommensen dan Islam Belum ada di Tapanuli Utara Trims…

  15. eee liang ming tho .
    Agustus 20, 2012

    ” mari kita gali terus dan pelajari terus pahlawan SSM XII jangan sampai berhenti ” kita kritisi secara cerdas selang dalam koridor pembelajaran sampai diketemukanya suatu kesepakatan dalam pembenaran dari sejarah yang benar. maju tatu mandeg ambleg , rawe2 rantas malang2 putung – salah seleh hurup hambangun projo ( artinya bisa ditanyakan pada bung kopral – sepakat dan setuju ).

  16. Amri Munthe
    Agustus 24, 2012

    Yang kelihatan dari para komentator adalah sikap emosional tingkat tinggi serta sentimentalisme terhadap agama. Ada yang berkata “aku orang Batak”. Soal orang batak, saya pun orang Batak. Tapi mari berfikir jernih tentang konten tulisan kopral cepot ini. Mestinya sebelum berkomentar, semua tulisan harus dibaca habis, difahami dan dimengerti esensi-esensi apa yang disampaikan si penulis. Saya tidak melihat ada konten yang berisi tendensi untuk mengarahkan agar Raja Sisingamangaraja diaminkan sebagai pahlawan Islam. Malah dari isi tulisan itu, tidak juga terbaca apa agama kopral cepot. Tapi kenapa respon-respon yang tampil seperti memelihara amarah dan sentimen besar. Memangnya siapa di antara anda yang sudah hidup di masa hidupnya Sisingamangaraja? Soal keturunannya masih beragama malim sampai saat ini bukanlah sebuah bukti bahwa beliau agama malim. Agama bukan warisan leluhur, melainkan keyakinan di dalam hati sanubari. Kalau anda memilih memeluk sebuah agama hanya karena ayah dan ibu anda memeluk agama itu, tandanya agama anda tidak benar. Yang benar adalah anda memeluk agama tersebut karena anda percaya kedamaian dan keselamatan anda terjamin di dalam agama tersebut. Nah, bagi kopral cepot, bagi anda dan bagi saya, apa pun agama Sisingamangaraja XII itu tidak membawa pengaruh apa-apa. Ini hanya kajian, pembelajaran dan pencarian kebenaran sejarah. Penulis tidak juga mengatakan mentah-mentah bahwa Raja Sisingamangaraja XII beragama Islam 100%. Semuanya berdasarkan referensi yang dimilikinya. Oleh karena itu, haruslah membaca semua tulisan secara utuh baru kemudian mengomentari. Begitu seharusnya pembelajar sejati. Sekian dan terima kasih.

  17. terutama pahlawan yang satu ini paling banyak memuat komentar2 maupun analisa sejarah dari sudut pandang yang berbeda-beda. bisa dipastikan bahwasanya analisa sejarah yang terungkap dari komentar2 justru lebih seru dan malah bisa jadi lebih segala-galanya ( cenderung kritis ) daripada tulisan artikel dari bung kopral. aneh benar rasanya ( malah menggembirakan ) analisa sejarah komentarnya lebih cenderung detail daripada tulisan artikel bung kopral. dari membaca para komentarwan dan komentarwati sampai lebih cenderung tahu tentang tradisi ,kebiasa’an,latar belakang ,kehidupan ,adat istiadatnya sampai dengan sejarah saudara kita yang hidup dikawasan sumatera utara ini..entahlah tidak perduli apa itu kontroversiil , kontradiksi atau apapun namanya dan anehnya ( sekali lagi ) akhirnya menjadi tahu secara jelas benar . ” terima-kasih untukmu bung kopral “.

    • marco lumban gaol
      Agustus 25, 2012

      omongan….anda,blum jelas.
      emang smua hampir benar.
      tapi beliau belum tahu apa kepercayaan raja sisingamangaraja.
      jadi jangan asal buat.
      klau perjuangan ,jgn di ragukan.
      klau kepercayaan silahkan ada datang ke tanah batak.
      cari dan riset sendiri.
      pasti anda akan tahu kebenaran….
      dari pada mancing orang supaya buka rahasia.
      orang batak itu pintar semua ,bukan asal bicara….

      klau blum di perbaiaki aq tak akan komentar.
      sekian trima kasih

  18. ra Wa Liang Mieng
    Agustus 28, 2012

    saya ucapkan terimakasih kepada semuanya saja para komentarwan/wati sehingga hanya dengan membaca komentar saja bisa mengetahui seluk – beluk kehidupan , adat istiadatnya suku batak ,tradisi dan sejarah secara menyeluruh ( tanpa harus pro maupun kontra ) dan saya sama sekali tidak beminat untuk nimbrung atau share memperso’alkan agama pahlawan kita ini . terimakasih pada kesemuanya ( paling banyak menampung komentar ) – terimakasih., terimakasih. !!

  19. qta hyppocrates
    Agustus 29, 2012

    saya sependapat dengan marco lumban gaol yang tidak mau koment ( bisa jadi karena alasan subyektifitas ) , tetapi dilain sisi saya juga sepaham bersama ra Wa Liang Mieng ( Rogojampi s/d Situbondo ) banyak memperoleh pengetahuan baik adat-istiadat ( dlsbg.nya ) hanya dengan membaca komentarwan/wati ( persama’an dalam OBYEKTIFITAS ) . mohon saya jangan dikatakan OPPORTUNISCH.

  20. Jhon tobing
    September 2, 2012

    Mungkin agama yg anda
    katakan salah besar
    karena oppu sisinga mangaraja itu
    adalah agama kristen.

    • amrimunthe
      September 5, 2012

      Bisa tunjukkan referensinya Bung Tobing? agar lebih ilmiah dalam pelurusan sejarah, karena Kopral Cepot pun menggunakan referensi. … terima kasih

  21. alexa
    September 5, 2012

    Akar permasalahannya sederhana yaitu pengusiran Nommensen dari tana Batak oleh Sisingamangaraja XII.

    Itulah yang memicu terjadinya Perang Batak setelah Nommensen meminta bantuan Pemerintah Hindia Belanda untuk menganeksasi tanah Batak.

    Silahkan ini dulu dibahas
    1. Kenapa Nommensen dipersona non gratakan apa alasannya
    2. Kenapa Nommensen minta Belanda untuk menganeksasi Tanah Batak

    Jangan melebar dan semakin gak jelas yaaaaaa

  22. ra Wa Lian Mieng
    September 10, 2012

    SSM XII beragama islam . dilain pihak SSM XII beragama parmalim ada lagi yang mengatakan SSM XII beragama nasrani ( kristen ) ……..boleh dong bertanya ( bagi siapa saja pertanya’an ini saya tujukan ) …. MAZHAB AGAMA SSM XII ITU APA YAA misal : kalau agama SSM XII itu islam maka bermazhab islam syafi.i terus ada lagi yang mengklaim SSM XII itu nasrani maka nasraninya kristen protestan sesuai dengan belanda ( ini misalnya saja lho ) …bisa jadi ada yang mengatakan agama dari SSM XII adalah parmalim ( kalau tidak salah ) peleburan campuran dua agama yaitu islam dan nasrani dan mazhabnya adalah mazhab yang ada . mohon konfirmasi bagi yang mau menjawabnya ( diucapkan terimakasih ) sekalian ( kepalang tanggung ) ingin mengetahui yang bertujuan belajar sejarah semuanya yang ada pada beliau SSM XII ( yang saya hormati anak keturunanya ) sekali lagi termakasih atas jawabanya dan sekali lagi hanya belajar sejarah an sich. mohon pertanya’anya dijawab yaa. ( mazhab lebih kurang artinya sekte .pen. ).

  23. alexa
    September 11, 2012

    Lihat juga sisi lain bagaimana orang Batak sendiri percaya bahwa sebelum kedatangan Nommensen, meyakini bahwa orang Batak sebelum kedatangan Nommensen adalah primitif dan Kanibal. Lihat: http://bernardhp.blogspot.com/2012/05/drama-penginjilan-nomensen-ke-tanah.html

    Hanya sayang Dia tidak menceritakan bahwa Nommensenlah sebenarnya yang mengundang Belanda untuk menguasai tanah Batak dengan hadiah kebangsawanan Kerajaan belanda dan hadiah uang sebesar 1.000 Gulden

  24. ra Wa Liang Mieng.
    September 11, 2012

    ( mohon ma’af sebelumnya ) saya telah membaca dan mengikuti dengan seksama http://barus.blogdetik.com/2012/06/18/parmalim-adalah-bagian-dari-budaya-batak juga saya baca http://bernardp.blogspot.com/2012/05/drama-penginjilan-nomensen -ke-tanah.html . tidak saya ketemukan ( moga2 tidak salah baca ) sekte SSM -XII ( versi bpk/ibu/sdr/sdri alexa ). muncul pertanya’an lagi ” tentang deffinisi agama ” misal : kejawen , pangestu , abangan (di tanah jawa) masuk dalam kataragori aliran kepercaya’an. peta posisi ” parmalim ” apakah identik dengan aliran kepercaya’an seperti itu. agama ( menurut versi kalender pemerintah ) islam , nasrani , budha , hindhu , kong hu chu . agamakah atau aliran kepercaya’ankah ( mohon penjelasanya ) ingin belajar sejarah dan ingin benar2 belajar sejarah saja.

    • alexa
      September 12, 2012

      Sdr. Liang meng untuk Parmalim mungkin pembuat blog “Batara Sitorus” lebih kompeten. Silahkan kontak Beliau

      Hanya kalo dilihat dari upacaranya lebih merupakan seinkritiesme antara Hindu, Islam dan Kepercayaan Lokal. Apalagi lihat pantangannya seperti Riba, Makan Darah, Babi dan Anjing serta Monyet (simak baik baik blog Sitorus).

      Hampir semua acuan mengatakan SSM XII buta huruf,.. yang menarik kalo buta huruf kenapa dia harus belajar jauh jauh ke tanah Aceh, aneh bukan.

      Dibeberapa acuan Barat memang diciptakan image sebelum kedatangan Kolonial penduduk Batak Landen adalah Kanibal dan Pelaku sex bebas maaf saya kategori yang gak percaya itu,

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 30, 2009 by in Biografi Tokoh, Kumpulan Artikel Sejarah and tagged , , , , .

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

  • Komentar di Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII oleh pstruct Juli 30, 2014
    ya,tapi kami orang toba trauma dengan islam,pasukan islam membantai tanah batak,dan kami tidak takluk dengan pedang.dio bakkara bangga dengan keislam anya,itu boleh saja.tapi alangkah baiknya anda belajar cari sejarah pengislaman tanah batak,walaupun kontroversial tapi jelas lebih mendekati dari pada sejaran yang di tulis pemerintah
    pstruct
  • Komentar di Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII oleh pstruct Juli 30, 2014
    betul sekali poang,kita tau siapa yang tukang klaim,bagaimana mungkin sisingamangaraja itu islam,apakah begitu bodohnya ompui lupa tanah batak di bantai islam,yang jauuuuuuh lebih mengerikan dari belanda.
    pstruct
  • Komentar di Perang Jawa-3 ; 1825 – 1830 Perjuangan Islam Melawan Penjajah oleh hendriwibowo Juli 29, 2014
    Habis baca artikel Makasih artikelnya. Lebih membuka mata saya bahwa, jadi tertarik menelisik lebih jauh. Beberapa dokumen lain dari wikipedia, unesco, ternyata mendukung fakta liputannya natgeo bahwa perang diponegoro ternyata skalanya besar dan masif. Thxs buat artikelnya -yang Lebih membuka mata saya bahwa perang ini lebih dari sekedar urusan patok jalan. […]
    hendriwibowo
  • Komentar di Cerita Amriki di PRRI dan CIA di Permesta oleh Tri Jtamadji Juli 28, 2014
    Oh...ternyata gitu to? Selama ini banyak rakyat kita yang di benaknya ( hasil pelajaran resmi ) bahwa mereka adalah murni memberontak demi memisahkan dari NKRI. Namun harus diakui, suka atau tidak suka , ya memang runyam kalau tentara ( secara institusi) masuk ke dunia politik.
    Tri Jtamadji

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: