Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara
Sisingamangaraja merupakan nama besar dalam sejarah Batak. Dia tokoh pemersatu. Dinasti Sisingamangaraja dimulai sejak pertengahan tahun 1500-an, saat Raja Sisingamangaraja I yang lahir tahun 1515 mulai memerintah. Dia memang bukan raja pertama di sana. Pemerintahan masa sebelum itu dikenal dengan nama bius. Satu bius merupakan kumpulan sekitar tujuh horja. Sedangkan satu horja terdiri dari 20 huta atau desa yang punya pimpinan sendiri. Ada Bius Toba, Patane Bolon, Silindung dan sebagainya.
Dari 12 orang yang melanjutkan dinasti Sisingamangaraja, Singamangaraja XII merupakan raja paling populer dan diangkat sebagai pahlawan nasional sejak 9 November 1961. Lukisan dirinya yang dibuat Augustin Sibarani yang kemudian tercetak di uang Rp 1.000 yang lama, merupakan satu-satunya “foto” diri Sisingamangaraja. Dia naik tahta pada tahun 1876 menggantikan ayahnya Singamangaraja XI yang bernama Ompu Sohahuaon.
Penobatan Si Singamangaraja XII sebagai Maharaja di negri Toba bersamaan dengan dimulainya open door policy (politik pintu terbuka). Belanda merasa perlu mengamankan modal asing yang beroperasi di Indonesia yang tidak mau menandatangani Korte Verkaring ( perjanjian pendek) di Sumatra terutama Aceh dan Tapanuli. Kedua konsultan ini membuka hubungan dagang dengan negara-negara Eropa lainya. Belanda sendiri berusaha menanamkan monopilinya di kedua kesultanan tersebut. Politik yang berbeda ini mendorong situasi selanjutnya untuk melahirkan peperangan yang berkepanjangan hingga puluhan tahun.
Satu yang masih terus jadi bahan diskusi hingga hari ini, adalah agama yang anutan Sisingamangaraja XII. Sebagian yakin, dia penganut kepercayaan lama yang dianut sebagian besar orang Batak. Mirip dengan dua agama besar dunia Islam dan Kristen, agama Batak hanya mengenal satu Yang Maha Kuasa, Debata Mulajadi Na Bolon atau Ompu Mulajadi Nabolon. Sekarang agama Batak lama sudah ditinggalkan, walau tentu saja kepercayaan tradisional masih dipertahankan.
Daya tempur yang sangat lama ini karena di tunjang oleh ajaran agama islam. Hal ini jarang jarang di kemukakan oleh para sejarawan, karena merasa kurang relevan dengan predikat Pahlawan Nasional. Atau karena alasan-alasan lain merasa kurang perlu membicarakanya. Kalau toh mau membicarakan tentang agama yang di anut oleh Si Singamangaraja XII, mereka lebih cenderung untuk mengakui Si Singamangaraja XII beragama Pelbagu. Pelbagu semacam agama animisme yang mengenal pula pemujaan dewa. Debata Mulajadi sebagai mahadewa. Juga mengaenal ajaran Trimurti: Batara Guru (dewa kejayaan), Debata Ser
Satu hal yang sukar diterima adalah bila Si Singamangaraja XII beragama animisme, karena kalu kita perhatikan Cap Si Singamangaraja XII yang bertuliskan huruf arab berbunyi; Inilah Cap Maharaja di negri Toba kampung Bakara kotanya. Hijrah Nabi 1304. Pada cap tersebut terlihat jelas penggunaan tahun hijriah Nabi. Hal ini memberikan gambaran tentang besarnya pengaruh ajaran Islam yang menjiwai diri Si Singamangaraja XII. Adapun huruf batak yang masih pula di abadikan, adalah sama dengan tindakan Pangeran Diponegoro yang masih mengguakan huruf jawa dalam menulis surat.
Begitu pula kalau kita perhatikan bendera perangnya. Terlihat pengaruh Islam dalam gambar kelewang, matahari dan bulan. Akan lebih jelas bila kita ikuti keterangan beberapa majalah atau koran Belanda yang memberitakan tentang agama yang di anut oleh Si Singamangaraja XII, antara lain; Volgens berichten van de bevolking moet de togen, woordige titularis een 5 tak jaren geleden tot den Islam jizn bekeerd, doch hij werd geen fanatiek Islamiet en oefende geen druk op jizn ongeving uit om zich te bekeeren. ( Sukatulis, 1907, hlm, 1)
Menurut kabar-kabar dari penduduk, raja yang sekarang (maksud Titularis adalah Si Singamangaraja XII) semenjak lima tahun yang lalu memeluk agama Islam yang fanatik, demikian pula dia meneka supaya orang-orang sekelilingnya menukar agamanya. Berita di atas ini memberikan data kepada kita bahwa Si Singamangaraja XII beragama Islam. Selain itu, di tambahkan pula tentang rakyat yang tidak beragama Islam, dan Si Singamangaraja XII tidak mengadakan paksaan atau penekanan lainnya. Hal ini sekaligus memberikan gambaran pula tentang penguasaan Si Singamangaraja XII terhadap ajaran agama itu sendiri.
Mohammad Said, dalam bukunya Sisingamangaraja XII menyatakan kemungkinan benar bahwa Sisingamangaraja seorang Muslim. Pedomannya berasal dari informasi dalam tulisan Zendeling berkebangsaan Belanda, J.H Meerwaldt, yang pernah menjadi guru di Narumonda dekat Porsea. Meerwaldt mendengar Sisingamangaja sudah memeluk Islam.
Di majalah Rheinische Missionsgessellschaft tahun 1907 yang diterbitkan di Jerman yang menyatakan, bahwa Sisingamangaraja, kendati kekuatan adi-alamiah yang dikatakan ada padanya, dapat jatuh, dan bahwa demikian juga halnya dengan beralihnya dia menjadi orang Islam dan hubungannya kepada orang Aceh.
Hubungan dengan Aceh ini terjadi Belanda menyerang Tanah Batak pada tahun 1877. Karena lemah secara taktis, Sisingamangaraja XII menjalin hubungan dengan pasukan Aceh dan dengan tokoh-tokoh pejuang Aceh beragama Islam untuk meningkatkan kemampuan tempur pasukannya. Dia berangkat ke wilayah Gayo, Alas, Singkel, dan Pidie di Aceh dan turut serta pula dalam latihan perang Keumala.
Pertukaran perwira dilakukan. Perwira terlatih Aceh ikut dalam pasukan Sisingamangaraja XII untuk membantu strategi pemenangan perang, sementara perwira Batak terus dilatih di Aceh. Salah satunya Guru Mengambat, salah seorang panglima perang Sisingamangaraja XII. Guru Mengambat mendapat gelar Teungku Aceh.
Informasi itu berdasarkan Kort Verslag Residen L.C Welsink pada 16 Agustus 1906. Dalam catatan itu disebutkan, seorang panglima Sisingamangaraja XII bernama Guru Mengambat dari Salak (Kab. Pakpak Hasundutan sekarang) telah masuk Islam. Informasi ini diperoleh oleh Welsink dari Ompu Onggung dan Pertahan Batu.
Dalam sebuah surat rahasia kepada Departement van Oorlog, Belanda, Letnan L. van Vuuren dan Berenshot pada tanggal 19 juli 1907 menyatakan, Dat bet vaststaatdat de oude S .S. M. Met zijn zonns tot den Islam waren over gegaan, al zullen zij wel niet Mohamedan in merg en been geworden zijn/ Bahwa sudah pasti S. S. M. yang tua dengan putra-putranya telah beralih memeluk agama Islam, walaupun keislaman mereka tidak seberapa meresap dalam sanubarinya.
Surat Kabar Belanda Algemcene Handeslsblad pada edisi 3 Juli 1907, sebagaimana dinyatakan Mohammad Said dalam bukunya, menuliskan, “Menurut kabar dari pendudukan, sudahlah benar raja yang sekarang (maksudnya Sisingamangaraja) semenjak lima tahun yang lalu telah memeluk Islam. Tetapi dia bukanlah seorang Islam yang fanatik, demikian pula dia tidak menekan orang-orang di sekelilingnya menukar agamanya”.
Informasi ini semakin menguatkan dugaan Sisingamangaraja XII telah memeluk Islam. Apalagi terlihat pola-pola Islam dalam pola administrasi pemerintahannya, misalnya bendera dan stempel.
Bendera Sisingamangaraja XII yang berwarna merah dan putih., berlambang pedang kembar, bulan dan bintang, mirip dengan bendera Arab Saudi sekarang. Bedanya bulan dalam bendera Sisingamangaraja XII yang terletak di seblah kanan pedang merupakan bulan penuh atau bulan purnama, bukan bulan sabit. Sedangkan bintang yang terletak di sebelah kiri memiliki delapan gerigi, bukan lima seperti yang biasa terlihat di mesjid dalam lambang tradisi Islam lainnya. Namun benda bergerigi delapan itu bisa juga diartikan sebagai matahari.
Bagian luar stempel Sisingamangaraja yang mempunyai 12 gerigi pinggiran juga menggunakan tarikh Hijriah dan huruf Arab. Namun huruf Arab itu untuk menuliskan bahasa Batak, “Inilah cap Maharaja di Negri Toba Kampung Bakara Nama Kotanya, Hijrat Nabi 1304”. Sedangkan aksara bataknya menuliskan Ahu Sahap ni Tuwan Singa Mangaraja mian Bakara, artinya Aku Cap Tuan Singa Mangaraja Bertakhta di Bakara.
“Sebenarnya bendera dan stempel itu sudah mencirikan corak Islam dalam pemerintahan Sisingamangaraja. Dengan demikian kuat kemungkinan dia sudah memeluk Islam, tetapi tidak ada data otentik jadi tidak bisa dipastikan kebenarannya,” kata Ketua Majelis Ulama Sumut H Mahmud Azis Siregar.
Keterangan lebih mendalam disampaikan, Dada Meuraxa dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Suku-suku di Sumatera Utara. “Sisingamangaraja XII sudah masuk Islam dan disunatkan di Aceh waktu beliau datang ke Banda Aceh meminta bantuan senjata,” kata Meuraxa.
Dalam buku itu Meuraxa menyebutkan, keterangan itu berdasarkan pernyataan seorang sumber, Tuanku Hasyim, yang mengutip pernyataan bibi-nya yang juga istri Panglima Polem yang menyaksikan sendiri upacara tersebut di Aceh.
“Walaupun belum cukup fakta-fakta Sisingamangaraja seorang Islam, tetapi gerak hidupnya sangat terpengaruh cerita Islam. Sampai kepada cap kerajaannya sendiri tulisan Arab. Benderanya yang memakai bulan bintang dan dua pedang Arab ini pun memberikan fakta terang,” tulis Dada Meuraxa.
Singamangaraja XII sendiri bernama Ompu Pulobatu, lahir pada 18 Februari 1845 dan meninggal 7 Juni 1907 dalam sebuah pertempuran dengan Belanda di Dairi. Sebuah peluru menembus dadanya. Menjelang nafas terakhir, akibat tembakan pasukan Belanda yang dipimpin Kapten Hans Christoffel itu, dia tetap berucap, “Ahuu Sisingamangaraja”.
Ucapan itu identik dengan kegigihannya berjuang.Turut tertembak juga waktu itu dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi, serta putrinya Lopian. Sedangkan sisa keluarganya ditawan di Tarutung. Itulah akhir pertempuran melawan penjajahan Belanda di tanah Batak sejak tahun 1877. Sisingamangaraja sendiri kemudian dikebumikan Belanda secara militer pada 22 Juni 1907 di Silindung. Makamnya baru dipindahkan ke Soposurung, Balige seperti sekarang ini sejak 17 Juni 1953.
sumber :
- http://mjinstitute.com/sejarah/21-si-singamangaraja-xii-gugur-sebagai-pahlawan-islam
- http://khairulid.blogspot.com/2005/03/mempertentangkan-agama-sisingamangaraja.html
(Up-date ; 7 Mei 2009)
Tanggapan Dari syariffuddin hutabarat : Tentang Agama Sisingamangaraja XII
Suatu kehormatan bagi saya mendapat tanggapan dan respon terhadap apa yang ditulis di blog ini, khususnya berkenaan dengan sejarah pahlawan nasional Sisingamangaraja XII dan apresiasi dari Bang Syariffudin Hutabarat terhadap tulisan ini maupun terhadap pribadi yang empunya blog, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Dari tiga tanggapan yang diberikan oleh Bang Syariffudin, dua tanggapan terakhir saya masukan dalam update posting ini.
Tanggapan kedua dari Bang Syariffudin Hutabarat
salam,
anda tidak layak untuk menulis sejarah Sisingamangaraja XII karena tidak punya data dan bukti dan masih mengutif “identik” dan itu menyesatkan,anda tidak layak untuk mempersepsikan sejarah kalau anda tidak punya data dan bukti karena itu akan merusak tatanan yang susah ada,apakah anda sudah siap di tuntut keluarga suatu hari kelak kalau tulisan anda menyimpang dari kebenaran yang di yakini keturunannya yang masih hidup saat ini.
saya bertanya pada saudara kopral cepot, tolong jelaskan masyarakat mana yang meyakini Sisingamangaraja islam dari suku aceh,kalau anda tidak bisa menjelaskan dengan data dan fakta yang bisa di pertanggung jawabkan berarti anda sudah memfitnah dan menyesatkan banyak orang dan itu hukumnya haram dalam ranah tulisan ilmiah.
Saudara kopral tidak menulis novel yang pelaku dan tempat kejadiannya fiktif,tapi anda menulis tentang Raja Sisingamangaraja XII sebagai pahlaawan Nasional Indonesia sebagai pelaku sejarah yang mengusir penjajah Belanda dari bumi batak.
saudara kopral jangan bermain-main dengan sejarah???
saudara kopral berhati-hatilah dalam mempersepsikan sejarah,bersifat ilmiahlah sedikit jangan seperti nenek moyang kita dulu yang tidak mengenal tatanan ilmiah dan kita generasi sekarang merobahnya, buatlah diskusi yang hangat,elegan biar saling membangun.
salam
Tanggapan ketiga dari Bang Syariffudin Hutabarat
salam,
kenapa tanggapan saya yang kedua tidak di posting dan merubah tanggapan anda,ada apa ini?
kalau saudara kopral cepot belum siap untuk menulis sesuatu secara ilmiah jangan dipaksakan dan anda menulis tentang sosok Pahlawan kemerdekaan repupblik Indonesia dan itu aset bangsa yang harus di hargai dan ingat jangan main-main dengan sejarah bangsa.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya dengan segala peristiwa yang terjadi saat itu.
tulisan anda jangan di posting di internet karena akan di baca seantero jagad dan janganlah penulis kontroversial yang tidak ada juntrugannya dan mamfaatnya dan itu tidak akan mencerahkan umat,terimakasih
salam
Kopral Cepot mencoba merespon.
@ Bang Syariffudin ; tulisan anda tidak ilmiah dan tidak ada bukti autentik disertakan dalam tulisannya dan semuanya asumsi,bisa benar dan lebih parah bisa menyesatkan, anda kopral cepot harus belajar sosiologi budaya batak di Bakkara tempat raja Sisingamangaraja, meneliti tentang budaya orang batak, dan meneliti literatur di perpustakaan di negeri Belanda sebagai tambahan literatur,mewancarai keturunannya yang masih hidup sebagai saksi sejarah,setelah itu semua sudah lengkap baru anda menulis tentang agama yang dianut Sisingamaraja XII,terlepas menganut agama apa tapi ada bukti ilmiah yang bisa dibuktikan dan diperdebatkan.
Kopral Cepot ; Tanks atas sarannya.. tapi jujur ajach bang, aku bukan sejarawan aku hanya orang yang mau dan sedang belajar sejarah. Secara pribadi aku tidak punya kepentingan apa2 terhadap agama yang dianut oleh Sisingamangaraja XII atau siapapun juga. Tetapi aku sangat menghargai dan saluuut terhadap ‘daya juang’ dari para pahlawan kita. berkenaan dengan posting ini aku ambil dari ;
– http://mjinstitute.com/sejarah/21-si-singamangaraja-xii-gugur-sebagai-pahlawan-islam
- http://khairulid.blogspot.com/2005/03/mempertentangkan-agama-sisingamangaraja.html
Jadi skali lagi aku hanya “sang pembelajar”
@ Bang Syariffudin Hutabarat : anda tidak layak untuk menulis sejarah Sisingamangaraja XII.
Kopral Cepot : Memang aku tak layak menulis sejarah bukan hanya sejarah Sisingamangaraja XII saja sejarah yang lainnya juga aku tak layak bang. skali lagi aku hanya “sang pembelajar”. Setiap posting sejarah di serba sejarah aku berupaya untuk mencantumkan referensi baik berupa buku sejarah maupun hasil pencarian yang dibantu oleh mbah google. Kalo aku boleh jujur…. aku tuh berterima kasih sama mbah google yang telah membantu aku “sang pembelajar”.
@ Bang Syariffudin Hutabarat : kalau saudara kopral cepot belum siap untuk menulis sesuatu secara ilmiah jangan dipaksakan dan anda menulis tentang sosok Pahlawan kemerdekaan republik Indonesia
Kopral Cepot : he he he he … emang sih aku terlalu memaksakan diri untuk menulis sejarah di “serba sejarah” ini. Tapi klo aku engak memaksakan diri, kapan aku bisa belajar… ?
@ Bang Syariffudin Hutabarat : ingat jangan main-main dengan sejarah bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya dengan segala peristiwa yang terjadi saat itu.
Kopral Cepot : ……….. ? pusing jawabnya
@ Bang Syariffudin Hutabarat : tulisan anda jangan di posting di internet karena akan di baca seantero jagad dan janganlah penulis kontroversial yang tidak ada juntrugannya dan mamfaatnya dan itu tidak akan mencerahkan umat,terimakasih
Kopral Cepot :Terima kasih sarannya bang, tapi maaf dah terlanjur di posting di internet. kalo menurut aku pembaca internet itu pinter-pinter, bisa milih dan milah mana yang benar mana yang salah. kalo kebetulan tulisan aku salah… yang jangan diterima tapi kalo bener mudah-mudahan bermanfaat. Sesuatu yang “kontroversial” bisa mengasah otak kita untuk cerdas… dan kecerdasan awal dari pencerahan umat.
demikian tanggapan dari “sang pembelajar” KOPRAL CEPOT. dan beribu-ribu terima kasih buat Bang Syariffudin atas saran dan kritikannya, ini membuat aku semakin giat untuk belajar sejarah.
Aku tunggu balik responya… salam
KOMENTAR KYJABAT…
BALIGAMA BINALIGAHON BARITAMA BINARITAHON KALAU SUKA MEMBENARKAN CERITA YG DIA KETAHUI ATAUPUN DENGAN TAMBAHAN OPINI PRIBADI DAN MEMPERDEBATKANYA BERARTI MEREKA SAMA-SAMA BODOH YG SEHARUSNYA SARANA INI BUKAN UNTUK PERDEBATAN MELAINKAN UNTUK MENAMBAH PENGALAMAN ATAU WAWASAN KARENA MATERI YG DISAJIKANPUN BELUMTENTU BENAR (YG SEBENARNYA) JADI UNTUK APA DIPERDEBATKAN ALAN BALIGADO BINALIGAHON JALA BARITADO BINARITAHON HORAS MAULEATE…
seringkali pembuat artikel situs situs itu, hanya mengembangkan data “”katanya katanya”". data data yang sebenarnya itu tak pernah dikembangkan. jadi klo sempat baca artikel ini, gak usah bikin komentar……………
Saya marga manullang dari kalimantan selatan banjarmasin , saya sudah baca yang anda buat untuk sejarah sisingamangaraja . saya harga i anda berkomentar , namun saran saya sebelum membuat sejarah tentang sisingamangaraja , tolonglah anda bertanya dulu siapa yang lebih tau mendekati sejarah sisingamangaraja . nenek luhur saya sampai kakek kandung saya itu masih ada keterikatan dekat dengan namanya sisingamangaraja tulen dengan bersama ajaran agama yang dibawanya . lae , sidikit aku berikan sedikit pengetahuan padamu , agama sisingamangaraja itu bernamakan parmalim bukan pelbagu ataupun kepala begu atau pun penyembah berhala . kenapa saya berani bicara seperti itu karna kakek saya agama parmalim sampai dia meningal membawa agama yang dibawa sisingamangaraja dan agama itu punya kitab sucinya lae , coba lae datang kesibuluan daerah sekitar dolok sanggul disana ada tempat ibadahnya agama yang dibawanya lae . lae , gelar sisingamangaraja itu ada maknanya , nama itu berawal dari singamangaraja namun balanda merubah namanya sisingamangaraja . banyak sejarah sejarah yang ditinggalkannya termasuk kaki gajah sisingamangaraja yanga ada sekitar huta sibuluan dolok sanggul yang belum orang begitu kenal . benda sejarah yang dipunya sisingamangaraja itu apa saja ? termasuk yanga namanya bonang haumasan , orang jaman dulu aja yang mengerti ini dan siapa yang memegangnya ? siapakah saksi saksi yang menyatakan gelar sisingamaraja itu ?apakah makna bendera batak dan dimanakah awal kerajaan batak itu ? itu pun kamu harus pelajari lae . sebenarnya saya mau memberikan kebenaran sejarah sisingamangaraja itu . namun saat ini hatiku belum penuh terbuka , karna saya menyadari siapa diri ini belum pantas dan belum waktunya . terima kasih .
Ketika seseorang hendak ingin menuliskan tentang sejarah daripada tokoh sejarah , pertama tama dia harus mengetahui segala dan apa saja yang terkait dengan tokoh sejarah yang ia ingin tuliskan ,,,
menurut saya data diatas yang di tuliskan oleh KOPRAL CEMOt , kebanyakan bertentangan dengan fakta yang ada tentang sisingamangaraja ,,, dan kebanyakan juga tidak sesuai dengan fakta ,
saya mau kasih saran saja , kalau anda benar benar ingin menuliskan biografi tentang SISINGAMANGARAJA , anda datang saja ke pangururan , tepatnya di pulau samosir , karan disitu lah data yang benar benar akurat mengenai apa dan siapa sebenarnya sisingamangaraja tersebut ,, karna saya sendiri sudah mendengar kesaksian mengenai sisingamangaraja , setelah saya membaca tulisan anda saya kurang dan sangat tidak setuju apa yang anda tuliskan mengenai agama daripada beliau ,,, Seorang SEJARAHWAN , maupun pembelajar yang belajar untuk menulis sejarah pahlawan hendaklah mempunyai data dan akuran , dan mampu untuk bertanggung jawab atas apa yang dituliskan , karna disitulah di perlukannya bukti daripada sejarah .. TRIMAKASIH
Anda adalah orang yang menulis / mengulik sisi tentang sosok tokoh yang anda pun tidak paham betul mengenai tokoh tersebut.
Hanya bermodalkan dari refernsi dr dunia maya tidak cukup kuat untuk membuktikan apa yang anda tulis kawan.
KENAPA ANDA TIDAK PERGI KE TANAH TAPANULI TEPATNYA DI PULAU SAMOSIR UNTUK MENGAKURASI TULISAN ANDA INI ????
Atau apakah tulisan ini hanya dibuat untuk menghebohkan dunia maya saja dengan menggunakan alibi sosok pembelajar yang kapan lg mw belajar ???
Tulisan anda ini belum bisa diakreditasi keakurasiannya bung.
HORAS…
Raja Sisingamaraja masuk Islam ?? jangan mengada” lah Tolol..
kau pantas jadi penulis cerita bokep aja .
seluruh artikel yang pernah dibuat bung kopral ini saya pikir dan saya cermati adalah cukup bermutu dan qualified . dan adalah biasa atau lumrah untuk memajukan dan mengajukan daya kritisnya dalam dan apalagi wujudnya sebuah blog yang ( tidak main2 akan dibaca dan terbaca oleh pembacanya seluruh jagad ) nota bene kepemilikanya terlindungi .
tentu punya alasan tersendiri dari sudut pandang beliaunya ( konsekwensi daftar pustaka / rujukan .red ) yang kadang dan bisa pasti bersinggungan – bertabrakan – berlawanan arah dikarenakan tidak sejalan dengan kemauan dan arah pikir seseorang. dunia makin berkembang ibaratnya kita masing2 tahu akan kemana akhir dan endingnya , begitu juga dengan sebuah artikel . error sampling ( dalam bentuk angka mortalitas ) memanglah disediakan dan lumrah bagi suatu nilai jual – beli .
semoga komentar ini tidak bersifat mengail diair keruh atau sejenisnya . dan apakah artikel ini sebuah ” error sampling ” , tetapi paling tidak , tidak mengarah ke angka mortalitas . SALAM UNTUK SEMUANYA.
Penulis blog ini sangat terobsesi bahwa Raja Sisingamangaraja memeluk agama islam, jangan asal dalam menulis sejarah bung….anda ga tau yang anda tulis sejarah siapa…?? anda bisa dikutuk oleh bangsa batak sedunia
Kurang ajar yang nulis blog ini….jangan sembarangan dalam menulis sejarah
Buat seluruh masyarakat indonesia, jangan percaya atas penulisan sejarah Raja Sisingamangaraja ini..ini penulisan yang menyesatkan……Tolol yang nulis
hey..kopral cemot, sini kau kulibas nanti nulis nulis sembarangan…..
masuk islam….mama kau kali !! Setan kau ( JANGAN NULIS SEJARAH SEMBARANGAN)….!!
Yang nulis blok ini gue kutuk jadi BODAT (Monyet) aja…..sembarangan nulis….
@ kopral cemot : Kampret kau nulis nulis sejarah sembarangan…….Terkutuk kau
Masuk islam, tetangga kau kali…..kutukupret…..monyet…..
yang paling goblok yang nulis blog ini,.. matilah kaw
Kopral cepot yang terhormat: Alangkah baik nya,anda menggali lebih dalam lagi Tentang Sosok Sisingamangaraja,biasa nya perjalanan kepahlawan seoran tokoh itu pasti melekat dengan peninggalan sejarah nya juga.
Kalau seorang Raja Sisingamangaraj seorang Muslim,mengapa tidak satupun Meninggal kan mesjid ?
kalau mengenai lambang Kerajaan nya,bisa saja Sisingamangaraja mengadopsi dari Aceh,karena merasa satu penanggungan,karana sama-2 dijajah.Mungkin saja 1000 tahun yang akan datang semua umat kristen menganggap semua anggota palang merah adalah kristen,karena menggunakan tanda salip.
Contoh lain:kita tahu kalau di keluarga muslim,anak dan keturunan nya tidak bisa memilih,kalau orang tua nya MUSLIM,PASTI ANAK NYA MUSLIM JUGA,kalau gak kan,akan di cap kafir,dan harus di bunuh.
Sampai sekarang,saya tidak melihat ada 1 pun keturunan langsung Sisingamangaraja yang di Bakkara menganut agama islam.
Saran saya, coba gali lagi…pergilah ke huta Bakara,ditempat asal muasal sejarah ini,nanti anda akan di pandu,di mana Dia lahir…sampai di mana di meninggal nya.
janganlah mengandalkan imajinasi anda menulis sejarah besar,karena sejarah bukanlah cerita novel atau sinetron yg naskahnya dapat direkayasa.hendaklah bijak kl ingin jd penulis ,bukan karena anda menukil dari sejarahwan yg terdahulu maka anda dapat mengasumsikan dan menyimpulkan dan membuat keputusan sepihak bahwa Tokoh Pejuang sekaligus seorang Raja dari tanah batak yg sangat dikagumi,dihargai,disanjung oleh bangsanya dapat anda katakan muslim,kl memang masih belajar jgn anda tampilkan tulisan anda dimedia sebelum meminta saran dan pendapat dari ahli waris,keluarga para pelaku sejarah,dan para tetua suku batak.thank’s for all.dari cucu penulis buku Sejarah RAJA SISINGAMANGARAJA I-XII (ADNIEL LUMBANTOBING)