Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

“Mengapa Belanda mempraktikan devide et impera?”

Pengertian secara definitif Divide et impera atau Politik pecah belah adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat.

Apabila kita membaca sejarah bangsa ini maka kita akan tahu mengapa hal ini terjadi. Terdapat satu komunitas yang terus menerus berjuang sementara di sisi yang lain berbaris komunitas-komunitas yang sedang asyik menikmati rejeki hasil pengkhianatan. Lucunya, dengan enteng kita mengatakan semuanya akibat politik divide et impera. Selalu orang lain yang disalahkan dan bukan mengapa kita bisa diadu domba.

Perlawanan di berbagai daerah itu antara lain Perang Saparua, Maluku (1817) di bawah pimpinan Pattimura. Perang Padri (1821 – 1837) di Sumatera Barat yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol. Di Jawa muncul Perang Diponegoro (1825—1830) yang dipimpin Pangeran Diponegoro, didukung oleh Kyai Maja, Sentot Ali Basyah Prawirodirjo, dan Pangeran Mangkubumi. Perang Aceh (1873 – 1904) yang melahirkan tokoh-tokoh terkenal seperti Panglima Polim, Teuku Cik Ditiro, Cut Nyak Dien, Teuku Ibrahim, dan Teuku Umar. Tokoh perlawanan dalam Perang Banjar, Kalimantan (1858 – 1866) adalah Pangeran Prabu Anom, Pangeran Hidayat, dan Pangeran Antasari. Tokoh Perlawanan di dalam Perang Jagaraga, Bali (1849 – 1906) adalah Raja Buleleng, Gusti Gde Jelantik, dan Raja Karangasem, dan sebagainya. Ini adalah bukti dari satu komunitas yang yang terus menerus berjuang mempertahankan eksistensi idiologi dan politik yang tak sudi di rebut oleh tangan penjajah.

Ketika belajar sejarah, kita tidak pernah diberi kesempatan untuk bertanya dan dicerahkan pemikiran kita untuk bertanya, “Mengapa Belanda mempraktikan devide et impera?” Belanda tentu tidak bodoh, antropolog, sejarawan dan ilmuwan humaniora terbaik yang ada di seluruh Negeri Belanda tentunya telah dipekerjakan untuk meneliti watak khas orang Indonesia sebelum Pemerintah Belanda mengimplementasikan sebuah kebijakan.

“Batu turun keusik naek”
Tidak akan suatu kebijakan politik yang berhasil tanpa ada unsur pendukungnya, bagaimana pun baiknya suatu kebijakan politik kalau tanpa partisipasi politik maka akan gagal total dan sebaliknya sejelek-jeleknya kebijakan politik tetapi kalau ada unsur pendukung yang mengsukseskannya tentunya kebijakan tersebut akan berjalan dengan sendirinya. Politik devide et impera adalah produk penjajah yang tak kan sukses kalo tidak ada pihak yang bodoh dan haus kekuasaan sehingga mereka lebih suka bekerja sama dengan Belanda selama mereka (bersama Belanda) dapat menjajah rakyat di Nusantara ini.

jadi…“Mengapa Belanda mempraktikan devide et impera?”

About these ads

26 comments on ““Mengapa Belanda mempraktikan devide et impera?”

  1. Mahendra
    Maret 23, 2009

    Politik devide et impera atau yang umumnya juga disebut politik adu domba adalah pilihan cara politik yang sudah ada bahkan jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia.

    Dalam berbagai literatur sejarah dan cerita-cerita legenda banyak sekali ditemukan intrik dan konflik politik yang berlatar belakang adu domba.

    Memang biasanya cara-cara adu domba atau pecah belah dilakukan oleh kelompok yang berkekuatan lebih kecil untuk mengurangi kekuatan lawan yang jauh lebih besar. Sehingga lebih mudah untuk dikalahkan.

    Issue-issue dan intrik yang berkisar seputar perebutan jabatan, wilayah, eksistensi diri, wanita dan uang menjadi bunga-bunga dalam setiap upaya politik adu domba atau pecah belah yang terjadi.

    ………
    kopral cepot : tapi kenapa politik devide et impera dialamatkan ke Belanda? padahal intrik adu domba ini bukan hanya terjadi di nusantara tetapi di dunia dan sepanjang masa.. karena manusia punya hasrat dan syahwat.
    Sering muncul suatu pernyataan : coba kalau Belanda tidak memakai politik adu domba maka ….. dst.. dst…

    Semoga semuanya menjadi bahan perenungan dan pembelajaran untuk bisa menemukan penangkal devide et impera atau politik anti devide et impera… yang di butuhkan pada zaman sekarang ini.

    Kang Mahendra.. hatur tengkyu

  2. away
    Maret 31, 2009

    Devide at empire merupakan salah satu strategi yang terbaik dalam penjajahan di dunia, dimana kelompok yang satu di adu dengan kelompok yang lain yang menghasilkan keuntungan bagi si pengadu(penjajah),makanya hati2 sama orang pengadu..oks bos.

  3. nyit2
    Oktober 22, 2009

    ga usah dizmn belanda deh sistm politik begini qt temuin..
    Skrg jg msh bnyk bs ditemuin. malah lbh kompleks. Aq jg ngerasain. Gmn caranya tmn memecah belah persahabatan.. Devide et impera jg khan?

    • adisuseno
      Agustus 7, 2010

      setuju
      tapi devide et impera kan dah kita agep pateny belanda. itu khususny
      umumny, ya spt kasus nyit2 ini

  4. wirseven
    Januari 28, 2010

    yuppppppppppppppp

  5. adisuseno
    Agustus 7, 2010

    pak kopral, minta ijin jadiin referensi ya

  6. Ping-balik: Islam pun Belum Tentu Kebal Devide et Impera « Adisuseno's Blog

  7. Ahmadimejo
    Desember 10, 2010

    Hm, sampai sekarang pun tetap masih terjadi upaya DEVIDE ET IMPERA seperti jaman dulu, Hanya saja yang berbeda pelakunya, (iya kan?)….Kalo dulu pernah terjadi sebuah negara/kerajaan dari yang satu dipecah menjadi dua, dari yang dua dipecah lagi menjadi empat… Pas sudah merdeka (saya masih ragu klo memang bener2 sudah merdeka), sadar atau belum menyadari, sudah tahu dulu sengaja dipecah,kok sampai kini tidak pernah ada upaya penyatuan kembali… Gengsi..?

    Nah, seperti apa sajakah model DEVIDE ET IMPERA masakini..? Aspek kehidupan kekinian apa saja yang terlingkupi oleh Kebijakan itu?…. Selama ada pencari kepentingan, maka DEVIDE ET IMPERA akan tetap eksis sepanjang masa.. seharusnya kita lebih menekankan pada penyadaran setiap individu agar mewaspadai upaya DEVIDE ET IMPERA dari pihak yang pastinya merugikan kita..

    Hm.. ^_^

  8. RAJA
    Juni 7, 2011

    Reformasi DEMOKRASI harus tetap terpimpin bukan demokrasi yang memimpin, DEMOKRASI YANG DI GAUNGKAN SAAT INI DI PENJURU DUNIA ADALAH MUTLAK SYMBOL KEMASAN BARU DARI DEVIDE ET IMPERA KINI PENGHIANAT BANGSA LAGI MENARI – NARI 4 TOKOH REFORMASI INILAH YANG TELAH DITUNGGANGI YANG TERLIHAT WAH TIDAK LAEN ANTEK-ANTEK KEPANJANGAN TANGAN DARI ZIONIST DEMI TERCIPTA ISRAEL RAYA SEHINGGA BANYAK PEMIMPIN KARBITAN TSB SELALU MERUGIKAN BAGI NKRI SETIAP NEGARA YANG TIDAK MEMILIKI STABILITAS DALAM NEGERI AKAN RAPUH DALAM SYSTEM BIROKRASI SERTA FAHAM – FAHAM KESATUAN DAN KEBERSAMAAN YANG SESUNGGUNYA DAN MUDAH UNTUK DITUNGGANGI TUK TERCIPTANYA PEMIMPIN BONEKA ZIONIST UNTUK MELANGSUNGKAN PERBUDAKAN DI GENERASI ZAMAN YANG AKAN DATANG

  9. carolin
    Oktober 16, 2011

    Devide et Empera adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. Contohnya yg dilakukan Belanda terhadap Indonesia

  10. doktertoeloes
    November 5, 2011

    namanya saja POLITIK DEVIDE ET IMPERA .yang saya garis bawahi adalah kata politik notabene cara untuk mencapai tujuan tertentu umum-
    nya belanda menjarah kekayaan kita sebanyak-banyaknya(jangan berharap kita diberi sisanya / pengertian politik) menyitir kata bung karno politik harus dilawan dengan politik.cuma rakyat /masyarakat ini ada beribu-ribu suku (suku sub bagian dari ras lebih cenderung masuk unsur kepentingan ) Lha ini belanda tahu sehingga politiknya berjalan langgeng.maka politiknya harus berhenti(YANG PENTING BERHENTI DULU NAMANYA DEVIDE ET IMPERA ) inilah fakta sejarah kalau mau intro -speksi :itu yang namanya politik devide et impera bagaimana bisa tumbang kalau rasa egoisme sentris kesukuan ini amat sangat kuat dan kalau boleh jujur bodoh lagi…..MAKANYA BELANDA SALAH SATU PENINGGALANYA SEBAGIAN MASYARAKATNYA ADA YANG PINTER. berimbas senjata makan tuan ,bumerang bagi belanda sendiri.pada saat ini masyarakat ini sudah pinter-pinter sehingga politik devide et impera hanyalah sebuah kenangan mirip sebuah lagu tembang kenangan.harapan saya pinter JANGAN KEBLINGER !!!

  11. Ficho marcello
    Juni 3, 2012

    Saya tidak tahu

  12. wa liang mieng
    Juni 3, 2012

    zaman belanda yaa ikut belanda – zaman jepang yaa ikut jepang – zaman bung karno yaa ikut bung karno – zaman hm soeharto yaa ikut hm soeharto – zaman bj habibie yaa ikut bj habibie – zaman gus dur yaa ikut gus dur – zaman megawati yaa ikut megawati – zaman sby yaa ikut sby – bisa apa nggak yaa ikut arus dan arah angin.

    ( belanda ikut belanda – jepang ikut jepang – orla ikut orla -orba ikut orba – reformasi ikut reformasi – kira2 bisa apa nggak yaa ikut angin bertiup dimana air mengalir)

  13. レザー ピコ
    Juni 16, 2012

    Kalau gak mau di bom atom sama amerika mending diem deh..
    Kamu mau nasib bangsa indonesia sama seperti jepang..
    Percuma saja kalo mau melawan amerika..
    Indonesia pasti kalah dalam tekhnologi..
    Yang penting tunjukkan lewat prestasi.. bukan adu opini!!

  14. レザー ピコ
    Juni 16, 2012

    Di satu sisi memang kemiskinan masih melanda negeri ini.. tapi di sisi lain handphone,mobil,motor produk luar masih banyak yang beredar di negeri ini..
    Agan mau menyalahkan siapa?? agan mau berperang terus dengan saudara agan sendiri??
    Yang penting tunjukkan lewat prestasi gan.. bukan adu opini!!
    atau agan mau melawan bangsa amerika?? agan berani??tekhnologi mereka lebih canggih gan,,bom atom yang dulu pernah ngebom hiroshima ame nagasaki..
    Indonesia gak akan bisa ngelawan gan..

  15. kalau tehnologinya hanya ngebom ataupun bisa pulang – pergi ke bulan dan yang canggih2 sich menurut saya itu biasa saja . makanya kita harus ikut arus deras , agar tehnologinya bisa ditransfer ketempat kita – itulah keguna’anya ” ikut angin bertiup dan air mengalir ” – saya setubuh dengan panjenengan ” Wa Liang Mieng “.

  16. BUKAN ADU OPINI sama sekali bukan mensitir ungkapan bung karno ” BANYAK BICARA DAN BANYAKLAH BEKERJA ” ataupun ungkapan hm soeharto ojo dhumeh ,ojo nggumunan , ojo rumongso biso dan lain2 ungkapan a.l ronggowarsito (beliau) mengingatkan kita2 ini ( sejarah ) supaya ” Yang penting tunjukan lewat prestasi “. lain -lah kalau beradu opini – prestasi jauh diatas nilainya daripada beradu opini. nah !! untuk mendapatkan prestasi itulah kita2 ini “ikut angin betiup dan air Mengalir “.
    ( ira maya (SOPHISTICATED) ).

  17. Wa Liang Mieng
    Juni 17, 2012

    Tolok ukur kita masing2 terhadap bangsa dan negara ini yaitu Negara Karunia Ridho Illahi adalah rasa memiliki dan patriotisme ( yang bukan buta atau tuli ) dengan kata lain lagi adalah ” NASIONALISME BUILDING ” NKRI atau paling tidak membina karakter diri kita masing2 terhadap Negara Karunia Ridho Illahi ( NKRI ) daripada tidak berbuat sama sekali alias duduk diam melihat bintang dilangit yang berakibat fatal timbulnya ” massa mengambang ” atau floating mass seperti yang telah pernah kita alami – inilah sekelumit manfa’at ” reformasi ” terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara kita selaku manusia yang mengaku warga NKRI , inikah yang dimaksud ” beradu opini ” itu ? TENTU KELEBIHAN ITU – JAUH PANGGANG DARIPADA API !! mari kita bertanya pada bung kopral – salam.

    ———————-
    Kopral Cepot : Sebenarnya apa yg musti dipertanyakan?.. komentar “Yang penting tunjukkan lewat prestasi.. bukan adu opini!!” … prestasi itu dari mana asalnya?.. saya kira prestasi tak kan ada secara tiba-tiba tanpa orang itu punya cita-cita… dan cita-cita terbentuk yg kalo menurut bapak istilahnya “Nasional Building”… cita-cita lahir dari sebuah kesadaran… kesadaran dari nalar pemahaman.. pemahaman dari kemengertian akan hal-hal yang ada atau yang sudah ada.. pemahaman itulah diantaranya datang dari membaca…. maka disini bukan “adu opini” tapi disini ajang tempat “MEMBACA”…. Baca—Paham–Sadar–Cita … nextnya dari Cita-cita adalah KARYA sebagai prestasi selama masih hidup.

  18. JAMIAN SIHOMBING,SH
    September 5, 2012

    POLITIK DEVIDE ET IMPERA(POLITIK PECAH BELAH)””,Bangsa indonesia bangsa yang kaya akan kebudayaan,etnis dan suku.jadi mari persatukan indonesia sejahtera.bukan hanya uluk-uluk tapi pemimpin yang bijaksana

  19. Supriyadi Wongsolo
    September 11, 2012

    Hati2 dengan “Juragan Wedus Gembel”
    Nanti diadu Domba lho?….
    Memang begitulah kebiasaan / tugas “Para Juragan”, wedus, sapi, kerbau dlsb.

  20. Tiffany Cheng
    Oktober 24, 2012

    Tidak hanya Belanda saja yang melakukan teknik adu domba di Indonesia pada zaman dulu kala.

    AS pun melakukan yang sama terhadap China dan Taiwan di zaman sekarang ini, AS ingin mempersenjatai Taiwan agar ia bisa mengadu domba China. AS mendukung rezim Taiwan untuk membuat China kehilangan kekuatannya,dan memecahbelah China. AS mendukung rezim KMT yang jelas-jelas korup dan dibenci di China, agar AS bisa memenuhi kepentingannya sendiri di Asia Timur. AS melakukan teknik adu domba dengan mencuci otak warga dan politisi Taiwan agar mereka melawan China. AS menjadikan Taiwan sebagai “bonekannya” agar ia bisa menghancurkan China.

    Bagaimana dengan Timur Tengah? Sampai sekarang tetap terlibat konflik satu sama lain. Karena eknik adu domba AS untuk menguasai minyaknya Timur Tengah dan memenuhi kepentingan Zionis Israel yang picik.

    Inggris pun melakukan hal sama terhadap India dan Pakistan. Inggris mengadu domba India dan Pakistan, dengan membagi kekuasaan India berdasarkan agama dan kepercayaannya. Inggris mengadu domba India dan pakistan agar Inggris bisa mengusai dan merampok kekayaan India di masa lampau. Hal menyebabkan konflik kebencian India dan pakistan yang kita saksikan pada hari ini.
    Irlandia tak kalah luput dari adu domba Inggris, Katolik dan Kristen SALING MEMBENCI SATU SAMA LAIN. di Irlandia. Bayangkan karena hasil adu domba Inggris, sampia hari ini kita menyaksikan Irlandia terpisah menjadi dua. Yaitu republik Irlandia beragama Katolik dan Irlandia Utara Kristen di bawah naungan Inggris Raya.

  21. Yannanuurang Euy
    Agustus 24, 2013

    batu turun kesik naek….

  22. anggit
    November 3, 2013

    mau numpang tanya ni yaa.. land rent itu artinya apa? cultuur stelsel itu apa? mau tanya aja.. :)

  23. The $ema$a
    September 25, 2014

    nice blog

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: