Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara
Pernahkah anda bermain-main dengan batang korek api? Sekalipun batang korek api itu terserak-serak tidak jelas bentuknya, Anda harus menyusunnya jadi petakan-petakan, orang-orangan, rumah-rumahan, dan sebagainya.
Ada definisi sejarah yang tautologis yang mengatakan bahwa sejarah ialah apa yang dikerjakan sejarawan. Tautologi ini menegaskan bahwa sejarawan mempunyai kebebasan dalam merekonstruksi. Yang mengikat sejarawan hanya „batang korek“ yang berupa fakta sejarah. Perumpamaan lain, sejarawan itu seperti dalang, ia dapat memainkan apa saja. Akan tetapi, ia dibatasi oleh wayang dan lakon. Taruhlah wayang sebagai fakta, dan lakon itu sebagai tema yang dipilih oleh sejarawan.
Apa yang direkonstruksi sejarah ? Ialah apa saja yang sudah dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan di alami orang. Sejarawan dapat menulis apa saja, asal memenuhi syarat untuk di sebut Sejarah. Jangan dibayangkan membangun kembali masa lalu itu untuk kepentingan masa lalu sendiri; itu antikuarianisme dan bukan sejarah. Juga jangan dibayangkan masa lalu yang jauh.
Aku bukan masa lalu, tapi masa lalu membawaku ke masa depan ~kopralogic~
Attention ! Serbasejarah dengan admin Kopral Cepot hanya menulis di blog ini, tidak buka lapak di blogspot, multiply atau lainnya... Hatur tangkyu ;)
| Az Zam Al Afghani on Unduh e-Book Sejarah | |
| jefry on Unduh e-Book Sejarah | |
| pplnpenang on Unduh e-Book Sejarah | |
| bukanu on PERANG PADRI ; gerakan Harimau… | |
| bukanu on PERANG PADRI ; gerakan Harimau… | |
| Karmidi on Mengenal Sejarah Komunisme di… | |
| chandra iman on Melelang Monumen Jenderal Soed… | |
| faruq86 on PKS Dis-Orientasikah ? ? ? | |
| doktertoeloes " swis… on Buat Tamuku | |
| batara on PKS Dis-Orientasikah ? ? ? | |
| zahid29 on Peran “Ulama” Djaw… | |
| Mencatat Sejarah Mas… on Mencatat Sejarah Masjoemi | |
| deddy j immanuel l t… on Sisingamangaraja XII (1845… | |
| Kumpulan Sejarah on PETA, Untuk Siapa? | |
| Hendra Gunawan, SS on Abdul Qahhar Mudzakkar Sang Pa… |
Blog pada WordPress.com. Tema: Suburbia oleh WPSHOWER.
pada suatu ketika, ada diklat para sarjana jurusan Sejarah. para peserta tiba-tiba melihat dengan mata kepalanya sendiri ballpoint sang narasumber jatuh.
tak lama bolpoint itu diambil lagi oleh narasumber. sambil bertanya, apa yang telah terjadi.
kontan dijawab oleh peserta, ballpoint anda jatuh, ada lagi yang bilang ball point anda terjatuh.
dengansenyum, si profesor bilang. wah… anda ini pakar sejarah semua, dan saksi sejarah, tapi tidak bisa memahami apa yang sesungguhnya terjadi.
yang benar adalah ” Saya telah dengan sengaja menjatuhkan ballpoint saya.”.
——————–
Kopral Cepot : Good point … hatur tararengkyu
wah, menarik sekali ya. sepertinya saya kalau ada di kesempatan yang sama seperti itu akan pasti dikatain pakar sejarah dan saksi dah. ha ha ha
Ping-balik: Hatur Tararengkyu « Biar sejarah yang bicara ……..