Sebuah tulisan menarik dari Joni Sujono Mahasiswa ICAS yang dimuat pesantren ciganjur.org
Prawacana
Dalam kebudayaan Jawa, konsep “Raja” adalah penyangga dan penghubung mikrokosmos dan makrokosmos, kehidupan manusia dan alam semesta. Kemampuan raja dalam mengemban fungsi tersebut disebabkan ia memiliki kekuatan magis yang bersumber dari dua daya yang dimilikinya.
Partama, ia mendapat wahyu. Kedua, ia memiliki kesaktian. Wahyu menjadi raja diperolehnya sebagai berkah dan karunia dari Hyang Maha Kuasa, meskipun faktor keturunan, garis darah “biru”, sangat dominan dalam hal ini. Kesaktian didapat dari usahanya sendiri untuk menjadi seorang manusia yang tangguh lahir batin, seperti olah spiritual maupun usaha menghimpun benda-benda pusaka. Lanjutkan membaca ‘Polemik Naskah Negara Kertagama’
Sastra (Sansekerta शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Tetapi kata “sastra” bisa pula merujuk kepada semua jenis tulisan, apakah ini indah atau tidak.
UMUMNYA sejarah “Perang Bubat” yang diungkapkan dalam bentuk novel atau prosa liris, hampir sama, menceritakan tentang gagalnya pernikahan Dyah Pitaloka (Citraresmi) dengan Hayam Wuruk akibat pengkhianatan Mahapatih Gajah Mada. Tokoh Gajah Mada menjadi sosok yang dibenci urang Sunda karena Gajah Mada dianggap berkhianat kepada rajanya, Prabu Hayam Wuruk.
Ternyata tidak hanya iklan komersial yang memiliki tagline. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika memimpin rapat perdana Kabinet Indonesia Bersatu II, Jumat (23/10) di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, menyampaikan tagline kabinet baru yang baru dibentuknya.
Masih ingatkah Pernyataan Presiden PKS Tifatul Sembiring pada pemberitaan di Majalah Tempo edisi 1-7 Juni 2009 halaman 29. Pernyataan yang sangat menyakitkan bagi setiap muslim, yakni Presiden PKS mengatakan, “Apa kalau istrinya berjilbab lalu masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik?,” katanya.



















RSS - Posts
Hatur Tankyu for Koment