ikan-ikan kecil belajar berenang
kelaut lepas melepas rasa tertindas
burung-burung pipit keluar sarang
melayang terbang, terbangkan angan-angan Lanjutkan membaca ‘rumah baru !!!’
Ruang Sastra Dalam Bingkai Sejarah Indonesia
Diterbitkan November 6, 2009 Kumpulan Artikel Sejarah , Sejarah Indonesia Modern , Sejarah Pemberontakan 8 CommentsTags: Periode Sastra, Sastra, Sastra Eksil, Sastra Pembebasan, Sastrawan, Sejarah Indonesia, Sejarah Sastra Indonesia
Sastra (Sansekerta शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Tetapi kata “sastra” bisa pula merujuk kepada semua jenis tulisan, apakah ini indah atau tidak.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.(1) Lanjutkan membaca ‘Ruang Sastra Dalam Bingkai Sejarah Indonesia’
Biarkan “Perang Bubat” Berlanjut
Diterbitkan November 2, 2009 Kumpulan Artikel Sejarah , Sejarah Sunda 14 CommentsTags: Gajah Mada, Majapahit, Perang Bubat
UMUMNYA sejarah “Perang Bubat” yang diungkapkan dalam bentuk novel atau prosa liris, hampir sama, menceritakan tentang gagalnya pernikahan Dyah Pitaloka (Citraresmi) dengan Hayam Wuruk akibat pengkhianatan Mahapatih Gajah Mada. Tokoh Gajah Mada menjadi sosok yang dibenci urang Sunda karena Gajah Mada dianggap berkhianat kepada rajanya, Prabu Hayam Wuruk.
Dengan tipu daya untuk menyulut amarah Linggabuwana, Gajah Mada meminta agar Pitaloka – yang tadinya akan dijadikan permaisuri Hayam Wuruk, agar diserahkan sebagai upeti. Gajah Madalah yang mengobarkan api peperangan, ketika hati Maharaja Linggabuwana (ayah Pitaloka) terluka, merasa dihina dan direndahkan, lalu memilih untuk melawan karena tidak mau menyerahkan putrinya sebagai upeti. Peperangan yang tak seimbang itu, tentu saja lebih merupakan sebuah pembantaian. Maharaja Linggabuwana, permaisuri, dan pasukan pengawalnya gugur di Bubat. Sementara Pitaloka memilih bunuh diri demi harga diri. Satu-satunya pengawal yang berhasil lolos adalah Pitar. Kisah tragis itu membuat banyak urang Sunda yang kanyenyerian, sakit hati, dan perasaan itu tetap terpelihara, hingga sekarang. Lanjutkan membaca ‘Biarkan “Perang Bubat” Berlanjut’
Inilah situs (porno) yang jarang dikunjungi orang Indonesia
Diterbitkan Oktober 31, 2009 Blog n Me 13 CommentsTags: Blokir Situs Porno, Papua, program 100 hari bung tif, Situs Porno, Tifatul Sembiring, UU Pornografi
Sambil menunggu kiprah Bung Tifatul Sembiring dalam gebrakan 100 harinya memblokir situs porno, “mengintip” kabar dari blogger.bangunnegeri.com ternyata ada situs porno yang jarang dikunjungi orang Indonesia. Ini dibuktikan dengan pagerank versi google diatas 2,7 jutaan padahal situs ini sangat informatif. Lanjutkan membaca ‘Inilah situs (porno) yang jarang dikunjungi orang Indonesia’
Busyet Dah !!? Jargon Kabinet SBY berbahasa Amrika Lupakan Sumpah Pemuda !!
Diterbitkan Oktober 27, 2009 Wacana Kini 28 CommentsTags: Jargon SBY, Jasmerah, Peringatan Sumpah Pemuda, sby-boediono, Sumpah Pemuda, Tagline KIB jilid 2
Rapat Kabinet Pertama KIB jilid 2, SBY ngasih Tagline
Ternyata tidak hanya iklan komersial yang memiliki tagline. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika memimpin rapat perdana Kabinet Indonesia Bersatu II, Jumat (23/10) di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, menyampaikan tagline kabinet baru yang baru dibentuknya.
Secara keseluruhan, ada tiga tagline yang hendak direkatkan pada kabinet berjumlah 34 menteri tersebut. “Pertama, change and continuity. Apa yang dilakukan kabinet sebelumnya, yang masih relevan, yang masih berlanjut, harus dilakukan. Jangan malu-malu,” ujar Presiden. Lanjutkan membaca ‘Busyet Dah !!? Jargon Kabinet SBY berbahasa Amrika Lupakan Sumpah Pemuda !!’
Inilah Situs Porno Yang Akan di Blokir Bung Tifatul … (Beranikah!)
Diterbitkan Oktober 23, 2009 Wacana Kini 132 CommentsTags: Alexa, Blokir Situs Porno, Indonesian Porn, Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, Karakter Bangsa, Menkominfo, PKS, Porn Site, Program 100 hari, Situs Porno, Tifatul Sembiring, UU Pornografi
Masih ingatkah Pernyataan Presiden PKS Tifatul Sembiring pada pemberitaan di Majalah Tempo edisi 1-7 Juni 2009 halaman 29. Pernyataan yang sangat menyakitkan bagi setiap muslim, yakni Presiden PKS mengatakan, “Apa kalau istrinya berjilbab lalu masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik?,” katanya.
“Soal selembar kain saja kok dirisaukan.” Inikah ucapan tokoh yang mengaku muslim? Betapa nekat saudara Tifatul Sembiring mengorbankan syari’at demi kepentingan kursiologi. Saya katakan, bahwa ucapan Tifatul Sembiring adalah penistaan dan penodaan terhadap Syari’at Islam. (1)
Tifatul Sembiring Jadi Menteri “Internet”
Lanjutkan membaca ‘Inilah Situs Porno Yang Akan di Blokir Bung Tifatul … (Beranikah!)’
Purnomo Yusgiantoro dan “Pertahanan” Freeport
Diterbitkan Oktober 23, 2009 Wacana Kini 17 CommentsTags: Freeport, Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2, kabinet sby, korporatokrasi, Purnomo Yusgiantoro
Di Indonesia untuk industri tambang (gold, coal, nickel dkk) juga dikenal istilah Big4 yang terdiri dari: Freeport Indonesia, Newmont Indonesia, International Nickel Indonesia (INCO) dan Kaltim Prima Coal (KPC).
Sejarah PT Freeport Indonesia (PTFI) bermula saat seorang manajer eksplorasi Freeport Minerals Company; Forbes Wilson, melakukan ekspedisi pada tahun 1960 ke Papua setelah membaca sebuah laporan tentang ditemukannya Ertsberg atau Gunung Bijih; sebuah cadangan mineral, oleh seorang geolog Belanda; Jean Jacques Dozy, pada tahun 1936.
Setelah ditandatanganinya Kontrak Karya pertama dengan Pemerintah Indonesia bulan April 1967, PTFI memulai kegiatan eksplorasi di Ertsberg pada Desember 1967. Konstruksi skala besar dimulai bulan Mei 1970, dilanjutkan dengan ekspor perdana konsentrat tembaga pada bulan Desember 1972.
Setelah para geolog menemukan cadangan kelas dunia Grasberg pada tahun 1988, operasi PTFI menjadi salah satu proyek tambang tembaga/emas terbesar di dunia. Di akhir tahun 1991, Kontrak Karya kedua ditandatangani dan PTFI diberikan hak oleh Pemerintah Indonesia untuk meneruskan operasinya selama 30 tahun (artinya beroperasi sampai 2021). (1) Lanjutkan membaca ‘Purnomo Yusgiantoro dan “Pertahanan” Freeport’
esbeye “menculik miyabi”
Diterbitkan Oktober 19, 2009 Wacana Kini 22 CommentsTags: Arbi Sanit, Calon Menteri, esbeye menculik miyabi, foto miyabi, Kabinet Esbeye, Kabinet Indonesia Bersatu II, Maria Ozawa, Maria Ozawa Miyabi, Menculik Miyabi, Miyabi, Padamu Negeri, pagi hari yang cerah, Pelantikan Presiden, Pengamat

wajah sumringah calon menteri ....
Sruuuuput kopi dipagi hari, membaca berita informasi yang menghiasi media online kompas pagi jadi teringat miyabi versi kangBoed, yang nangkring di hot top post. Di Kompas pagi ini memang tak ada berita tentang miyabi tapi halamannya dihiasi seputar calon menteri,… nah lalu apa hubungannya?? Lanjutkan membaca ‘esbeye “menculik miyabi”’
Maaf dari Tuan Bush
Diterbitkan Oktober 15, 2009 Senjata Kata , Wacana Kini 33 CommentsTags: Maaf, Tuan Bush
Meski lebaran telah usai … dan maaf-maafan telah usang
ternyata kiriman kartu lebaran dari Mr. Bush datang juga ke Blog Serbasejarah
kira-kira DIMAAFIN NGAK YAH TUAN BUSH ???

Gimana yach ... Tuan Bush di MAAF-kan ngak ????
Sajak Negeri Entah Kenapa
Diterbitkan Oktober 15, 2009 Senjata Kata 8 CommentsTags: Abdul Hadi W, M., Sajak, Sajak Indonesia, Senjata Kata
SAJAK NEGERI ENTAH KENAPA
/Abdul Hadi W, M.

bangun negeri ku
Atau kubisikkan ini
Dulu — di musim kemarau atau penghujan
Namun kubisikkan
Dan kutulis juga sajak ini sekarang
Entah Kenapa
Di negeri entah kenapa
(Mungkin itu tidak ada di peta
Atau hanya rekaan
Seorang yang tak mengerti arah angin
Dan peta yang selalu berubah)
Andai kita tidak di sini
Di kota ini, di negeri ini
Mungkin kita tak tahu
Kapal yang kita tumpangi ini
Selalu dikemudikan kapten gila Lanjutkan membaca ‘Sajak Negeri Entah Kenapa’
Presiden Yudhoyono dan “Demokrasi Mataraman”
Diterbitkan Oktober 15, 2009 Seputar Politik , Wacana Kini 5 CommentsTags: Demokrasi, kabinet sby, koalisi, mataraman, pemerintahan sby, presiden sby, SBY, sby-boediono

Para Wayang
Namun, ternyata yang muncul adalah Panembahan Senapati dari Mataram. Dia bukan trah raja. Dia yang semasa kecil bernama Sutawijaya lahir dari kalangan jelata. Ayahnya, Manahan, pernah menjadi perwira Demak bergelar Ronggo Tohjoyo. Lanjutkan membaca ‘Presiden Yudhoyono dan “Demokrasi Mataraman”’
esbeye dua ; fa ‘aina tadzhabuun …
Diterbitkan Oktober 10, 2009 Blog n Me , Wacana Kini 55 CommentsTags: Anak Negeri, Arah Indonesia Abad 21, boediono, Demokrasi, fa 'aina tadzhabuun, ideologi, kabinet sby, Korporatisme Politik, Mahatma Gandhi, mobocracy, Negeri Gempa, Politik, presiden sby, SBY, sby jilid dua

semoga tetap sehat untuk 5 tahun kedepan
“Democracy is an impossible thing until the power is shared by all, but let not democracy degenerate into mobocracy” (Mahatma Gandhi)
Di persimpangan jalan sejarah yang krusial, nasib bangsa-bangsa sering terkait sangat erat dengan orang-orang tertentu. Individu-individu ini seolah dipilih oleh sejarah untuk mengemban suatu misi besar. Keputusan moral dan pilihan politik mereka untuk menjawab tantangan sejarah ini menentukan dan mengubah nasib bangsanya untuk selama-lamanya.
Afrika Selatan dan Mandela adalah contoh yang baik untuk era akhir abad ke-20. Runtuhnya rezim apartheid melontarkan Mandela ke tampuk pimpinan Afrika Selatan dan langsung menghadapkannya pada pilihan pelik, yakni mengikuti semangat membalas dendam atas ketidakmanusiawian rezim masa lalu terhadap warga kulit hitam atau rekonsiliasi yang sangat tidak populer. Mandela memilih rekonsiliasi. Lanjutkan membaca ‘esbeye dua ; fa ‘aina tadzhabuun …’
Awas Mata-mata Moesoeh !!!!
Diterbitkan Oktober 9, 2009 Blog n Me 20 CommentsTags: Iklan Kaca Mata, kreatif, Majalah MIAI, Mata-mata, Mata-mata musuh, Pendudukan Jepang

Iklan Kaca Mata Masa Pendudukan Jepang Terbit di Majalah MIAI 1943
Buah Korupsi ; Pengakuan Bandit Ekonomi
Diterbitkan Oktober 8, 2009 Buku dan Aku 17 CommentsTags: Bandit Ekonomi, Confessions of An Economic Hit Man, Ekonom Bayaran, Jaringan Internasional, John Perkins, korporatokrasi, Kroni Soeharto, Militer
Dalam Confessions of Economic Hit Man, aku menggambarkan hubunganku pada akhir 1980-an dan 1990-an dengan Stone and Webster Company (SWEC), yang pada saat itu merupakan firma konstruksi dan konsultan paling terhormat dan terbesar di AS. SWEC akan memberiku sekitar setengah juta dolar asalkan aku menghentikan penulisan buku tentang kehidupanku sebagai Bandit Ekonomi. Sesekali, perusahaan tersebut meminta aku benar-benar mengabdi kepada mereka.
Suatu hari pada tahun 1995, seorang petinggi SWEC menelepon untuk meminta bertemu denganku. Sambil makan siang, ia membahas proyek pembangunan kompleks pemrosesan bahan kimia di Indonesia. Ia berusaha meyakinkanku bahwa pembangunan itu akan menjadi salah satu proyek terbesar sepanjang seabad sejarah perusahaan. Nilainya tak kurang dari 1 Milyar dolar. “Aku bertekad mewujudkan proyek ini,” katanya dan kemudian, sambil melirihkan suaranya, ia mengaku, “tapi aku tak bisa melakukannya sebelum menemukan cara membayar salah seorang anggota keluarga Soeharto sebesar 150 juta dolar.” Lanjutkan membaca ‘Buah Korupsi ; Pengakuan Bandit Ekonomi’
Kejahatan Korporatokrasi
Diterbitkan Oktober 5, 2009 Buku dan Aku 24 CommentsTags: Confessions of An Economic Hit Man, Imperium Amerika, Jaringan Internasional, John Perkins, korporatokrasi
Melanjutkan posting tentang Mantan Bandit Bongkar Kejahatan Jaringan Internasional …..
John Perkins adalah penulis asal Amerika Serikat yang mengungkapkan kejahatan korporatokrasi yaitu jaringan yang bertujuan memetik laba melalui cara-cara korupsi, kolusi, dan nepotisme dari Negara-negara Dunia Ketiga, termasuk Indonesia.
Cara kerja mereka mirip mafia karena menggunakan semua cara, termasuk pembunuhan untuk mencapai tujuan. Ia mengungkapkan bandit-bandit ekonomilah yang melenyapkan Presiden Panama Omar Torrijos dan Presiden Ekuador Jaime Roldos. “Kita melakukan pekerjaan kotor. Tak ada yang tahu apa yang kamu lakukan, termasuk istri kamu. Kamu ikut atau tidak?, kalau mau dilarang keluar sampai mati,” kata bos Perkins yang suatu hari raib ibarat hantu. Lanjutkan membaca ‘Kejahatan Korporatokrasi’
Mantan Bandit Bongkar Kejahatan Jaringan Internasional
Diterbitkan Oktober 4, 2009 Buku dan Aku 20 CommentsTags: Amerika Penjarah, Confessions of An Economic Hit Man, Ekonomi, Jaringan Internasional, John Perkins, korporatokrasi, Mantan Bandit

John Perkins : Membongkar Kejahatan Jaringan Internasional
Lanjutkan membaca ‘Mantan Bandit Bongkar Kejahatan Jaringan Internasional’
G-30 S … Indonesia ber-dziKIR lah !!!
Diterbitkan Oktober 2, 2009 Kopral Cepot dziKIR , Wacana Kini 26 CommentsTags: al-Qur'an, dziKIR, G 30 S, Gempa, Gempa Sumatera, miKIR, Pelantikan DPR, Politik, Renungan Ayat Allah, sejarah, sejarah nusantara
“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebihkuat dari mereka (sendiri) dan Telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang Telah mereka makmurkan. dan Telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.” (surat Ar-Rum (30) :9) ___ iNGAT tanggal 30 bulan 9
G-30 S 1965
44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto dan para putra terbaik bangsa Indonesia telah menjadi “tumbal revolusi”. Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan Coup de’ Etat Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington.
Kini ….
Tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah. Lanjutkan membaca ‘G-30 S … Indonesia ber-dziKIR lah !!!’


berbaring di Taman Makam Pahlawan bersama-sama kawan-kawan seperjuangannya. Dia telah membisu dan tidak mungkin lagi aku ajak bicara. Akan tetapi rasanya di keheningan malam yang sunyi, bapakku sering berkata kepadaku: 



















RSS - Posts
Hatur Tankyu for Koment