Polemik Naskah Negara Kertagama

Sebuah tulisan menarik dari Joni Sujono Mahasiswa ICAS yang dimuat pesantren ciganjur.org

Prawacana

Dalam kebudayaan Jawa, konsep “Raja” adalah penyangga dan penghubung mikrokosmos dan makrokosmos, kehidupan manusia dan alam semesta. Kemampuan raja dalam mengemban fungsi tersebut disebabkan ia memiliki kekuatan magis yang bersumber dari dua daya yang dimilikinya.

Partama, ia mendapat wahyu. Kedua, ia memiliki kesaktian. Wahyu menjadi raja diperolehnya sebagai berkah dan karunia dari Hyang Maha Kuasa, meskipun faktor keturunan, garis darah “biru”, sangat dominan dalam hal ini. Kesaktian didapat dari usahanya sendiri untuk menjadi seorang manusia yang tangguh lahir batin, seperti olah spiritual maupun usaha menghimpun benda-benda pusaka. Lanjutkan membaca ‘Polemik Naskah Negara Kertagama’

Peran dan Kedudukan (Dewan) Wali Sanga

oleh Cin Pratipa Hapsarin

Peran Dewan Sembilan dalam menegakkan kerajaan Islam pertama di Jawa sangatlah besar. Banyak berita simpang siur mengenai keberadaan mereka, asal mula mereka, wilayah kerja, ‘keajaiban-keajaiban’ yang mereka ciptakan bahkan termasuk benar ada atau tidaknya mereka.

Wali Sanga adalah kelompok syiar – dakwah Islam (Mubaligh) yang kerap juga disebut dengan Walilullah atau ‘wakil Allah’. Menurut Saksono (1996: 17-19), awalnya kata ini berasal dari bahasa Arab, wala atau waliya yang berarti qaraba, dekat, yang dapat dipadankan dengan kerabat, pelindung, teman dan lainnya. Lanjutkan membaca ‘Peran dan Kedudukan (Dewan) Wali Sanga’

SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 5/Habis)

Oleh : Damar Shashangka

Kekhalifahan pertama Jawa, yang selama ini dicita-citakan oleh Kaum Putihan berhasil berdiri. Raden Patah atau Tan Eng Hwat dikukuhkan sebagai khalifah pertama Demak Bintara dengan gelar Sultan Syah ‘Alam Akbar Jiem-Boenningrat ( Nama Jiem-Boen, adalah nama China. Saya belum tahu pasti darimana dan mengapa nama itu diambil. : Damar Shashangka )

Praktis, Raden Patah mulai berkuasa dari tahun 1479 Masehi. Begitu naik tahta, wilayah negara Demak Bintara yang dulu diperkirakan kurang lebihnya separuh bekas wilayah Majapahit, terutama wilayah bagian barat yang mayoritas sudah banyak penduduknya yang memeluk Islam, ternyata perkiraan itu salah!

Daerah-daerah yang dapat dikuasai oleh Demak, yang terang-terangan dengan suka rela mengakui kedaulatan Demak Bintara, ternyata hanya sebatas Jawa Tengah sekarang dan pesisir utara Jawa Timur hingga ke Pulau Madura. Selebihnya, tidak ada satu Kadipaten-pun yang mau tunduk tanpa syarat. Lanjutkan membaca ‘SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 5/Habis)’

SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 4)

Oleh : Damar Shashangka

Syeh Siti Jenar, kini telah menjadi semacam duri dalam daging bagi Dewan Wali Sangha. Sebuah duri ditengah berkobarnya semangat kekhalifahan. Sebuah obsesi Kaum Putihan untuk mendirikan bentuk pemerintahan Islam pertama di Jawa. Suatu Kekhalifahan yang menurut mereka bakal menjadi lebih besar gaungnya daripada Kekhalifahan Malaka( yang berdiri -/+ 1400 M) maupun Kekhalifahan Samudera Pasai yang berdiri pada tahun 1285 Masehi, tujuh tahun lebih awal berdiri daripada berdirinya Kerajaan Majapahit di Jawa ( 1292 M).Samudera Pasai bisa berdiri karena Kerajaan Shriiwijaya yang bercorak Buddhis, tengah terlibat peperangan dengan Kerajaan Thai yang juga sama-sama bercorak Buddhis. Ditambah lagi, serangan dari Kerajaan Singhasari yang berpusat di Malang, Jawa Timur dalam ekspedisi Pamalayu-nya, ikut memperlemah kekuatan Shriiwijaya.

Dalam situasi politik yang tidak menentu seperti ini, Samudera Pasai berhasil memisahkan diri, dan kemudian memaklumatkan diri sebagai Kekhalifahan pertama di Nusantara. Namun manakala Majapahit berdiri, sebagai penerus dinasty Singhasari, dan ketika Shriiwijaya berhasil dimasukkan kedalam wilayah kekuasaan Majapahit, maka Samudera Pasai-pun, mau tak mau, harus ikut tunduk mengakui kekuatan Majapahit. Lanjutkan membaca ‘SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 4)’

SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 3)

Oleh : Damar Shashangka

Ucapan Syeh Siti Jenar sangat besar dampaknya bagi image beliau. Kubu PUTIHAN semakin getol menghakimi kubu ABANGAN.

Sesungguhnya memang apa yang diucapkan beliau, terlalu tinggi untuk didengar oleh mereka-mereka yang baru saja mengenal spiritualitas. Namun, pada hakikatnya, memang benarlah apa yang beliau ucapkan.

Siapakah DIA YANG TAK TERBAYANGKAN itu? Siapakah RUH manusia itu? Sesungguhnya tiada beda. Ibarat udara yang terkurung dalam sebuah karet sintetis mainan anak-anak yang biasa disebut Balon, dengan udara bebas yang ada ditempat terbuka. Apakah kita bisa membedakannya? Sebuah karet sintetis yang bernama Balon, ibarat Suksma Sariira ( Badan Halus) dan Sthula Sariira (Badan Kasar) manusia. Dan udara yang terkurung didalamnya ibarat Atma Sariira ( Ruh ). Dan udara yang ada ditempat terbuka adalah Brahman itu sendiri.

Suksma Sariira dan Sthula Sariira, keduanya adalah produk Prakrti, produk Alam, yang muncul karena diadakan, karena diciptakan. Dan sesuatu yang diadakan, diciptakan dari ketiadaan, pasti akan memiliki limitasi, memiliki batas kegunaan. Dan pada saatnya, pasti akan berakhir. Oleh karenanya, kedua produk ini disebut produk Maya, produk khayalan, produk fana. Lanjutkan membaca ‘SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 3)’

SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 2)

Oleh : Damar Shashangka

Nama besar Syeh Siti Jenar berkumandang keseluruh wilayah Majapahit dan Pajajaran. Bukan hanya penganut Islam, para pemeluk agama Hindhu dan Buddha-pun sangat menghormati beliau. Sunan Kalijaga sering bertandang ke Pesantren Krendhasawa. Kedua tokoh ini, ibarat kakak adik yang tidak bisa dipisahkan.

Kedekatan dua tokoh besar yang sangat disegani oleh seluruh masyarakat Majapahit, sangat merisaukan Dewan Wali Sangha. Apalagi ketika dua tokoh itu, mengumandangkan ajaran Islam yang mengakui segala persamaan dengan agama lain, Dewan Wali sedikit berang. Dewan Wali Sangha masih menganggap Islam adalah segala-galanya, tidak bisa disamakan dengan agama lain. Lanjutkan membaca ‘SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 2)’

SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 1)

Oleh : Damar Shashangka

Konon, Seorang ulama Islam, bernama Syeh Abdul Jalil, datang ke Jawa dan bermukim di Bukit Amparan Jati ( Daerah Cirebon sekarang ). Disana, beliau bertemu dengan Syeh Dzatul Kahfi, seorang ulama sepuh yang sudah lama menetap di Bukit Amparan Jati. Ulama sepuh inilah guru dari Pangeran Walang Sungsang dan Dewi Rara Santang, putra-putri dari Prabhu Silih Wangi, Raja Pajajaran.

Setelah menetap berdekatan dengan Syeh Dzatul Kahfi, Syeh Abdul Jalil kemudian berpindah ke Carbon Girang. Disana beliau mendirikan sebuah Pesantren dengan nama KRENDHASAWA. Banyak yang tertarik dengan ajaran beliau yang bernuansa spiritual murni. Sama sekali berbeda dengan para ulama-ulama lain yang juga mengurusi kenegaraan. Sibuk ingin mendirikan Kekhalifahan Islam. Lanjutkan membaca ‘SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 1)’

Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-5 habis)

Sirna Ilang Kerthaning Bhumi

Atas perintah Raden Patah, Senopati Demak Bintara Sunan Kudus menemui Adipati Terung, adik kandung Raden Patah dengan membawa pasukan Demak Bintara. Adipati Terung di ultimatum agar menyerah, atau dihancurkan. Adipati Terung dalam dilema. Pada akhirnya, dia menyatakan ‘menyerah’ kepada Demak Bintara.

Beberapa minggu kemudian, Raden Patah datang dari Demak untuk melihat langsung kemenangan pasukannya. Raden Patah meminta semua laporan dari kepala pasukan Demak. Diketahui kemudian, Prabhu Brawijaya berhasil meloloskan diri. Pasukan Bhayangkara Majapahit atau Pasukan Khusus Pengawal Raja, memang terkenal lihai melindungi junjungan mereka. Tak ada satupun kepala pasukan Demak yang mengetahui bagaimana Pasukan Bhayangkara bisa menerobos kepungan rapat Pasukan Islam dan kearah mana mereka membawa Sang Prabhu pergi. Lanjutkan membaca ‘Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-5 habis)’

Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-4)

Mendekati detik-detik pemberontakan

Demak Bintara berkembang pesat. Tempat ini dirasa strategis untuk pengembangan militansi Islam karena letaknya agak jauh dari pusat kekuasaan. Di Demak Bintara, para ulama-ulama Putihan sering mengadakan pertemuan. Jadilah Demak Bintara dikenal sebagai Kota Seribu Wali.

Ditambah pada tahun 1475 Masehi, seorang ulama berdarah Mesir-Sunda datang dari Mesir. Dia adalah Syarif Hidayatullah. Dia datang bersama ibunya Syarifah Muda’im. Syarifah Muda’im adalah putri Pajajaran. Putri dari Prabhu Silihwangi penguasa Kerajaan Pejajaran. ( Hanya Kerajaan ini yang tidak masuk wilayah Majapahit. Walau kecil, Pajajaran terkenal kuat. Anda bisa membayangkan adanya Timor Leste sekarang. Seperti itulah keadaan Majapahit dan Pajajaran. : Damar Shashangka). Lanjutkan membaca ‘Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-4)’

Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-3)

Baca sebelumnya :

  1. Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-1)
  2. Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-2)

Kubu Abangan

Seorang ulama berdarah Majapahit, yang lahir di Kadipaten Tuban, yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Jawa yaitu Sunan Kalijaga, mati-matian membendung gerakan militansi Islam. Beliau seringkali mengingatkan, bahwasanya membangun akhlaq lebih penting daripada mendirikan sebuah Negara Islam.

Sunan Kalijaga adalah putra Adipati Tuban, Arya Teja. Adipati Arya Teja adalah keturunan Senopati Agung Majapahit masa lampau, Adipati Arya Ranggalawe yang berhasil memimpin pasukan Majapahit mengalahkan pasukan Tiongkok Mongolia yang hendak menguasai Jawa ( Adipati Arya Ranggalawe adalah salah satu tangan kanan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.) Lanjutkan membaca ‘Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-3)’

Misi Pen-ISLAM-an Nusantara (Bag-2)

baca sebelumnya !! Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-1)

Berdirinya Giri Kedhaton

Blambangan ( Banyuwangi sekarang ), sekitar tahun 1450 Masehi terkena wabah penyakit. Hal ini dikarenakan ketidaksadaran masyarakatnya yang kurang mampu menjaga kebersihan lingkungan. Blambangan diperintah oleh Adipati Menak Sembuyu, didampingi Patih Bajul Sengara.

Wabah penyakit itu masuk juga ke istana Kadipaten. Putri Sang Adipati, Dewi Sekardhadhu, jatuh sakit. Ditengah wabah yang melanda, datanglah seorang ulama dari Samudera Pasai ( Aceh sekarang ), yang masih berkerabat dekat dengan Syeh Ibrahim As-Samarqand, bernama Syeh Maulana Ishaq. Dia ahli pengobatan. Mendengar Sang Adipati mengadakan sayembara, dia serta merta mengikutinya. Dan berkat keahlian pengobatan yang dia dapat dari Champa, sang putri berangsur-angsur sembuh. Lanjutkan membaca ‘Misi Pen-ISLAM-an Nusantara (Bag-2)’

Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-1)

Ini  tulisan dari seseorang yang bernama “Damar Shashangka”, yang saya dapatkan dari catatan beliau di jejaring facebook. Catatan ini terbagi pada 5 bagian yang memuat “Versi Masuknya Islam ke Nusantara”. Saya posting disini sebagai bahan belajar khususnya bagi “sang pembelajar” umumnya bagi yang kebetulan membaca postingan ini karena bagi saya ini adalah versi lain tentang peran Wali Songo di Nusantara yang patut dikaji atau setidaknya sebagai bahan perbandingan atas versi lainnya.

Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-1)

Majapahit adalah sebuah Kerajaan besar. Sebuah Emperor. Yang wilayahnya membentang dari ujung utara pulau Sumatera, sampai Papua. Bahkan, Malaka yang sekarang dikenal dengan nama Malaysia, termasuk wilayah kerajaan Majapahit.

Majapahit berdiri pada tahun 1293 Masehi. Didirikan oleh Raden Wijaya yang lantas setelah dikukuhkan sebagai Raja beliau bergelar Shrii Kertarajasha Jayawardhana. Eksistensi Majapahit sangat disegani diseluruh dunia. Diwilayah Asia, hanya Majapahit yang ditakuti oleh Kekaisaran Tiongkok China. Di Asia ini, pada abad XIII, hanya ada dua Kerajaan besar, Tiongkok dan Majapahit. Lanjutkan membaca ‘Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-1)’

Pidato Tan Malaka (1922) Tentang Komunisme dan Pan-Islamisme

Penerjemah: Ted Sprague

Ini adalah sebuah pidato yang disampaikan oleh tokoh Marxis Indonesia Tan Malaka pada Kongres Komunis Internasional ke-empat pada tanggal 12 Nopember 1922. Menentang thesis yang didraf oleh Lenin dan diadopsi pada Kongres Kedua, yang telah menekankan perlunya sebuah “perjuangan melawan Pan-Islamisme”, Tan Malaka mengusulkan sebuah pendekatan yang lebih positif. Tan Malaka (1897-1949) dipilih sebagai ketua Partai Komunis Indonesia pada tahun 1921, tetapi pada tahun berikutnya dia dipaksa untuk meninggalkan Hindia Belanda oleh pihak otoritas koloni. Setelah proklamasi kemerdekaan pada bulan Agustus 1945, dia kembali ke Indonesia untuk berpartisipasi dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda. Dia menjadi ketua Partai Murba (Partai Proletar)), yang dibentuk pada tahun 1948 untuk mengorganisir kelas pekerja oposisi terhadap pemerintahan Soekarno. Pada bulan Februari 1949 Tan Malaka ditangkap oleh tentara Indonesia dan dieksekusi.

Kamerad! Setelah mendengar pidato-pidato Jenderal Zinoviev, Jenderal Radek dan kamerad-kamerad Eropa lainnya, serta berkenaan dengan pentingnya, untuk kita di Timur juga, masalah front persatuan, saya pikir saya harus angkat bicara, atas nama Partai Komunis Jawa, untuk jutaan rakyat tertindas di Timur. Lanjutkan membaca ‘Pidato Tan Malaka (1922) Tentang Komunisme dan Pan-Islamisme’

Anugrah Gelar Pahlawan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar pahlawan nasional tiga orang tokoh nasional. Selain itu, presiden juga memberikan piagam dan tanda kehormatan sejumlah tokoh lainya.

Penganugerahan berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (09/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Karena semua yang mendapatkan penghargaan telah meninggal dunia, para keluargalah yang mewakili untuk mendapatkan penghargaan. Lanjutkan membaca ‘Anugrah Gelar Pahlawan’

Ruang Sastra Dalam Bingkai Sejarah Indonesia

kupu2Sastra (Sansekerta शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta śāstra, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti “instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Tetapi kata “sastra” bisa pula merujuk kepada semua jenis tulisan, apakah ini indah atau tidak.

Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.(1) Lanjutkan membaca ‘Ruang Sastra Dalam Bingkai Sejarah Indonesia’

Biarkan “Perang Bubat” Berlanjut

gajah madaUMUMNYA sejarah “Perang Bubat” yang diungkapkan dalam bentuk novel atau prosa liris, hampir sama, menceritakan tentang gagalnya pernikahan Dyah Pitaloka (Citraresmi) dengan Hayam Wuruk akibat pengkhianatan Mahapatih Gajah Mada. Tokoh Gajah Mada menjadi sosok yang dibenci urang Sunda karena Gajah Mada dianggap berkhianat kepada rajanya, Prabu Hayam Wuruk.

Dengan tipu daya untuk menyulut amarah Linggabuwana, Gajah Mada meminta agar Pitaloka – yang tadinya akan dijadikan permaisuri Hayam Wuruk, agar diserahkan sebagai upeti. Gajah Madalah yang mengobarkan api peperangan, ketika hati Maharaja Linggabuwana (ayah Pitaloka) terluka, merasa dihina dan direndahkan, lalu memilih untuk melawan karena tidak mau menyerahkan putrinya sebagai upeti. Peperangan yang tak seimbang itu, tentu saja lebih merupakan sebuah pembantaian. Maharaja Linggabuwana, permaisuri, dan pasukan pengawalnya gugur di Bubat. Sementara Pitaloka memilih bunuh diri demi harga diri. Satu-satunya pengawal yang berhasil lolos adalah Pitar. Kisah tragis itu membuat banyak urang Sunda yang kanyenyerian, sakit hati, dan perasaan itu tetap terpelihara, hingga sekarang. Lanjutkan membaca ‘Biarkan “Perang Bubat” Berlanjut’

Inilah situs (porno) yang jarang dikunjungi orang Indonesia

Sambil menunggu kiprah Bung Tifatul Sembiring dalam gebrakan 100 harinya memblokir situs porno, “mengintip” kabar dari blogger.bangunnegeri.com ternyata ada situs porno yang jarang dikunjungi orang Indonesia. Ini dibuktikan dengan pagerank versi google diatas 2,7 jutaan padahal situs ini sangat informatif. Lanjutkan membaca ‘Inilah situs (porno) yang jarang dikunjungi orang Indonesia’

Busyet Dah !!? Jargon Kabinet SBY berbahasa Amrika Lupakan Sumpah Pemuda !!

Rapat Kabinet Pertama KIB jilid 2, SBY ngasih Tagline

sby-boediono jilid 2Ternyata tidak hanya iklan komersial yang memiliki tagline. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika memimpin rapat perdana Kabinet Indonesia Bersatu II, Jumat (23/10) di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, menyampaikan tagline kabinet baru yang baru dibentuknya.

Secara keseluruhan, ada tiga tagline yang hendak direkatkan pada kabinet berjumlah 34 menteri tersebut. “Pertama, change and continuity. Apa yang dilakukan kabinet sebelumnya, yang masih relevan, yang masih berlanjut, harus dilakukan. Jangan malu-malu,” ujar Presiden. Lanjutkan membaca ‘Busyet Dah !!? Jargon Kabinet SBY berbahasa Amrika Lupakan Sumpah Pemuda !!’

Inilah Situs Porno Yang Akan di Blokir Bung Tifatul … (Beranikah!)

tifatul_sembiringMasih ingatkah Pernyataan Presiden PKS Tifatul Sembiring pada pemberitaan di Majalah Tempo edisi 1-7 Juni 2009 halaman 29. Pernyataan yang sangat menyakitkan bagi setiap muslim, yakni Presiden PKS mengatakan, “Apa kalau istrinya berjilbab lalu masalah ekonomi selesai? Apa pendidikan, kesehatan, jadi lebih baik?,” katanya.

“Soal selembar kain saja kok dirisaukan.” Inikah ucapan tokoh yang mengaku muslim? Betapa nekat saudara Tifatul Sembiring mengorbankan syari’at demi kepentingan kursiologi. Saya katakan, bahwa ucapan Tifatul Sembiring adalah penistaan dan penodaan terhadap Syari’at Islam. (1)

Tifatul Sembiring Jadi Menteri “Internet”

Lanjutkan membaca ‘Inilah Situs Porno Yang Akan di Blokir Bung Tifatul … (Beranikah!)’

Purnomo Yusgiantoro dan “Pertahanan” Freeport

Di Indonesia untuk industri tambang (gold, coal, nickel dkk) juga dikenal istilah Big4 yang terdiri dari: Freeport Indonesia, Newmont Indonesia, International Nickel Indonesia (INCO) dan Kaltim Prima Coal (KPC).

freeportSejarah PT Freeport Indonesia (PTFI) bermula saat seorang manajer eksplorasi Freeport Minerals Company; Forbes Wilson, melakukan ekspedisi pada tahun 1960 ke Papua setelah membaca sebuah laporan tentang ditemukannya Ertsberg atau Gunung Bijih; sebuah cadangan mineral, oleh seorang geolog Belanda; Jean Jacques Dozy, pada tahun 1936.

Setelah ditandatanganinya Kontrak Karya pertama dengan Pemerintah Indonesia bulan April 1967, PTFI memulai kegiatan eksplorasi di Ertsberg pada Desember 1967. Konstruksi skala besar dimulai bulan Mei 1970, dilanjutkan dengan ekspor perdana konsentrat tembaga pada bulan Desember 1972.

Setelah para geolog menemukan cadangan kelas dunia Grasberg pada tahun 1988, operasi PTFI menjadi salah satu proyek tambang tembaga/emas terbesar di dunia. Di akhir tahun 1991, Kontrak Karya kedua ditandatangani dan PTFI diberikan hak oleh Pemerintah Indonesia untuk meneruskan operasinya selama 30 tahun (artinya beroperasi sampai 2021). (1) Lanjutkan membaca ‘Purnomo Yusgiantoro dan “Pertahanan” Freeport’

Halaman Berikutnya »


Ngaran kaula ”Kopral Cepot”

JANGAN PAKSA AKU TUK SAMA ... KARENA AKU sudah BERBEDA

kaula ngan mere beja ... kaula teu maksa kudu sarua... sugan beja ti kaula aya guna

Sejarah adalah perjalanan hidup dan kehidupan manusia, dengan belajar sejarah bukan hanya MENGHARGAI SEJARAH, tetapi sejarah bisa menjadi "spion" bagi arah hidup dalam menatap kedepan. Tulisan ini memuat resensi dari buku-buku sejarah, analisa pribadi, dan hasil diskusi dengan beberapa teman yang punya "minat" sejarah serta hasil tanya2 ama mbah google. Bila ada yang membutuhkan untuk kepentingan yang bermanfaat silahkan untuk copy paste sesuai dengan etika dan itikad baik. Semoga bermanfaat...

"Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia telah hilang tanpa lelah sampai engkau meraihnya" .... "takkan terikat waktu jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi"

Diskusi “sukasejarah.org”

sukasejarah

kucoba hargai masa lalu....

Photobucket SmileyCentral.com

Thema Tulisan

Tulisan Sebelumnya

RSS comments anyar tangkyu :)

  • Komentar di Polemik Naskah Negara Kertagama oleh casrudi Desember 2, 2009
    Wilujeng wengi Kang Kopral... nuju ngaronda yeuh popoekan... punten nambut sempor kanggo ningal capit patukeur sareng nu Kang Hanifa... :D
    casrudi
  • Komentar di Polemik Naskah Negara Kertagama oleh Love4Live Desember 2, 2009
    sebuah ulasan yang sangat kontemplatif....
    Love4Live
  • Komentar di Polemik Naskah Negara Kertagama oleh itempoeti Desember 2, 2009
    "Ketidakpedulian kaum Pribumi sama besarnya dengan para penguasa mereka, sikap tersebut kemudian menelantarkan karya-karya para leluhur mereka yang tidak dapat mereka tiru." Tak ada yang akan menelantarkan karya-karya leluhur ketika anak bangsa ini perutnya terisi dan otaknya terdidik. Sayangnya mereka secara sistematis selalu dibuat lapar dan bodo […]
    itempoeti
  • Komentar di Polemik Naskah Negara Kertagama oleh BaNi MusTajaB Desember 2, 2009
    ijin menyimak, Pak Kopral..
    BaNi MusTajaB
  • Komentar di Polemik Naskah Negara Kertagama oleh ruanghatiberbagi Desember 2, 2009
    Salam Hangat Sahabat, Semoga Hal Terindah Tlah Tercipta Hari Ini Dan Selalu Damai Di Bumi Sapaku DiSeparuh Perjalanan Hari Ini Peace and Green
    ruanghatiberbagi
  • Komentar di Polemik Naskah Negara Kertagama oleh zoelokam124 Desember 2, 2009
    ▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■ ■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓ Mengapa Mereka (ACEH) Begitu Membenci Rakyat Indonesia, Saudaranya Sendiri ↓↓↓↓↓↓↓↓ http://aceh.notlong.com/ ■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓ ▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■▓■ […]
    zoelokam124
  • Komentar di Inilah situs (porno) yang jarang dikunjungi orang Indonesia oleh mumet Desember 2, 2009
    dasar sial...Tiffatul sembiring....baru jadi menteri dah bertingkah dengan tindakan yang tak populer......situs porno di zaman ini sudah biasa...tidak ada yang perlu diherankan....jadi kita harus menyesuaikan zaman...bukan zaman yang menyesuaikan kita (yang tidak mungkin terjadi !). yang nama buku porno dari zaman baheula dah ada...tak [perlu cari populer de […]
    mumet
  • Komentar di Pidato Tan Malaka (1922) Tentang Komunisme dan Pan-Islamisme oleh tomy Desember 2, 2009
    salam kenal dari saya sebuah blog yang bagus mohon ijin bertaut --------------- Kopral Cepot : Salam kenal juga ... tp sebenarnya diem2 sy sering berkunjung ke mas tomy ;) hatur tararengkyu bisa berbagi
    tomy
  • Komentar di Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih oleh Nico Desember 2, 2009
    selamat karena masih banyak genarasi muda yang mencintai budaya leluhurnya. Yang jelas Sisingamangaraja XII bukan Muslim, tetapi banyak dipengaruhi oleh Muslim. Demikian juga halnya dengan agama Parmalim. Pada dasarnya agama parmalim tidaklah murni agama Batak, di sana terdapat percampura antara paham Muslim, Hiduisme, dan konsep-konsep Batk Toba arkhais. Aj […]
    Nico
  • Komentar di Polemik Naskah Negara Kertagama oleh gobala45 Desember 1, 2009
    ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ Ini alasan kenapa adiknya sandra dewi selalu memonyongkan bibir nya kalo di foto: http://gigilucu.notlong.com/ ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
    gobala45

Jejak tamu hari ini

Pencari Jejak Sejarah

  • 144,827 Jejak Pembaca
free counters
Site Rank
My site's rank is:
Rank
What's your
Site Rank?
BandungTopBlog.com
Update Batagor Internet Sehat http://bacablog.com
IP Bookmark and Share blogarama - the blog directory Add to Technorati Favorites Submit your website to 20 Search Engines - FREE with ineedhits!

Nu ngeTOP di Serbasejarah